cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudisyach@gmail.com
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Kol H Burlian KM 7,5 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal 'Aisyiyah Medika
ISSN : 26142791     EISSN : 26223872     DOI : -
Core Subject :
Journal ‘Aisyiyah Medika is a journal published by LPPM STIKES Aisyiyah Palembang with the first edition February 2018, with ISSN Print 2614-2791 and ISSN Online 2622-3872, where the Journal is published twice a year, every February and August. Journal papers submitted for publication can be in the form of: research, case reviews, and literature reviews in the health sector. The manuscript is an original scientific work in the last two years and has never been published before. Articles written in the Journal ‘Aisyisyah Medika cover the field of publication of this journal Multi Health Science in the fields of Medicine, Midwifery, Nursing and Pharmacy and Public Health.
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN TB PARU DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS Sunarmi, Sunarmi; Kurniawaty, Kurniawaty
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 2: Agustus 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i2.865

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara (droplet dahak pasien penderita tuberkulosis). Pasien yang terinfeksi tuberkulosis akan memproduksi droplet yang mengandung sejumlah basil kuman TB ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara. Orang yang menghirup basil kuman TB tersebut dapat terinfeksi tuberkulosis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien TB Paru dengan kejadian TB paru. Metode: Penelitian ini adalah survey analitik melalui pendekatan studi cross sectional. Populasi sebanyak 787 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Komite Wilayah Penanggulangan TB Care Aisyiyah pada tanggal 16-17 November tahun 2020. Besar sampel berjumlah 99 orang yang menderita TB Paru yang ada di studi dokumentasi tahun 2020 dengan metode random sampling. Hasil: Distribusi frekuensi kejadian TB Paru dari 99 responden terdapat 80 responden (80,8%) yang Basil Tahan Asam+ (BTA+), responden dengan umur yang tua sebanyak 68 orang (68,7), dan responden yang jenis kelamin laki-laki sebanyak 63 orang (63,6%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur dengan kejadian TB Paru (p= 0,093<0,10) dan ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian TB paru (p= 0,030<0,10). Saran: Diharapkan KWP TB Care Aisyiyah Palembang lebih meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap TB paru dan selalu memberikan penyuluhan tentang bahayanya penyakit TB paru. Kata Kunci: Umur, Jenis Kelamin, Kejadian TB Paru
PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI PELAYANAN RUMAH SAKIT Muliyadi, Muliyadi; Yulia, Sri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 2: Agustus 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i2.904

Abstract

Latar Belakang: Terhindarnya pasien dari cidera dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman merupakan bentuk pelayanan berkualitas dan memenuhi harapan pasien. Sistem pelayanan kesehatan belum dapat memenuhi aspek keamanan secara optimal. Program keselamatan pasien melalui penerapan  sasaran keselamatan pasien merupakan upaya mengurangi risiko pasien dari kejadian yang tidak diinginkan. Tujuan: Mendapatkan gambaran penerapan sasaran keselamatan pasien dan hubunganya dengan karakteristik perawat. Metode: Penelitian deskriptif analitik untuk mendapatkan gambaran penerapan keselamatan pasien dan analisis hubungan karakteristik perawat dengan penerapan keselamatan pasien. Populasi perawat pelaksana pada empat rumah sakit di Kota Palembang, sampel berjumlah 139 perawat dengan purposive sampling. Penelitian dilaksanakan Januari-Maret 2019. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang valid dan reliable. Analisis dilakukan melalui univariat dengan uji proporsi dan sentral tendensi, bivariat dengan uji T independent dan regresi linier. Hasil:  Penelitian mendapatkan rata-rata penerapan sasaran keselamatan pasien 147,88 (92,43%) dari nilai maksimal 160 dengan sasaran identifikasi 90,8%, komunikasi efektif  93,2%, pengelolaan obat   93,82%, ketepatan prosedur  94,00%, pengurangan risiko infeksi 91,97% dan pengurangan risiko jatuh 86,82%. Tidak ada hubungan karakteristik umur, jenis kelamin, pendidikan dan pengalaman kerja dengan penerapan keselamatan pasien (α > 0,05). Saran: Diperlukan upaya perbaikan dan peningkatan penerapan sasaran keselamatan pasien dengan sharing sejawat perawat dan interprofesi, peningkatan monitoring evaluasi manajer perawat. Kata Kunci: Penerapan, Rumah Sakit,  Sasaran Keselamatan Pasien
HUBUNGAN OBESITAS DAN UMUR PASIEN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI Budianto, Yudi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.960

