cover
Contact Name
Candra Aditya
Contact Email
-
Phone
0341 492282
Journal Mail Official
jurnal_soliditas@widyagama.ac.id
Editorial Address
Jl Borobudur no. 35
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 26205076     EISSN : 26205068     DOI : 10.31328/js.v1i2
Core Subject : Social,
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Ipteks SOLIDITS merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada kegiatan penelitian terapan dan kegiatan pengabdian masyarakat. Lingkup bidang kegiatan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
Revitalisasi ‘Institusi-iL’ Sebagai Sarana Wahana Merdeka Belajar dan Pengabdian Masyhuri Machfudz; Bambang Siswadi
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.3534

Abstract

Tujuan awal pendirian laboratorium terpadu (integrated laboratory, iL) sebagai wahana beljara mahasiswa khusus pada komoditas horikultura bebasasis pada hidroponik. Selanjutnya saat muncul wabah covid-19 dan dengan berbagai macam perkembangan serta semangat pemerintah dalam muwujudkan berbagai program belajaran, maka dirasa pelu i-L ini diekapansi dalam berbagai bidang. Dengan keterbatasan sumberdaya yang anda, maka perlu aksi nyata untuk merespon niatan baik pemerintah dalam memanjukan generasi yang tangguh dan mandiri. Untuk itulah i-L mempunyai beberapa program guna mendukung semangat ekosistem merdeka belajar-kampus merdeka (e-MBKM). i-L diciptakan saat program dilaksanakan yang berdiri pada luas lahan 1000 m2 sebagai wahana belajar mahasiswa dalam muwujudkan program merdeka belajar. Ada 4 (empat) fihak yang memperoleh kemanfaatan pada e-MBKM adalah terwujudnya konsep ‘pentahelix’  yang melibatkan fihak UNISMA sebagai peran katalis sebesar 60% teori (scientific) yang dapat mendukung pada mata-kuliah terkait; (2) fihak i-L sebagai wahana belajar dengan model  magang melalui  learning by doing dalam rangka mewujudkan  40% pada aspek skill; fihak, kelompok sasaran pelaku ekonomi kreatif kemanfaat yang mereka terima berupa program pendampingan berupa stimulan dana usaha bergilir guna mempersiapkan kemandirian usaha pasca program berakhir; dan (4) mitra memperoleh kemanfaat dari supply komoditas hortikulturan guna mendukung kontinyuitas permintaan konsumen. Sangat disadari bahwa program ini idealis sekali, namun kekurang-kekurang dalam mewujudkan idialisme akan dipenuhi samabil berjalan dan harapannya selalu memberikan kemanfaaatkan kepada semua fihak. 
Pemanfaatan Penggunaan Fish Finder Bagi Nelayan Bubu Tradisional Desa Assilulu Agung K Henaulu; Tahir Tuasikal; Aliah Rahman; Rapiah Sarfa Marasabessy; Indra Wahyudi; Yenni Sofyan; John Waldi Ch. Karuwal; Yudhy Muhtar Latuconsina; Ferdimon Kainama; Ahmad A. Latuponu; Rina Latuconsina; Awia Conang; Tri Siwi Nasrulyati; Akbar Rumuar; Masda Tuhuteru; Abd. Samad Rumagia; Maulana Nur Fazri Angkotasan; Muhammad Ramdhani Ohorella; Rahma W. Sowakil; Sri Pitrianti Marasabessy; Kisman Ady
Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.3278

Abstract

Nelayan tradisional negeri Assilulu sering mengalami pasang surut dalam meningkatkan omset pendapatan, salah satu faktor penyebab dari permasalahan ini adalah proses awal dan akhir dari penangkapan yang masih sangat tradisional terutama pada proses penentuan lokasi tangkap dan proses pencarian keberadaan bubu. Untuk menjawab permasalahan ini maka dalam kegiatan pengabdian ini akan dibantu dalam pengadaan alat bantu deteksi ikan fish finder. Sebelum proses penyerahan alat bantu, Tim pengabdian akan melakukan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dari kegiatan. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dalam mengikuti proses pelatihan hingga pendampingan. Dari hasil uji coba proses tracking dilihat pada tingkat produktivitas proses waktu pencarian mengehmat waktu rata-rata 60% -70% sedangkan hasil tracking penentuan lokasi tangkap yang berdampak pada peningkatan hasil tangkap sebesar 39,47%
Impelementasi Pendidikan Kepada Anak (Studi Kasus Pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bengkulu) Morion Jonata; Herry Fernandes Butar Butar
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.2908

