cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
UJI KELUARAN TEGANGAN TABUNG (kVp) PADA PESAWAT SINAR-X MOBILE UNIT HYUNDAI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN Andriani, Intan; Edi, Sum; Udin, Saif
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v6i2.109

Abstract

Adanya ketidaksesuaian antara tegangan tabung yang diatur pada?control panel?dengan keluaran tegangan tabung akan mempengaruhi kuantitas sinar-X dan kualitas radiograf. Untuk itu penulis melakukan pengujian keluaran tegangan tabung pada pesawat sinar-X?mobile?unit Hyundai di lnstalasi Radiologi RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen yang belum pernah dilakukan pengujian sehingga belum ada?baseline?data kuantitatif mengenai pengujian keluaran tegangan tabung. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode penguj ian tegangan tabung dan hasil pengujian sebagai data kuantitatif dari evaluasi hasil pengujian tegangan tabung pada pesawat sinar-X?mobile?unit Hyundaidi ruang pemeriksaan satu lnstalasi Radiologi RSUD Dr.Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan observasional partisipatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengujian terhadap keluaran tegangan tabung pesawat sinar-X dengan menggunakan alat ukur?Cobia?smart?R/F?dari nilai keluaran 40 kVp, 50 kVp, 60 kVp, 70 kVp,80 kVp,90 kVp, 100 kVp, 110 kVp dengan nilai mAstetap sebesar 10 mAs.Selanjutnya data pengukuran yang diperoleh diolah dan dianalisa dalam bentuk tabeldan grafik untuk lebih mudah diambiI kesimpulanHasil dari penelitian ini didapatkan bahwa adanya peyimpangan pada 40 kVp sebesar 8,17 o/o , 50 kVp sebesar 3,96 ?/o , 60 kVp sebesar 2,98 ?/o , 70 kVp sebesar 2,27 ?/o, 80 kVp sebesar 3,25 ?/o, 90 kVp sebesar 3,14 ?/o, 100 kVp sebesar 2,14 ?/o dan 110 kvp sebesar 1 ?/o . Persentase penyimpangan keluaran kVp yang dihasilkan oleh pesawat sinar? X tersebut dari 50 kVp - 110 kVp masihdalam batas toleransi penyimpangan yang diizinkan yaitu sebesar <5 ?/o, kecuali pada 40 kVp yang melebihi dari batas toleransi yang telah ditentukan.Kata kunci: Uji Keluaran kVp, Cobia Smart RIF, Pesawat Sinar-X Mobile Unit Hyundai?
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF PUZZLE DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 54-72 BULAN DI TK SUDIRMAN 01 KOTA PEKALONGAN Puspaningtyas, Millatin; Setyowati, Ana; Saadah, Ummi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.524 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i1.59

