cover
Contact Name
Ery Fatmawati,
Contact Email
-
Phone
0274 4353276
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Wonosari KM 10, Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta 55792
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Madani Medika
ISSN : 20882246     EISSN : 26847345     DOI : https://doi.org/10.36569/jmm
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Medika Madani (JKMM) or Madani Medika Health Journal is a scientific media publication that publishes original research papers, review articles and case studies that focus on nursing, midwifery, pharmacy, public health and related topics, published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) of STIKES Madani Yogyakarta or Research and Community Service Unit of STIKES Madani Yogyakarta. JKMM is published twice in one year, namely in June and December. Madani Medika Health Journal accepts publications from universities, government agencies, institutions that have activities in research, science and technology. Manuscripts to be published are the results of selection by peer review using a blind review system and approved by the editorial board, and have never been published in other scientific journals.
Articles 247 Documents
Formulasi Dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina Subumbrans) Sebagai Kandidat Herbal Antimastitis Prasintha Nita; Lina Lestari
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.357

Abstract

Penyakit mastitis pada sapi perah adalah suatu reaksi di dalam ambing yang timbul akibat infeksi oleh bakteri, zat kimia, luka bakar atau luka mekanis, ditandai dengan inflamasi/ peradangan. Salah satu senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antiinflamasi adalah flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki beberapa kekurangan dalam memberikan efek farmakologis sehingga perlu dibuat dalam sediaan nanopartikel sehingga mampu memberikan aktivitas lebih baik. Nanopartikel digunakan sebagai sistem penghantaran obat yang efektif dan dapat melindungi senyawa aktif dari ekstrak. Penelitian bertujuan mengetahui formulasi yang optimum dalam menghasilkan sediaan nanopartikel dan karakterisasi sediaan nanopartikel ekstrak daun dadap serep. Sediaan nanopartikel dibuat dari 3 formula dengan perbandingan kitosan dan NaTPP (Natrium Tripolifosfat) adalah 8:1, 10:1, dan 12:1. Dari ketiga formula tersebut dilakukan uji ukuran partikel dengan PSA (Particle Size Analyzer), dan formula terbaik dilakukan analisis gugus fungsi dengan FTIR, skrining fitokimia, dan uji % transmitan dengan Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan Uji organoleptik nanopartikel didapatkan hasil ekstrak etanol daun dadap serap terdri dari bentuk berupa ekstrak kental, warna Hitam-kecoklatan, Bau spesifik, dan rasa pahit. Untuk hasil standarisasi ekstrak didapatkan data susut pengeringan 18,15%, cemaran mikroba 3,1 x 102 CFU/g, Kadar abu 0,35%, Sisa tidak larut asam 0,14%, Cd 0,051 ppm dan Pb 0,080 ppm. Uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dengan hasil nilai variasi kitosan 0,08 gram memiliki % transmitan tertinggi, area yang merupakan gugus fungsi utama berada pada rentang 3500 – 500 cm-1, sedangkan rentang 1500 – 500 cm-1 merupakan area sidik jadi, serta uji transmitan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS mendekati 1 adalah variasi 0,12 gram dengan nilai 0,99.
Body Massage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Ratna Wulan Purnami; Endah Tri Wahyuni; Ari Sulistyawati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.358

