cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 4 (2023)" : 9 Documents clear
Efektivitas Pemberian BPF Dan FMA Terhadap Pertumbuhan Awal Tanaman Cabai Rawit Pada Tanah Alfiisol Pada Musim Kemarau Muzadi, Masrur; Rastono, Adi
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14122

Abstract

Penelitian betujuan untuk menguji efektivitas  pemberian BPF dan  FMA pada pertumbuhan awal tanaman cabai rawit di tanah alfiisol pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 8 kombinasi perlakuan A = Kontrol, B = Pemberian Pupuk P, C = pemberian Bacillus subtilis, D= pemberian FMA, E= Pembrian Pupuk P + Bacillus subtilis, F= Pembrian Pupuk P + Fungi mikoriza Arbuskula, G= pemberian Bacillus subtilis + Fungi mikoriza Arbuskula, H = Pemberian Pupuk P + Bacillus subtilis + FMA dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 24 petak percobaan. Pada penelitian ini faktor lingkungan juga menjadi penentu pertumbuhan awal tanaman cabai dimusim kemarau, sehingga dilakukan pengukuran faktor lingkungan meliputi intensitas cahaya, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, suhu tanah, kelembaban tanah, kemudian pengukuran pertumbuhan tanaman meliputi adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. pada umur 21 HST dan 35 HST. Hasil penelitan ini adalah Pemberian perlakuan BPF dan FMA secara mandiri maupun kombinasi mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman meskipun dimusim kemarau kecuali pada perlakuan A (kontrol). Kombinasi perlakuan H (Pupuk P + BPF + FMA) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai rawit pada umur 35 HST yaitu tinggi tanaman 18.333, jumlah daun 15.22, dan diameter batang 4.0367. 
Potensi Biji Dan Daun (Clitoria ternatea) Sebagai Larvasida Ulat kantung Metisa plana Nurliana, Nurliana; Sari Ginting, Makhrani; Sukapiring, Dewi Novina; Anggraini, Novita
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13988

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) termasuk famili fabaceae yang secara tradisional digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman, herbal untuk berbagai penyakit pada manusia, dan banyak diteliti pengaruh larvasidanya terhadap nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biji dan daun C. ternatea sebagai larvasida.  Penggunaan pestisida nabati menjadi alternatif untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestisida kimia saat ini. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI). Penelitian menggunakan faktor pertama adalah C. ternatea terdiri dari 2 taraf perlakuan: biji dan daun.  Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak C. ternatea dengan 7 taraf perlakuan: K0 negatif (tanpa perlakuan), K0 positif (pemberian acefat), K1=1%, K2=2%, K3=3%, K4=4%, dan K5=5%. Perlakuan diulang sebanyak 2 kali dengan 28 kombinasi perlakuan.  Data dianalisi dengan uji F dan dilanjutkan uji jarak Duncan dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak biji dan daun C. ternatea memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap mortalitas M. plana. Konsentrasi yang efektif dalam penelitian ini dengan pemberian ekstrak biji yaitu pada konsentrasi K5 (5%) dan konsentrasi dengan pemberian esktrak daun pada konsentrasi K4 (4%).
Respon Pemberian Biofertilizer Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) Berbiji Besar Di Kabupaten Aceh Tamiang Nilahayati, Nilahayati; Ramadania, Ramadania; A.G, Rosnina
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13998

Abstract

Peningkatan produksi kedelai dalam negeri harus dilakukan agar ketergantungan impor terhadap kedelai semakin berkurang. Berbagai usaha dapat dilakukan diantaranya penggunaan pupuk hayati dan menggunakan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul kedelai berbiji besar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jawa Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk hayati Gripolin yang terdiri dari 3 taraf yaitu  0 ml/plot (H0), 0,75 ml/plot (H1) dan 1.5 ml/plot (H2). Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Varietas Anjasmoro (V1), Varietas Grobogan (V2), Varietas Biosoy 1 (V3) dan Varietas Biosoy 2 (V4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh terhadap tinggi tanaman, umur panen, jumlah polong per tanaman, bobot biji/plot, bobot 100 biji dan produksi/ha. Pemberian pupuk hayati pada dosis 0,75 ml/plot memberikan pengaruh yang terbaik dibanding kontrol dan dosis 1,5 ml/plot. Varietas kedelai yang digunakan menunjukkan pengaruh nyata terhadap peubah tinggi saat panen, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, bobot biji per tanaman, bobot biji per plot, bobot 100 biji dan produksi/ha. Varietas terbaik terdapat pada varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 dengan produksi 3,95 ton/ha.
Pemanfaatan Berbagai Limbah Organik Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos Menggunakan Decomposer M21 Okta Sagita Chan, Sari Rukmana; Satria Achmad, Benny; Ferdinant, Ferdinant
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14009