Abstract

Dunia anak adalah dunia bermain dan belajar. Dalam dunia anak-anak terdapat berbagai jenis permainan, salah satu jenis permainan yang bermanfaat dan bersifat edukatif adalah puzzle. Media puzzle merupakan media untuk pengembangan kognitif anak karena di dalamnya terdapat angka-angka ataupun gambar dan anak harus mampu menyusun gambar dengan baik. Perkembangan kognitif anak menjadi salah satu penentu dalam pengembangan kecakapan hidupnya di masa yang akan datang. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan penggunaan alat permainan edukatif puzzle dengan perkembangan anak usia 54-72 bulan di TK Sudirman Kota Pekalongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 54-72 bulan yang berjumlah 36 responden. Besar sampel dihitung menggunakan total populasi, yaitu sebanyak 36 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner dan lembar KPSP yang diisi langsung oleh peneliti. Analisis data terdiri dari analisa univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dari masing-masing variabel dan analisa bivariat menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dapat menggunakan alat permainan edukatif puzzle dengan baik yaitu 35 anak (97,2%) dan sebagian besar pula perkembangan anak usia 54 - 72 bulan dikategorikan normal yaitu 33 anak (91,7%). Berdasarkan uji stastistik Rank Spearman menunjukkan bahwa pvalue : 0,048 yang artinya adanya hubungan antara penggunaan alat permainan edukatif puzzle dengan perkembangan anak usia 54 ? 72 bulan di TK Sudirman 01 Kota Pekalongan. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi tambahan dan masukan tentang perkembangan anak secara seimbang melalui pemilihan alat permainan edukatif yang sesuai dengan usia anak.Kata Kunci?????????? : Alat Permainan Edukatif, Puzzel, Perkembangan AnakTHE RELATIONSHIP OF THE USE OF EDUCATIONAL GAMES PUZZLE TOOLS WITH THE DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 54-72 MONTH IN KINDERGARTEN SUDIRMAN 01 PEKALONGANThe world of children is a world of play and learning. In the world of children there are various types of games, one type of game that is useful and educative is a puzzle. Puzzle is a medium for cognitive development of children because in it there are numbers or pictures and children must be able to arrange images well. The development of cognitive child becomes one of the determinants in the development of life skills in the future. The purpose of this research is to know the relation between the use of educational puzzle game tools with the development of children aged 54-72 months in Kindergarten Sudirman 01 Pekalongan City. This research is a kind of quantitative research with analytic survey method. The study population was all children aged 54-72 months, amounting to 36 respondents. The sample size is calculated using total population, that is 36 respondents. Data collection was obtained through questionnaires and KPSP sheets filled directly by the researchers. The data analysis consisted of univariate analysis which presented in the form of frequency distribution table from each variable and bivariate analysis using Rank Spearman statistical test. The result of the research shows that most of the respondents can use puzzle game with 35 children (97,2%) and most of the development of children aged 54 - 72 months are categorized as normal (33,7%). Based on Spearman Rank test, it shows that pvalue: 0,048 which means there is a relationship between the use of puzzle game educational tools with the development of children aged 54 - 72 months in Kindergarten Sudirman 01 Pekalongan City. Suggested results of this study can be used as additional information and input on the development of children in a balanced manner through the selection of educational games appropriate to the age of the child.Keywords??????????? : educational game tool, Puzzel, Child development
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP SEHAT WANITA PEKERJA SEKS TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN IMS - HIV/AIDS DI RESOSIALISASI TEGALREJO - UNGARAN Widyaningsih, Tri Sakti; Heru, Widjanarko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.104 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i2.27

Abstract

Banyak faktor penghambat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang jumlah kasus maupun luas persebarannya semakin meningkat di Indonesia sejak tahun 1994. Kesulitan ekonomi menambah jumlah mereka yang menjalani kehidupan melalui kegiatan yang berisiko, dimana sebagian besar adalah perempuan muda yang tidak berdaya dan pada akhirnya wanita pekerja seks menjadi pilihan terakhir mereka. Sementara upaya untuk mencegah penularan IMS belum memperlihatkan hasil yang menggembirakan, kini penularan HIV/AIDS di kalangan mereka sangat besar dan cepat.Studi ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan uji korelasi Rank Spearment. Bertujuan untuk memperoleh distribusi frekuensi dari variabel yang dicari dan kemungkinan korelasinya. Pengambilan responden dilakukan secara accidental sampling di resosialisasi Tegalrejo kota Ungaran dengan kriteria inklusi : perempuan umur 15-35 tahun, lama bekerja sebagai WPS yaitu ? 1 bulan-1 tahun, dapat membaca dan menulis, bersedia menjadi responden, serta WPS yang belum terkena IMS dan HIV/AIDS.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap dan program pendampingan berhubungan dengan perilaku hidup sehat Wanita Pekerja Seks (WPS) di resosialisasi Tegalrejo kota Ungaran dimana masing-masing faktor menunjukkan korelasi positif (p value < 0.05).Dari sekian banyak variabel yang dianggap mempengaruhi perilaku hidup sehat WPS, disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat diketahui lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap perilaku hidup sehat WPS.?Kata kunci???????????? : Perilaku Hidup Sehat, WPS, Pencegahan IMS-HIV/AIDS.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG METODE KONTRASEPSI PRIA DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI PRIA PADA PRIA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN JABUNGAN KECAMATAN BANYUMANIK Sulistyowati, I.; Wahyuning, S.; Janah, N.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.11 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i1.82

