cover
Contact Name
Rachmat Faisal Syamsu
Contact Email
rachmatfaisal.syamsu@umi.ac.id
Phone
+6285242150099
Journal Mail Official
medicaljournal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.05 (Kampus II UMI), Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UMI Medical Journal
ISSN : 25484079     EISSN : 26857561     DOI : -
Umi Medical Journal (UMEDJ) is a field of health in the broadest sense such as medicine, public health, nursing, midwifery, pharmacy, health psychology, nutrition, biomedical sciences.
Articles 161 Documents
Penggunaan Laser CO2 Pada Penderita Kondiloma Akuminata Perianal dan HIV Sitti Musafirah Arif; Andi Amal A Makmur; Yanti Leman
UMI Medical Journal Vol 6 No 1 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i1.137

Abstract

Latar Belakang: Kondiloma Akuminata (KA) atau venereal warts adalah infeksi menular seksual (IMS) disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) berbentuk papilomatosis, permukaan verukosa mengenai kulit dan mukosa. Lesi terdapat didaerah kelamin dan atau anus. Infeksi oleh HPV adalah IMS paling umum di seluruh dunia, mengenai 9 hingga 13 persen dari populasi umum yang terinfeksi. Di Indonesia, angka kejadian KA bervariasi, tetapi lebih banyak menunjukkan KA sebagai angka paling tinggi diantara IMS lain. Infeksi Menular Seksual dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebaran infeksi oleh HIV, dan infeksi HIV juga memungkinkan peningkatan prevalensi terjadinya IMS. Infeksi HIV menjadi faktor resiko terjadinya penularan KA. Faktor risiko lain termasuk riwayat kontak seksual berganti pasangan, kontak seksual dengan sesama jenis, dan infeksi menular seksual lainnya. Hasil: Dilaporkan pasien laki-laki 39 tahun, pekerja swasta, belum menikah, dengan keluhan benjolan kecil diperianal, kadang gatal, dialami sebulan sebelumnya. Pasien terkonfirmasi HIV dan mengkonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) 3 bulan sebelumnya. Pemeriksaan fisik ditemukan papul dan nodul, permukaan verukosa, batas tegas, konsistensi padat. Uji acetowhite menunjukan hasil positif. Pernah dilakukan terapi tinktura podofillin, tetapi tidak memberikan perbaikan. Dilakukan terapi bedah laser CO2 dan didapatkan respons yang baik. Kesimpulan: Salah satu modalitas terapi yang aman dan memberikan respon perbaikan cepat bagi penderita KA dan HIV adalah dengan laser CO2
Asupan Nutrisi Mikro Pada Penderita Tuberkulosis dari Beberapa Ekstrak Tanaman Rachmat Faisal Syamsu; Siska Nuryanti; Ayu Ulfiah Azis
UMI Medical Journal Vol 6 No 1 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i1.139

Abstract

Menurut Kemenkes 2016 Indonesia memiliki jumlah pasien TB yang ternotifikasi berjumlah 324.539 orang Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycrobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.Orang yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis akan mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gangguan tersebut jika bertambah berat akan menyebabkan penurunan status gizi yang ditandai dengan berkurangnya asupan makanan. Status gizi yang rendah dan ketidakmampuan meningkatkan berat badan selama terapi berkaitan erat dengan resiko kematian, terjadinya TB kambuhan, respon terapi yang tidak adekuat, beratnya penyakit TB dan atau adanya penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh penderita tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian ini, adapun kesimpulannya adalah beberapa nutrisi mikro untuk penderita tuberkulosis adalah retinol, vitamin D, vitamin E, zink, dan selenium yang banyak terdapat di buah-buahan dan sayur-sayuran, serta senyawa- senyawa aktif yang terdapat dalam bagian-bagian tanaman seperti, alkaloid, flavonoid, terpenoid dan steroid.
Hubungan Obesitas dan Stress Oksidatif Zulfah Midah; Fajriansyah Fajriansyah; Armanto Makmun; Rasfahyana Rasfahyana
UMI Medical Journal Vol 6 No 1 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i1.140

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar manusia dewasa berusia diatas 18 tahun menderita kelebihan berat badan dan >650 juta diantaranya menderita obesitas. Menurut hasil riset kesehatan dasar atau Riskesdas 2018 tingkat obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat menjadi 21,8 persen. Prevalensi ini meningkat dari hasil Riskesdas 2013 yang menyebut bahwa angka obesitas di Indonesia hanya mencapai 14,8 persen. Hasil: Obesitas dapat menimbukan keadaan yang dinamakan stres oksidatif yaitu merupakan keadaan dimana terjadi peningkatan radikal bebas yang tidak diimbangi oleh peningkatan antioksidan di dalam tubuh. Terdapat beberapa kondisi pada obesitas yang dapat memicu stress oksidatif, diantaranya: Hiperglikemik, hiperlipidemia, chronic low grade inflammation, hiperleptinemia, peningkatan aktifitas otot, dan disfungsi endotelial. Kesimpulan: Stres oksidatif pada obesitas menyebabkan kerusakan sel yang memegang peranan penting dalam pathogenesis penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus, kanker, dan proses penuaan
COVID-19 pada Pasien Myasthenia Gravis Rahim, Harpandi; Hisbullah, Hisbullah; Arif, Syafri Kamsul; Muchtar, Faisal
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.144

