cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 664 Documents
Analisis Implementasi Kebijakan Pencegahan Dan Penanganan Stunting Terintegrasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampahan Kabupaten Bener Meriah Febriyanti, Luciana; Harahap, Reni Agustina
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang krusial, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh kembang yang meyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2019 Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu daerah di provinsi Aceh yang memiliki angka stunting tergolong tinggi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan stunting, serta upaya peran tenaga kesehatan dalam pencegahan dan penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Lampahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April-Mei. Populasi yang digunakan seluruh ibu dengan balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Lampahan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden ibu yang memilki balita stunting. Analisis data menggunakan frekuensi disribusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan dan upaya peran tenaga kesehatan dalam pencegahan dan penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Lampahan sudah berjalan dengan baik sesuai kebijakan Bupati Bener Meriah Nomor 15 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi, tetapi masih ada beberapa program yang belum berjalan dengan optimal yaitu pemberian ASI Ekslusif dan informasi seputar gizi. Adapun saran diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting agar pencegahan dan penanganan stunting bisa berjalan dengan baik.
Pengaruh Tata Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis Rawat Inap terhadap Kinerja Petugas di RSUD Al-Ihsan Khairunnisa, Nadya; Ulfah, Annisa; Soelistijaningroem, Matoeari
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata ruang penyimpanan berkas rekam medis rawat inap terhadap kinerja petugas di RSUD Al-Ihsan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penyebaran kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Jumlah responden sebanyak 45 petugas rekam medis dan pengolahan data menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tata ruang penyimpanan berkas rekam medis rawat inap terhadap variabel kinerja petugas sebesar 72,9%, sedangkan sisanya 27,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini: 1) terdapat rak penyimpanan rekam medis yang sudah penuh. 2) banyak berkas rekam medis yang menumpuk dilantai. 3) jarak antar rak tingkat 4 belum sesuai standar jarak minimal. 4) beberapa lorong ruangan jarang dibersihkan dan kotor. Adapun saran yang diberikan kepada pihak rumah sakit: 1) menambah rak penyimpanan berkas rekam medis. 2) melakukan perluasan ruang penyimpanan berkas rekam medis. 3) mengatur ulang jarak rak tingkat 4 sesuai dengan standar jarak minimal yaitu 90 cm. 4) melakukan pembersihan rutin di seluruh ruangan penyimpanan berkas rekam medis.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Stunting di Desa Nagasaribu Siregar, Moriana Ulfa; Gurning, Fitriani Pramita
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya. Pengelolaan penanganan masalah stunting untuk menurunkan angka stunting di Desa Nagasaribu belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting dengan kejadian stunting pada anak di Desa Nagasaribu Kecamatan Padang Bolak Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analitik observasi dengan rancangan cross-sectional. Pengukuran tinggi badan dan pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2022 sampai Februari 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 anak dan ibu di Desa Nagasaribu. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebanyak 61% responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik dan sebanyak 39% responden memiliki pengetahuan dengan kategori kurang tentang stunting. Sebanyak 64% responden memiliki sikap dengan kategori baik dan 36% responden memiliki sikap dengan kategori kurang tentang stunting. Hasil uji Chi-Square pada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting pada anak di Desa Nagasaribu menunjukkan nilai p=0,470. Hasil uji Chi-Square pada hubungan sikap ibu tentang stunting anak di Desa Nagasaribu menunjukkan nilai p=0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan sikap ibu tentang stunting dengan kejadian stunting pada anak di Desa Nagasaribu.