Abstract

Sejak dahulu wanita selalu dijadikan objek dalam penggunaan alat-alat kontrasepsi baik berupa pil, suntik maupun Medis Operasi Wanita (MOW). Seiring dengan perkembangan zaman, kini mulai tersedia alat kontrasepsi pria berupa kondom dan vasektomi atau Medis Operasi Pria (MOP). Di Kelurahan Jabungan sendiri jumlah pasangan usia subur pada tahun 2012 berjumlah 678 orang, sedangkan peserta aktif KB 512 orang. Dari seluruh peserta KB pria yang ada, pria PUS yang menggunakan KB Kondom ada 106 orang dan MOP tidak ada yang menggunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dan sikap terhadap penggunaan metode kontrasepsi pria pada pria pasangan usia subur di Kelurahan Jabungan Kecamatan Banyumanik.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Responden dalam penelitian ini adalah pria PUS di Kelurahan Jabungan dengan sampel 87 orang pria PUS. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan menggunakan analisa univariat.Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa mayoritas pengetahuan pria PUS tentang metode kontrasepsi pria adalah cukup yaitu sebanyak 40 pria PUS (46%) dan sikap negatif yaitu 71 pria PUS (81,6 %). Dan diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut terkait tentang Metode Kontrasepsi Pria.Kata kunci : pengetahuan, sikap, penggunaan metode kontrasepsi pria
PENENTUAN HASIL OPTIMAL KUALITAS CITRA MSCT THORAKS PADA KASUS TUMOR PARU DENGAN VARIASI NILAI WINDOWING (Di Instalasi Radiologi RS Telogorejo Semarang) PUSPITA, MEGA INDAH
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.786 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.100

Abstract

108 halaman+ tabel+gambar+bagan+lampiranMulti Slice Computed Tomography (MSCT) adalah salah satu modalitas utama dalam mendiagnosa kasus tumor paru pada pemeriksaan thoraks. Dalam MSCT thoraks gambar yang dihasilkan biasa dibuat dalam tiga jenis metode window, yaitu window mediastinum, window lung dan bone window. Window mediastinum diutamakan untuk melihat jaringan soft tissue yang berada daerah thoraks, seperti jantung, pembuluh darah, dan jaringan soft tissue lainnya. Window lung digunakan untuk memperlihatkan lebih jelas organ paru?paru. Sementara bone window digunakan untuk memperlihatkan lebih jelas struktur jaringan tulang yang berada pada daerah thoraks. Nilai window width dan nilai window level yang digunakan dalam CT Scan thoraks window lung adalah merupakan suatu rentang nilai, nilai window width antara 1000 sampai dengan 2000 dan nilai window level antara -250 sampai dengan -850.Tujuan Penelitian : Untuk membuktikan bahwa terdapat hasil optimal terhadap kualitas citra MSCT Thoraks pada kasus tumor paru dengan menggunakan variasi nilai Window Width dan window level yang tepat.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post test only. Besar sampel adalah satu pasien dengan dilakukan pengukuran langsung terhadap variasi nilai window width 1100-2000 dan nilai window level -500, -600, -700 pada radiograf polos (pre kontras) potongan axial. Kemudian dilakukan penilaian terhadap hasil kualitas citra anatomi oleh observer yaitu 3 orang dokter spesialis radiologi dengan menggunakan instrumentasi lembar kuisioner, kuisioner tersebut berisi 15 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Friedman Test.Hasil Penelitian : Dengan menggunakan uji friedman test pada variasi nilai window width 1100-2000 dengan menggunakan pengaturan window level ? 500, - 600, dan ? 700 didapatkan dari rata-rata nilai dari 3 observer maka terlihat distribusi dari nilai rata-rata (mean) yang paling optimal adalah pada nilai Window Width 1700 dan Window Width 1800 dengan menggunakan window level ? 600 sebesar 69,00, mean rank 8,67 dengan asymp sig .019. Hal ini berarti bahwa pada taraf signifikansi 95% didapatkan p value sebesar <0,001 atau probabilitas (a) di bawah 0,05 sehingga Ho ditolak Ha diterima.Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan dari kualitas citra anatomis MSCT Thoraks dengan variasi nilai window width dan window level.Kata Kunci??? : MSCT Thoraks, Tumor Paru, Variasi Nilai WindowingKepustakaan : 21 (1998-2013)
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS Sukesi, Niken
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.656 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.50