Abstract

Pupuk organik berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah saat menanam tanaman. Pupuk organik dapat dibuat dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di lingkungan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi sampah organik yang berbeda pada proses produksi kompos menurut SNI 19-7030-2004. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang meliputi 4 perlakuan yaitu A1= serbuk kayu kelapa, A2= jerami padi, A3= kulit jagung dan tongkol jagung dan A4= batang pisang dan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Data yang diamati adalah: warna, tekstur, aroma/bau dan waktu pematangan kompos. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk kualitatif. Dari hasil uji fisik (tekstur, bau/bau, dan warna) dan waktu pematangan kompos) yang dilakukan berdasarkan baku mutu kompos menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) No.197030-2004. Hasil pengamatan pada minggu ke 8 mengenai warna dan aroma/bau yang dihasilkan berwarna hitam dan aroma/baunya seperti tanah. Hal ini telah memenuhi baku mutu kompos menurut SNI 197030-2004. Setelah dilakukan pengamatan tekstur kompos, perlakuan A1, A2, dan A4 menghasilkan tekstur yang halus, dan pada perlakuan A3 teksturnya mulai  halus. Dan pengamatan  waktu pengomposan pada setiap perlakuan berbeda-beda. Untuk perlakuan A1, A2, A3 dan A4 lama  pengomposan adalah 21, 35, 42, dan 60 hari. Terdapat beberapa faktor yang menentukan keberhasilan proses pengomposan, yaitu C/N bahan baku, jenis dan ukuran bahan baku, aerasi, kelembaban, suhu, organisme dan aktivator yang digunakan.
Kualitas Fisiologis Benih Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) Pada Beberapa Taraf Cekaman Salinitas Kadapi, Muhamad; Aurelia Pratomo, Rasya; Nurmala, Tati
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13997

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) adalah tanaman pangan alternatif yang ditujukan untuk mendukung program diversifikasi sumber karbohidrat karena kandungan karbohidratnya yang hampir sama dengan beras dan jagung, serta dapat menjadi sumber pangan fungsional karena kandungan protein, lemak, dan kalsiumnya lebih baik dibandingkan beras. Namun demikian, salah satu kendala untuk mendukung usaha itu yaitu ekstensifikasi lahan pertanian ke areal  lahan marjinal seperti ke lahan dengan kondisi salin. Diperlukan kajian sebelum tanaman itu dikembangkan ke lahan marginal khususnya pada periode kritis tanaman, salah satunya fase perkecambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat vigor benih hanjeli pada beberapa taraf cekaman salinitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2023 di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap  dengan 4 taraf cekaman salinitas; 0 dS/m, 4 dS/m, 8 dS/m, dan 12 dS/m sebanyak 4 ulangan. Analisis keragaman berdasarkan uji F (level 5%) digunakan untuk mengetahui signifikansi antar perlakuan. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji LSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua karakter pengamatan fisiologis benih seperti pada daya berkecambah, indeks vigor, panjang akar dan pupus berbeda nyata dan mengalami penurunan seiring bertambahnya taraf salin. Namun demikian, berdasarkan standar Stress Susceptibility Index benih hanjeli masih toleran sampai kadar salinitas 8 dS/m.
Peningkatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pre-Nursery Dengan Aplikasi Biochar Dan Pupuk NPK Zuliati, Septiarini; Jamidi, Jamidi; Nazaruddin, M.; Irmawan, Irja
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14340

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai peranan  penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Dalam 5 tahun terakhir, luas areal perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan. Perluasan ini berdampak pada meningkatnya permintaan benih berkualitas. Upaya peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan mempertahankan prenursery dan main nursery. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pre-nurseri dengan pemberian biochar sekam padi dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi terdiri dari 0 g/polibag (B0), 75 g/polibag (B1), dan 150 g/polibag (B2). Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 0 g/polibag (P0), 4 g/polibag (P1), dan 6 g/polibag (P2). Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan klorofil daun. Biochar sekam padi memberi pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun pada 90 setelah tanam (HST), dan klorofil daun pada 45-90 HST. Aplikasi pupuk NPK  memberi pengaruh  terhadap tinggi tanaman pada umur 60-90 HST, diameter batang dan luas daun pada umur 75-90 HST, jumlah daun pada umur 90 HST, dan klorofil daun pada umur 45-90 HST
Aplikasi PGPR Akar Bambu Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil (Vigna radiata L. R. Wilczek. var. vima-2) Nurrohman Fajri, Haru; Suprapto, Agus; Nur Jannah, Eka
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13992