Abstract

Latar belakang: Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah banyak. Pada tahun 2025 mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia menderita hipertensi. Di tahun 2013 dengan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara Nasional 25.8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Jika saat ini penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 65.048.110 jiwa yang menderita hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Obesitas dan Umur Pasien Terhadap Kejadian Hipertensi. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah Survey Analitik, dengan pendekatan  Cross Sectional dan dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Hipertensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling berjumlah 50 sampel. Hasil: penelitian ini menunjukan ada hubungan bermakna antara obesitas terhadap kejadian hipertensi. Dengan hasil analisa Bivariat hasil uji statistik Chi-Square di peroleh p value 0,028 ( < 0,05 ). Ada hubungan yang bermakna antara umur pasien terhadap kejadian hipertensi. Dengan hasi analisa Bivariat hasil uji statistik Chi-Square diperoleh p value 0,000 ( < 0,05 ). Saran: Diharapkan responden dapat menjaga pola makan agar tidak terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan.                                                         Kata Kunci : Obesitas, Umur Pasien, Kejadian Hipertensi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN METODE BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PEDICULOSIS CAPITIS Pujiana, Dewi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.968

Abstract

Latar belakang : Masalah kesehatan yang masih sering terjadi adalah Pediculosis humanus capitis atau Pediculosis Capitis/ Kutu Kepala merupakan merupakan ektoparasit obligat yang ditemukan pada kulit kepala dan rambut dan ditularkan melalui kontak fisik. Penyakit pedikulosis kapitis dapat menyerang semua usia terutama anak-anak usia muda dan cepat meluas dalam lingkungan hidup yang padat seperti  Panti asuhan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh  Pendidikan Kesehatan Metode Booklet Terhadap Pengetahuan tentang  Pediculosis Capitis di Panti Asuhan X Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan  pretest-posttest group design. Analisa data Bivariat dan uji yang digunakan adalah Uji T dependent (Paired T test). Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 dengan sampel penelitian yaitu anak-anak Panti Asuhan X, berjumlah 55 responden. Instrument menggunakan kuesioner.  Hasil  : Hasil penelitian  menunjukkan pendidikan kesehatan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan, dengan rerata pengetahuan sebelum 75,0 dan sesudah intervensi 94,3. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikan p value sebesar 0,000 dimana nilai (p<0,05) menunjukkan ada pengaruh pendidikan metode booklet terhadap pengetahuan mengenai Pediculosis Capitis. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan dengan metode booklet mengenai Pediculosis Capitis yaitu 19,3. Saran:  Diharapkan bagi anak-anak Panti Asuhan dianjurkan aktif membaca booklet  mengenai Pediculosis Capitis untuk mencegah terjadinya kutuan yang berulang dan mengubah kebiasaan dalam menggunakan barang-barang pribadi secara bersamaan. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Booklet, Pengetahuan 
PERBEDAAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION(TENS) DENGAN NEURO MUSCULARTAPING (NMT) PADA PENURUNAN NYERI PINGGANG AKIBAT HERNIA NUCLEUS PULPOSUS DERAJAT I Imam Haryoko
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.944

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan 1 dari 10 penyakit terbanyak di AS dengan angka prevalensi berkisar antara 7,6-37% insiden pada usia 45-60 tahun. Nyeri punggung bawah terjadi pada setiap umur, frekuensi paling sering terjadi pada usia pertengahan antara 45-65 tahun. Salah satu penyebab nyeri punggung bawah umumnya karena adanya trauma atauposisi yang kurang tepat saat membungkuk dan memungut barang dibawah sehingga menyebabkan terjadinya Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Salah satu diantara upaya pelayanan kesehatan yang dapat melakukan tindakan medis pada kondisi tersebut adalah fisioterapi. Pada kasus hernia nucleus pulposus (HNP) ini ditemukan keluhan berupa adanya nyeri, keterbatasan gerak dan gangguan fungsi lumbal sehingga metode yang cocok digunakan pada kasus ini adalah Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Neuromuscular Tapping (NMT). Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan Transcutaneous Electrical Nerve Stmilation (TENS) dan Neuromuscular Taping (NMT) terhadap penurunan nyeripinggang akibat Hernia Nucleus Pulposus Derajat 1. Metode: Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu pada bulan November 2020. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dari pasien poliklinik fisioterapi RS Muhammadiyah Palembang yang terindikasi hernia nucleus pulposus derajat I. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang. Kelompok perlakuan 1 diberikan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), kelompok perlakuan 2 neuro muscular taping (NMT). Hasil: Rata-rata VAS sebelum TENS adalah 6.89 setelahnya 2.44. Rata-rata VAS sebelum NMT adalah 6.67 setelahnya menjadi 4.00. VAS pre selisih kedua intevensi tersebut 4.44 sedangkan selisih post 2.67. Dari hasil analisis data didapatkan perbedaan yang signifikan dari selisih kedua intervensi tersebut (p-value= 0.000). Berdasarkan nilai sig = 0,000 (sig < 0,05), berarti Ho ditolak dan bermakna ada perbedaan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dengan neuro muscular taping (NMT) pada gangguan gerak dan fungsi lumbal akibat hernia nucleus pulposus derajat I. Saran: Pasien dianjurkan mengikuti saran dari fisioterapis terkait aktivitas sehari-hari dan untuk latihan mandiri dirumah. Kata Kunci: Hernia Nucleus Pulposus (HNP), Transcutaneous Electrical Nerve Stmilation(TENS), Neuromuscular Taping (NMT), Visual Analogue Scale (VAS)
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADAANAK USIA SEKOLAH KELAS IV Khoirin Khoirin; Septi Viantri Kurdaningsih
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.833

