cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 3 (2024)" : 10 Documents clear
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda Ritonga, Rahmawati; Adelina, Rasmita; Sartika, Dewi; Nasution, Yusriani
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18677

Abstract

Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah  salak yang terdiri dari 1 biji,2 biji dan 3 biji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas buah Salak Sidimpuan berdasarkan jumlah biji pada dataran rendah (<400 m dpl dan mengetahui kualitas buah Salak Sidimpuan berdasarkan jumlah biji pada dataran tinggi (>800 m dpl) serta mengetahui perbandingan kualitas buah salak sidimpuan berdasarkan elevasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di pertanaman Salak di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 2 (dua) Lokasi yang berbeda yaitu berdasarkan elevasi yang berbeda pada dataran rendah yaitu < 400 m dpl dan pada dataran tinggi > 800 m dpl dimulai pada bulan Juli sampai Agustus 2024.Hasil penelitian ini adalah kualitas buah salak sidimpuan berdasarkan jumlah biji (Biji satu, biji dua, biji tiga) pada dataran rendah < 400 m dpl memberikan pengaruh yang nyata pada semua parameter seperti pengamatan bobot buah total, bobot daging buah, bobot biji, persentase daging buah dan kandungan padatan terlarut. Kualitas buah salak sidimpuan berdasarkan jumlah biji (Biji satu, biji dua, biji tiga) pada dataran tinggi > 800 m dpl memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan bobot buah total dan bobot daging buah, sedangkan bobot biji buah, persentase daging buah dan kandungan padatan terlarut tidak memberikan pengaruh nyata.
Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Sifat Fisika Ultisol Di Nagari Muaro Bodi, Kabupaten Sijunjung N, Sandi; Z, Naspendra; Juniarti, Juniarti; A M, Hendra; T N, Novidra
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18679

Abstract

Penggunaan sistem tebang bakar dalam melakukan alih fungsi menyebabkan terjadinya perubahan pada sifat fisika tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan sifat fisika tanah pada lahan karet yang dialih fungsikan ke lahan jagung dengan menggunakan sistem tebang bakar. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada dua kedalaman tanah yaitu 0 - 20 cm dan 20-40 cm. Sampel yang diambil berdasarkan tiga penggunaan lahan yaitu lahan karet, lahan yang dibakar, dan lahan yang telah ditanami kembali dengan jagung. Parameter yang dianalisis adalah tekstur, berat volume tanah, ruang pori total, dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat  tanah pada lahan karet sebelum dialih fungsikan lebih baik dibandingkan dengan lahan jagung setelah tebang bakar. Tekstur tanah pada ketiga penggunaan lahan tersebut termasuk dalam kelas tekstur lempung berdebu hingga liat. Kandungan bahan organik tanah tertinggi berada pada lahan karet sebesar 4,92 % di kedalaman 0-20 cm. BV tertinggi terdapat pada lahan jagung (1,47 g/cm3) pada kedalaman 20-40 cm, dan TRP tertinggi terdapat pada lahan karet. mencapai baku mutu tanah sedang (65%) pada kedalaman 0 hingga 20 cm dan nilai permeabilitas tanah tertinggi (5,15 cm/jam) pada lahan karet dengan kriteria sedang pada kedalaman 0 hingga 20 cm.
Mutagen Ethyl Methane Sulphonate Menginduksi Keragaman Genetik Kedelai (Glycine max (L.)Merr.) Kultivar Gepak Kuning Pada Generasi M2 Nilahayati, Nilahayati; Siregar, Nadya Karisda; Harianja, Ayu Anggraini
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18695

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman dalam famili Leguminoceae yang sangat berperan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan produksi kedelai nasional dapat dilakukan dengan program pemuliaan tanaman, khususnya pemuliaan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji keragaman genetik kedelai gepak kuning sebagai respon terhadap perlakuan mutagen EMS (etil metana sulfonat) pada generasi M2. Penelitian dilakukan di Desa Gle Madat, Aceh Utara serta Laboratorium Agroekoteknologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok non faktorial. Faktor yang diuji adalah populasi kedelai Gepak kuning yang terdiri dari empat taraf yaitu populasi kontrol (0% EMS, E0, 0,05% populasi EMS (El), 0,075% populasi EMS (E2), dan 0,3% populasi EMS (El). E3 ). Karakteristik  agronomi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji kering per tanaman, bobot biji kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mutagen EMS menyebabkan perubahan morfologi dan agronomi kedelai Gepak kuning pada generasi M2. Perubahan morfologi yang terjadi diantaranya perubahan warna daun dan perubahan bentuk daun. Perubahan agronomi yang terjadi diantaranya tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, jumlah cabang, jumlah polong/tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji kering per plot.
Struktur Morfologi Dan Anatomi Bunga Betina Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Siregar, Sahrani; Adelina, Rasmita; Nasution, Yusriani; Pulungan, Sutan
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18669