Abstract

Coronavirus disease (COVID-19) telah menjadi pandemi global dalam waktu singkat. Selama pandemi ini, terdapat peningkatan resiko eksaserbasi pada pasien dengan myasthenia gravis. Angka morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi terlihat di antara orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta dan defisiensi imunologis. Agen imunosupresi, respons imun yang tidak teratur, dan kelemahan otot pernapasan adalah beberapa kemungkinan etiologi yang dapat meningkatkan keparahan hasil yang terkait dengan COVID-19. Kasus awal Myasthenia Gravis (MG) dengan COVID-19 simultan menunjukkan hasil yang bervariasi dengan potensi eksaserbasi berbahaya. Sedikit yang diketahui tentang hubungan antara dua penyakit. Di sini, kami berharap dapat menggambarkan prognosis COVID-19 pada pasien MG bersama dengan fitur yang sama dari kedua penyakit tersebut dan mendiskusikan pendekatan terapeutik untuk memaksimalkan hasil untuk populasi pasien khusus ini.
Hubungan Antara Kadar Albumin Serum dan Tingkat Kecukupan Protein Ibu Hamil Asrini Safitri; Sri Wahyuni Gayatri
UMI Medical Journal Vol 7 No 1 (2022): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v7i1.145

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi yang sering dialami oleh ibu hamil adalah Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia gizi. KEK pada saat hamil akan menghambat pertumbuhan janin sehingga menimbulkan resiko Berat Badan Lahir Rendah.Salah satu parameter untuk menentukan KEK pada ibu hamil adalah dengan melakukan pemeriksaan albumin. Rendahnya protein yang dikonsumsi selama masa kehamilan sebagai penyebab terjadinya gangguan gizi dapat dilihat dari kadar albumin darah ibu hamil. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara kadar albumin serum terhadap tingkat kecukupan protein pada ibu hamil. Metode: Metode penelitian adalah penelitian prospektif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Ada 82,6%kadar albumin kurang dan 17,4% kadar albumin normal.Pada Tingkat Kecukupan Protein ada 13% sangat kurang, 50% kurang,21,7% normal dan 15,2% lebih. Pada nilai chi-square tingkat signifikansi sebesar 0,000.Sehingga terdapat hubungan antara kadar albumin serum terhadap tingkat kecukupan protein pada ibu hamil Kesimpulan:Tingkat kecukupan protein yang rendah dikonsumsi membuat kadar albumin serum menjadi rendah pula pada ibu hamil.
Tatalaksana Neuroleptik Malignant Syndrome di Intensif Care Unit Dengan Impending Organ Failure Fadrial, Andi Muhammad; Muchtar, Faisal; Rum, Muhammad; Hisbullah, Hisbullah
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.147

Abstract

Neuroleptic Malignant Syndrome adalah sebuah sindrom khas dan merupakan komplikasi pengobatan antipsikotik yang mengancam jiwa. Neuroleptic Malignant Syndrome memberikan gambaran klinis seperti rigiditas, hipertermia, dan perubahan status mental. Morbiditas dan mortalitas pada Neuroleptic Malignant Syndrome sering akibat sekunder dari komplikasi jantung, paru-paru dan ginjal sehingga diperlukan perawatan intensif. Penatalaksanaan Neuroleptic Malignant Syndrome adalah menghentikan semua antipsikotik dan melakukan terapi suportif. Prognosis pasien Neuroleptic Malignant Syndrome akan mengalami perbaikan gejala dalam waktu dua minggu dan beberapa pasien sembuh tanpa gejala sisa neurologis. Telah dilakukan perawatan terhadap pasien perempuan usia 21 tahun dengan Neuroleptic Malignant Syndrome. Selama di ICU pasien mengalami demam, kekakuan otot, tremor dan mioglobinuria. Perawatan yang dilakukan berupa monitoring pernafasan, monitoring hemodinamik, dan terapi supportif. Selama perawatan di ICU kondisi pasien cenderung membaik dan kembali ke bangsal setelah perawatan hari ke sebelas. Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah mengetahui pentingnya tatalaksana yang tepat pada pasien Neuroleptic Malignant Syndrome sehingga dapat menghindari kerusakan organ yang berat dan irreversible di ICU.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai pada Ibu Nifas terhadap Kelancaran Produksi ASI di Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten Pangkep Sari, Lili Purnama; Marbun, Uliarta
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.151

