cover
Contact Name
Amda Resdiar
Contact Email
agroteklestari@utu.ac.id
Phone
+6282277483839
Journal Mail Official
agroteklestari@utu.ac.id
Editorial Address
REDAKTUR JURNAL AGROTEK LESTARI JALAN ALUE PEUNYARENG PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN KAMPUS UNIVERSITAS TEUKU UMAR KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT 23615
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrotek Lestari
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 24774790     EISSN : 27218945     DOI : https://doi.org/10.35308
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Lestari (JAL) merupakan media publikasi ilmiah yang membahas isu aktual di bidang agroteknologi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan Ilmu Agronomi dan Produksi Tanaman, Ilmu Tanah, dan Proteksi Tanaman. Jurnal Agrotek Lestari terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober mulai tahun 2015.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022): April" : 12 Documents clear
Pengaruh berbagai Pembungkus Media Cangkok terhadap Keberhasilan Pencangkokan Tanaman Sawo (Manilkara zapota L.) Khusnul Khotimah; Hendri Sahputra; Dewi Junita; Muhammad Jalil
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.4915

Abstract

Peningkatan produksi tanaman sawo dapat dilakukan dengan penggunaan bibit yang berkualitas. Perbanyakan bibit berkualitas dapat dilakukan dengan cara pencangkokan dengan menggunakan berbagai jenis pembungkus yang mampu menjaga kelembapan pada media tanah. Perbanyakan secara cangkok dapat digunakan karena memiliki keunggulan menghasilkan tanaman yang mempunyai sifat sama dengan induknya dan tanaman hasil pencangkokan lebih cepat berbuah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pembungkus media cangkok terhadap keberhasilan pencagkokan tanaman sawo. Penelitian ini dilaksanakan di kebun buah UPTD. Balai Benih Hortikultura Tanaman Pangan dan Perkebunan (BBHTPP) unit Saree, Aceh Besar dari bulan Agustus-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dengan menggunakan plastik bening, sabut kelapa dan polybag dari setiap perlakuan terdapat 3 ulangan, jumlah keseluruhan terdapat 9 cangkok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencangkokan dengan menggunakan wadah pembungkus polybag menghasilkan panjang akar rata-rata lebih tinggi 8,40 cm pada jumlah akar dengan rata-rata yaitu 4,67. Pencangkokan dengan menggunakan wadah pembungkus sabut plastik bening menghasilkan rata-rata panjang akar 4,07 cm dengan rata-rata jumlah 7,33. Sedangkan Pencangkokan dengan menggunakan wadah pembungkus sabut kelapa menghasilkan rata-rata panjang akar yaitu  2,98 cm dan rata-rata jumlah akar 3,33.
Inventarisasi Penyakit Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum l.) di Kebun Warga Gampong Suak Raya Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Adhitya Dwi Prasetyo; Agustinur Agustinur
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.5293

Abstract

Chili (Capsicum annum L.) is one of the commodities that are needed by the community. One attempt to fulfill the necessary of household chili is by planting in the garden or vacant land. The the problem with chili plants grown in the village garden of Suak Raya is disease attacks that reduce chili productivity. This research was conducted to take an inventory of diseases that attack chili plants in the village of Suak Raya. The research was conducted using the observation method and direct sampling in the field. Identification of the disease is conducted by observing all parts of the plant that show abnormal symptoms. Sampling locations were carried out in two areas of red chili plantations in the village of Suak Raya. Garden 1 with an area of 50x80 m and garden 2 with an area of 30x52 m. Based on the results of observations obtained three types of diseases that attack chili plants in the village of Suak Raya, namely Yellow leaf disease, Fusarium wilt and brown spot.
Pengaruh pupuk hijau kerinyuh dan poc nasi basi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam Feni Fitria; Amda Resdiar; Nana Ariska
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.4923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peengaruh Pupuk hijau Kerinyuh dan POC Nasi Basi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Babul Kecamatan Simeulue Barat . Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan November 2021 sampai selesai. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: cangkul, meteran, kamera, kalkulator, gembor, timbangan, alat tulis, gunting, biji bayam, POC daun kriuk dan nasi basi, air dan tanah. Penelitian  ini  menggunakan  rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah  pupuk kerinyuh yang  terdiri  dari  3  taraf perlakuan  K0  (kotrol),  K1  ( pupuk kerinyuh 900 g/polybag), dan K2 (pupuk kerinyuh 1800 g/polybag). Faktor kedua adalah terdiri atas 3 taraf perlakuan poc nasi basi N0 (kontrol), N1 (75 ml/L) N2 (100 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari Hasil parameter yang diamati penelitian ini ternyata pupuk hijau kerinyuh dan poc  nasi basi  berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam.
Interaksi Genotipe dan P60 terhadap Karakter Kuantitatif Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Siti Hafsah; Syamsuddin Syamsuddin; Nur Azizah Dly; Firdaus Firdaus
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.5355