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Urinalisis Menggunakan Metode Dipstick Dan Mikroskopik Di Klinik Bintang Timur Kota Sorong Junaiddin, Junaiddin; Etnis, Baktianita Ratna; Letsoin, Paulina
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urinalysis is an important clinical tool used for screening, diagnosis, and monitoring of diseases of the urinary system, and diseases can be detected through the system. analytic with a cross sectional approach to see the similarities or differences in the results of urinalysis examination using dipstick and microscopic methods. The sampling technique used is total sampling, namely the number of samples is the same as the population. The study was conducted from March to April 2020. The number of samples was 30 samples. The results showed that there were differences in the results of urinalysis examinations between the dipstick and microscopic methods where the results of the same leukocyte examination contained 13 samples with a presentation of 43% and the results were not the same there were 17 samples with the presentation of 57% while the results of the erythrocyte examination showed the same results there were 22 samples with a presentation of 73% and the results were not the same there were 8 samples with a presentation of 27%. The conclusion from the results of urinalysis using the dipstick and microscopic methods, there are differences in the number of leukocytes and erythrocytes. Suggestions from researchers for health workers who will carry out urinalysis examinations are that they should carry out dipstick and microscopic examinations carried out simultaneously and always be guided by standard operating procedures so that more accurate results can be obtained.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Filariasis Di Distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw Paide, Marthen Luther; Siagian, Jenni Lilis S; Arianto, M. Faizal
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing filaria dan ditularkan nyamuk. Kasus filariasis di Indonesia tahun 2019 sebanyak 10.758 kasus, dan di Kabupaten Tambrauw tahun 2023 adalah 30 kasus, 14 kasus diantaranya di Distrik Kwoor. Mayoritas masyarakat Distrik Kwoor berpendidikan dasar, memiliki rumah dekat kandang ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, lingkungan fisik dan kepatuhan minum obat dengan kejadian filariasis di Distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dilakukan di Distrik Kwoor Kabupaten Tambrauw pada 27 Februari-04 Maret 2023. Populasi dan sampel adalah seluruh kepala keluarga berjumlah 105 KK, diambil secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan ? = 0,05.Hasil uji diperoleh pengetahuan p- value = 0,752, sikap p-value = 0,030, kepatuan minum obat p-value = 0,620, lingkungan fisik p-value = 0,071. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan sikap dengan kejadian filariasis dan tidak ada hubungan pengetahuan, kepatuhan minum obat dan lingkungan fisik dengan kejadian filariasis. Disarankan bagi pihak puskesmas untuk meningkatkan penyuluhan dan pengawasan masyarakat, kepada masyarakat agar tidur menggunakan kelambu, memperhatikan lingkungan sekitar, peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian sejenis dengan variabel status kesehatan, pekerjaan dan letak geografis.
Dampak Pandemi Terhadap Tingkat Utilitas Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Haji Medan Lubis, Raihan Melisa; Gurning, Fitriani Pramita
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.955

Abstract

Terjadi penurunan kunjungan di rumah sakit selama terjadinya pandemi Covid-19. Dengan melihat kondisi saat ini banyak peraturan pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi covid-19 di longgarkan. Maka, Penulis tertarik untuk meneliti mengenai perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan dan apa yang menjadi faktor bagi masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di saat mulai di bebaskannya kembali aktivitas masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Rawat Jalan RSU Haji Medan. Dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis multivariat regresi logistik. Hasil penelitian yang didapat bahwasannya terdapat hubungan antara faktor organisasi dan provider dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dengan persamaan regresi yang didapat, probabilitas orang untuk memanfaatkan pelayanan rumah sakit jika terdapat faktor organisasi dan faktor provider antara lain sebesar 79,2%. Faktor organisasi menunjukkan nilai tertinggi (OR=10,106) menjelaskan bahwa jika ada faktor pendukung organisasi baik itu dari segi kepemilikan asuransi kesehatan, akses menuju rumah sakit, dan ketersediaan sumber daya akan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 10,106 kali dibandingkan dengan kurangnya faktor pendukung organisasi. Faktor provider dengan (OR=5,327) ) menjelaskan bahwa pemberian pelayanan oleh provider yang baik, maka akan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 5,327 kali dibandingkan pemberian pelayanan oleh provider yang cukup diberikan.
