cover
Contact Name
Ery Fatmawati,
Contact Email
-
Phone
0274 4353276
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Wonosari KM 10, Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta 55792
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Madani Medika
ISSN : 20882246     EISSN : 26847345     DOI : https://doi.org/10.36569/jmm
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Medika Madani (JKMM) or Madani Medika Health Journal is a scientific media publication that publishes original research papers, review articles and case studies that focus on nursing, midwifery, pharmacy, public health and related topics, published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) of STIKES Madani Yogyakarta or Research and Community Service Unit of STIKES Madani Yogyakarta. JKMM is published twice in one year, namely in June and December. Madani Medika Health Journal accepts publications from universities, government agencies, institutions that have activities in research, science and technology. Manuscripts to be published are the results of selection by peer review using a blind review system and approved by the editorial board, and have never been published in other scientific journals.
Articles 232 Documents
Praktik Asuhan Kebidanan Esensial Nifas Dan Menyusui Rahmawati, Lely; Handayani, Sarah
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.238

Abstract

Keselamatan pasien sangat penting agar dapat dicegah dan dikurangi timbulnya kesalahan dan risiko yang terjadi pada pasien selama penyelengaraan pelayanan kesehatan. Sehingga apabila rumah sakit mau menyurutkan kejadian keselamatan pasien, rumah sakit diharapkan mengimplementasikan budaya keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian mendapatkan pemahaman implementasi budaya keselamatan pasien dan insiden keselamatan pasien berbasis bukti. Peneliti memakai methode pengumpulan data berbentuk artikel ilmiah dari database google scholar. Kata kunci yang disertakan adalah sesuai dengan materi." Implementasi Budaya Keselamatan Pasien berdasarkan Agency of healthcare Research and Quality (AHRQ)", dan "Insiden Keselamatan Pasien". Beberapa artikel pilihan, 10 artikel dijadikan satu dan sesuai sama topik. Berbagai artikel yang diteliti didapatkan budaya keselamatan pasien dekat kaitannya sama insiden keselamatan pasien. Dengan meningkatnya budaya keselamatan pasien, insiden keselamatan pasien dapat diminimalisir. Upaya yang dilakukan salah satunya berkembangnya impelementasi budaya keselamatan agar tidak timbulnya insiden keselamatan pasien adalah adanya laporan insiden keselamatan pasien.
Laporan Kasus Langka: Steatocystoma Multiplex Pada Regio Abdomen Bagian Atas Menyerupai Limfadenitis Tuberkulosis Saputra, Lili
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.377

Abstract

dominan autosomal dan biasanya dijumpai pada usia remaja atau sporadik. Gambaran klinis dan histopatologi dapat bervariasi dan tumpang tindih dengan tumor atau lesi lainnya. Laporan kasus ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan perbedaan gambaran histopatologi antara steatocystoma multiplex pada abdomen bagian atas yang gambaran klinisnya menyerupai limfadenitis tuberkulosis. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke Rumah Sakit Bethesda dengan lesi di abdomen bagian atas. Benjolan tersebut muncul sejak 1 bulan yang lalu, tidak terasa nyeri. Pada anamnesis tidak didapatkan gejala tuberkulosis seperti penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapat 3 nodul subkutan yang sedikit meninggi dengan puncak yang datar berwarna kekuningan. Nodul tersebut berdiameter 0,3 sampai dengan 1 cm. Tidak didapatkan lesi lain pada ekstremitas maupun pada tubuh. Pemeriksaan histopatologi pada lesi menunjukkan kista kosong dengan dinding ruangan yang terlipat pada dermis tengah. Dinding kista terdiri dari 2 atau 3 lapis epitel skuamous tanpa stratum granulosum dan terdapat kelenjar sebasea dalam berbagai variasi ukuran. Temuan mikroskopik tersebut sesuai untuk steatocystoma multiplex. Dilakukan eksisi pada semua lesi. Steatocystoma multiplex harus dilihat sebagai spektrum dengan berbagai variasi distribusi anatomis yang dapat meniru lesi lain.
Hubungan Pola Asuh Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Tapak Dara Bangunjiwo Kasihan Bantul Ambarwati, Eny Retna
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.409