Abstract

This study was to identify the interaction of several genotypes and the concentration of P60 on the quantitative characters  of large chili peppers and to determine the correlation between these two factors. This study used a 3x4 factorial randomized block design with 3 replications. The first factor is the genotype of large chili consisting of 3 levels, namely G1 : F7 Gada, G2 : Anies and G3 : Seloka 4-10-2-2. While the second factor is the concentration of P60 (K) consisting of 4 levels, namely K0 : 0%, K1 : 0,6%, K2 : 1,2% and K3 : 1,8%. Parameters observed were plant height at 30 DAP, stem diameter at 30 DAP, number of productive branches at 30 DAP, dichotomous height at 30 DAP, flowering age, number of fruit per plant, length per fruit, diameter per fruit, weight per fruit, thickness. Meat per fruit and yield potential. The results showed that there was an interaction between several genotypes pf large chili and the concentration of P60 which had a significant effect on the number of productive branches aged 30 DAP. The best treatment combination was found in the Seloka 4-10-2-2 treatment with a P60 concentration of 1,2%.Key words : Genotypes, Large Chili , Pseudomonas fluorescens, productive, Anies
Persepsi Petani tentang Penggunaan Pestisida di Desa Babul Makmur Kecamatan Simeulue Barat Yofi Sarina Dewi; Sumeinika Fitria Lizmah; Amda Resdiar; Chairuddin Chairuddin
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.4731

Abstract

Sekarang ini, penggunaan pestisida marak digunakan oleh banyak orang karena pestisida memiliki peranan yang sangat penting dalam membasmi hama dan penyakit tanaman. Selain itu, pestisida dianggap efektif digunakan dan secara ekonomis menguntungkan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat presepsi petani di Desa Babul Makmur tentang cara penggunaan pestisida yang baik dan benar serta untuk melihat sejauh mana pengetahuan petani di Desa Babul Makmur. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 November 2021 sampai dengan selesai di Desa Babul Makmur, Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, yaitu mewawancarai 50 petani sebagai responden. Adapun teknik wawancara dengan menggunakan kuisioner. Hasil yang diperoleh adalah persepsi risiko pestisida bahwa 100% petani setuju jika organisme pengganggu tanaman (OPT) menyerang tanaman seperti padi, cabai, bawang merah, dan sayuran. Kemudian, persepsi petani terhadap harga pestisida menunjukkan bahwa 98% petani mengatakan harga pestisida mahal atau tidak tergantung jenis pestisida. Persepsi petani tentang penggunaan pestisida menunjukkan bahwa 100% petani setuju untuk menggunakan pestisida dengan baik dan benar, petani juga setuju bahwa saat menggunakan pestisida harus menggunakan alat pelindung diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisis dengan menggunakan metode skala likert diketahui persepsi petani sangat baik tentang pestisida, baik cara kerjanya, risiko, maupun jenis pestisida itu sendiri.
Uji Efektivitas Pupuk Kompos Program CSR PT MIFA Bersaudara Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipeomea Reptans Poir) Teuku Masrizal; nana ariska; Muhammad Afrillah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.5195