Abstract

ABSTRAKAnak memiliki peran dalam kelangsungan kehidupan manusia dan kelangsungan suatu bangsa. UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) mengatakan bahwa anak yang melakukan tindak pidana ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Anak di LPKA memiliki hak untuk memperoleh pembinaan, pelatihan, pengawasan, pendampingan, dan pendidikan.  Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Pendidikan merupakan proses mengubah sikap dan peilaku seseorang atau kelompok dengan tujuan untuk membuat manusia menjadi dewasa melalui proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana implementasi pendidikan kepada anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bengkulu. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pendidikan kepada anak di LPKA Kelas II Bengkulu telah berjalan dengan baik, dengan tujuan anak mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik, anak tetap memiliki pendidikan, dan anak memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat, serta faktor penghambat adalah sumber daya manusia (Petugas) tidak sesuai dengan keahlian/bidang serta fasilitas dan sarana pendukung yang belum sepenuhnya memadai.Kata kunci : Anak, LPKA, Pendididkan
Potensi Pengolahan Limbah Kulit Ubi Jalar Sebagai Limbah Proses Produksi Carangmas Menjadi Pakan Ternak Arief Rizki Fadhillah; Muhammad Yusuf Ardiansyah; Prambayu Candra Kirana; Serifika Setia; Niken Paramita
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i1.3585

Abstract

Eksistensi produk Carangmas atau yang dikenal juga dengan istilah Grubi di pasaran terutama di daerah Jawa masih senantiasa menjadi favorit masyarakat. Desa Sananrejo telah menjadi salah satu sentra produksi terpercaya Carangmas dari daerah Turen, Jawa Timur. Rumah Produksi Carangmas Al-Fath telah memproduksi 3,5 kwintal Ubi Jalar setiap harinya dan atas aktivitas proses produksi tersebut, terdapat limbah yang menumpuk setiap harinya. Dari penumpukan limbah tersebut, tim kami menginisiasi adanya program kerja berupa pelatihan untuk pengolahan limbah kulit ubi jalar dari limbah proses produksi carangmas menjadi pakan ternak. Metode yang dilakukan untuk program kerja tersebut adalah metode subsitusi ipteks secara teori, praktik lapangan, dan pendampingan. Dari kegiatan ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan mitra dalam mengolah limbah kulit ubi jalar menjadi tepung yang dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kemudian, limbah kulit ubi jalar memiliki potensi ekonomi yang besar dan mampu membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat di daerah sekitar proses produksi Carangmas Al-Fath Kabupaten Malang.
Redesain Pembangunan Reservoar di Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang Dafid Irawan; Riman Riman; Abdul Halim; Anis Purwaningsih
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.4078

Abstract

Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang memiliki daerah layanan 3 dusun dengan kondisi topografi yang berbukit-bukit, dimana posisi mata air lebih rendah dari posisi daerah pemukiman penduduk. Tempat penampungan air bersih atau dikenal dengan reservoar pada sistem penyediaan air bersih umumnya diperlukan untuk melayani kebutuhan desa/daerah layanan tersebut. Reservoar merupakan bangunan yang fungsinya sebagai tempat untuk penampungan air guna disalurkan ke pipa distribusi menuju rumah-rumah warga. Fungsi utama bangunan ini adalah untuk menyeimbangkan antara debit produksi dan debit pemakaian air bersih. Selain itu juga untuk menambah tekanan dan mengatur tekanan air. Reservoar di Desa Sonowangi terletak di atas bukit serta diketahui tidak aman stabilitas strukturnya yaitu terhadap sliding/kelongsoran. Sehingga perlu dilakukan redesain atau desain ulang bangunan reservoir ini. Metode redesain bangunan Reservoar Desa Sonowangi ini dilakukan dengan memperhitungkan stabilitas struktur dengan perbaikan struktural Reservoar agar tidak terjadi kasus sliding. Analisis stabilitas lereng di lokasi pekerjaan reservoar dilakukan dengan perhitungan menggunakan Software Geostudio V.12 dan analisis struktur Reservoar dilakukan dengan menggunakan Software SAP 2000. Hasil perhitungan volume reservoir Sonowangi yaitu sebesar 240 m3 dengan debit yang dialirkan sebesar 4 liter/detik. Hasil analisis redesain bangunan reservoar, didapatkan dimensi reservoar adalah 10m x 6m x 4,15m masing-masing dengan ambang bebas minimum 30 cm di atas permukaan air tertinggi dan dasar bak minimum 15 cm dari muka air terendah dengan kedalaman strouss yaitu 4 m dengan jumlah 20 buah dan diameter sebesar 25 cm.
Konsumsi Daya Baterai Electric Scooter Berbasis Solar Cell Moh. Alfian; Nurhadi Nurhadi
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.3836