Abstract

Anak menjadi salah satu aset bangsa yang mempunya potensi untuk mencapai keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Perlu adanya perhatian lebih terutama dalam hal gizi anak sejak dini. Status gizi yang baik sangat ditentukan oleh pemberian makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan gizi balita, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara normal, sehat dan kuat. Status gizi pada anak dapat dipengaruhi oleh sebab tidak langsung dan langsung. Sebab langsung terdiri dari kecukupan makanan dan kondisi kesehatan, sedangkan sebab tidak langsung diantaranya adalah pola asuh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, dimana data diambil dari Posyandu Tapak Dara, Bangunjiwo Kasihan Bantul pada agustus sd desember 2023 dengan populasi semua ibu yang memiliki anak balita dengan sampel sebanyak 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik random sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating, kemudian data dianalisis secara computer dengan spearman rank test dengan P value = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil uji spearman rank test menunjukkan bahwa ada hubungan pola asuh makan dengan status gizi balita dengan nilai P value 0,001 < 0,005. Kesimpulan penelitian ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita.
Implementasi Program Kesehatan Jiwa Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wilayah Kerja Kota Pekanbaru Tahun 2024 Elmi Astrabel
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.414

Abstract

Latar Belakang : Pada tahurn 2022 di Purskersmas RI Sidomurlyo capaian perlayanan ODGJ serbersar 42 orang (70%) dan merningkat pada tahurn 2023 serbersar 65 orang (91,5%) serdangkan pada tahurn 2022 di Purskersmas Garurda capaian perlayanan ODGJ hanya serbersar 52 orang (50%), dan turrurn drastis pada tahurn 2023 serbersar 19 orang (16,4%). Hal ini masih berlurm sersurai derngan targert cakurpan perlayanan kerserhatan jiwa derngan Targert Standar Perlayanan Minimal (SPM) yang serharursya adalah 100%. Tujuan : implementasi Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas wilayah kerja Kota Pekanbaru pada tahun 2024, khususnya pada Puskesmas RI Sidomulyo (P1) dan Puskesmas Garuda (P2). Metode : menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang berlangsung dari Januari hingga Juli 2024. Informan dalam penelitian ini meliputi informan utama, yaitu pemegang program kesehatan jiwa di puskesmas dan dokter kesehatan jiwa; dan informan pendukung yang terdiri dari kepala puskesmas, kader kesehatan jiwa, pemegang program promosi kesehatan, pemegang program kesehatan jiwa di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dan masyarakat/keluarga pasien. Validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi data. Hasil : program kesehatan jiwa di kedua puskesmas memiliki komunikasi yang baik. Namun demikian, P2 perlu meningkatkan kegiatan edukasi, promosi kesehatan jiwa, dan koordinasi lintas sektor. Meskipun SDM di kedua puskesmas memadai, kerjasama di P2 antara penanggung jawab kesehatan jiwa dan petugas promosi kesehatan perlu ditingkatkan. Selain itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) diperlukan untuk kedua puskesmas terutama untuk petugas promosi kesehatan dan kader kesehatan. Saran : Diharapkan peningkatan koordinasi dan kolaborasi di P2 akan membantu implementasi program kesehatan jiwa di wilayah tersebut.
Pengaruh Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Pasien Pasca Pembedahan Veriyallia, Vera; Asni
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.417

Abstract

Latar belakang: Pembedahan merupakan tindakan yang dapat menimbulkan trauma jaringan dan rasa nyeri. Oleh karena itu, dilakukan anestesi, tetapi ketika efek anestesi hilang akan muncul rasa nyeri yang dapat mempengaruhi sistem tubuh baik fisik maupun psikis. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri pasca pembedahan salah satunya relaksasi nafas dalam, teknik ini dapat memanipulasi rasa nyeri yang dirasakan pasien. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap nyeri pasien pasca pembedahan. Metode: Penelitian pre-eksperimental one group pre-test and post-test ini melibatkan 18 pasien pasca pembedahan. Skala nyeri diukur menggunakan numeric rating scale. Data penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas skala nyeri pasien 3. Sesudah intervensi, sebanyak 9 pasien memiliki skala nyeri 1 (50%), 3 pasien skala nyeri 2 (17%), dan 3 pasien skala nyeri 3 (17%). Terdapat 16 pasien mengalami penurunan skala nyeri (negative ranks 16, ties 2) dengan nilai median (min-max) pre 3-7 post 1-5, mean 3,89-2,11, SD 1,278-2,11, p-value 0,000 (p-value < 0,05), terdapat pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap nyeri pasien pasca pembedahan. Kesimpulan: Relaksasi napas dalam dapat membantu menurunkan nyeri pada pasien pasca pembedahan sehingga diharapkan intervensi ini menjadi salah satu perlakuan tetap untuk menerunkan skala nyeri utamanya pasca pembedahan.
Pengaruh Penggunaan Kapsul Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Terapi Komplementer Pada Penderita Hipertensi Kholisah, Alisa; Ernie Halimatushadyah; Krismayadi
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.419