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Berisiko Penyalahgunaan Napza pada Remaja di SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat Wahyuni, Suci; Tumanggor, Suro Rahmadhona; Bancin, Anggina; Zahra, Nabila Isma; Harahap, Reni Agustina
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kenakalan remaja salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, utamanya di Indonesia. Remaja yang berusia belasan tahun mulai memiliki keterlibatan pada kasus perkelahian, meminum minuman keras, seks bebas hingga penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pengetahuan dan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja kelas XI SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat dengan sampel sebanyak 207 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan Google Form. Data yang dikumpulkan diolah secara manual lalu dianalisis secara univariat menggunakan SPSS-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa-siswi SMA Negeri 1 Salak tentang pengertian perilaku berisiko dan penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 71,5%; pengetahuan tentang dampak perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 69,6%; pengetahuan tentang faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 74,4%; penerapan perilaku positif dibanding dengan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 71,0%; dan interaksi keluarga siswa-siswi SMA Negeri 1 Salak dengan kategori baik sebesar 53,6%. Dengan adanya gambaran tingkat pengetahuan remaja dalam perilaku berisiko penyalagunaan NAPZA maka akan berdampak pada perilaku dari remaja itu sendiri karena pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap seseorang. 
Analisis Beban Kerja Di Ruang Rawat Inap Surgical RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Nathasya, Ruth Pratiwi; Suci, Wice Purwani; Amir, Yuftriana
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis beban kerja pada perawat perlu dilakukan guna mengetahui waktu yang digunakan untuk kegiatan produktif dan non produktif, serta mengetahui bagaimana beban kerja perawat dalam waktu kerjanya seharihari di rumah sakit. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis beban kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Arifin Achmad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif observasional analitik dengan mengobservasi kegiatan perawat dengan teknik work sampling untuk mengumpulkan informasi mengenai beban kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap. Hasil dalam penelitian ini adalah beban kerja perawat di ruang rawat inap Edelweis RSUD Arifin Achmad berada pada kategori berat pada shift pagi (89%) dan sore (82%), serta ringan pada shift malam (59%). Beban kerja kumulatif selama seminggu di ruang rawat inap Edelweis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tergolong ringan (75%). Perawat dalam melakukan tugasnya sebaiknya dibantu oleh pekarya yang membantu dalam melakukan kegiatan koordinasi dengan tenaga kesehatan medis lainnya. Diharapkan dengan adanya tenaga bantuan, perawat dapat lebih fokus mengerjakan tugas pokok keperawatan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki perawat.
Profil Penggunaan Obat dan Suplemen Herbal Selama Pandemi COVID-19 oleh Masyarakat Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara: Laporan Data Putri, Elvina Triana; Dona, Permata
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.980

Abstract

Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Pada situasi pandemi COVID-19 ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah konsumsi obat dan suplemen di masyarakat Indonesia. Penggunaan obat merupakan salah satu bagian dalam upaya penyembuhan dan penggunaan suplemen dapat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data profil penggunaan obat dan suplemen pada masyarakat di Kecamatan Tanjung Priok Kota Jakarta Utara di era pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei yang bersifat deskriptif eksploratif. Sampel yang digunakan sebanyak 110 responden dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisis data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang menggunakan obat paling tinggi yaitu paracetamol (50,9%), paling rendah klorokuin fosfat (0,9%) sedangkan penggunaan obat bahan alam yang paling tinggi rimpang jahe (40,0%), paling rendah buah jambu biji (10,0%) dan penggunaan suplemen yang paling tinggi vitamin C (37,3%), paling rendah neurobion, enervon C, vitacimin (1,8%). Penggunaaan obat paling tinggi pada penelitian ini dikarenakan parasetamol merupakan obat bebas yang relatif aman digunakan untuk demam di era pandemi COVID-19.
Pengaruh Paritas, Umur Pertama Melahirkan, dan Aborsi terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Indonesia berdasarkan Data Survei Dasar Kesehatan Indonesia 2017 Triwahyuningtyas, Triwahyuningtyas
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan, aborsi dan meningkatkan umur pertama melahirkan yang bebas risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh paritas, aborsi, dan umur pertama melahirkan terhadap penggunaan metode kontrasepsi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat non-reaktiv menggunakan data sekunder SDKI 2017 bagian Wanita Kawin, sampel yang diperoleh sebanyak 8838 wanita kawin usia 15-49 tahun. Faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi yaitu jumlah paritas (p=0,000, OR=1,136, 95% CI=1,193-1,451),umur pertama melahirkan (p=0,038, OR=1,114, 95%CI= 0,998-1,223), dan aborsi (p=0,000, OR=0,750, 95% CI= 0,665-0,846). Diperlukan peranan berbagai sektor untuk meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi agar tujuan program (KB) bisa lebih optimal.