cover
Contact Name
Rooselyna Ekawati
Contact Email
jrpipm@unesa.ac.id
Phone
0318297677
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Mathematics Department, Building C8 FMIPA Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM)
ISSN : -     EISSN : 25810480     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) is a peer-refereed open-access journal which has been established for the dissemination of state-of-the-art knowledge in the field of mathematics education both theory and practice. This Journal is published periodically twice a year (April and September) by Universitas Negeri Surabaya with E-ISSN:2581-0480.
Articles 163 Documents
Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Change and Relationship Ditinjau dari Self Efficacy Mirza Geraldine; Pradnyo Wijayanti
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p82-102

Abstract

Literasi matematika merupakan suatu kecakapan seseorang dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematika pada berbagai konteks masalah yang dapat dipengaruhi oleh self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten Change and Relationship ditinjau dari self-efficacy tinggi dan rendah. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilakukan dengan mengambil data dari subjek penelitian secara purposive yang terdiri dari satu siswa dengan self-efficacy tinggi dan satu siswa dengan self-efficacy rendah. Instrumen yang digunakan meliputi angket self-efficacy, enam soal PISA konten change and relationship dengan penyesuaian konteks, dan pedoman wawancara. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan kerangka proses matematika dalam literasi matematika yang meliputi proses merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi matematika siswa dengan self-efficacy tinggi dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship mampu merumuskan masalah dengan mengidentifikasi aspek-aspek matematika dari permasalahan dan mengubah masalah menjadi bahasa matematika yang sesuai, lalu menerapkan fakta, aturan, dan algoritma selama proses penentuan hasil-hasil matematika dan akhirnya mampu menafsirkan dan mengevaluasi kesesuaiannya ke dalam konteks masalah awal. Sementara itu, siswa dengan self-efficacy rendah hanya mampu dalam proses merumuskan dengan mengidentifikasi aspek-aspek matematika dari permasalahan.  
Model Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Materi Perbandingan Trigonometri Viky Herlina Wati; Lestariningsih Lestariningsih; Risdiana Chandra Dhewy
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p180-192

Abstract

Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang membimbing siswa untuk terampil dan mandiri dalam menyelesaikan masalah melalui proyek nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada materi perbandingan trigonometri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 32 siswa kelas X IPS-3 SMA Walisongo Gempol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Rancangan penelitian ini menggunakan one-shot case study, karena dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas yang diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Adapun instrumen pada penelitian ini yakni: 1) lembar observasi aktivitas guru 2) lembar observasi aktivitas siswa 3) lembar soal tes hasil belajar 4) lembar angket respons siswa. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa aktivitas guru memperoleh skor 3,8 sehingga dapat dikatakan sangat baik, aktivitas siswa memperoleh persentase  61% sehingga dapat dikatakan aktif, ketuntasan pembelajaran secara klasikal memperoleh skor 84,375 sehingga dapat dikatakan berhasil, dan angket respons siswa pada setiap indikatornya secara keseluruhan mendapat respons kuat dan sangat kuat, sehingga respons siswa memperoleh respons yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan aktivitas siswa pada materi perbandingan trigonometri.
Identifikasi Berpikir Aljabar Siswa Field Independent dan Field Dependent Menggunakan Taksonomi SOLO Alvinaria Alvinaria; Agung Lukito; Pradnyo Wijayanti
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p142-165

Abstract

Taksonomi SOLO adalah klasifikasi berbagai tingkat kinerja kognitif dengan mempertimbangkan struktur hasil belajar yang diamati dari respon siswa dengan tingkat kompleksitas pertanyaan yang diajukan dalam berbagai subjek. Taksonomi SOLO merupakan salah satu alat yang bisa digunakan untuk mengelompokkan berpikir aljabar siswa. Perbedaan gaya kognitif memungkinkan terdapat perbedaan dalam membangun pemikiran aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir aljabar siswa SMP bergaya kognitif field independent dan field dependent dalam menyelesaikan masalah berdasarkan Taksonomi SOLO. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua siswa kelas IX SMP yang masing-masing memiliki gaya kognitif field independent (FI) dan gaya kognitif field dependent (FD). Data diperoleh melalui pemberian tes dan wawancara dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Siswa FI cenderung pada level multistructural dalam menggeneralisasikan pola yang diberikan, merepresentasikan data ke bentuk tabel, grafik dan diagram, dan menyelesaikan masalah 1 variabel. Siswa FI cenderung pada level relational dalam menginterpretasikan data dan menyelesaikan masalah 2 variabel. Siswa FD cenderung pada level prestructural dalam merepresentasikan data dalam bentuk grafik dan menyelesaikan masalah 1 variabel. Siswa FD cenderung pada level multistructural dalam menggeneralisasikan pola yang diberikan, merepresentasikan data dalam bentuk tabel dan diagram, dan menyelesaikan masalah 2 variabel. Siswa FD cenderung pada level relational dalam menginterpretasikan data. Kata kunci : Berpikir Aljabar, Taksonomi SOLO, Field Independent, Field Dependent.
Pengembangan Modul Digital Dengan Representasi Beragam dan Bermuatan Masalah Kontekstual Pada Materi Program Linear Untuk Siswa Kelas XI Feny Agustina Dewi; I Made Suarsana; I Wayan Puja Astawa
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p166-179

