cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
PROFIL PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) TENTANG HIV/AIDS DI DUKUH NGLEBOK KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA Zulaika, Chusnul; Sari, Dwi; A, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.288 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i2.22

Abstract

Penyakit infeksi HIV / AIDS merupakan masalah kesehatan terbesar. Jumlah pengidap HIV / AIDS di Indonesia pada tahun 2006 adalah 165.000 ? 250.000. sedangkan di Jawa Tengah pada awal tahun 2007 cenderung meningkat terdapat 1070 penderita HIV / AIDS terdiri atas 830 penderita HIVdan 240 penderita AIDS. Di Blora selama tiga tahun berturut ? turut di Kecamatan Cepu Dukuh Nglebok dan di Blora di Kampung Baru diketahui 17 orang yang terinfeksi HIV, semuanya PSK yang positif terinfeksi HIV. Sehingga dapat dirumuskan masalah ? Bagaimana pengetahuan PSK tentang HIV / AIDS di Dukuh Nglebok Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu Kabupaten Blora??.Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada PSK tentang HIV / AIDS di Dukuh Nglebok Kecamatan Cepu Kabupaten Blora pada tahun 2008.Deskriptif dan populasi yang digunakan total sampel sebanyak 50 orang. Prosedur pengambilan data dengan data primer dan sekunder. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner.PSK berpengetahuan baik yaitu 56 %. Dimana pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pendidikan responden mayoritas adalah tamat SD sebanyak 38 orang (76 %). Mayoritas umur responden berada pada usia 20 ? 35 tahun sebanyak 26 orang (52%).PSK berpengetahuan baik 56 %, berpengetahuan sedang 36 %, sedangkan yang kurang 8 %.?Kata Kunci?????? : pengetahuan, PSK, HIV / AIDS
Hubungan Usia Menarche, Riwayat Kontrasepsi dan Riwayat Perkawinan dengan Hasil Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat Khanifah, Milatun; Fitriyani, F
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.407 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.234

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) adalah salah satu metode deteksi dini penyakit kanker serviks yang cukup efektif di Indonesia. Beberapa faktor dapat berpengaruh terhadap kejadian lesi pra kanker. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan usia menarche, riwayat kontrasepsi, riwayat perkawinan dengan hasil pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA). Jenis penelitian kuantitatif non eksperimen. Populasi wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA di di Kabupaten Pekalongan sebanyak 151 responden. Pengambilan sampel dengan total populasi. Analisa data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia menarche dengan hasil pemeriksaan IVA (p:0.125); tidak terdapat hubungan antara riwayat kontrasepsi dengan hasil pemeriksaan IVA (p:1.000), dan tidak terdapat hubungan antara riwayat perkawinan dengan hasil pemeriksaan IVA (p:0,114). Upaya deteksi dini perlu dilakukan pada wanita usia subur tanpa memperhatikan faktor risiko.Kata Kunci: faktor risiko, inspeksi visual asam asetat (IVA) ABSTRACTInspection of Visual Acetate Inspection (IVA) is one of the effective methods of early detection of cervical cancer in Indonesia. Several factors can influence the incidence of pre-cancerous lesions. The aim of the study was to determine the relationship of age of menarche, contraceptive history, marital history with the results of visual acetate (IVA) inspection. Type of non-experimental quantitative research. The population of women of childbearing age who conducted IVA examinations in Pekalongan District was 151 respondents. Sampling is total population. Data analysis with chi square test. The results showed that there was no relationship between age of menarche and the results of IVA examination (p: 0.125); there was no association between contraceptive history and the results of IVA examination (p: 1,000), and there was no relationship between marital history and IVA examination results (p: 0.114). Early detection efforts need to be carried out on women of childbearing age regardless of risk factors. Keywords: risk factors, Inspection of Visual Acetate Inspection (IVA)
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KALIBRASI TERHADAP PERILAKU MENGKALIBRASIKAN ALAT SPHYGMOMANOMETER PADA BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN DEMAK Nugroho, Agung Satrio; Wardaningsih, Prima Widyawati; Yono, Mul
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.224 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.45