Abstract

Morfologi dan anatomi bunga Salak beragam dan unik di setiap daerah dan menarik untuk dipelajari. Perbedaan morfologi dan anatomi bunga Salak merupakan karakter khusus yang dapat dijadikan pembeda antar spesies, seperti pada bunga Salak Sidimpuan berwarna merah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi dari kedua jenis Salak Sidempuan, yang dilakukan di kawasan Palopat Maria Padangsidimpuan pada ketinggian ± 463 m di atas permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan morfologi tandan bunga Salak merah putih dimana pada tandan Salak merah terdapat bagian seperti pucuk pada ujung tandan sedangkan pada tandan Salak putih kuntum bunga diisi hingga ujung tandan. Sementara itu, anatomi bunga Salak betina berwarna merah dan putih setelah diamati dengan lingkaran atau kaca pembesar. Perbedaan anatomi antara kedua jenis salak tersebut adalah terdapat pigmen merah pada jenis salak merah yang dapat dilihat pada fase pembentukan buah hingga fase buah matang fisiologis.
Pengaruh Media Tumbuh Dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Hitam Hasil Kultur Jaringan Haniya, Jihan; Asnawat, Asnawat; Listiawati, Agustina
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18658

Abstract

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah merupakan tanaman hias sebagai spesies  langka yang memiliki bunga yang unik. Perbanyakan anggrek hitam melalui kultur in vitro adalah metode untuk menangkal penurunan ketersediaannya. Tanaman yang ditanam in vitro dapat menyesuaikan melalui fase aklimatisasi yang terkait dengan elemen komponen seperti media pertumbuhan dan frekuensi penyiraman. Penelitian ini menggunakan desain kelompok acak faktorial yang dikelompokkan berdasarkan jumlah daun untuk memastikan hubungan antara frekuensi penyiraman yang ideal dan jenis media tumbuh pada pertumbuhan anggrek hitam hasil kultur jaringan. Ada dua komponen untuk penelitian ini. Pertama adalah media tumbuh, yaitu lumut dan pakis. Faktor kedua frekuensi penyiraman 1 hari sekali, 2 hari sekali,  5 hari sekali, dan 7 hari sekali. Terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap unitnya terdiri 4 sample sehingga terdapat 96 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu persentase jumlah tanaman hidup, pertambahan panjang akar,pertambahan jumlah akar, pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman dan warna daun. Media lumut memberikan hasil terbaik terhadap pertambahan jumlah akar, pertambahan panjang akar anggrek hitam dan frekuensi penyiraman 2 hari sekali menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap variabel pertambahan jumlah daun.
Pengaruh Bahan Asal Setek Dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Nilam Varietas Aceh (Pogostemon cablin Benth) Fauzi, Novyanda; Iswahyudi, Iswahyudi; Marnita, Yenni
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18753

Abstract

Nilam adalah salah satu tanaman yang menghasilkan minyak esensial. Perkembangan budidaya nilam memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan, sehingga perlu memperhatikan teknik budidaya yang dilakukan agar pertumbuhan dan produksi tanaman nilam optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh setek dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan bibit nilam Aceh dan interaksi antara keduanya.  Penelitian ini menggunakan group random design faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bahan asal setek yang terdiri dari 3 taraf: B1 (bagian atas), B2 (bagian tengah) dan B3 (bagian bawah), dan faktor kedua jenis pupuk kandang, terdiri dari 3 tingkatan, yaitu: K1 (kotoran ayam), K2 (kotoran kambing) dan K3 (kotoran sapi).  Parameter yang diamati meliputi: tinggi tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan luas daun pada usia 28, 42, dan 56 HST, persentase pertumbuhan, dan hari kuncup muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asal stek memiliki efek yang sangat nyata terhadap tinggi pucuk umur 28 dan 42 HST, jumlah pucuk dan jumlah daun berumur 28 HST. Ini memiliki efek nyata pada ketinggian tunas berusia 56 HST, dan jumlah tunas berusia 42 HST.  Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan B2 (bagian tengah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang memiliki efek yang sangat nyata terhadap jumlah daun pada usia 56 HST.
Analisis Kualitas Fisik Dan Cita Rasa Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Pada Dua Rentang Ketinggian Muiz, Kharendra; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18994

