JPSI (Journal of Public Sector Innovations)
JPSI is available for free (open access) to all readers. The articles in JPSI include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles
197 Documents
Perlunya Indeks Akses Pendidikan dalam Rangka Penetuan Daerah Khusus
Novianto, Kholid;
Bari, Saiful;
Vistara, Ingga
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 5, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.884 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v5n1.p36-42
Penggunaan Indeks Desa Membangun (IDM) dalam menentukan “daerah khusus†sebetulnya cukup problematis. Dalam praktiknya, tidak seluruh desa yang masuk kategori “desa sangat tertinggal†dapat disebut daerah terpencil atau desa yang mempunyai kesulitan akses yang tinggi sehingga layak disebut daerah khusus. Ketidaktepatan identifikasi ini menyebabkan problem ketidakadilan dan menimbulkan sejumlah gejolak. Masalah ini akan terus berulang apabila tidak ada perbaikan pengukuran daerah khusus. Menyadari kelemahan penggunaan IDM dalam menentukan “daerah khusus†maka sudah selayaknya mulai dipikirkan parameter alternatif yang dapat menentukan “daerah khusus†secara lebih obyektif, transparan dan berkeadilan. Berdasarkan kriteria daerah khusus sebagaimana Permendikbud No.,13/2006, dapat dikonstruksi suatu indeks yang nantinya dapat digunakan untuk menentukan daerah khusus. Indeks tersebut harus mampu mengukur tingkat kesulitan akses suatu desa. Kesulitan tersebut terutama mencakup dua dimensi strategis yaitu keterjangkauan dan ketersediaan fasilitas. Berdasarkan kedua dimensi ini dapat dilihat sejauhmana suatu desa mengalami kesulitan akses. Penentuan “daerah khusus†berdasarkan indeks yang lebih transparan dan berkeadilan tersebut sudah sangat dibutuhkan untuk mengakhiri kontroversi tunjangan daerah khusus dan kebijakan pendidikan lain terkait daerah khusus. Aneka kebijakan ini hanya dapat dilaksanakan apabila indeks akses satuan pendidikan sudah dirumuskan dan berfungsi membantu pemerintah dalam menentukan daerah khusus The use of the Village Development Index (IDM) in determining "special areas" is actually quite problematic. In practice, not all villages that are categorized as "very disadvantaged villages" can be called remote areas or villages that have high access difficulties so that they are worth mentioning as special areas. This inaccurate identification causes problems of injustice and causes a number of turmoil. This problem will continue to recur if there is no improvement in specific area measurements. Recognizing the weaknesses of the use of IDM in determining "special regions", it is appropriate to start thinking about alternative parameters that can determine "special areas" more objectively, transparently and fairly. Based on the criteria of special regions as Permendikbud No. 13/2006, an index can be constructed that can later be used to determine special regions. The index must be able to measure the level of difficulty of access to a village. These difficulties mainly cover two strategic dimensions, namely affordability and availability of facilities. Based on these two dimensions, it can be seen how far a village has difficulty accessing. The determination of "special regions" based on the index that is more transparent and equitable is urgently needed to end the controversy over special regional allowances and other education policies related to special regions. These various policies can only be implemented if the education unit access index has been formulated and functions to assist the government in determining specific regions
POSISI STRATEGIS DAN ARAH PENGEMBANGAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) MENJADI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
Sutanto, Slamet Hari
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 2, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.453 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v2n2.p72-81
With all the limitations of the current government budgeting system, not all government affairs and development to realize the welfare for the people can not may be all financed by APBD. East Java provincial government is currently pushing the Regional Technical Implementation Unit (UPTD) in SKPD environment began to use financial management system Regional Public Service Agency (BLUD). The policy is clearly stated in East Java Fiscal Policy Innovation Roadmap 2014-2019. The purpose of this study is to (1). To identify the condition of UPT-UPT in East Java Provincial Government (2). Identify the problems and challenges faced in developing the UPTD into BLUD and (3). To formulate development strategy that can be done by East Java Provincial Government in developing UPTD become BLUD. The research method used is mixed method that combines qualitative data analysis with quantitative data using SWOT matrix, then to determine the strategic position and direction of development is done through analysis of General Electrics (GE) matrix. Population in this research is all Technical Implementation Unit (UPT) in East Java Provincial Government, while the sampling is done pursuant to purposive sampling. The results showed (1). UPT such as UPT P2SKP Mayangan, UPT P2SKP Pondokdadap, UPT P2SKP Muncar, and UPT PSMB-LT ready if improved status becomes BLUD see the factor of financial ability, completeness of facilities and infrastructure and its potentials (2). Some UPTs such as UPT PB Palawija, UPT PB Holtikultura, and UPTIK Timber can be upgraded to BLUD, but need to be prepared in advance, especially supporting infrastructure, especially technology aspects of technology and supporting human resources, as well as capital and promotion to develop into wider market. (3). While the Training Unit (BLKI) of Singosari and Jember, due to the specific service characteristic and the special service segment so that the dependence on the APBD/APBN is still very high, it is still difficult in terms of its existence to be upgraded to PPK BLU/BLUD.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 6 DEPOK
Rangkuti, Safitri Ridwan;
Maksum, Irfan Ridwan
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 4, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.435 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v4n1.p8-19
Child-friendly and child-based schools are an effort to fulfill children's rights and provide quality education for children. This study aims to explain the implementation of Child Friendly School Policies established by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection and analyze the supporting and inhibiting factors for the implementation of Child Friendly School Policies in SMP Negeri 6 Depok. This study used a qualitative method that shows the implementation of the Child Friendly School Policy in SMPN 6 Depok been going well, assessed in the context of the process, results (output), impact (outcomes) and causality (causal connection).The factors that support the implementation of the Child Friendly School Policy at SMP Negeri 6 Depok are good and smooth communication, attitudes and commitment of all school people, coordination between the Depok Government and the School and the positive support of all school members, parents, surrounding communities. However, there are still obstacles, namely the limited school budget and the number of teachers, and the density of teacher activities that have caused the implementation of policies to be not optimal.