Abstract

Dengan seringnya terjadi kesalahan pengukuran yang berakibatkan terjadinya kesalahan pendiagnosaan yang tidak tepat sehingga akan mempengaruhi pemberian obat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian terhadap peralatan kesehatan yang baru dibeli ataupun yang telah dipakai meliputi tahapan uji fungsi, uji coba dan pengukuran unjuk kerja dan keamanan alat kesehatan tersebut. Demikian juga dalam upaya mempertahankan fungsi dan keandalannya diperlukan pemeliharaan dan pengalibrasian / peneraan secara terprogram yang berkesinambungan untuk mendukung jaminan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui Pengaruh Tingkat Pengetahuan Tentang Kalibrasi Terhadap Perilaku Mengkalibrasikan Alat Sphygmomanometer Pada Bidan Praktek Mandiri Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Demak.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah Bidan Praktik Mandiri di Puskesmas Wilayah Kabupaten Demak. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang Bidan Praktik Mandiri di Puskesmas Wilayah Kabupaten Batang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa hubungan 2 variabel menggunakan uji Chi-Square.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 21 responden (60%) berpengetahuan kurang baik dan 28 responden (80%) tidak mengkalibrasikan alat sphygmomanometer. Berdasar hasil uji ANOVA diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,015. Nilai signifikansi sebesar 0,015 lebih kecil dari batas signifikansi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,05. Nilai signifikansi sebesar 0,015 dapat diinterpetasikan bahwa H0 ditolak atau dengan kata lain H1 diterima. Sehingga hipotesa sementara yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara variabel tingkat pengetahuan dan perilaku kalibrasi sphygmomanometer seseorang dapat diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan seseorang tentang kalibrasi dengan perilaku orang tersebut untuk mengkalibrasi sphygmomanometer dengan tingkat signifikansi sebesar 0,015. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lagi untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi perilaku seseorang mengkalibrasi selain tingkat pengetahuan tentang kalibrasi.?Kata kunci : pengetahuan, kalibrasi sphygmomanometer
COGNITIVE THERAPY DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI KLIEN HIPERTENSI DI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Restuning Prihati, DYAH
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.584 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.9

Abstract

Upaya penyembuhan hipertensi bisa dilakukan dengan pengobatan farmakologis dan pengobatan non farmakologis. Beberapa cara manajemen stres yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah istirahat, berdoa, dipijat, olahraga, mengurangi garam pada makanan dan konsultasi ke tenaga kesehatan. Cognitive Therapy (CT) merupakan tehnik yang memperkuat timbulnya perilaku adaptif dan mencegah timbulnya perilaku non adaptif melalui pemahaman proses internal dan upaya manajemen koping yang sesuai. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental pre ? post test kontrol group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Jumlah sampel penelitian ini adalah 15 orang kelompok intervensi dan? 15 orang kelompok kontrol, sehingga jumlah total sampel adalah 30 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016 sampai Juni 2016 di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test kelompok intervensi didapatkan nilai bermakna (p=0,002), , ini menunjukkan terdapat perbedaan kecerdasan emosi antara sebelum dan sesudah diberikan cognitive therapy. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai tidak bermakna (p = 1,000), ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan kecerdasan emosi antara sebelum dan sesudah diberikan cognitive therapy. Uji beda Mann Whitney diperoleh nilai bermakna (p = 0,04) terdapat perbedaan kecerdasan emosi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa cognitive therapy efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosi pada klien hipertensi. Simpulannya Cognitive Therapy dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada klien hipertensi.? Kata kunci: Cognitive Therapy, kecerdasan emosi, hipertensi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTEK OPERATOR DALAM PENCEGAHAN HIVAIDS DI RESOSIALISASI ARGOREJO SEMARANG Cahyaningsih, Oktaviani; Sulistyowati, Indah; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.404 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.205