Abstract

Latar belakang: Karies gigi adalah suatu proses kronis, regresif yang dimulai dengan larutnya mineral email, sebagai akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yang disebabkan oleh pembentukan asam mikrobial dari substrat (médium makanan bagi bakteri) yang dilanjutkan dengant imbulnya destruksi komponen-kompon enorganik yang akhirnya terjadi kavitasi (pembentukan lubang). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan meggosok gigi dengan terjadinya karies gigi pada anak usia sekolah kelas IV di SD Negeri 132 Palembang tahun 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah anak sekolah kelas VI di SD Negeri 132 Palembang. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan tehnik simple random sampling yaitu sebanyak 129 Responden. Hasil: Berdasarkan hasil análisis bivariat dengan  menggunakan ujistatistik chisquare diperoleh nilai p = 0,003< ɑ  maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menggosok gigi dengan terjadinya karies gigi pada anak usia sekolah kelas IV di SD Negeri 132 Palembang. Saran: diharapkan bagi SD Negeri 132 Palembang mengontrol kesehatan gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali. Kata Kunci      : Kebiasaan Menggosok Gigi Dan Karies Gigi 
PERBEDAAN PENAMBAHAN HOLD RELAX STRETCHING PADA INTERVENSI ULTRASOUND TERHADAP GANGGUAN GERAK DAN FUNGSI EKSTREMITAS BAWAH AKIBAT PIRIFORMIS SYNDROME Imam Haryoko
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.959

Abstract

Latar belakang: Aktivitas sehari-hari dan gaya hidup saat ini  sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat,terutama pada saat melakukan aktivitas yang melibatkan  kontraksi  dari   otot  tersebut  secara  berulang. Pemakaian ototyang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan otot bekerja secara overload, yang akan menimbulkan spasme, terutama pada kasus piriformis syndrome. Tujuan :dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan penambahan Hold Relax Stretching padaintervensi Ultrasound terhadap gangguan gerak dan fungsi ekstremitas bawah akibat Piriformis Syndrome. Metode: Metode penelitian ini bersifat kuasi eksperimental pre and post test group design dengan tekhnik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi adalah karyawan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang masing-masing perlakuan selama 6 kali dalam 2 minggu pada bulan Juli 2018.Dengan perhitungan rumus Pocock diperoleh 16 orang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 8 orang. Kelompok kontrol dengan Ultrasound, kelompok perlakuan dengan penambahan Hold relax Stretching. Hasil: diperoleh pengumpulan data dilakukan dengan mengukur nilai Skala nyeri menggunakan skala VAS (verbal analogue scale) pada saat sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulan: Ada perbedaan penambahan Hold Relax Stretching padaintervensi Ultrasound terhadap gangguan gerak dan fungsi ekstremitas bawah akibat Piriformis Syndrome.Kata Kunci: Piriformis Syndrome, Ultrasound, Hold Relax Stretching,nyeri.
EFEKTIVITS SALEP EKSTRAK DAUN KELENGKENG TERHADAP INFLAMASI PADA RATTUS NOVERGICUS Yuniza, Yuniza; Ginanjar, Marwan Riki; Mardalena, Mardalena
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.834