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah ≥ 140 mmHg/ 90 mmHg. Secara non-farmakologi, ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan untuk hipertensi. Kandungan antioksidan daun kelor antara lain saponin, alkaloid, tannins, fitosterols, fenolik, polyphenol, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kapsul daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penurunan tekanan darah. Kandungan antioksidan daun kelor antara lain saponin, alkaloid, tannins, fitosterols, fenolik, polyphenol, dan flavonoid. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan one group pre-test post-test design dengan cara membuat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dengan mengonsumsi amlodipine 5mg/hari di minum pada malam hari dan kelompok perlakuan mengonsumsi amlodipine 5mg/hari dan kapsul daun kelor sebanyak 2x1 di minum pada pagi dan siang hari selama delapan minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada hari pertama dan di lakukan pengecekan tekanan darah setiap dua minggu sekali. Hasil uji Paired t-test pada kelompok kontrol dan perlakuan yaitu 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari mengonsumsi amlodipine dan kapsul daun kelor terhadap penurunan tekanan darah. Pada uji Anova didapatkan nilai penurunan rata-rata sistole pada kelompok kontrol yaitu 19.15 mmHg dan diastole 12.36 sedangkan pada kelompok perlakuan memiliki rata-rata penurunan lebih besar yaitu untuk sistole 22.00 mmHg dan pada diastole 13.88 mmHg dengan nilai P-value > 0.05 yang menujukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pemberian terapi antara kelompok kontrol dan perlakuan terhadap penurunan tekanan darah.
Hubungan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Time Out Ketepatan Tindakan Operasi Di Rsud R.A.A Tjokronegoro Purworejo Dina Putri Utami Lubis
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.420

Abstract

Latar Belakang: Dampak yang membahayakan pada saat pembedahan dapat dicegah dengan memperhatikan kesadaran adanya Patient Safety. Satu yang terpenting dalam Indikator Patient Safety adalah ketepatan lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien operasi/Tindakan. Fenomena yang terjadi pada fase time out dalam pembedahan merupakan fase yang paling banyak tidak dipatuhi terutama dalam melakukan konfirmasi nama dan peran anggota tim paling banyak tidak dilakukan. Fase time out dalam pembedahan merupakan fase yang paling banyak tidak dipatuhi. Data operasi elektif di Instalasi Bedah Sentral RSKIA Sadewa Yogyakarta sebanyak 46,2% tidak melakukan time out dan sebesar 33,6% patuh melakukan time out. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out terhadap ketepatan tindakan operasi di ruang instalasi bedah sentral RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo. Metodelogi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel perawat yang terlibat dalam pelaksaan Time Out dengan total sebanyak 28 perawat. Analisis bivariat yang digunakan dengan rumus uji chi-square. Hasil: Kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out mayoritas dengan kategori kurang. Ketepatan tindakan operasi di ruang instalasi bedah sentral mayoritas kategori kurang tepat. Ada hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out terhadap ketepatan tindakan operasi dengan nilai p = 0.000. Kesimpulan: Kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out berhubungan dengan ketepatan tindakan operasi di ruang instalasi bedah sentral RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Pengaruh Edukasi Triad KRR Terhadap Peningkatan Efikasi Diri Pencegahan Perilaku Berisiko HIV Pada Remaja Dwi Hariyanti; Bariana Widitia Astuti; Windartati Putri Amanda; Fadilah Umami
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.421