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyebab terus terjadinya peningkatan kasus adalah kurangnya kesadaran oleh kelompok beresiko untuk melakukan Voluntary Counseling Test (VCT). Salah satu profesi yang beresiko menularkan penyakit HIV/AIDS dilokalisasi yaitu operator yang bertugas untuk mengatur jadwal kencan atau memutarkan musik antara tamu dan Wanita Penjaja seks (WPS) di pub, café, karaoke di lingkungan kompleks lokalisasi. Diperkirakan di setiap komplek lokalisasi di Indonesia terdapat laki-laki operator yang beresiko terhadap penularan HIV/AIDS, karena sebagian besar dari mereka merupakan pasangan tetap maupun tidak tetap Wanita Pekerja Seks (WPS), dan sebagian besar dari mereka juga punya pasangan diluar WPS serta 90% dari operator tidak melindungi diri dari risiko tertularnya PMS dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seksual  (KPA Semarang).Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap  Operator dalam Pencegahan HIV/AIDS di Resosialisasi Argorejo.Metode : Penelitian ini termasuk dalam penelitian explanatory research , metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan cross sectional survey/belah lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh operator di wilayah Resosialisasi argorejo Semarang yang berjumlah 157 orang, diambil sampel berjumlah 50 oarng dengan teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling.Hasil : Dengan uji wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan ada perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Dengan uji wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,000 < 0,05 sehingga disimpulkan ada perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatanKesimpulan : Adanya pengaruh pendidikan kesehatan pada perubahan pengetahuan dan sikap, sehingga diperlukan pengembangan dan sosialisasi metode peer educator secara lebih luas untuk upaya preventif dan promotif dalam pencegahan penyakit menular pada kelompok khusus. Upaya ini memerlukan suatu kesiapan dalam sumber daya manusia, juga diperlukan suatu pembinaan secara terus-menerus dalam sosialisasi penggunaan metode peer education di kalangan LSM, dan sistem pendampingan bagi teman sebaya dalam melakukan fungsi sebagai role model sehingga tercapai tujuan secara lebih baik khususnya dalam pencegahan HIV/AIDS.Kata kunci : pendidikan  kesehatan,  pengetahuan, sikap, perilaku operatorAbstrakBackground: One profession that is at risk of transmitting HIV / AIDS is localized, namely the operator whose job is to schedule dates or play music between guests and female sex workers (WPS) in pubs, cafes, karaoke in a complex of lokalisasi. Most of the operators are permanent and non-permanent partners of Sex Workers (WPS), where they also have partners outside WPS and 90% of operators do not protect themselves from the risk of STD infection by using condoms every sexual intercourse (KPA Semarang).Objective: This study was conducted to determine the effect of health education on knowledge and attitude of operators in HIV / AIDS prevention in Argorejo socialization.Method: This research is included in explanatory research, the method used in this study is the survey method using a cross sectional approach. The sample is 50 people with the sample technique used is accidental sampling.Results: With the Wilcoxon test obtained a significance value of 0,000 <0,05, it was concluded that there was a significant difference in knowledge between before being given health education and after being given health education. With the Wilcoxon test obtained a significance value of 0,000 <0,05 so that it was concluded that there were significant differences in attitudes between before being given health education and after being given health educationConclusions and suggestions: There is an influence of health education on changes in knowledge and attitudes, so that the development and socialization of the peer educator method is needed more broadly for preventive and promotive efforts in the prevention of infectious diseases in special groups. Keywords: health education, knowledge, attitude, operator behavior
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS NGESREP KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Wulandari, Priharyanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.466 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i2.77

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan alat KB dan keputusan ber-KB, yaitu sosial budaya, agama/keyakinan, dukungan keluarga dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas Ngesrep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan jumlah sample sebanyak 66 responden dan diambil dengan menggunakan tehnik menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan analisis Chi Square dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keyakinan dengan pemilihan alat kontrasepsi (?value = 0,015 < 0,05). Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemilihan alat kontrasepsi? (?value = 1,000 > 0,05). Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi (?value = 0,019 < 0,05). Tidak ada hubungan antara social ekonomi dengan pemilihan alat kontrasepsi (?value = 0,120 > 0,05).?Kata Kunci : Pemilihan Alat Kontrasepsi, Wanita Usia Subur
IbiKK Jasa Pengantaran ASI dan Tempat Penitipan Anak Widya Husada Erawati, Ambar Dwi; Yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.566 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.95

Abstract

IbiKK Jasa Pengantaran ASI dan TPA STIKES Widya Husada berada di sebuah rumah yang ada di depan kampus STIKES Widya Husada? Jl. Subali Utara no 4 Kegiatan tersebut diresmikan pada tanggal 10 Juni 2014. Rumah tersebut merupakan rumah yang kami kontrak untuk kegiatan tersebut. Kegiatannya berupa penerimaan Jasa Pengantaran ASI dan Tempat Penitipan Anak. Kegiatan tersebut sementara memiliki 1 pengasuh. Mengingat kegiatan tersebut baru berjalan tiga bulan sehingga belum mempunyai konsumen tetap. Sementara konsumen berasal dari dosen STIKES Widya Husada yang sifatnya hanya sementara. Kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk kelancaran tersebut adalah Pembelanjaan barang perlengkapan yang kami gunakan untukkebutuhan dan oprasional harian kegiatan tersebut. Peresmian kegiatan dimana peresmian mengundang karyawan di lingkungan STIKES Widya Husada dan para Ketua RW di Wilayah Kegiatan tersebut.? Pemasaran yang kami lakukan dengan memasarkan di lingkungan STIKES Widya Husada, dilingkungan Kelurahan Krapyak dan memasang 1 MMT.Kata Kunci : IbiKK, Jasa Pengantaran ASI, TPA
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN GAMBARAN DIRI DALAM MENGHADAPI MASA PUBERTAS PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA Nurwidiyanti, Erika; Sono, Suhar; Anggraini, Leli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.811 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.190