Abstract

    Pengembangan kendaraan listrik saat ini masih tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi menipisnya cadangan bahan bakar fosil dunia. Namun dalam pengembangannya masih terdapat kekurangan dalam segi performa yaitu menggunakan motor DC yang memiliki kelemahan pada torsi dan kecepatan yang rendah. Selain itu desain instrument pendukungnya masih kurang praktis.    Oleh karena itu dalam penelitian ini dikembangkan skuter listrik berbasis solar cell menggunakan motor BLDC dengan keunggulan menghasilkan kecepatan dan torsi yang lebih baik. Selain itu dalam penelitian ini juga dibuat alat monitoring real-time yang praktis dan dipasang langsung pada skuter listrik. Dengan adanya pengembangan skuter listrik tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan dan waktu tempuh terhadap konsumsi daya skuter listrik.      Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan cara mengemudikan skuter listrik yang telah dirakit beserta sistem monitoringnya pada jalanan datar. Skuter listrik dikemudikan dengan rentang kecepatan 10, 15 & 20 km/h pada masing-masing waktu tempuh 10,20,30,40,50 & 60 menit. Saat pengemudian berlangsung, alat monitoring  merekam data kecepatan, set point waktu serta konsumsi daya listrik. Setelah itu rekaman data disimpan dalam memory penyimpanan alat monitoring untuk diolah lebih lanjut.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kecepatan dan waktu tempuh terhadap konsumsi daya baterai electric scooter. Berdasarkan hasil analisis grafik dan two-way ANOVA yang dilakukan, konsumsi daya baterai electric scooter berbasis solar cell tertinggi yaitu pada kecepatan 20 Km/h dengan waktu tempuh 60 menit dengan konsumsi daya sebesar 125.17 Watt, dan konsumsi daya baterai electric scooter berbasis solar cell terendah yaitu pada kecepatan 10 Km/h dengan waktu tempuh 10 menit dengan konsumsi daya sebesar 58.76 Watt.
Gaya Komunikasi Petugas Dalam Pembinaan Andikpas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tomohon Jonathan Prima M; Herry Fernandes Butar Butar
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.2969

Abstract

Maraknya kasus anak dengan tindak pidana, baik itu anak sebagai korban kejahatan ataupun anak sebagai pelaku menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Anak yang seharunya menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya malah memberikan rasa kecewa bagi orang disekitarnya serta merugikan masa depan mereka sendiri atas perbuatannya yang melanggar hukum. Dalam kasus ini, komunikasi menjadi salah satu jembatan yang berperan penting bagi petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan pembinaan terhadap anak dengan kasus tindakan pidana atau Andikpas. Pada penelitian ini, mengkaji tentang gaya komunikasi yang dilakukan petugas kepada Andikpas di LPKA Kelas II Tomohon dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan metode wawancara dan observasi. Pada pembinaan yang dilakukan  oleh petugas tentunya dipengaruhi oleh adanya gaya komunikasi, dimana dalam prakteknya, komunikasi yang dilakukan oleh petugas terdiri dari lima gaya komunikasi diantaranya the controling style, the equalitarian style, the structuring style, the dinamic style dan relinguishing style. Komunikasi yang dijalani oleh petugas dengan Andikpas juga tidaklah mudah. Ditemui beberapa hambatan yang dapat mempengaruhi berjalannya proses pembinaan yang dilakukan. Namun, dari beberapa gaya komunikasi tersebut, keterampilan petugas pemasyarakatan juga diperlukan agar nantinya komunikasi dan pesan yang ingin mereka sampaikan bisa mencapai tujuan dengan lebih maksimal dan menumbuhkan bonding antara Andikpas dengan petugas sehingga mereka komunikasi dua arah dapat terjalin secara lebih terbuka.
Pengupas Buah Durian Model Paku Tekan Bagi Wisata Petik Durian Desa Permanu Kabupaten Malang Wahju Wulandari; Yohanes Bayu Pramono; Afif Jauhar; Albertus Niko Kristian
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.4072