Abstract

Modul digital sangat penting dalam pembelajaran selama pandemi covid-19 tetapi pengembangan modul digital masih terbatas dan menantang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital dengan representasi beragam bermuatan masalah kontekstual yang layak dan terpakai pada materi program linear untuk siswa kelas XI. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dengan tempat pelaksanaan di MA Al-Amin Tabanan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, lembar catatan, angket kelayakan, serta angket keterpakaian. Hasil uji kelayakan modul digital dari ahli materi adalah 2,83 dengan kriteria layak, hasil kelayakan ahli kebahasaan yaitu 2,80 dengan kriteria layak, dan hasil kelayakan ahli media yaitu 2,93 dengan kriteria layak. Sehingga secara keseluruhan modul digital yang dikembangkan berada pada kriteria layak dengan rata-rata 2,85. Keterpakaian produk sangat baik berdasarkan rata-rata respon siswa dengan skor 4,39 dan rata-rata respon guru dengan skor yaitu 4,27 berada pada kriteria sangat baik. Secara keseluruhan tingkat keterpakaian produk modul digital pada materi program linear berada pada kriteria sangat baik yaitu dengan rata-rata skor total sebesar 4,33. Berdasarkan hasil uji kelayakan dan keterpakaian, modul digital dengan representasi beragam dan bermuatan masalah kontekstual pada materi program linear layak dan terpakai.
Proses Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau Dari Gender Dewi Anggreini; Liasa Dyah Asmarani
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p103-116

Abstract

Proses berpikir adalah serangkaian aktivitas untuk memecahkan persoalan (permasalahan) guna menemukan suatu jawaban atau penyelesaian dari suatu masalah atau suatu persoalan yang dilakukan oleh setiap manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan soal matematika. Subjek penelitian terdapat 4 siswa, terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan bentuk studi kasus. Instrumen yang digunakan adalah tes soal matematika dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data meliputi pemberian tes soal dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan prosedur Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, siswa laki-laki dan perempuan sama-sama melakukan proses berpikir assimilasi dan melewati semua tahapan penyelesaian soal berdasarkan teori Polya. Penyelesaian soal menurut teori Polya terdiri dari: 1) memahami soal, 2) menyusun rencana penyelesaian soal, 3) melaksanakan rencana penyelesaian soal, 4) memeriksa kembali. Perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan terletak pada kemampuan siswa memilih metode dalam penyelesaian soal matematika yang dikerjakan, perbedaan yang lain terletak pada ketelitian dan kerincian. Siswa perempuan lebih mampu memaparkan secara urut dan rinci pada metode menyelesaikan soal. Dalam kemampuan menyelesaikan soal matematika, siswa laki-laki lebih unggul dari siswa perempuan.            
Translation Failure from Verbal to Symbolic Representations on Contextual Mathematics Problems: Female vs Male Rosyidin, Muhammad Ali; Rosyidi, Abdul Haris
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p117-141

Abstract

Representation translation is the ability to change one form of representation to another. This research aims to describe the failure of the translation of verbal to symbolic representations in solving contextual problems in male and female students. The research partisipant were eight students of class VII an Islamic public school at Gresik. The data collection technique is through task-based interviews. The data on the translation of verbal to symbolic representations were analyzed by unpacking the source, preliminary coordinator, constructing the target, and determining equivalence. The results showed that at the stage of unpacking the source, both male and female students experienced the same failure, namely not understanding more complex contextual problems. In the preliminary coordinator stage, male students failed to understand the requested symbolic representation, understand the meaning of mathematical symbols, and determine keywords, while female students only failed due to their mistakes in the previous stage. In the constructing the target stage, male students failed to construct a symbolic representation of the plans made and translate into mathematical symbols, while female students failed to translate verbal words into mathematical symbols and mathematical operations. At the determining equivalence stage, male and female students have not been able to do it.
Konstruksi Konjektur Siswa SMP Topik Perbandingan Keliling dan Luas Persegipanjang Fransisca Nur Zuraidha; Abdul Haris Rosyidi
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 6 No. 1 (2022): JRPIPM SEPTEMBER 2022 VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v6n1.p15-31