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L. R. Wilzcek) merupakan tanaman pangan yang sering dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Produksi tanaman kacang hijau mengalami kondisi yang fluktuatif. Upaya yang dapat dilakukan yaitu penambahan PGPR akar bambu dan pemupukan dengan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi PGPR akar bambu dan konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan     Januari-Maret 2023 di Krajan, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok  dua faktor yaitu aplikasi PGPR akar bambu dan konsentrasi pupuk organik cair phospor. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam  (ANOVA), apabila terdapat berbeda nyata diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) 1% dan 5 % serta Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi PGPR akar bambu 10 ml/l sangat berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dan berbeda nyata terhadap luas daun. Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair 0, 8, 12, 16 ml/l tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat kering biji per tanaman, laju fotosintesis bersih, radiasi aktif fotosintesis, transpirasi, konduktansi stomata dan kadar protein. Tidak terdapat interaksi antara aplikasi PGPR akar bambu dan konsentrasi pupuk organik cair.
Waktu Penundaan Precooling Dan Penggunaan Jenis Kemasan Plastik Terhadap Mutu Selada (Lactuca sativa L.) Selama Penyimpanan Dingin Hayati, Rita; Nurahmi, Erida; Maulida, Syarifah
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.13995

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) dibudidayakan sebagai tanaman semusim karena siklus hidupnya yang pendek dan tingkat keberhasilannya tinggi baik di daerah subtropis maupun tropis. Tiga varietas berbeda dari tanaman selada yang telah dikenal: selada batang, selada daun dan selada krop. Produk hortikultura khususnya sayuran seperti selada merupakan produk hidup yang tetap aktif melakukan aktivitas metabolisme setelah panen. Saat dipetik, sayur dan buah masih banyak mengandung air. Sayuran akan layu karena respirasi dan kehilangan panas. Sayuran mengalami kerusakan hingga 40% lebih banyak karena karakteristik fisiologisnya. Sayuran memiliki umur simpan yang lebih lama bila disimpan di lemari es, apalagi jika dikemas dengan baik untuk menjaga kualitasnya selama penyimpanan. Riset ini dilakukan di Laboratorium Hortikultura saat bulan Januari-Februari 2023. Riset dilaksanakan melalui metode Rancangan Acak Lengkap terhadap dua faktor. Lama waktu penundaan precooling (P) bagian dari faktor pertama terdiri pada tiga taraf, yakni 0 jam sebagai kontrol (P0), 2 jam penundaan (P1) dan 4 jam penundaan (P2). Faktor kedua adalah penggunaan pada jenis kemasan terdiri dari tiga taraf, yakni Plastik wrapping (K1), Plastik Polietilen (K2) dan Plastik Polypropilene (K3). Hasil penelitian waktu penundaan precooling berpengaruh pada mutu selada selama penyimpanan berdasarkan  umur simpan. Waktu penundaan precooling terbaik terhadap mutu selada yakni 2 jam penundaan. Penggunaan jenis kemasan memiliki pengaruh sangat nyata terhadap susut bobot serta umur simpan dan pengaruh nyata terhadap kelayuan.
Pengaruh Beberapa Varietas Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) Dengan Menggunakan Metode Hazton Novita, Ade; Rosmaiti, Rosmaiti; Juanda, Boy Riza; Siregar, Dolly Sojuangan
Agrium Vol 20 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i4.14339

Abstract

Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan varietas dan pupuk organik cair terhadap produksi padi dengan metode Hazton. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok 2 faktor yaitu;  varietas yaitu Ciherang (V1),  Inpari 32 (V2),     Inpari 45 (V3), konsentrasi pemberian pupuk organik cair; tanpa pemberian pupuk (P0), 2 cc/liter (P1), dan 4 cc/l (P2). Untuk mengetahui performance pertumbuhan tanaman padi dilakukan pengamatan tinggi tanaman dan jumlah anakan 14 dan 28 HST, umur keluar malai, jumlah anakan produktif, panjang malai, umur panen, jumlah gabah, persentase gabah isi dan gabah kosong, berat gabah 1000 butir dan produksi gabah. Pengaruh yang sangat nyata terdapat pada tinggi tanaman, umur keluar malai, panjang malai dan umur panen. Tidak terdapat interaksi antar varietas dan konsentrasi pupuk organik cair serta tidak terdapat pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati.

Page 1 of 1 | Total Record : 9