Abstract

Gerakan postur tubuh yang tidak seimbang menyebabkan gangguan musculoskeletal. Diperkirakan 60-80% penduduk dunia mengalami nyeri punggung. Nyeri punggung tertinggi dialami Amerika Latin Selatan dan Asia Pasifik. Prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia yang tercatat secara medis yaitu 11,9% dan berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7%. Sedangkan penderita nyeri punggung bawah di Indonesia tidak diketahui pasti, namun diperkirakan antara 7,6% sampai 37%. Nyeri Punggung bisa menimbulkan kecacatan apabila tidak ditangangi. Pemijatan merupakan intervensi universal dan non-invasif yang efektif mengurangi nyeri. Hasil literature review tahun 2012-2022 menunjukkan masih diperlukan diperlukan lebih banyak penelitian klinis untuk menguatkan signifikansi mengurangi nyeri dengan pemberian massage. Nyeri muskuloskeletal menimbulkan angka sakit lebih tinggi pada wanita antara 50-79%. Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk meneliti pemberian body massage terhadap penurunan skala nyeri pada wanita usia subur. Studi analitik ini mengguankan rancangan eksperimen kuasi, one group pretest-postest design. Penelitian ini mencoba melihat keefektivan pemberian body massage terhadap penurunan nyeri. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling sejumlah 30 wanita usia subur. Pemberian body massage dilakukan selama 30-40 menit yang melibatkan pemijatan seluruh tubuh dengan teknik effleurage, friction, petrissage, tapotage, vibration dan gerakan terpadu. Hasil uji statistik data non parametrik menunjukkan signifikansi p value 0.000<0.05, dengan demikian bisa disimpulkan ada perbedaan signifikan tingkat nyeri antara sebelum maupun setelah diberi tindakan.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan SThe Formulation and Physical Quality Test of Dragon Fruit Peel (Hylocereus polyrhizus) Ethanol Extract Solid Soapabun Padat Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Kautsari, Farah Widya; Putri Kartika Chandra Kirana
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.359

Abstract

- Kulit adalah salah satu organ tubuh yang berperan sebagai protektor dari berbagai gangguan fisik maupun kimia. Namun, paparan polusi hingga radikal bebas dari sinar ultraviolet dapat menyebabkan kulit menjadi kusam. Penggunaan sediaan sabun padat yang mengandung antioksidan dapat membantu melindungi kulit dari radikal bebas. Salah satunya adalah sabun dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa polofenol, flavonoid dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga merah dapat diformulasikan dalam sediaan sabun padat dan memiliki mutu fisik yang baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan analisis deskriptif. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Kemudian dibuat sediaan sabun padat dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak 1%, 2% dan 3%. Dilanjutkan dengan uji mutu fisik meliputi uji homogenitas, uji organoleptis, uji pH, uji efektivitas daya bersih dan uji tinggi busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun padat. Hasil uji mutu fisik sediaan sabun padat ekstrak etanol kulit buah naga merah konsentrasi 1%, 2% dan 3% memiliki sifat fisik yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan sabun padat memenuhi mutu fisik yang sesuai standar.
Dampak Informasi dan Sumber Daya Digital Terhadap Pengambilan Keputusan Swamedikasi Hernowo, Bingar; Parmini
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.360

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat, khususnya dalam akses informasi kesehatan, telah mengubah paradigma masyarakat Indonesia. Sejumlah 73% pengguna internet mencari informasi kesehatan secara online, mengindikasikan praktik swamedikasi yang semakin umum. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh informasi dan sumber daya digital terhadap pengambilan keputusan swamedikasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan causal research kuantitatif melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 120 responden secara online, dengan analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat antara variabel informasi dan sumber daya digital dengan pengambilan keputusan swamedikasi. Frekuensi pencarian informasi dan kenyamanan menggunakan teknologi kesehatan menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku swamedikasi.
Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenorea Siswi di SMAN 1 Godean Sleman D.I.Yogyakarta Lutfiyati, Afi; Dwi Susanti; Eniyati
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.361

Abstract

Dismenorea adalah nyeri saat menstruasi yang umumnya disertai dengan kram dan pusatnya berada di abdomen bagian bawah. Pada nyeri menstruasi, gejala yang muncul bervariasi dari yang ringan sampai berat. Dismenorea diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan keluhan rasa nyeri saat menstruasi. Dampak yang dapat terjadi jika dismenorea tidak ditangani adalah gangguan aktivitas sehari-hari, gelisah, depresi, infertilitas atau kemandulan, kehamilan tidak terdeteksi dan kista pecah. Dismenorea dapat terjadi karena beberapa faktor risiko antara lain menarche pada usia dini, wanita yang belum pernah melahirkan, merokok, riwayat dismenorea keluarga, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stress, usia menarche, kualitas tidur, riwayat keluarga, aktifitas fisik, dan status gizi (IMT) dengan kejadian dismenorea. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan case-control. Sampel diambil dengan teknik quota sampling yaitu 84 siswi kelas XI dibagi kelompok kasus dan kelompok kontrol. Pengambilan data pada bulan Juli 2023. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian pada variabel kualitas tidur nilai p-value= 0,008 (<0,05). Pada variabel IMT, usia menarche, riwayat keluarga, stress, dan aktifitas fisik nilai p-value= 0,165, 0,595, 0,247, 0,078, dan 0,827 (>0,05). 0,008 (<0,05). Nilai OR kualitas tidur=3,104 (CI 95%= 1,231-7,828). Kesimpulan ada hubungan kualitas tidur dengan kejadian dismenorea primer. Tidak ada hubungan IMT, usia menarche, riwayat keluarga, stress, dan aktifitas fisik dengan kejadian dismenorea primer. Kualitas tidur merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dismenorea.
Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Sakura Rw 03 Cihaurgeulis Bandung Dalam Meningkatkan Kesehatan Batita Di Triwulan 1 (Satu) 2024 Andhani, Aulia Zeta
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.364