Abstract

The CSR program which is based on Government Regulation Number 47 of 2012 concerning Social and Environmental Responsibility of Limited Liability Companies has done a lot of research, one of which is testing compost fertilizer on the growth and yield of land spinach. Kangkung land (Ipomoea reptans Poir) is a type of vegetable that is already known by all levels of Indonesian society, water spinach is a short-lived plant, which contains quite high nutrients. The experimental design that will be used in this study is a 4 x 1 non-factorial randomized block design (RAK), with 3 replications, so there are 12 treatment combinations. The factors to be investigated are: The effect of compost fertilizer (K) consists of 4 levels, namely: Control K0 (without fertilizer) K1 3kg/block (1kg/polybag) K2 4kg/block (1.3kg/polybag) K3 5kg/block ( 1.6 kg/polybag). Parameters observed were plant height, number of leaves (strands), number of petioles, and stem length. the results showed that the best plant height was found in the K3 treatment. on the number of leaves, the highest value was found in the K3 treatment, namely compost 5kg/block (1.6kg/polybag) treatment (K3) which was significantly different from K0 and K1 treatments, but not significantly different from (K2). on the leaf length parameter the best value was found in the K3 treatment which was significantly different from K0 (control), but not significantly different from the K1, and K2 treatments. , (strands) and the highest leaf length were found in the K3 5kg/block (1.6kg/polybag) treatment which was significantly different from the other treatments.Keywords: compost, CSR program, land kale
Karakteristik Sifat Tanah pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di DAS Meureubo, Provinsi Aceh, Indonesia Iwandikasyah Putra; Jekki Irawan; Muhammad Jalil; Sufardi Sufardi; Teuku Alvisyahrin
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.5359

Abstract

Alih fungsi lahan pada berbagai tipe penggunaan lahan yang kurang bijaksana menyebabkan perubahan karakteristik sifat tanah pada DAS Meureubo Provinsi Aceh.   Penelitian ini menggunakan metode parametrik USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan pendekatan survei deskriptif melalui observasi lapangan serta pemanfaatan data-data spasial dan studi literasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan memunculkan nilai kehilangan tanah TBE (Tingkat Bahaya Erosi) aktual kelas V kategori sangat berat meliputi; SPL (Satuan Peta Lahan) 5, 12, dan 16.  Nilai TBE aktual kelas IV dengan katagori berat terjadi pada SPL 2, 6, 7, 10, dan 13. Nilai TBE aktual Kelas III dengan katagori sedang terjadi pada SPL 3, 4, 8, 9, 14, 17, dan 20, sedangkan SPL 1, 18, 19, 21 dan 11, 15 katagori tidak berbahaya yaitu sangat ringan sampai ringan. Nilai TBE aktual ini dipengaruhi oleh nilai konservasi dan pengelolaan tanaman (CP) yang tinggi.  Nilai TBE potensial kategori berat sampai sangat berat, sedangkan nilai ancaman erosi IBE (Indek Bahaya Erosi) pada masing-masing SPL masuk dalam kategori sangat tinggi.  Tingginya nilai TBE aktual pada SPL 5 dan 12 disebabkan oleh penggunaan lahan pertanian lahan kering dengan nilai erosi 36 kali lebih besar dibandingkan dengan macam tutupan lahan berupa belukar pada DAS Meureubo Provinsi Aceh pada kelerangan lahan 25 - 45 % dan >45%.  Agar nilai TBE aktual, TBE potensial dan Nilai IBE yaitu dapat ditekan dengan melakukan perbaikan terhadap lahan-lahan yang terlanjur rusak akibat alih fungsi lahan dan illegal logging. Diperlukan tindakan konservasi terhadap lahan, seperti menjaga tanaman penutup tanah dengan deforestasi berbasis manajemen pengelolaan lahan secara lestari, di samping itu pendekatan secara mekanik seperti teras bangku pada lahan yang agak curam sampai curam, serta perlu adanya regulasi berupa peraturan dari pemerintah secara fokus dan konsisten berbasis pemantauan, serta adanya usaha mengembalikan fungsi hutan dengan menghutankan kembali daerah yang berstatus hutan secara undang-undang di DAS Meureubo Provinsi Aceh
Respon Pertumbuhan Stek Tanaman Jeruk Lemon (Citrus Limon) terhadap Konsentrasi dan Lama Perendaman Zat Pengatur Tumbuh Sintetis Refrian Adil Wijaya; Dewi Fithria; Dewi Junita; Hendri Sahputra
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.4852

