cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Prediksi Erosi Dan Teknik Konservasi Tanah Sistem Agroforestri Di Sub Das Krueng Meueh Kabupaten Bener Meriah Akbar, Halim
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai prediksi erosi serta penerapan teknik konservasi tanah sistem agroforestri di sub DAS  Krueng Meueh Kabupaten Bener Meriah.Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode survei yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: 1) tahap persiapan, 2) tahap survei pendahuluan, 3) tahap survei utama, dan 4) tahap analisis data dan penyajian hasil. Perhitungan prediksi erosi menggunakan persamaan USLE dan menghitung erosi toleransi menggunakan persamaan Wood dan Dent (1983).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi erosi terbesar terdapat pada satuan peta lahan (SPL) 12 yaitu sebesar 472.88 ton/ha/thn dengan penggunaan lahan semak belukar, sedangkan nilai prediksi erosi terendah terdapat pada SPL 9 yaitu sebesar 0.13 ton/ha/thn dengan penggunaan lahan hutan. Tindakan konservasi tanah yang perlu dilakukan pada penggunaan lahan kebun campuran (SPL 7, SPL 14 dan SPL 17),  adalah konservasi vegetatif berupa agrisilviculture, yaitu sistem agroforestri yang mengkombinasikan tanaman pepohonan (hutan) dengan tanaman pertanian (alley cropping), penanaman kacang tanah, kacang hijau dan penambahan mulsa jerami (nilai P = 0,013). didapat nilai prediksi erosi pada SPL 7 sebesar 0,56 ton/ha/thn, SPL 14 sebesar 1,07 ton/ha/thn, SPL 17 sebesar 0,62 ton/ha/thn. Untuk SPL 8 dan SPL 11 tindakan konservasi yang disarankan  yaitu pembuatan teras bangku diikuti dengan penanaman kacang tanah (nilai P = 0,009) sehingga dapat menurunkan erosi menjadi 1,19 ton/ha/thn dan 0,39 ton/ha/thn. Untuk SPL 1, SPL 5,  SPL 10,  SPL 13 dan SPL 15  disarankan tindakan konservasi agroforestri sebagai penutup tanah atau dengan penanaman berkayu atau mengkombinasikan tanaman pepohonan (hutan) dengan tanaman pertanian, tanaman hijauan ternak (agrosilvopasture) sehingga nilai prediksi erosi dapat turun dibawah nilai erosi toleransi. Untuk SPL 6 dan SPL 12 tindakan konservasi yang disarankan adalah dengan pembuatan teras gulud diikuti dengan penanaman jagung+ kacang tanah+ dan sisa tanaman dijadikan mulsa (nilai P = 0,006).
Penggunaan Input Internal Berupa Limbah Padi dalam Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa L.) Cut Nur Ichsan; Taufan Hidayat; Maulina Maulina
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.615

Abstract

Penggunaan input internal pada budidaya padi dengan pemanfaatan limbah, berupa jerami, sekam, maupun bekatul baik yang difermentasi maupun penggunaan langsung tanpa fermentasi. Limbah padi mempunyai keunggulan berupa kandungan fitan dan salisilik yang tinggi pada bekatul, sekam dan jerami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap jenis dan waktu pemberian pupuk organik serta untuk melihat interaksi antara jenis dan waktu pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Geuce Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, sejak Juli 2012 sampai Maret 2013. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan tiga ulangan yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis bahan organik (J) terdiri dari enam taraf yaitu J0 = Kontrol, J1 = Kompos, J2 = Dedak halus, J3 = Dedak halus fermentasi, J4 = Dedak kasar, J5 = Dedak kasar fermentasi. Faktor kedua adalah waktu pemberian pupuk organik (W) yang terdiri dari W1 = 1 minggu sebelum tanam, W2 = 1 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang daun, lebar daun, panjang malai, umur berbunga, gabah berisi per pot, presentase gabah hampa per pot, dan berat 1000 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan jenis pupuk organik dan waktu pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Interaksi terbaik dijumpai pada perlakuan dedak kasar fermentasi dan waktu pemupukan seminggu sebelum tanam. Jenis pupuk organik berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Hasil padi tertinggi diperoleh pada perlakuan jenis pupuk dedak kasar fermentasi. Waktu pemupukan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Perlakuan waktu pemupukan terbaik adalah seminggu sebelum tanam.
Pemetaan dan Kesesuaian Lahan Tanaman Pangan di DAS Krueng Pasee Kabupaten Aceh Utara Samsul Suparno; Halim Akbar; Muhammad Rafli
Agrium Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1073