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, yang sangat menentukan bagi kehidupan selanjutnya. Remaja juga sebagai sumber daya bagi pembagunan. Masalah yang paling menonjol yaitu TRIAD KRR (seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA). Kasus NAPZA menurun 1% tetapi kasus seksualitas dan HIV/AIDS meningkat. Setiap orang dapat melakukan perilaku berisiko, namun dengan pengetahuan, remaja dapat menghindari perilaku tersebut. Remaja dapat terhindar dari perilaku berisiko jika dalam diri remaja tertanam efikasi diri untuk mencegah perilaku berisiko. Efikasi diri yang tinggi pada remaja menjadikan mereka memiliki keyakinan personal untuk tetap melakukan perilaku sehat meskipun tantangannya berat. Penelitian ini bertujuan utuk melakukan peningkatan pada efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV pada remaja melalui pemberian edukasi TRIAD KRR. Desain penelitian ini yaitu preeksperimen, dengan rancangan one group pre test posttest dan teknik cluster sampling satu tahap (single-stage sampling) serta analisa data menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada beda rata-rata nilai pretest (17,67) dan posttest (18,19), dengan nilai paired sample test signifikasi 0,011. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh edukasi TRIAD KRR terhadap efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV.
Nilai Gula Darah, Kolesterol Total, Dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Kejadian Stroke Lansia Di Yogyakarta Wijaya, Liza Novitasari; Ayuni Mujahidah Reski Syahbania
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.422

Abstract

Abstrak Stroke merupakan kondisi penyumbatan pembuluh darah dan dapat penyebab kematian kedua dan kecacatan ketiga didunia. Lansia menjadi populasi yang beresiko tinggi terkena stroke, dikarenakan terjadi penurunan fungsi organ akibat proses degeneratif, juga faktor resiko lain yang mengakibatkan timbulnya stroke yaitu, nilai gula darah dan kolesterol total yang tinggi, juga indeks massa tubuh (IMT) tidak normal yang sering terjadi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai gula darah, kolesterol total dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian stroke lansia di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional. Menggunakan pendekatan crossectional, dengan sampel sebanyak 70 pasien stroke lansia yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah rekam medis pasien stroke lansia dan lembar pencatatan. Nilai p-value pada uji multivariat menggunakan analisis regresi logistik ganda menunjukkan variabel nilai gula darah (p-value= 0.285; Exp B (OR)= 0.561) variabel kolesterol total (p-value= 0.724; Exp B (OR)= 1,229) dan variabel indeks massa tubuh (p-value= 0.853; Exp B (OR)= 0.916). Tidak terdapathubungan antara nilaiguladarah, kolesteroltotaldanindeksmassatubuh (IMT) dengan kejadian stroke lansia di Yogyakarta.
Analisis Pola Pembelian Obat Kortikosteroid Dalam Swamedikasi Di Apotek Pada Masyarakat Trimulyo, Jetis, Bantul Pradhani Dhaneswari
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i02.425

Abstract

Persepsi khasiat kortikosteroid dalam mengobati berbagai kondisi, dapat mendorong perilaku pengobatan mandiri (swamedikasi) di masyarakat. Namun, penggunaan kortikosteroid tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan efek samping yang serius, terutama jika dikombinasikan dengan obat-obatan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembelian kortikosteroid dalam pelaksanaan swamedikasi di apotek wilayah Trimulyo, Jetis, Bantul, dengan fokus pada identifikasi jenis obat yang digunakan, karakteristik pembeli, dan potensi risiko kesehatan. Penelitian observasional ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan data yang dikumpulkan pada periode Januari hingga Maret 2023 mencakup jenis obat kortikosteroid, obat lain yang dibeli bersamaan, jenis kelamin pembeli, kategori obat (Obat Generik Berlogo atau generik bermerek), bentuk sediaan, indikasi terapi, jumlah pembelian, total biaya kortikosteroid dan keseluruhan obat dalam setiap transaksi, serta beban antikolinergik yang dihitung menggunakan Anticholinergic Drug Scale (ADS). Hasil menunjukkan jenis kelamin Perempuan paling banyak melakukan swamedikasi menggunakan obat kortikosteroid. Obat kortikosteroid yang paling sering dibeli adalah deksametason sistemik (H02AB02) dengan persentase 47,62%, serta didominasi oleh penggunaan obat generik bermerek (51,79%) dengan bentuk sediaan oral (71,43%) dan topikal (24,70%), dengan indikasi utama pengobatan gatal (41,07%) dan nyeri akibat peradangan (28,88%). Sebagian pembelian melibatkan obat tambahan yang menimbulkan potensi risiko efek samping kumulatif. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti diklofenak (23,27%) paling sering dikombinasikan dengan kortikosteroid. Beban antikolinergik paling banyak menunjukkan skor 1 untuk tiap transaksi. Peran Apoteker dan penyedia layanan kesehatan sangat penting dalam memberikan edukasi dan pemantauan mengenai penggunaan kortikosteroid yang tepat, serta potensi efek samping dan risiko interaksi obat guna mendorong penggunaan kortikosteroid yang lebih aman dan terkontrol.