cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 4 (2022)" : 12 Documents clear
Kombinasi Poc Limbah Cair Tahu Dan Ab-Mix Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) Sugiono, Darso; Syah, Bastaman; Alifia Rahmani, Anggita
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9742

Abstract

Limbah cair tahu merupakan salah satu limbah yang dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak dilakukan pengolahan sebelum dibuang. Kualitas air buangan industri tahu bergantung dari proses yang digunakan, secara fisik limbah cair tahu memiliki karakterisitik yaitu berwarna kuning kecoklatan, cairan lebih kental dibandingkan air murni, memiliki suhu yang cukup tinggi yaitu diatas 40 °C yang diakibatkan akibat perebusan kedelai, dan memiliki bau asam yang menyengat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk organik cair limbah cair tahu dan AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea L.) varietas Shinta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan acak kelompok faktor tunggal yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang dilakukan dalan percobaan ini adalah T0 (Kontrol Positif (AB mix 5 ml/l)), T1 (POC limbah cair tahu 200 ml/l + 5 ml AB mix/l), T2 (POC limbah cair tahu 400 ml/l + 5 ml AB mix/l), T3 (POC limbah cair tahu 600 ml/l + 5 ml AB mix/l), T4 (POC limbah cair tahu 800 ml/l + 5 ml AB mix/l), dan T5 (Kontrol Negatif (POC limbah cair tahu 600 ml/l)). Parameter yang diamati yaitu luas daun, panjang akar, dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon pertumbuhan tanaman caisim terbaik ada pada perlakuan kontrol yaitu AB mix 5 ml/l. Penambahan kombinasi POC limbah cair tahu ini belum mampu memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan tanaman caisim.
Efektivitas Lama Transportasi Darat Yang Berbeda Terhadap Mutu Fisik Tomat (Lycopersicum esculentum L.) Yuda Sacer, Agel; Aulawi, Tahrir; Suryani, Penti; Mirdhayati, Irdha; Taufiq Arminudin, Ahmad; Zulaiha, Siti
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9728

Abstract

Karakteristik tomat dengan kulitnya yang lembut mudah rusak saat mendapat tekanan, dan gesekan karena kondisi jalan yang rusak pada saat pengangkutan atau faktor mekanis lainnya.. Sifatnya yang perishable berpengaruh terhadap mutu fisik tomat terutama persentase kerusakan, susut bobot, kadar air, dan perubahan warna. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama transportasi terhadap mutu fisik tomat. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pasca Panen Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September-Oktober 2020. Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan (P1=0 jam transportasi (kontrol), P2=4 jam transportasi, P3=8 jam transportasi) dengan enam ulangan. Parameter pengamatan yaitu persentase kerusakan, susut bobot, kadar air (basis basah) dan warna. Data analisis  sidik ragam yang berpengaruh nyata  dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian lama transportasi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap persentase kerusakan, susut bobot dan kadar air, dan  lama transportasi tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan warna. Kesimpulan, lama 4 jam transportasi dan 8 jam transportasi berpengaruh terhadap sifat fisik, meliputi persentase kerusakan, susut bobot, dan kadar air. Tetapi tidak berpengaruh terhadap perubahan warna tomat.
Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Akibat Pemberian Dosis Pupuk NPK DGW Compaction Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Pisang Marliah, Ainun; Hayati, Rita; Mulyani, Mulyani
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9735

Abstract

Tanaman cabai rawit merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpeluang untuk diusahakan secara komersial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil cabai rawit akibat pemberian dosis pupuk NPK DGW Compaction dan konsentrasi pupuk organik cair dari limbah kulit pisang serta untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara pemberian dosis pupuk NPK DGW Compaction dan konsentrasi pupuk organik cair limbah kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga keseluruhan terdapat 108 tanaman cabai. Pertumbuhan dan hasil cabai rawit terbaik dijumpai pada kombinasi dosis pupuk NPK DGW Compaction 3 g polibag-1 dan konsentrasi pupuk organik cair dari limbah kulit pisang kontrol.
Efek Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) Terhadap Aspek Agronomi Di Bawah Naungan Kelapa Sawit Ansoruddin, Ansoruddin; Wahyudin Purba, Deddy; Lestari Butar-Butar, Winda; Azhari, M.Nanda; Rafitra, M.Reza; Hidayat Tarigan, Rahmat
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9743