Abstract

Pemetaan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada tanaman pangan merupakan suatu cara yang efisien dan efektif untuk mengetahui karakteristik lahan dan potensi pengembangannya dalam menentukan kelas kesesuaian lahan pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan tanaman pangan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pase Kabupaten Aceh Utara, yang dimulai dari bulan Desember 2016 sampai bulan Maret 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang terdiri dari tahap persiapan, survei pendahuluan, survei utama, analisis data serta penyajian hasil. Beberapa sifat tanah yang mempengaruhi kelas kesesuaian lahan  untuk tanaman pangan yaitu tekstur tanah, kapasitas tukar kation (KTK), pH, kejenuhan basa (KB), C-organik, Nitrogen, Fosfor dan Kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk padi sawah tadah hujan pada SPL 29, SPL 30 dan  SPL 31 adalah sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas drainase, fosfor, kalium, lereng dan bahaya erosi. Kelas kesesuaian lahan tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas lereng dan bahaya erosi terdapat pada SPL 26. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jagung dan kedelai adalah sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas tekstur, C-organik, fosfor, kalium, lereng dan bahaya erosi yang terdapat pada SPL 9, SPL 10, SPL 12, SPL 13, SPL 14, SPL 16, SPL 17, SPL 18, SPL 20, SPL 21, SPL 22, dan SPL 23. Sedangkan kelas kesesuaian lahan tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas lereng dan bahaya erosi terdapat pada SPL 15. Adapun teknik konservasi tanah yang disarankan yaitu pembuatan saluran drainase, pemberian pupuk organik dan an-organik yang dikombinasikan serta pembuatan teras guludan.
Pemanfaatan Kotoran Sapi Dan Pupuk NPK Yara-Mila 16-16-16 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Murdhiani, Murdhiani; Maharany, Rina
Agrium Vol 17 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2350

Abstract

Permintaan kacang panjang meningkat setiap tahunnya, sementara produksi belum dapat memenuhi permintaan pasar. Peningkatkan hasil tanaman kacang panjang dapat dilakukan secara intensifikasi dengan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik secara tepat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu pemberian kotoran sapi dengan 4 taraf, yaitu : K0 = 0 kg/ha (kontrol), K1 = 10 ton/ha (2,88 kg/plot), K2 = 15 ton/ha (4,32 kg/plot), K3 = 20 ton/ha (5,76 kg/plot) dan pemberian pupuk NPK  Yara-Mila 16-16-16 dengan 3 taraf, yaitu : Yo = 0 kg/ha (kontrol), Y1 = 15 kg/ha (43,2 g/plot), Y2 = 300 kg/ha (86,4 g/plot). Parameter yang diamati; tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga tanaman, produksi per tanaman dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 minggu setelah tanam (MST) dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST, dan produksi per plot. Jumlah daun terbanyak umur 2 MST adalah 8.44 helai pada perlakuan K3. Tinggi tanaman yang tertinggi umur 6 MST adalah 230.87 cm pada perlakuan K3. Produksi per plot terberat adalah 2.97 kg pada perlakuan K3.Pemberian pupuk NPK Yara-Mila 16-16-16 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST. Tinggi tanaman yang tertinggi umur 6 MST adalah 218.64 cm pada perlakuan Y2. Interaksi antara kedua perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 4 MST, yaitu 16.93 helai pada perlakuan K1Y1. Kata Kunci : Kotoran Sapi, Pupuk NPK Yara-Mila, hasil
Pemanfaatan Lahan Salin Tadah Hujan Untuk Budidaya Sorgum Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir; Yusuf N, Muhammad; Sari Dewi, Elvira
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3841