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan, biasanya antara usia 13 tahun sampai dengan 20 tahun. Pada periode ini, remaja mengalami masa pubertas dan mulai mengembangkan karakter dan konsep diri. Jadi, dukungan keluarga sangatlah penting dalam membentuk kepribadian remaja terutama pada masa pubertas. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 remaja yang diambil menggunakan tehnik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 70,0% dukungan keluarga termasuk dalam kategori tinggi dan 84,0% citra tubuh remaja perempuan dalam menghadapi masa pubertas adalah positif. Data dianalisis menggunakan spearman rank. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan citra tubuh dalam menghadapi masa pubertas pada remaja perempuan (p-value 0,000).Kata kunci : dukungan keluarga, gambaran diri, masa pubertas, remajaTHE CORELATION BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH BODY-IMAGE IN DEALING PUBERTY PERIOD IN TEENAGE GIRL AT SMPN 2 DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTAAdolescence is a period of childhood transition to adulthood, usually between the ages of 13 and 20 years. In this period, they are happening puberty and begining to develop their character and self-concept. So, the family support are very important in shaping the personality of adolescents escpecially in puberty period. This research is quantitative with cross sectional approach. The number of samples were 50 teenagers taken using total sampling technique. Data collected using questionnaire. The result showed 70.0% of family support are high category and 84.0% of body-image of teenage girl in dealing puberty periode are positive. The data analyzed using spearman rank. There was a significant corelation between family support with body-image in dealing puberty periode in teenage girl (p-value 0,000).Keywords: family support, body-image, puberty period, adolescence
Pengolahan Citra Pembuluh Darah Otak Untuk Membantu Mendeteksi Penyempitan Pembuluh DarahDengan Metode Digital Substraksi Rahmat, Basuki; Jati, Widji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.876 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.68

Abstract

Penyempitan pembuluh darah otak merupakan gangguan medis yang sangat berbahaya. Untuk menanggulanginya, dapat dilakukan dengan operasi. Namun, sebelum proses operasi, dokter perlu mengetahui dimana letak penyempitan pembuluh darah otak ini terjadi. Hasil scan citra Sinar-x pada umumnya tidak dapat mengetahui posisi penyempitan pembuluh darah otak secara jelas. Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan citra dari scan Sinar-x untuk memperjelas gambar pembuluh darah otak sehinggadoktermengetahuiletakpembuluhdarahyang menyempit.?Kata kunci: penyempitan pembuluh darah otak,citra,Sinar-x.
PENGARUI.I VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR PADA PE$$ERIKSAAN VERTEBRA LUMBASACRAL JOINT PROYEKSI LATERAT TERHADAP KRITERIA ANATOMI RADIOGRAF Utami, Asih Puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v2i2.36

Abstract

There are variations in x-ray beam angulation applied in examining lumbosacral joint lateral projmtion, both heoretical and practical. According to Clark (1973) examination of lumbo"sacral joint laieral projecti'on'uses beam cirection of 0 ', Ballinger (1999) stated that x-ray beam is directed 5 o to 8 o caudally and Bontrager (zaOq ranging from 5 o to 10 0 to the caudally. The purpose of this study is to investigate the inflLence of x-riy beam'angiraion to :aCicgraphic anatomical criieria and to find the. most appropriate x-ray beam angulation tc achieve good radiographic anatomical criteria conducted in examining lumbosacral joint lateral projections uiing r-6y beam angulaiion of 0 n, S o, 10 o and 15 o caudally. The study was experimental with observatiorial method approach. Observation is done by examining lumbosacral joint lateral projections with the variations of x-ray beam angulations of 0 o, 5 o, 10 o and 1S " caudally. Thf Cata is collected by conducting tests, and spreading questionnaires (check tist). There are 1S observers in spreading questionnaires, Radiographic results are recorded as experimental documents. Methods of data analyiis used Cescriptive analysis by simple regression and crosstab data. Data are codified and categoriz.J in.n. The results of this research showed that there are positive significant and ionelation between x-ray beam angulation variations of 00,50, 100, 150 caudally to the radiographic-anatomical critena produced on eximining lumbosacraljoint lateral projection. lt is indicated by p vatue = o.oto (<o.os), means tta is acceiiJil f; ;;il;t"i Ihe best x-ray beam angulation is 150 caudally. This angulation can pioduce good radiographic anatomical criteria.Key words: criteria

Page 7 of 16 | Total Record : 158