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022, di perkebunan Kelapa Sawit Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Penelitian bertujuan mengetahui Efek Pertumbuhan Tanaman Jagung terhadap Aspek Agronomi di Bawah Naungan Kelapa Sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Perlakuan pertama terdiri dari Tingkat penaungan (P) dengan 4 taraf perlakuan yaitu (P0) Tanpa penaungan, (P1) penaungan 35%, (P2) penaungan 70%. Perlakuan kedua terdiri dari Varietas jagung (J) dengan 6 varietas yaitu Varietas Exsotic Pertiwi (V1), Paragon (V2), Bonanza F1 (V3), Bisi 2 (V4). Hasil penelitian menunjukkan tanaman yang tertinggi 113,98 cm terdapat pada perlakuan yang diberi naungan 35%, sedangkan pada penggunaan Varietas Bisi-2 tanaman tertinggi yaitu 112,83 bila dibandingkan dengan varietas lainnya. Penggunaan varietas berpengaruh nyata terhadap luas daun pada umur 6 dan 8 minggu setelah tanam. Persentase tingkat penaungan dan perbedaan varietas menunjukkan kesamaan kualitas kehijauan daun. Tingkat penaungan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap klorofil-a dan total klorofil-a dan b dimana jumlah klorofil-a tertinggi terdapat pada blok kontrol yaitu tanpa naungan dan pada penaungan 70%. Sedangkan penggunaan beberapa varietas berpengaruh nyata dalam menghasilkan fotosintesis bersih yang terbentuk.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Dan Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Arifin Rosyadi, Muhammad; Pribadi, Didik Utomo; Hidayat, Ramdhan
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9729

Abstract

Jagung manis/Sweet corn (Zea mays saccharata L.) merupakan komoditas pertanian yang digemari oleh hampir semua kalangan masyarakat di Indonesia. Namun sayangnya produktivitas jagung manis saat ini masih rendah karena kurangnya perhatian petani dalam memanfaatkan lahan pertanian, teknik budidaya yang belum maksimal, dan lahan-lahan subur yang beralih fungsi untuk tanaman industri maupun pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair, pemberian jenis mulsa, serta interaksi pemberian keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Parameter pengamatan yang digunakan yakni parameter pertumbuhan dan parameter produksi. Parameter pertumbuhan dilakukan dengan interval 14 hari dimulai pada saat tanaman berumur 14, 28, 42 dan 56 HST dengan pemberian Pupuk organik cair yang digunakan yaitu POC NASA dan mulsa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Kombinasi perlakuan konsentrasi POC NASA dan jenis mulsa menunjukkan tidak terdapat interaksi nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. karena pemberian konsentrasi POC NASA dan jenis mulsa memberikan pengaruh secara terpisah dan bertindak bebas satu sama lain terhadap semua parameter yang diamati
Rekayasa Kehadiran Gulma Dan Dosis Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Muaz Munauwar, Muhammad; Baidhawi, Baidhawi; Hendrival, Hendrival; Adnan, Adnan
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiangan gulma diberbagai waktu dan pengaruh pemberian beberapa taraf pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah penyiangan gulma 28 hari setelah tanam (HST), 42 HST, (28 dan 42) HST, dan terus menerus. Faktor kedua adalah pemberian pupuk fosfor 0 kg P2O5/ha, 25 kg P2O5/ha, 50 kg P2O5/ha dan 75 kg P2O5/ha. Enam belas kombinasi perlakuan yang didapat diulang sebanyak tiga kali, sehingga didapat empat puluh delapan unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan 30 HST tanaman kedelai tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan terus menerus, sedangkan ukuran tanaman kedelai terendah terdapat pada perlakuan penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST. Umur berbunga tercepat terdapat pada 28 HST dan 42 HST, penyiangan gulma terus menerus menyebabkan kedelai menjadi paling akhir berbunga. Umur panen kedelai tercepat terjadi pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan umur panen terlama terdapat pada perlakuan penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus. Berat biji per tanaman terendah terdapat pada penyiangan gulma 28 HST dan 42 HST, sedangkan berat biji tertinggi terdapat pada penyiangan gulma (28 dan 42) HST dan penyiangan gulma terus menerus.
Karakteristik Agronomi Beberapa Jenis Padi (Oryza sativa L.) Lokal Aceh Akibat Pemberian Pupuk Nitrogen Nazirah, Laila; Simahate, Rita
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9744

Abstract

Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik agronomi beberapa jenis padi lokal Aceh akibat pemberian pupuk Nitrogen.  dilaksanakan di Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Penelitian ini dilakukan bulan April-Agustus 2021. Metode yang digunakan yaitu Rancangan acak lelompok  faktorial dengan dua faktor yaitu jenis padi (P) dan pupuk Urea (N). Faktor 1 jenis padi: P1=Padi Sigupai P2= Padi Sikuneng, P3 = Padi Keumala, P4 = Padi Manyam RO, P5 = Padi Cbd-08, P6=Padi Siputeh. Faktor 2 : N1= Pupuk Urea (dosis standar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis padi Sikuneng memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman pada semua umur dengan nilai 39.40 cm,  68.42 cm, 99.8 cm, 109.05 cm dan 117.84 cm. Parameter jumlah anakan jenis padi Kumala memberikan jumlah anakan terbanyak yaitu 2.55 cm, 6.53 cm, 16.01 cm, 18.38 cm, 21.52 cm.  Pemberian  pupuk urea dosis 200 kg/h  berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada semua umur pengamatan dengan nilai 35.78 cm, 62.22 cm, 81.13 cm, 91.75 cm dan 101.08 cm, begitu juga dengan Jumlah anakan dengan nilai masing-masing 2.29, 5.50, 11.86, 15.71 dan 19.14. Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan jenis padi mayam RO, CBD08 dan pupuk urea 200 g terbaik pada jumlah anakan dan Panjang akar.
Pedogenesis Dan Klasifikasi Tanah Sub-Das Peusangan Hilir Berdasarkan Sistem Klasifikasi Taksonomi Tanah Dan Fao-Unesco Khusrizal, Khusrizal; Oktavia, Nada; Muliana, Muliana; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9731