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan konstruksi konjektur siswa SMP pada topik perbandingan keliling dan luas persegipanjang. Subjek penelitian adalah 3 siswa SMP Negeri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah tes konstruksi konjektur dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan indikator konstruksi konjektur, yaitu (1) identifikasi dan eksplorasi masalah, (2) merumuskan konjektur, (3) menguji dan menyempurnakan konjektur, dan (4) membuktikan konjektur. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap identifikasi dan eksplorasi masalah, siswa menentukan apa yang ditanyakan pada soal; menentukan informasi yang dibutuhkan untuk menjawab soal; memunculkan contoh-contoh lain; menemukan pola perbandingan keliling dan luas persegipanjang sebelum dan sesudah diperbesar. Pada tahap merumuskan konjektur, satu siswa merumuskan dengan memerhatikan pola sedangkan dua siswa perlu bantuan untuk merumuskannya. Siswa menguji konjektur menggunakan nilai panjang, lebar, dan perbesaran yang lain. Tidak ada siswa yang menyempurnakan konjektur karena merasa sudah benar. Siswa membuktikan konjektur dengan bantuan. Satu siswa berpikir bahwa menguji konjektur sudah sama dengan melakukan pembuktian. Kata Kunci: konstruksi konjektur, perbandingan, persegipanjang.
Konsepsi Siswa pada Materi Himpunan dengan Metode CRI (Certainty of Response Index) Riadhotus Sholikhah; Masriyah Masriyah
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 6 No. 1 (2022): JRPIPM SEPTEMBER 2022 VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v6n1.p1-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsepsi siswa pada materi himpunan, mendeskripsikan penyebab siswa kurang pengetahuan, dan mendeskripsikan penyebab miskonsepsi terjadi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif evaluatif dengan instrumen utama peneliti sedangkan instrumen pendukung yaitu soal tes konsepsi dilengkapi dengan CRI dan pedoman wawancara. Sumber data penelitian yaitu 31 siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Tuban. Data tes konsepsi dianalisis dengan cara mengoreksi jawaban siswa dan mengecek skala CRI yang diberikan siswa pada setiap soal. Data hasil wawancara dianalisis merujuk model Miles dan Huberman [1]. Dalam penelitian ini didapatkan hasil, siswa mempunyai konsepsi bahwa syarat tertentu dan jelas pada pengertian himpunan berarti syarat yang diberikan harus mengacu pada satu kumpulan objek saja, irisan beberapa himpunan adalah himpunan yang beranggotakan semua anggota himpunan yang diketahui, himpunan selalu mempunyai anggota, anggota yang sama dari beberapa himpunan yang diketahui bukan termasuk anggota gabungan,  komplemen dari suatu himpunan merupakan himpunan itu sendiri, himpunan bagian bukan berupa himpunan akan tetapi himpunan bagian merupakan anggota himpunan tersebut, semua anggota himpunan semesta termuat dalam himpunan yang dibahas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan guru pertimbangan untuk menentukan metode yang tepat dalam pembelajaran materi himpunan. Kata Kunci: Konsepsi, Miskonsepsi, Kurang Pengetahuan, Himpunan
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Kemandirian Belajar Zulfa Apriliyani; Vita Istihapsari; Afit Istiandaru
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 6 No. 1 (2022): JRPIPM SEPTEMBER 2022 VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v6n1.p58-77

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif penting dimiliki siswa dalam proses pembelajaran matematika Namun, faktanya siswa masih mengalami kesulitan dalam membuat kebaruan saat diberikan sebuah permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 6 siswa kelas VII di sebuah SMP yang berlokasi di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan menggunakan angket, tes, dan wawancara. Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi metode. Selanjutnya, data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan kemandirian belajar tinggi mampu memenuhi indikator berpikir kreatif aspek kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan  sehingga  tergolong sangat kreatif. Subjek dengan kemandiriran belajar sedang memenuhi indikator berpikir kreatif aspek kefasihan dan fleksibilitas sehingga kreatif. Sedangkan subjek dengan kemandirian belajar rendah hanya memenuhi indikator berpikir kreatif aspek kefasihan sehingga tergolong kurang kreatif. Temuan ini melengkapi kajian terkait peranan kemandirian belajar dalam menjelaskan variasi kemampuan berpikir kreatif siswa.
Desain Lembar Kerja Peserta Didik Materi Himpunan Berbasis Realistic Mathematics Education untuk Mendukung Pembelajaran Daring di Era Pandemi COVID-19 Meladia Salsabila Ulfah; Sri Rejeki
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 6 No. 1 (2022): JRPIPM SEPTEMBER 2022 VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v6n1.p32-47

Abstract

Kurangnya penggunaan bahan ajar dalam proses belajar mengajar di era pandemi COVID-19 mengakibatkan rendahnya motivasi belajar peserta didik dan menurunkan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan  untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik materi himpunan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education untuk mendukung pembelajaran daring di era pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall dengan modifikasi yang terdiri dari tujuh  tahapan, yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan produk, pengembangan produk awal, validasi produk awal, merevisi produk II, uji coba lapangan, merevisi produk II. Penelitian ini melibatkan seorang ahli media, seorang ahli materi, dan sepuluh siswa di sebuah SMP negeri di Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner. LKPD divalidasi oleh seorang ahli materi dan seorang ahli media. Selanjutnya, respon peserta didik dievaluasi untuk menentukan kelayakan dari LKPD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa LKPD berbasis Realistic Mathematics Education pada materi himpunan kelas VII untuk mendukung pembelajaran daring di era pandemi COVID-19 telah valid isi, tujuan, kesesuaian pembelajaran, teknis, desain dan sangat valid dengan total rata-rata skor yang diperoleh dari validator ahli media 3,11 dan dari ahli materi memperoleh skor rata-rata 3,50 dengan kategori sangat layak. Serta pada tahap uji coba lapangan memperoleh skor rata-rata penilaian siswa 3,49 dan dikategorikan sangat layak.

Filter by Year

2017 2025