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus dapat menyebabkan komplikasi yang sangat berat. Komplikasi dari Diabetes Melitus ini meliputi jantung iskemik, serebrovaskuler, gagal ginjal, ulkus pada kaki, gangguan penglihatan. Komplikasi yang paling sering terjadi adanya perubahan patologis pada anggota gerak bawah yang disebut kaki diabetik. Salah satu jenis olahraga yang dianjurkan dengan diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita DM atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam kaki terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Desain dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan Pre and Post Test Without Control. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan instrument observasi senam kaki untuk menilai senam kaki, dan alat menilai kadar gula darah yaitu glucometer, kapas dan jarum. Rata-rata kadar gula darah sebelum dan setelah dilakukan senam kaki mengalami penurunan dan ada pengaruh kadar gula darah sebelum dengan sesudah dilakukan senam kaki pada pasien diabetes melitusKata Kunci: Senam Kaki, Kadar Gula Darah?THE EFFECT OF GYMNASTIC FEET TOWARD THE BLOOD SUGAR LEVEL FOR THE DIABETICSDiabetes Mellitus causes the complication case. It concludes the heart iskemik, serebrovaskuler, cronic kidney disease, ulcus on the feet, and the impairment of sight. The complication often causes the changing of pathological in certain place such as feet. The one of recommended sport for diabetics is gymnastic feet. Gymnastic feet is an experience for diabetics or not in order to prevent the wound and launch the blood circulation. The research objective is to analyze the effect of gymnastic feet to blood sugar level for diabetics. The research design is using experiment quasy with pre and post test without control. It is using consecutive sampling as the sample of collecting technique, and using observation of gymnastic feet as the collecting data technique to assess the blood sugar level, those are glucometer, cotton, and needle. The average of blood sugar level is decrease after doing the gymnastic feet. Moreover, there is differences between after and before doing the gymnastic feet for diabetics.Key Words : Gymnastic Feet, Blood sugar level
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK PONDOK BERINGIN SEMARANG K W, Maulidta; ningsih, Wahyu; Hastuti, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.728 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i1.18

Abstract

Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang ditandai dengan terjadinya demineralisasi bagian anorganik dan penghancuran dari substansi organik. Prevalensi karies gigi anak usia prasekolah yang masih tinggi disebabkan antara lain kebiasaan mereka dalam menggosok gigi yang tidak sesuai prosedur serta kegemaran mengkonsumsi makanan kariogenik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan jajanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak Pondok Beringin Semarang serta faktor yang paling berhubungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan studi korelasi. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kuesioner dan observasi. Penelitian ini menggunakan sampel total yaitu sebanyak 69 orang. Data dianalisis dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan menggosok gigi dalam kategori kurang baik 40%, konsumsi makanan jajanan kariogenik dalam kategori tinggi 88,3%, dan didapatkan prevalensi karies gigi sebesar 85%, sedangkan pemeriksaan kebersihan mulut 41,67% dalam kategori kurang. Hasil uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna kebiasaan menggosok gigi (p=0,035) dan konsumsi makanan jajanan kariogenik (p=0,007) dengan kejadian karies gigi dimana faktor yang paling berpengaruh yaitu konsumsi makanan jajanan kariogenik (exp(B)=5,731) .Mengurangi atau membatasi makanan jajanan yang mengandung bahan kariogenik sebagai salah satu upaya mencegah karies gigi.Kata kunci : karies gigi, menggosok gigi, kariogenik,anak usia pra sekolah
HUBUNGAN MENONTON TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA PELAJAR DI SMK BINA NUSANTARA KELURAHAN BANDARJO KABUPATEN SEMARANG Alfiani, Novita; cahyaningsih, oktaviani; Sulistyowati, Indah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.957 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.221

Abstract

Televisi adalah media penyampaian informasi yang digemari oleh remaja usia sekolah. Televisi sering menayangkan adegan kekerasan yang dapat ditiru oleh remaja yang menontonnya. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku kekerasan yang dilakukan remaja usia sekolah di SMK Bina Nusantara Kelurahan Bandarjo Kabupaten Semarang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif. Penelitian ini melibatkan 68 orang pelajar yang diberikan keusioner mengenai data demografi, aktivitas menonton tayangan kekerasan, dan perilaku kekerasan yang dilakukan. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,228 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku kekerasan yang dilakukan oleh remaja usia sekolah di SMK Bina Nusantara Kelurahan Bandarjo Kabupaten Semarang.
HUBUNGAN PELAKSANAAN TOILET TRAINING DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI PADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD TUNAS BANGSA 4 SEMARANG Widyaningsih, T.S
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.746 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.41