Abstract

The study used a Randomized Design Group (RAL) with 2 factors, the first factor being an organic ZPT(Z) with The standards are: Z0 (control), Z1 (150mg/l). ), Z2 (200mg/l), Z3 (250mg/l). ). Immersion time (P) with 3 levels namely P1 (2 hours), P2 (3 hours), P3 (4clock). There are 12 combinations of treatments that are repeated 3 times resulting in 36 experimental units. Experimental data is analyzed using variance analysis (ANOVA) and continued with real different tests (BNJ). The parameters observed in this study were: number of buds, height of buds, number of leaves, number of roots and length of roots. The results showed that the concentration of ZPT had a big effect on all parameters, because the length of immersion had a real effect on the parameters of the number of shoots and the length of the shoots, while on the parameters of the number of shoots and the length of the shoots. Shoots have a real effect, the leaves, the number of roots and the length of the roots have no real effect on all ages.Keywords: ZPT, Old Immersion, Lemon Cuttings Growth.
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung (Zea mays L.) Roswita Oesman; Rahmaniah Rahmaniah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.5200

Abstract

Kebutuhan jagung di Indonesia saat ini cukup besar oleh karena konsumsi jagung terbesar untuk pangan dan industri pakan ternak. Secara garis besar jagung dikelompokkan sebagai bahan pangan, bahan pakan ternak dan bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk organik cair dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung (Zea Mays L). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Pemberian pupuk Organik Cair (N) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : N0= 0 ml/liter air (tanpa pupuk Organik Cair), N1= 1 ml/liter air pupuk Organik Cair, N2= 2 ml/liter air pupuk Organik Cair. Faktor Kedua adalah pemberian pupuk NPK (P) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : P0= tanpa pupuk NPK, P1= 1g/tanaman pupuk NPK dan P2= 2 g/tanaman pupuk NPK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 2 (mst) dan 6 (mst) tetapi berpengaruh nyata pada umur 4 mst. Berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah helai daun pada umur 2 (mst), 4 (mst) dan 6 (mst). Berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang (mm) pada umur 2 (mst), 4 (mst), 6 (mst). Pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 (mst), 4 (mst) tetapi tidak berpengaruh nyata untuk umur 6 (mst). Jumlah daun (helai) tidak berpengaruh nyata 2 (mst), 4 (mst), 6 (mst). Diameter batang (mm) berpengaruh nyata pada umur 2 (mst), 6 (mst) dan tidak berpengaruh nyata pada umur 4 (mst). Kata Kunci : Jagung, Organik Cair, NPK
Komposisi, Struktur dan Cadangan Karbon pada Agroforestri Kopi Arabika di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Maulidil Fajri; Nurheni Wijayanto; Iwan Hilwan
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i1.5377

Abstract

Carbon stocks indicates the amount of CO2 that is absorbed and stored in plant biomass coffee, shade trees, undergrowth and litter. Objective research is to analyze the species composition and structure of vegetation and determine the amount of biomass, carbon stocks and CO2 uptake aboveground part in both types of coffee agroforestry with non-destructive methods, using allometric equation, in Central Aceh district. The location of the plot was determined by purposive sampling based on the representation of stands. The dominant value of a species in plants is calculated using the important value index (INP). The composition of agroforestry constituents consisted of 34 species, of which 15 species were found in simple agroforestry and 19 species in complex agroforestry. The horizontal structure of agroforestry consists of 5 diameter classes, with vegetation density decreasing continuously in the number of individuals. Carbon stocks agoforestri types of coffee in a simple decrease with an increase in diameter <10 cm and 10-19.99 cm and the complex agroforestry increases. The highest non-coffee carbon reserves are found at growth rates of 10-19.99 cm in simple agroforestry. The total component of the amount of biomass in simple agroforestry (159. 56 tons ha-1) is greater than the agroforestry complex (142.00 tons ha-1). Total CO2 uptake in both types of agroforestry was (520.16 tonsCO2 ha-1). Total CO2 uptake in simple agroforestry (275.22 tonsCO2 ha-1) was greater than in complex agroforestry (244.94 tonCO2 ha-1).Keywords: arabica coffee, agroforestry, carbon stocks and composition of vegetation

Page 1 of 2 | Total Record : 12