Abstract

Perubahan tutupan lahan dan penggunaan lahan secara intensif di Sub-Daerah Aliran Sungai (sub-DAS) Krueng Peusangan Hilir dapat berimplikasi pada perubahan sifat-sifat tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari pedogenesis dan mengklasifikan tanah di sub-DAS Peusangan Hilir berdasarkan sistem klasifikasi taksonomi tanah dan berdasarkan FAO-UNESCO. Data-data  morfologi tanah dikumpulkan dari hasil identifikasi dua profil tanah pewakil di area studi yaitu profil GM-1 dan CB-2. Data-data sifat fisika dan kimia tanah diperoleh dari hasil analisis contoh tanah di laboratorium. Beberapa contoh tanah dimaksud  diambil dari setiap horison pada kedua profil tanah pewakil tersebut. Seluruh data tanah diinterpretasi untuk mengetahui proses pedogenesis yang terjadi, serta untuk mengklasifikasi tanah pada kedua profil dimaksud berdasarkan sistim klasifikasi taksonomi tanah (order hingga sub-group) dan FAO-UNESCO (great-group dan sub-group). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sifat-sifat morfologi, fisika, dan kimia tanah antar kedua profil GM-1 dan CB-2. Proses pedogenesis yang dijumpai di area studi meliputi pencucian, erosi, braunifikasi/rubifikasi dan lessivage, proses pencucian, erosi dan lessivage hanya ditemukan pada profil CB-2. Berdasarkan sistim klasifikasi taksonomi tanah untuk kategori order, sub-order, great-group, sub-group, profil GM-1 termasuk Entisols, Psamment, Ustipsamments dan Aridic Ustipsamments. Profil CB-2 tergolong Ultisols, Ustult, Haplustult, dan Kanhaplic Haplustult. Jenis tanah menurut sistim klasifikasi tanah FAO-UNESCO untuk kategori great-group dan sub-group profil GM-1 masing-masing adalah Fulvisols dan Eutric Fluvisols, dan profil CB-2 Acrisols dan Haplic Acrisols.
Mutu Benih Kedelai yang Disimpan pada Berbagai Jenis Wadah dan Lama Penyimpanan Khalilah, Syarifah; Syamsuddin, Syamsuddin; Kurniawan, Trisda
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9738

Abstract

Benih kedelai adalah benih yang tidak mengalami dormansi sehingga selama penyimpanannya benih kedelai cepat mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis wadah dan lama penyimpanan terhadap mutu benih kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x6 dengan tiga ulangan. Penelitian terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama merupakan  variasi wadah terdapat empat jenis yaitu Tanpa wadah (T0), wadah plastik (T1), wadah terigu (T2), wadah bagor (T3). Faktor kedua adalah waktu penyimpanan (W) yaitu 2 minggu (W1), 4 minggu (W2), 6 minggu (W3), 8 minggu (W4), 10 minggu (W5) dan 12 minggu (W6). Total 24 satuan percobaan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah yang paling baik selama penyimpanan dijumpai pada penyimpanan kantong plastik di karenakan plastik adalah wadah penyimpanan yang tahan udara dan air maka bisa menutup perpindahan udara (oksigen) dan air antara udara luar dan benih yang disimpan. Kantong plastik baik dalam melindungi viabilitas benih dibandingkan kantong bagor dan terigu disebabkan oleh kadar air kantong bagor dan terigu bertambah tinggi dibandingkan kantong plastik yang memicu masalah kemunduran benih.
Konsentrasi Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) sebagai Edible Coating terhadap Kualitas dan Masa Simpan Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Hayati, Rita; Syamsuddin, Syamsuddin; Fadhilah Naulina, Alfi
Agrium Vol 19 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i4.9732

Abstract

Buah tomat mudah mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan penanganan pasca panen yaitu edible coating. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, lama penyimpanan dan ada atau tidaknya interaksi antara konsentrasi ekstrak daun cincau hijau dan lama penyimpanan terhadap kualitas buah tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Hortikultura Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4-x-3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama yang diteliti yaitu konsentrasi ekstrak daun cincau hijau yang terdiri dari 4 taraf (kontrol, 2,5%, 5%, 7,5%), faktor kedua yaitu lama penyimpanan terdiri dari 3 taraf (1 minggu, 2 minggu, 3 minggu). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah susut bobot, kadar air, kadar vitamin C, pengukuran warna dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun cincau hijau sebagai edible coating terbaik terdapat pada konsentrasi 2,5%. Pada perlakuan lama penyimpanan, masa simpan terbaik terdapat pada perlakuan lama penyimpanan 1 minggu. Terdapat interaksi antara konsentrasi pelapisan ekstrak daun cincau hijau dengan lama simpan dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan pelapisan 2,5% dengan lama penyimpanan 1 minggu.

Page 1 of 2 | Total Record : 12