Abstract

ABSTRAK?Pengetahuan tentang toilet training sangat penting untuk dimiliki oleh seorang ibu. Hal ini akan berpengaruh pada penerapan toilet training pada anak. Ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan yang baik berarti mempunyai pemahaman yang baik tentang manfaat dan dampak dari toilet training, sehingga ibu akan mempunyai sikap yang positif terhadap konsep toilet training. Dari hasil studi pendahuluan dengan 8 orang ibu yang memiliki anak usia todder,diketahui bahwa sebanyak 6 orang ibu yang memiliki anak usia toddler menyatakan merasa kesulitan melakukan toilet training pada anaknya dengan alasan belum mengerti benar cara yang tepat melakukan toilet training, sedangkan 2 orang ibu yang memiliki anak usia toddler telah melakukan toilet training di usia anak umur 2,5 tahun, dan hasilnya anak sudah sedikit terbiasa dengan BAK dan BAB di toilet.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di Paud Tunas Bangsa 4 Semarang yang berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel? dengan teknik total sampling. Didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan chi square.Berdasarkan Hasil analisis diperoleh data 30 responden penelitian, orang tua dengan pelaksanaan toilet training sedang sebanyak13 (43,3%), kurang 17 (56,7%). Anak dengan pemenuhan kebutuhan eliminasi buruk sebanyak 19 (63,3%), baik 11 (36,7%). Dari hasil analisis didapatkan X2sebesar 4,641 dengan p value sebesar 0,022 ? 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan antara pelaksanaan toilet training dengan pemenuhan kebutuhan eliminasi pada anak usia toddler di Paud Tunas Bangsa 4Semarang.?Katakunci : pelaksanaan toilet training, pemenuhan kebutuhan eliminasi, anak usia toddlerABSTRACT?Knowledge of toilet training is very important to be owned by a mother. This will affect the implementation of the child?s toilet training. Mothers who have a good level of knowledge means having a good understanding of the benefits and impacts of toilet training. Preliminary results with 8 mothers who have children age toddler, known that as many as 6 mothers who have children ages toddler states find it difficult to perform his toilet training on the grounds do not understand the right way to do toilet training, while 2 mothers of children age toddler toilet training has been done in the age of children aged 2.5 years and the result has been a little boy accustomed to urinating and bowel movements in the toilet.This study is a quantitative study with cross sectional approach. Population in the study were student in Paud Tunas Bangsa 4 totaling 30 student. Sampling with a total sampling technique. Obtained a sample of 30 respondents. Instruments used are questionnairs. Analysis of the data using the chi square.Theresults of this research is Based on the analysis of dataobtaned from 30respondents study, parents with toilet training less total is 13(43,3%),less 17 (56,7%). Meeting the needs of children with poor elimination as much 19 (63,3%), less 11 (36,7%). From the analysis a p value of 0.202 ? 0.05.Conclusion : There is a relationship between the implementation of toilet training to meet the needs of elimination at the toddler age children in early childhood Tunas Bangsa 4Semarang.?Keywords : implementation toilet training, elimination fulfillment, toddler
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN TEKANAN DARAH MELALUI PELATIHAN KADER K W, Maulidta; Prasetyorini, Heny
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.044 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.13

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pembuluh darah yang pada umumnya pasien tidak mengetahui sebelumnya apabila tidak dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Pasien hipertensi? juga tidak merasakan tanda gejala sebelum mengalami komplikasi yang lebih lanjut. Pemantauan tekanan darah merupakan salah satu kegiatan posyandu lansia yang dilakukan para kader posyandu di wilayah kerjanya masing-masing. Kader posyandu mempunyai potensi yang sangat besar karena kader sangat dekat dengan masyarakat di wilayah sendiri, sehingga pasien dengan hipertensi menjadi lebih terkontrol tekanan darahnya. Terkontrolnya tekanan darah pada pasien bisa menurunkan kejadian komplikasi hipertensi yang lebih parah. Penelitian ini dilakukan pada kader posyandu? untuk mengetahui apakah ada hubungan bermakna terhadap peningkatan ketrampilan setelah kader diberikan? pelatihan pengukuran tekanan darah pada 2016 Penelitian ini menggunakan disain Quasi eksperimental tanpa menggunakan kelompok kontrol dengan total sampling. Penelitian dilakukan terhadap 36 kader posyandu dari 3 posyandu yang aktif dan belum pernah mengikuti pelatihan kader. Lokasi penelitian dilakukan di kelurahan wates kecamatan? ngaliyan.? Penilaian? pengetahuan peserta pelatihan diukur dua kali saat pretes dan? post-tes dengan menggunakan instrumen chek list. Analisis data skor pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan dianalisis dengan independent t-tes. Hasil penelitian didapatkan kader kesehatan yang mendapatkan pelatihan mengalami peningkatan keterampilan pengukuran tekanan darah yang cukup bermakna.? ?Kata Kunci: Kader posyandu, pengukuran tekanan darah, pelatihan

Page 8 of 16 | Total Record : 158