Abstract

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 440.330 ha lahan yang terkategorikan sebagai lahan salin. Salah satu contoh dapat dilihat di kawasan pesisir Aceh yang kondisi ini diperparah setelah terjadinya tsunami 16 tahun silam. Lahan yang tertimbun lumpur tsunami menunjukkan kadar garam (Na) di lahan sawah yang terendam air laut mencapai 1.000 ppm. Sorgum sebagai tanaman C4 relatif mudah beradaptasi dengan daerah panas atau kering bahkan lahan dengan kandungan salinitas tinggi sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan lahan salin untuk budidaya sorgum sebagai upaya deversifikasi dan swasembada pangan diera kenormalan baru dan mengkaji ketahanan beberapa varietas sorgum terhadap salinitas di daerah berpotensi kering tinggi. Penelitian ini dilakukan di Desa Blang Nibong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara,  Provinsi Aceh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri atas sawah tadah hujan salin dekat pantai (berjarak lebih kurang 100) dan jarak 300 meter dari pantai. Dua varietas yang diuji yaitu Numbu dan Samurai 2 menunjukkan respon berbeda pada parameter pertumbuhan dan hasil. Numbu dapat disimpulkan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap lahan dengan salinitas tinggi dibandingkan dengan Samurai 2. Kata Kunci: sorgum, salin, tadah hujan, marjinal, pangan alternatif
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat Pasca Tsunami Fadli Fadli
Agrium Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v10i2.495

Abstract

Analysis of factors influencing people’s income after tsunami. Income is the main factor in improving the walfare of society. Post-tsunami community life certainly very difficult, all sources of income and their property destroyed by the brunt of the tsunami waves. Human capital, physical capital and economic capital and social capital is also a key factor in increasing rural incomes post-tsunami. This study aims to analyze the factors that influence people’s income after the tsunami. Data were analyzed by regression analysis. The research show that social capital is a factor which significantly affect the increase in income after the tsunami.
Kajian Tingkat Kerusakan Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Wilayah Hulu DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Sastya, Yessy; Purwadi, Purwadi; Maroeto, Maroeto
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6311

Abstract

Wilayah hulu DAS Rejoso kabupaten Pasuruan memiliki potensi mengalami kerusakan tanah apabila tidak segera dilakukan konservasi dan penanganan yang tepat. Kerusakan tanah akan berakibat rusaknya juga sifat-sifat dasar tanah yang meliputi sifat fisik, kimia maupun biologi, hal tersebut dapat mengganggu terhadap proses produksi biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor penyebab dan tingkat kerusakan tanah di wilayah hulu DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan. Status kerusakan tanah berdasarkan pada pedoman kriteria status kerusakan tanah yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.150 Tahun 2000. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yakni dengan melakukan pengamatan lapang serta pengambilan sampel tanah secara langsung dilapangan, tahap selanjutya yakni analisis laboratorium. Data yang dihasilkan dari analisa lapangan dan laboratorium dianalisis dan disajikan secara sistematis berupa peta (layout) sebaran kerusakan tanah yang cirinya didapat melalui perbedaan warna pada tiap nilainya.  Kondisi fisik lahan daerah penelitian relatif hampir seragam baik kondisi fisik,kimia dan biologi tanah. Secara umum wilayah hulu DAS Rejoso mempunyai potensi kerusakan pada tingkat rendah sampai tinggi. Secara umum dari semua penggunaan lahan tegalan mempunyai tingkat kerusakan yang lebih tinggi daripada penggunaan lahan lainnya.
Pemetaan dan Kesesuaian Lahan Tanaman Pangan di DAS Krueng Pasee Kabupaten Aceh Utara Samsul Suparno; Halim Akbar; Muhammad Rafli
Agrium Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v14i2.877