Keterlibatan Masyarakat dalam Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Pabedilankulon Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon
Nisa, Nida Khoirun;
Salomo, Roy Valiant
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 4, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.094 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v4n1.p1-7
Kemiskinan telah menjadi perhatian global yang perlu diperhatikan baik dari pemerintah maupun masyarakat. Masalah kemiskinan tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi harus ada kontribusi dari semua pihak. Di negara berkembang dan maju, kemiskinan adalah masalah utama yang harus diperangi termasuk masalah kemiskinan di Indonesia. Hingga saat ini jumlah penduduk miskin semakin meningkat dan perlu diselesaikan serta dicari jalan keluarnya. Di Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah membuat beberapa kebijakan dalam penanggulangan kemiskinan, salah satunya adalah program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program Pemerintah Kabupaten Cirebon ini masih sangat dibutuhkan, mengingat masih banyak masyarakatnya yang berumah namun tak layak huni. Program ini berbentuk stimulan, harus ada keterlibatan dari masyarakat sekitar. Tujuan dalam penelitian ini adalah guna menganalisis keterlibatan masyarakat dalam program rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Pabedilankulon Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat di Desa Pabedilankulon Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi seperti kecemburuan sosial, peran pemimpin, ketidakmerataan sosialisasi program, kesadaran individu, dan tidak aktifnya organisasi masyarakat.
ANALISIS KOMPETENSI PENELITI PADA BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR PAYAU
Prianggoro, Bimo Adi
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.965 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v1n1.p7-11
The issue of the competence of civil servants become a central issue in line with the bureaucratic reform program. Required an appropriate system to improve the competence of civil servants. Based on personnel data, civil servants who occupied the post of Researchers at RICA shows the number of dominant. The amount is expected to be offset by a corresponding mastery of competencies required. This study aimed to analyze the level of Researchers competence at RICA. The researchers competence is measured using three variables, namely knowledge, skills, and attitudes with survey method. The research result states that most researchers have been able to master the competencies required. It is recommended that the leader can allocate training for competencies assessed indicator has weaknesses and budgets for human resource development activity.
PELAKSANAAN LAYANAN E-PUSKESMAS DI PUSKESMAS AMBACANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG
Saputro, Arya Bagus;
Adnan, M. Fachri;
Alhadi, Zikri
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 2, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.502 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v2n1.p33-38
The purpose of this research is to know the implementation of e-Puskesmas service at Ambacang Community Health Center of Kuranji Subdistrict, Padang City, to know the supporting and inhibiting factors in the implementation of e-Puskesmas service at Ambacang Community Health Center. This research is a qualitative research with descriptive method. This research was conducted at Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang. The research by purposive sampling. The data collected are secondary data and primary data through interview, observation and documentation study. Test data validity is done with trianggulasi then data analyzed by reducing data, display data the results of this study indicate that the implementation of e-Puskesmas service has not been implemented properly so that the implementation of the service becomes not effective. Supporting factors were found to be sufficient budget in applying e-Puskesmas, a change of paradigm of staff at Ambacang Community Health Center. Inhibiting factors are lack of adequate infrastructure availability, internet connectivity level is not appropriate, lack of socialization about e-Puskesmas service.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WISATA KULINER KOTA MALANG
Iqbal, Mahathir Muhammad;
Kurniawan, Dadieng
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 1, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.597 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v1n2.p59-65
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di sektor kuliner butuh strategi pengembangan yang kokoh dan perlu melibatkan elemen-elemen besar sampai terkecil serta instrumen hukum yang kuat dalam memproteksi UMKM kuliner dalam negeri.Pemerintah juga harus menyelaraskan program kerjanya di tiap daerah dengan stimulan penumbuhan UMKM baru di tiap kecamatan. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu strategi dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya di sektor kuliner di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode ini disebut juga sebagai metode naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Hasilnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di sektor kuliner butuh strategi pengembangan yang kokoh dan perlu melibatkan elemen-elemen besar sampai terkecil serta instrumen hukum yang kuat dalam memproteksi UMKM kuliner dalam negeri.Pemerintah juga harus menyelaraskan program kerjanya di tiap daerah dengan stimulan penumbuhan UMKM baru di tiap kecamatan. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu strategi dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya di sektor kuliner di Kota Malang.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL SEKTOR PUBLIK