Abstract

Potensi wisata petik durian milik Bapak Hadi di dusun Blau Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, salah satu obyek wisata yang diminati masyarakat baik dari dalam dan luar Malang Raya. Tempat wisata ini menyediakan beberapa jenis tanaman buah durian yaitu: Bawor, Musang King, Montong. Wisata ini, sudah banyak pesaingnya antara lain : Kebun Durian Abah Anton, Durian Batu, Wisata Petik Durian Wagir, Kebun Durian Tirtoyudo, dan Kebun Durian Pakisaji. Persaingan yang ketat membuat usaha ini menjadi unggul jika memiliki keunikan dalam kecepatan pelayanan. Pesaing usaha, untuk mengupas buah durian masih menggunakan pisau, parang, bahkan ada yang diinjak dengan kaki. Kondisi ini bisa melukai tangan dan kaki karena ketusuk duri buah durian, tangan kejepit, pisau bisa melukai tangan, waktu ngupas lama dan kadang kulit buah mengelupas. Tujuan pengabdian ini, membuat alat pengupas buah durian dengan model paku tekan. Metode pelaksanaan pengabdian ini dengan cara: (1). Bekerjasama dengan mitra untuk menyelesaikan persoalan mengupas buah durian; (2). Membuat disain alat; (3). Proses pembuatan alat; (4). Uji coba alat bersama mitra; (5). Menghitung efisiensi dan pemeliharaan alat. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah berupa alat paku tekan untuk mengupas buah durian. Model alat paku tekan membuat buah durian lebih mudah dikupas, bisa di setel untuk menyesuaikan besar-kecilnya buah durian, sekali tekan buah durian bisa langsung kebelah dan daging buahnya tidak sobek. Alat paku tekan sebuah keunikan untuk mengupas durian, lebih cepat, aman, dan salah satu bentuk kepedulian mitra dalam melayani pengunjung untuk menikmati buah durian, sehingga membuat pengunjung menjadi lebih puas. Efisiensi penggunaan alat paku tekan dihitung dari hasil percobaan yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan rata-rata waktu sebanyak 51.1 detik. Kondisi ini memperlihatkan kalau alat ini cepat bisa dipakai oleh siapapun dan hasil buah 100% utuh. Pemeliharaan alat cukup dicuci dengan mudah, karena alat dibuah tidak mudah berkarat.
Peningkatan Produktifitas Pemakaian Alat Roasting Kopi Kulit Bubuk Desa Slamparejo Kabupaten Malang Sodik Sodik; Wahju Wulandari; Muhammad Ilman Nur Sasongko
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.4079

Abstract

Desa Slampar Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, sebuah desa yang sebagian besar penduduknya mempunyai pekerjaan sebagai peternak sapi dan bertani atau bekerja di kebun. Penduduk desa banyak yang menanam kopi jenis arabika, kopi arabika menjadi pilihan karena aroma dan rasanya dianggap enak. Ibu Siti Khoiriyah sebagai mitra dalam pengabdian masyarakat ini mempunyai usaha mengolah kopi bubuk kulit. Proses pengolahan kopi bubuk kulit masih tradisional dan berbeda dengan pada umumnya, karena kopi arabika yang diolah menjadi kopi bubuk di sangrai beserta kulit kopi dengan abu tanah atau pasir, setelah itu baru di sangrai lagi untuk menghilangkan debu dengan alat sangrai dari tong bekas. Tujuan pengabdian ini, untuk mengkoreksi alat sangrai untuk menghilangkan abu sebelum kopi akan di giling. Hal ini dilakukan agar hasil kopi bubuk kulit lebih layak dan heiginis. Metode pelaksanaan melalui beberapa tahapan yaitu: diskusi dengan mitra untuk penyelesaian masalah alat sangrai yang diinginkan; membuatkan desain alat sangrai manual; membuat alat ke bengkel; melakukan uji coba alat; menghitung efisiensi alat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat antara lain: alat sangrai dibuat sesuai dengan kebutuhan produksi yaitu sebayak 10 kg. Pemakaian gas LPG lebih irit, sebelumnya dalam satu bulan untuk 12 kali  produksi dibutuhkan gas LPG sebanyak 2 tabung, setelah menggunakan alat sangrai roasting dari steinless hanya 1 tabung saja. Hasil sangrai kopi kulit lebih rata dan waktu yang diperlukan lebih cepat, semula untuk 10 kg kopi perlu waktu 1 jam, sekarang bisa 1/2 jam saja. 
Pengurangan Kadar Gas Buang Mesin Bensin 4 Silinder Dengan Metode Campuran Octane Booster Reza Setiawan; Listiyono Listiyono
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v5i2.4052

Abstract

Kebutuhan manusia terhadap bahan bakar setiap tahunnya sangatlah bertambah banyak, termasuk juga emisi gas buang yang di hasilkan .Tujuan dalam penelitian ini sebagai penentu dalam mengurangi emisi gas buang yang di hasilkan dari kendaraan bermotor. Cara ini dapat mengurangi polusi udara sehingga udara yang dihirup tidak terlalu bahaya bagi kesehatan. Metode penelitian yang di gunakan merupakan metode exprimen dengan pengolahan data menggunakan duo factorial yang mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang di tentukan. Penambahan Octane booster cair kedalam bahan bakar shell super berpengaruh terhadap nilai emisi gas buang HC,CO dan CO2 pada kendaraan Innova. kesimpulan bahwa dengan campuran sebanyak 2,5% meghasilkan gas HC terendah dan yang tertinggi di hasilkan oleh campuran 1,6%. Kadar emisi gas buang CO dengan campuran 2,5% menghasilkan gas CO yang terendah dan campuran 1,6% octane booster menghasilkan CO tertinggi. Kadar emisi gas CO2 yang terkecil dihasilkan oleh bahan bakar shell super murni tanpa campuran sedangkan CO2 terbesar dihasilkan oleh campuran 3% octane booster cair.

Page 10 of 20 | Total Record : 191