Abstract

Mapping using Geographic Information System (GIS) in food crops is an efficient and effective way to know land characteristics and their development potential in determining land suitability class in a region. This study aims to investigate the suitability class of food crops in the Krueng Pase River Basin (DAS) of North Aceh Regency, which starts from December 2016 until March 2017. The method used in this study is a survey method consisting of the preparation stage, survey introduction, main survey, data analysis and presentation of results. Some soil properties that affect land suitability classes for food crops are soil texture, cation exchange capacity (CEC), pH, basic saturation (KB), C-organic, Nitrogen, Phosphorus and Potassium. The results showed that the land suitability class for rainfed lowland rice on SPL 29, SPL 30 and SPL 31 was marginal (S3) with drainage limiting factor, phosphorus, potassium, slope and erosion hazard. Unsuitable land suitability class (N) with slope limiting factor and erosion hazard is found in SPL 26. The soil suitability class for corn and soybean is marginal (S3) with texture limiting factor, C-organic, phosphorus, potassium, slope and hazard (SP), SPL 17, SPL 18, SPL 20, SPL 21, SPL 22 and SPL 23. While the land suitability class is not suitable (N) with slope limiting factor and erosion hazard is found in SPL 15. The suggested soil conservation techniques are drainage drainage, organic and inorganic fertilizer application combined, and the making of guludan terraces
Efektifitas Pemberian Kompos Titonia (Tithonia diversifolia) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai Pada Tanah Bekas Tambang Emas Rika Syofiani
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1935

Abstract

The presence of activity, gold mining  causing the top layer of soil (top soil) which has high fertility mixed with other soil at the bottom which has low fertility and this can reduce productivity soil. Productivity soil can be increased by improving soil chemical properties, one of which is by adding organic material in the form of titonia compost. The purpose of this study was to obtain the correct dosage of titonia compost (Tithonia diversifolia) in the former gold mine land to increase the growth and yield of soybean plants (Glycine max L.). This study used a randomized block design (RBD) with 5 levels of treatment and 3 replications. The treatments given were without treatment (A), 10 kg of titonia compost (B), 20 kg of titonia compost (C), 30 kg of titonia compost (D) and 40 kg of titonia compost (E). The research data were statistically analyzed by the F test at 5% level. If the test results with the F test are significantly different then proceed with Duncan's Multiple Range Test (test DMRT) at a 5% significance level. The results of this study show that the administration of titonia compost (Tithonia diversifolia) 40 kg / bed improves soil chemical properties, growth and yield of soybean plants. Keywords: titonia compost, soybeans, former gold mining land.
Kajian Pemanfaatan Limbah Padat Palm Kernel Cake (PKC) Dalam Pengomposan Pelepah Kelapa Sawit Arfianti Saragih, Dina; Yosephine Sitompul, Ingrid Ovie; Reza Husada, Mhd.
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2858

Abstract

           Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kaca Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan  5  perlakuan; P0 Kontrol (2 kg pelepah), P1 (2 kg pelepah dan 0,2 kg PKC), P2 {(2 kg pelepah dan 0,4 Palm Kernel Cake (PKC)}, P3 (2 kg pelepah dan 0,6 PKC), dan P4 (2 kg pelepah dan 0,8 PKC) dengan ulangan masing-masing perlakuan 5x. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan PKC kompos pelepah kelapa sawit memiliki kadar C-Organik tertinggi (40,97%)  terdapat pada perlakuan P0 (Kontrol) dan yang terendah dengan nilai 38,53% terdapat pada perlakuan P2 (2 kg pelepah dan 0,4 kg PKC). Hasil Perlakuan PKC terhadap kadar N (Nitrogen) kompos pelepah kelapa sawit. Kadar N (Nitrogen) tertinggi terdapat pada perlakuan P2 (2 kg pelepah dan 0,4 kg PKC) dengan nilai 3,43% dan yang terendah terdapat pada perlakuan P0 (Kontrol) dengan nilai 2,23%. Perlakuan PKC terhadap kadar rasio C/N kompos pelepah kelapa sawit. Rasio C/N tertinggi terdapat pada perlakuan P0 (Kontrol) dengan nilai 18,14 dan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 (2 kg pelepah dan 0,2 kg PKC) dengan nilai 12,32. Suhu, pH, Kadar N (Nitrogen) dan Rasio C/N pada semua perlakuan telah memenuhi SNI 19-7030-2004.