Fanani, Abdul Fatah;
Iqbal, Mahathir Muhammad;
Astutik, Wahyu;
Lestari, Yuni
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol 4, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.45 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v4n2.p84-90
Artikel ini mendeskripsikan tentang kebutuhan terhadap kepemimpinan transformasional di negara Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya degradasi moral bangsa yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkembangnya korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagai bukti begitu parahnya degradasi moral bangsa Indonesia, yang hampir menjerumuskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke dalam jurang kehancuran. Hadirnya beberapa tokoh pemimpin yang reformis yang mencirikan kepemimpinan transformasional pada era roformasi ini, khususnya di sektor publik memberi angin segar bagi permasalahan krisis kepemimpinan dan ketidakpercayaan masyarakat (distrust) kepada pemimpinnya. Para pemimpin transformasional ini memiliki jiwa altruisme dan filantropi yang tinggi. Mereka mampu menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang dipimpinnya, meskipun menghadapi tantangan dan ancaman dari berbagai pihak yang berseberangan dengan haluan politiknya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode library research. Materi yang digunakan dalam menyusun artikel ini menggunakan bahan-bahan bacaan dan data skunder. Materi, data serta informasi yang terkumpul kemudian disusun dan dianalisis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam artikel ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa kepemimpinan transformasional sector publik sangat dibutuhkan di Indonesia pada saat ini. Keteladanan dan keberhasilan beberapa pemimpin transformasional yang telah ada menjadi panutan bagi pemimpin dan masyarakat. Keberanian dalam mengambil kebijakan untuk kepentingan masyarakat banyak dan kemampuan merubah mind set masyarakat yang dipimpinnya sehingga mendukung kebijakannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemampuannya pemimpin transformasional dalam mentransformasikan ide dan gagasan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang dipimpin menunjukkan keberhasilan yang signifikan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SENTRA IKAN BULAK KENJERAN KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA
Rizky Wibisono;
Tukiman Tukiman
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol. 1 No. 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.64 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v1n2.p55-58
Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Indonesia sering menjadi sorotan publik, khususnya dalam bidang tata kelola ruang kota. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan pemerintah dalam menata dan mengatur keberadaan PKL, khususnya di Kota Surabaya. Salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya adalah dengan melakukan penataan pedagang kaki lima di Sentra Ikan Bulak tujuannya adalah mengatur atau menertibkan untuk berjualan yang legal, lebih tertib, teratur. Ditambah dengan fasilitas dan kemudahan yang diberikan secara gratis di Sentra Ikan Bulak. Tetapi setelah dilihat di lapangan program penataan PKL tidak berjalan dengan maksimal, itu bisa dilihat dengan kondisi Sentra Ikan Bulak yang sepi ditinggal para pedagang. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana implementasi kebijakan penataan PKL di Sentra Ikan Bulak Kenjeran, Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penataan PKL di sentra Ikan Bulak Kenjeran Kecamatan Bulak Kota Surabaya yang dapat dilihat dari tiga faktor yaitu perspektif kepatuhan, keberhasilan, kepuasan penerima manfaat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penataan PKL di Sentra Ikan Bulak Kenjeran Kecamatan Bulak Kota Surabaya dilihat dari tiga faktor perspektif kepatuhan, keberhasilan, kepuasan penerima manfaat belum semua faktor berjalan dengan lancar, dikarenakan masih ada tingkat kepatuhan yang belum dipatuhi oleh pedagang yaitu mengenai jumlah pedagang dan jenis barang yang diperdagangkan oleh pedagang.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WISATA KULINER KOTA MALANG
Mahathir Muhammad Iqbal;
Dadieng Kurniawan
JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Vol. 1 No. 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.597 KB)
|
DOI: 10.26740/jpsi.v1n2.p59-65
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di sektor kuliner butuh strategi pengembangan yang kokoh dan perlu melibatkan elemen-elemen besar sampai terkecil serta instrumen hukum yang kuat dalam memproteksi UMKM kuliner dalam negeri.Pemerintah juga harus menyelaraskan program kerjanya di tiap daerah dengan stimulan penumbuhan UMKM baru di tiap kecamatan. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu strategi dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya di sektor kuliner di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode ini disebut juga sebagai metode naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Hasilnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di sektor kuliner butuh strategi pengembangan yang kokoh dan perlu melibatkan elemen-elemen besar sampai terkecil serta instrumen hukum yang kuat dalam memproteksi UMKM kuliner dalam negeri.Pemerintah juga harus menyelaraskan program kerjanya di tiap daerah dengan stimulan penumbuhan UMKM baru di tiap kecamatan. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu strategi dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya di sektor kuliner di Kota Malang.