Abstract

Latar   Belakang:  Penyembuhan Luka insisi post SC menimbulkan Inflamasi. Inflamasi adalah sebuah respon protektif yang ditimbulkan akibat cidera atau kerusakan jaringan, dalam penatalaksanaannya menggunakan pengobatan antiinflamasi yang didapat dari farmakoterapi atau dengan dengan pemanfaatan bahan herbal yaitu ekstrak daun kelengkeng. Ekstrak daun kelengkeng digunakan sebagai antiinflamasi karena memiliki kandungan senyawa aktif yaitu flavonoid. Tujuan : Mengetahui salep ekstrak daun kelengkeng terhadap inflamasi pada tikus jenis Rattus Novergicus coba. Metode : Penelitian menggunakan metode quasy eksperimen dengan pendekatan pre dan post control grup design. Dengan variabel bebas yang diteliti adalah salep ekstrak daun kelengkeng, dan variabel terikat adalah inflamasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t test dependen untuk melihat pengaruh pemberian salep pada pretest dan post test, sedangkan uji t test independen untuk menguji perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Waktu penelitian adalah Januari 2019 s.d Desember 2019 Tempat penelitian di laboratorium Biologi UMP dengan 12 sampel hewan coba Tikus jenis Rattus novergicus. Hasil: Rata-rata nilai kemerahan sebelum  diberikan salep ekstrak daun kelengkeng adalah 1,02, panjang luka sebelum diberikan salep ekstrak daun kelengkeng adalah 1,8. Rata-rata nilai kemerahan setelah diberikan ekstrak daun kelengkeng adalah 3, panjang luka setelah diberikan salep ekstrak daun kelengkeng adalah 1,7. Ada pengaruh signifikan kemerahan (p value 0,01), panjang luka (p value 0,04). Kesimpulan: ada pengaruh salep ekstrak daun kelengkeng terhadap inflamasi pada hewan coba. Kata kunci: Inflamasi, Salep Ekstrak Daun Kelengkeng
ANALISIS KADAR Hb PADA PEKERJA PROYEK LAPANGAN Efri Wahyu Ningsih; Rima Septiani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.974

Abstract

Latar belakang: Aktifitas fisik yang dilakukan oleh seseorang dapat berpengaruh terhadap kadar hemoglobin dalam tubuh. Salah satu pekerjaan dengan aktifitas fisik sedang sampai berat ialah pzekerja proyek lapangan  dibidang produksi tiang pancang atau paku bumi. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kadar Hb pada Pekerja Proyek Lapangan berdasarkan usia dan lama bekerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitian berjumlah 28 orang. Metode pemeriksaan hemoglobin yang digunakan adalah metode sahli. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2018, Analisa Data yang digunakan adalah univariat. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 29% kadar Hb tidak normal. Berdasarkan usia, untuk dewasa muda nilai hemoglobin yang tidak normal sebanyak 24%. Untuk usia dewasa nilai hemoglobin tidak normal sebanyak 43%. Berdasarkan lama bekerja, untuk kategori lama ≥10 tahun, nilai hemoglobin yang tidak normal sebanyak 50%. Untuk kategori baru<10 tahun, yang tidak normal sebanyak 27%. Saran: Untuk Pekerja Proyek Lapangan harus mengontrol aktifitas fisik yang dilakukan dan memperhatikan waktu istirahat.Kata kunci : Hemoglobin, Pekerja Lapangan, Hb Sahli
ANALISIS LAJU ENDAP DARAH PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Klara Nur Kasih; Nur Afni Sulastina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.970

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) dengan nama lain Mycrobacterium Tuberkulosis. Laju endap darah merupakan kecepatan mengendapnya eritrosit dari suatu sampel darah yang diperiksa dalam suatu alat tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam. Tujuan: Diketahuinya distribusi frekuensi hasil pemeriksaan LED pada pasien Tuberkulosis. Metode: Penelitian destriptif dengan sampel berjumlah 37 orang yang diambil secara purposif sampling. Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2018, Pemeriksaan LED menggunakan metode westegreen. Analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil: Dari hasil analisis yang didapatkan pada pasien Tuberkulosis hasil normal adalah 0% dan hasil tidak normal sebanyak 100%. Pada kelompok jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 57% sampel dengan hasil pemeriksaan tidak normal sebanyak 100%, pada kelompok perempuan sebanyak 43% dengan hasil tidak normal sebanyak 100%. Dan pada kelompok umur adalah dewasa sebanyak 54% dengan hasil tidak normal sebanyak 100%, pada kelompok umur lansia sebanyak 46% dengan hasil pemeriksaan tidak normal 100%. Saran: Disarankan bagi pasien Tuberkulosis dengan LED tinggi hendaknya melakukan pemeriksaan lanjutan guna untuk memantau perjalanan penyakit. Kata Kunci : LED, Tuberkulosis