Abstract

Pelaksanaan kegiatan posyandu dalam meningkatkan kesehatan batita harus diselenggarakan rutin setiap bulan. Hal ini dilakukan untuk memantau tumbuh kembang batita dan mendeteksi dini bila batita mengalami gangguan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Posyandu dalam meningkatkan kesehatan batita di Triwulan 1 tahun 2024. Jenis pelitian ini survei kuantitatif. Populasinya seluruh masyarakat RW 03 Cihaurgeulis yang memiliki anak batita yang berjumlah sebanyak 24 orang, total sampling yang diambil 100% dari populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Alat pengumpulan data menggunakan lembaran daftar pertanyaan. Teknik analisis data menggunakan rumus presentase. Hasil anak sehat), tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan sehingga dikategorikan anak sehat. Menurut Ocbrianto, kehadiran ibu atau masyarakat dibawah angka 50% maka pencapaian pelaksanaan kegiatan Posyandu tergolong rendah. Sedangkan di Posyandu Sakura RW 03 Cihaurgeulis kehadiran ibu atau masyarakat saat pelaksanaan penyelenggaraan Posyandu sekitar 87,5%, artinya pelaksanaan kegiatan Posyandu Sakura RW 03 Cihaurgeulis tergolong sudah sangat baik.
Pemahaman Akan Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Down Syndrome Khairunnisa, Siti Zakiah; Dewi, Kamelia; Nurhayati, Fitri; Firmanto, Kento; Ridwan, Heri; Sopiah, Popi
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.368

Abstract

Salah satu kelainan kongenital dan genetik yaitu down syndrome. Individu dengan down syndrome dapat menunjukkan gangguan intelektual atau kognitif. Maka, peningkatan kualitas hidup penderita down syndrome sangatlah diperlukan sedikitnya untuk mensejahterakan hidup mereka. Artikel ini bertujuan untuk memahami tentang down syndrome dan bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup seseorang yang menderita down syndrome. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah study literature dengan menggunakan data base Google Schoolar dari tahun 2020-2024. Perkembangan dan kualitas hidup orang dengan down syndrome dipengaruhi secara positif oleh peran keluarga, komunitas, dan intervensi dini berbasis keluarga. Terlepas dari kompleksitas hambatan yang mereka alami, kualitas hidup mereka ditingkatkan dengan penerimaan sosial dan pembelajaran konstruktif dari lingkungan mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup individu yang menderita down syndrome yaitu dengan melakukan terapi Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan intervensi dini. Maka, untuk mencapai upaya tersebut orang tua juga harus memiliki pengetahuan serta pemahaman yang cukup untuk menemani serta mendukung perkembangan anak pada penderita down syndrome.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Trimester Iii Dalam Memilih Kb Pasca Persalinan Di Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang Novitasari, Ade Ima; Ulfah Musdalifah; Hanifa Andisetyana Putri
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.371