Abstract

Kualitas kopi Arabika sangat ditentukan oleh berbagai faktor, terutama ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh spesifik ketinggian terhadap kualitas fisik dan cita rasa kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Sampel biji kopi diambil dari dua rentang ketinggian, yaitu 1000-1500 mdpl dan 1500-1700 mdpl. Analisis kualitas fisik mengacu pada SNI 01-2907-2008, sedangkan uji cita rasa menggunakan metode cupping sesuai standar SCAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dari ketinggian 1500-1700 mdpl memiliki skor cupping lebih tinggi, terutama pada parameter aroma, flavor, dan aftertaste, balance dan overall dibandingkan dengan kopi dari ketinggian 1000-1500 mdpl. Keduanya dikategorikan sebagai kopi specialty. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketinggian berkorelasi positif dengan peningkatan kompleksitas rasa dan kualitas keseluruhan kopi Arabika Gayo. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengoptimalkan produksi kopi berkualitas tinggi melalui pemilihan lokasi tanam pada ketinggian yang lebih tinggi.
Pemetaan Kesesuaian Lahan Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Syaifuddin, Syaifuddin; Akbar, Halim; Yusra, Yusra
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.19050

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan kelas kesesuaian lahan tanaman bawang merah di Kecamatan Lhoksukon. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lhoksukon. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan evaluasi kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan tanaman Bawang Merah di Kecamatan Lhoksukon adalah  kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas S3wa-1, rc-1, nr-3, na-2 terdapat pada Satuan Peta Lahan (SPL) 1 dan 10, kelas S3wa-1 terdapat pada SPL 2, 12, 26, kelas S3wa-1, nr-3 terdapat pada  SPL 5, 6, 25, 30, 32, kelas S3wa-1, rc-1, nr-2-3, na-2-3 terdapat pada SPL 14 dan S3wa-1, nr-2,3 terdapat pada SPL 36. Adapun upaya perbaikan yang perlu dilakukan adalah dengan pemberian pupuk, pemberian kapur dan bahan organik
Penentuan Periode Kritistanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Terhadap Gulma Safrina, Safrina; Baidhawi, Baidhawi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.20500

Abstract

Periode kritis merupakan masa ketika tanaman budidaya rentan terhadap kehadiran gulma, sehingga gangguan yang ditimbulkan dapat menurunkan hasil akhir suatu tanaman. Meskipun kehadiran gulma tidak sepenuhnya mempengaruhi masa pertumbuhan tanaman. Periode kritis ini berkaitan dengan waktu yang tepat untuk pengendalian, sehingga keberadaan gulma tidak selalu memerlukan tindakan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periode kritis jagung manis terhadap gulma dan pengaruh gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan rancangan acak kelompok faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. P1: 0-15 HST disiangi, P2: 0-30 HST disiangi, P3: 0-45 HST disiangi, P4: 0-60 HST disiangi, P5: 0-Panen disiangi, P6: 0-15 HST bebas gulma, P7: 0-30 HST bebas gulma, P8: 0-45 HST bebas gulma, P9: 0-60 HST bebas gulma, P10: 0-Panen HST bebas gulma. Data dianalisis menggunakan uji rentang berganda Duncan pada taraf 0,05 dengan menggunakan analisis variansi untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan masa kritis tanaman jagung manis terhadap gulma adalah pada umur 16-30 HST. Pengendalian gulma yang dilakukan pada umur 16-30 HST tidak akan menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Efektivitas Pupuk Urea Dan Azolla Untuk Pertumbuhan Tanaman Jagung Herlina, Herlina; Julsento, Julsento; L, Muhammad; A, Yovi; K, Alfassabiq; P.W, Muhammad; S, Muhammad; P, Ila
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18680

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas terbanyak ketiga di dunia yang memiliki potensi besar. Banyak manfaat yang dimiliki jagung seperti sebagai makanan, pakan ternak, minyak nabati, biofuel, dan keperluan industri lainnya. Dalam budidayanya sering sekali hanya menggunakan pupuk urea sebagi pupuk anorganik yang dalam jangka panjang justru menimbulkan kerusakan tanah dan lingkungan. Salah stau alternatif untuk mengatasi adalah dengan menyeimbangkan menggunakan pupuk organik menggunakan azolla. Diharapkan melalui kombinasi pupuk tersebut bisa menjaga lingkungan dan mendukung pertumbuhan tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan P1: pupuk 100% urea + 0% kompos azolla, P2 : Pupuk 75% urea + 25% kompos azolla, P3 : Pupuk 50% urea (100 kg/ha) + 50% kompos azolla (1533 kg/ha); 22,8 g/polybag, P4 : Pupuk 25% urea (50 kg/ha) + 75% kompos azolla dan P5 : Pupuk 0% urea (0 kg/ha) + 100% kompos azolla. Hasil penelitian menunjukan pupuk urea dan azolla berpengaruh nyata pada parameter yang diamati seperti tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan nisbi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10