Abstract

Produksi ASI merupakan hal yang sangat berpengaruh pada jumlah pengeluaran ASI sejak bayi lahir. Faktor yang memengaruhi pembentukan dan produksi ASI antara lain factor makanan ibu, isapan bayi, frekuensi menyusui. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Metode Penelitian menggunakan experiment dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sampel sebanyak 30 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji statistik Uji wilcoxon Sign Rank Test. Hasil analisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap produksi ASI pada ibu nifas diperoleh nilai ρ = 0,000 berarti ada pengaruh Pemberian Susu KedelaiterhadapProduksi ASI pada ibu nifas. Implikasi penelitian: kenaikan jumlah produksi ASI dalam 2 minggumengkonsumsi susu kedelai
High Flow Nasal Canula (HFNC) In COVID-19 Associated Acute Respiratory Distress Syndrome (CARDS) faisal sommeng; Syafri K. Arif; Hisbullah Hisbullah; Muhammad Rum
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.159

Abstract

Latar Belakang: Pasien Covid-19 related Acute Respiratory Distress Syndrome (CARDS) dengan gejala ARDS sedang hingga berat memerlukan Invasive mechanical ventilation (IMV) dan memiliki prognosis yang buruk dengan angka ARDS sekitar 75% serta 63% menerima Invasive mechanical ventilation (IMV) dengan tingkat kematian 59%. Tingginya angka kematian pasien CARDS mendapat terapi invasive mechanical ventilation (IMV) menyebabkan para praktisi kesehatan berusaha untuk menunda intubasi dan ventilasi mekanik secara dini sehingga Non Invasive Ventilation Mechanic (NIV), CPAP dan HFNC menjadi alternatif terapi dalam penanganan CARDS. Kasus: Perempuan usia 49 tahun, masuk ICU dengan diagnosa POH-4 Craniectomy evakuasi tumor sphenoid, Sepsis Syok dan Covid-19 terkonfirmasi. Pada pemeriksaan didapatkan hipoksemia dengan ARDS berat P/F ratio 112.1 mmHg dan gambaran pneumonia dextra dan efusi pleura dextra. Sebelum pindah ke ICU Covid, pasien mendapatkan terapi HFNC FiO2 40% dengan flow 35 L/menit, RR 25, Saturasi 95%, ROX index 9,5. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Wbc : 7.800/L, Hb: 8,1mg/dl, Plt : 131.000/mm3, Bilirubin total 1,3 mg/dl, bilirubin direct 0,83 mg/dl, Na/K/cl : 143/2,9/111, Procalcitonin : 11.2. Kesimpulan:. Terapi oksigen dengan HFNC pada CARDS sedang sampai berat menjadi pilihan bijaksana dimana terapi HFNC dapat menunda intubasi dan IMV dengan outcome yang baik. Sebagaimana Surviving Sepsis/Society of Critical Care Medicine merekomendasikan HFNC sebagai pendekatan lini pertama.
Uji Aktivitas Bakteri Salmonella Thypii pada Sayuran Lalapan Kemangi (Ocimum Sanctum L) Secara In Vitro Munawir, Andi Muhammad; Basir, Anastasia
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.167

Abstract

Keamanan pangan menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena konsumsi pangan yang tercemar oleh mikroorganisme atau bahan kimia yang dapat menyebabkan suatu penyakit yang disebut foodborne disease. Daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya Salmonella typhii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Salmonella typhii pada sayuran lalapan kemangi (Ocimum sanctum L) menggunakan pengujian Biokimia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan eksperimental dengan teknik Probability sampling berjumlah 10 sampel pada 10 lokasi berbeda di pasar Kota Makassar, dilakukan dengan identifikasi bakteri menggunakan medium selektif, kemudian isolasi bakteri dengan medium SSA dan medium NA, kemudian dilakukan uji Biokimia kemudian dilakukan pewarnaan gram. Sampel yang teridentifikasi bakteri Salmonella typhii dilakukan uji daya hambat dengan medium MHA dan antibiotik, selanjutnya dilakukan pengukuran zona hambat yang terbentuk dengan menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel dengan kode S1-S10, didapatkan pada sampel S1 terdapat bakteri Salmonella typhii. Kesimpulan bahwa terdapat bakteri Salmonella typhii pada sayuran lalapan kemangi yang diambil di pasar Kota Makassar.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Hiperbilirubinemia di Rumah Sakit Wilayah Kota Makassar Periode Januari-Desember Tahun 2018 jaya, Akbar akbar; Saharuddin, Saharuddin; Fauziah, Henny
UMI Medical Journal Vol 6 No 2 (2021): Umi Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v6i2.168

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah berat badan lahir rendah kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Sedangkan hiperbilirubinemia merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar bilirubin (≥10 mg/dL) di dalam jaringan ekstravaskular sehingga tampak kuning pada konjungtiva, kulit, dan mukosa. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu sebanyak 400 sampel yang terbagi atas 200 sampel dari masing masing rumah sakit. Berdasarkan analisis pearson chi-square merupakan uji yang dilakukan pada penelitian ini, uji ini bertujuan mencari korelasi antar variabel, dikatakan terdapat korelasi yang signifikan jika p-value <0,005. Pada penelitian ini didapatkan p-value 0.000 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubinemia. Terdapat korelasi yang signifikan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubinemia.

Page 10 of 17 | Total Record : 161