Abstract

Strategi penurunan AKI ialah pelayanan Keluarga Berencana (KB). Sebagian besar ibu tidak melakukan KB setelah 40 hari pasca persalinan. Capaian KB pasca salin tahun 2021 kota Semarang sebesar 36,2%, di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) sebesar 7,64%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi ibu hamil trimester III dalam memilih KB pasca persalinan. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Nasional Diponegoro pada bulan Januari – Juni tahun 2023 sebanyak 218 ibu hamil, dengan rata – rata per bulan untuk banyaknya ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Nasional Diponegoro yaitu sebanyak 35.Sampel yang di ambil menggunakan teknik accidental sampling yang dilakukan pada bulan Oktober -November tahun 2023 di RSND sesuai dengan kriteria sampel dan didapatkan sampel berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi umur yakni reproduksi sehat (57,1%), pengetahuan baik (42,9%), sikap positif (54,3%) sebagian besar memilih KB pasca persalinan (74,3%). Ada hubungan umur (p-value 0,019), pengetahuan (p-value 0,012) dan sikap (p-value 0,004) dengan pemilihan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester III di RSND. Hasil penelitian diharapkan menjadi sumber data bagi rumah sakit untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB yang bisa dicapai dengan memberikan edukasi dan pelayanan terkait KB pasca persalinan semenjak kehamilan, sehingga ibu hamil memperoleh informasi dan dapat dijadikan acuan untuk memilih jenis KB yang digunakan setelah melahirkan agar bisa mengatur jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Efektivitas Terapi Bermain Plastisin Dalam Meningkatkan Ketrampilan Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah Rahmah Widyaningrum; Jihan Nurul Fadhilah; Ignasia Nila Siwi1
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.372

Abstract

Latar belakang: Anak usia pra sekolah (3 – 6 tahun) mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Salah satu aspek perkembangan anak adalah motorik halus, dimana anak mengembangkan kemampuan gerak dan koordinasi tubuh. Gangguan ini akan berdampak pada perkembangan tahap berikutnya, menurunkan percaya diri, dan sulit beradaptasi dengan lingkungan. Terapi bermain menggunakan media plastisin diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi bermain plastisin dalam meningkatkan ketrampilan motorik halus anak usia prasekolah. Metode: metode kuantitatif dengan desain quasy exsperimental pendekatan one group pretest posttest. Populasi penelitian sejumlah 35 anak usia prasekolah di TK ABA KKN Srandakan Bantul yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan: plastisin, SOP terapi bermain plastisin, dan formulir Denver Development Skrining Test/ DDST II. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: mayoritas anak berjenis kelamin laki-laki sejumlah 22 orang (62,85%), usia 6 tahun yakni 18 orang (51,42%), mayoritas pretest kategori suspect 22 orang (62.85%) dan mayoritas posttest kategori normal 31 orang (88.56%). Hasil analisis bivariat menunjukkan p value 0.000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh intervensi terapi bermain plastisin dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia prasekolah.
Kesehatan Reproduksi: Efek Program Kelurga Berencana (Kb) Terhadap Wanita Usia Subur Maulida Rahmawati Emha; Liza Novitasari Wijaya
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.374

Abstract

Abstrak Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta membentuk keluarga yang berkualitas. KB menjadi salah satu target utama pembangunan nasional. Penelitian yang menggambarkan tentang pemanfaatan alat kontrasepsi KB pada pasangan usia subur cukup banyak, namun melihat dari sisi pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi Wanita usia subur masih sangat minimal. Survey lapangan yang dilakukan pada bulan desember 2023 di Kelurahan Piyungan, melalui wawancara 80% wanita mengikuti program KB, sementara 20% tidak. Dari 8 wanita pengguna KB, setengahnya pernah berhenti dan beralih ke metode KB lain karena merasa tidak cocok dengan efek sampingnya. Menurut Kemenkes RI tahun 2021, data wanita usia subur sebanyak 71.570.465 seluruh Indonesia dan hampir seluruhnya menggunakan kontrasepsi hormonal yang terdiri dari kontrasepsi suntik (48.56%), pil (26.60%), dan implant (9.23). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program keluarga berencana (KB) terhadap kesehatan reproduksi Wanita usia subur. Subjek penelitian merupakan Wanita usia subur yang melakukan perawatan di rumah sehat madani selama program pengobatan tradisional bekam di sekolah tinggi ilmu kesehatan madani. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis crosssectional observation . pengambilan sampel diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan alat kontrasepsi mendapatkan nilai p value 0.001 yang bermakna bahwa adanya hubungan yang signifikan atau korelasi antara penggunaan alat kontrasepsi dan pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi.