cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Respon Naungan Terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Rusdi Faizin; Putra Susila
Agrium Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1069

Abstract

Tanaman Nilam membutuhkan cahaya yang relatif sedikit, terutama pada awal pertumbuhan setek tanaman. Untuk mejamin pertumbuhan bibit tanaman nilam perlu diberi  pelindung, baik  pelindung dari tanaman maupun pelindung buatan. Intensitas  cahaya yang rendah mampu meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan nilam varietas Tapak Tuan, dan varietas Lhokseumawe. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pada September 2016  s/d April 2017. Bahan yang digunakan yaitu stek tanaman nilam, paranet 25% (75% cahaya  diterima), paranet 50% (50% cahaya diterima), dan tanpa paranet. Pupuk yang digunakan adalah, pupuk organik, Urea, SP36 dan KCl, zat perangsang tumbuh yaitu grow tone. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design). Petak utama adalah naungan dan anak petak adalah varietas nilam yaitu varietas Tapaktuan dan varietas Lhokseumawe. Adapun parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun. Pemberian naungan 50% memberi pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan varietas Lhokseumawe menunjukkan peningkatan pertambahan tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun.
Kajian Erosi Tanah dan Teknik Konservasi Tanah di Sub DAS Krueng Pirak Kabupaten Aceh Utara Tiar Munzir; Halim Akbar; M. Rafli
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1941

Abstract

Land, as a natural resource, has various pressures along with the increase in the human population which has caused a decrease in the quality and land productivity. Decreasing soil quality is caused by nutrients that are washed away by rain and erosion mainly occurs on land that does not apply appropriate conservation management. The rate of erosion and sedimentation in an area illustrates the condition of the watershed management system. This study aims to predict the rate of soil erosion in the Krueng Pirak watershed in North Aceh Regency. The method used in this study is the survey method as follows: preparation, observation, data analysis and presentation of results. The results showed that the calculation of erosion predictions in the Krueng Pirak sub-watershed in North Aceh had different predictive values for each Land Mapping Unit (LMU). The highest erosion prediction is in LMU21 of 882.38 tons / ha / year with coconut vegetation, while the lowest is in LMU14 which only has 0.29 tons / ha / year. This happens because of the low carbon content of forest vegetation. For the Krueng Pirak sub-watershed area, there are several LMU areas that need to be preserved, including LMU2, LMU4, LMU6, LMU9, LMU10, LMU13, LMU15, LMU16, LMU17 and LMU21. This is because the value of predicted erosion in this area exceeds acceptable erosion values. Some conservation efforts that need to be done are in LMU 11 by integrating rubber plants with cassava plants. PL 12, SPL 13, SPL 15 by integrating the main crops with corn, upland rice, cassava, peanuts and plant residues used as mulch. Conservation in LMU16 and LMU21 is carried out by reforestation by covering the soil at the beginning of the year, while in LMU17 conservation is done by combining teak plantations with pea and green bean plants. Keywords: Sub-watershed, Prediction of Erosion, Conservation, LMU 
Korelasi Antara Hasil Dan Komponen Hasil Beberapa Kultivar Padi Gogo (Oryza sativa L.) Lokal Sulawesi Tenggara Pada Dua Sistem Budidaya Afa, Laode; Suaib, Suaib; Uge, Ilan; Aysyah Anas, Arsy; Maisura, Maisura
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3836

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari keeratan hubungan hasil dan komponen-komponen hasil padi ladang lokal Sulawesi Tenggara yang dibudidayakan dengan sistem budidaya gogo dan budidaya sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada lahan yang terletak di Kelurahan Kambu Kota Kendari dan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei sampai Oktober 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 6 perlakuan kultivar yaitu Wapantoga, Bou, Momea, Konkep, Uwa dan Ndowatu dalam dua sistem budidaya yaitu sistem budidaya gogo dan sistem budidaya sawah. Setiap perlakuan kultivar diulang 3 kali sebagai kelompok sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang malai, total gabah per malai, bobot gabah isi dan bobot gabah per rumpun merupakan kriteria yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi padi ladang baik yang ditanam pada kondisi lahan kering (sistem budidaya gogo) maupun lahan sawah (sistem budidaya sawah). Empat komponen tersebut memiliki korelasi positif terhadap hasil produksi padi ladang lokal Sulawesi Tenggara.Kata Kunci; korelasi, kultivar padi lokal, ladang, sawah
Karakter Agronomi Jagung Manis Varietas Sugar 75 Akibat Perlakuan Pupuk Kandang Ayam dan Kalium Muhammad Yusuf N
Agrium Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v12i1.386

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2012 dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi pupuk kandang ayam dan kalium terhadap karakter agronomi jagung manis. Model rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu aplikasi pupuk kandang ayam (A) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (0 Kg/ha), A1 (10 Kg/ha),A2 (15 Kg/ha) dan A3 (20 Kg/ha). Faktor kedua yaitu aplikasi pupuk Kalium (K) yang terdiri dari K0 (0 Kg K2O/ha), K1 (90 Kg K2O/ha), K2 (120 Kg K2O/ha), dan K3 (150 Kg K2O/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam dan kalium tidak berpengaruh nyata terhadap karakter agronomi jagung manis
Hubungan Karakter Agronomi Padi Varietas Ciherang Dan Inpari 32 Di Lahan Sawah Tadah Hujan Maulana Akbar, Fauzi; Asis, Asis; Fitria Lizmah, Sumeinika
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6764

Abstract

Setiap varietas tanaman padi mempunyai sifat atau karakter yang berbeda sehingga memberikan respon yang berbeda pada berbagai lingkungan tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat atau karakter agronomi varietas padi di lahan sawah tadah hujan. Penelitian telah dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan milik petani di desa Luthu Lamweu, Suka Makmur, Aceh Besar pada bulan Juli sampai November 2021. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 varietas yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat enam unit percobaan dengan 5 sampel tanaman pada setiap unit. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agronomi varietas Ciherang memiliki tingkat keeratan sangat kuat antara jumlah anakan dengan jumlah malai per rumpun (0.85), jumlah gabah isi per malai dengan berat gabah isi per malai (0.84), dan berat gabah isi per malai dengan berat 1000 biji (0.84). Sedangkan Inpari 32 memiliki tingkat keeratan hubungan sangat kuat pada karakter jumlah anakan dengan jumlah malai per rumpun (0.92), jumlah gabah isi per malai dengan berat gabah isi per malai (0.83) dan berat 1000 biji (0.81), berat gabah isi per malai dengan berat 1000 biji (0.90). Kedua varietas padi tersebut menunjukkan keeratan hubungan yang berbeda antar karakter agronomi di lahan sawah tadah hujan.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Pada Perlakuan Beberapa Media Tanam dan Pupuk Organik Cair Muhamad Yusuf; Muhammad Yusuf N
Agrium Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v14i1.873

Abstract

This research aims to determine the role of planting media and organic fertilizer to the growth and yield of celery plants. This research was conducted at Gampong Lancang Barat District Dewantara Regency of North Aceh, with height of place more about 5 m asl with flat condition (average) Implementation of research from March until June 2015. This study used Factorial Randomized Block Design. 2 Factors studied: Planting media factor (M), consisting of 4 levels: M0: soil (5 kg) M1: soil + manure (3:2) M2: soil + sand (3:2) M3: soil + ash husk (3:2). The organic liquid fertilizer (P) factor consists of 3 levels: P0: without fertilization P1: the application of liquid organic fertilizer as much as 2 cc / liter of water P2 the application of liquid organic fertilizer as much as 4 cc / liter of water. Thus there are 12 treatments in repeated three times, so that obtained 36 units of experiment. The results showed that planting media had significant effect on plant height, number of leaves, number of midrib, length of stem at 15, 30, 45 and 60 HST, leaf area, wet and dry weight. Growth and best results were found in soil media treatment with a mixture of husk ash (M3). Organic fertilizers have a very significant effect on plant height, number of leaves, number of midrib, length of stem at 15, 30, 45 and 60 HST, leaf area, wet and dry weight. Growth and best results are found in the application of liquid organic fertilizer as much as 4 cc / liter of water (P2). There is an interaction between plant media treatment and organic fertilizer application on plant height, leaf number, midrib, mid-length at age 15, 30, 45 and 60 HST, leaf area, wet and wet weighting. The best interaction is found in soil media treatment with a mixture of husk ash and liquid organic fertilizer as much as 4 cc / liter of water (M3P2).
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max Merr) Yang Diberi Pupuk Nitrogen Dan Molibdenum Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Ruben T. Sirenden; Moch. Anwar; Zafrullah Damanik
Agrium Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v13i2.1901

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang diberi pupuk N dan Mo pada tanah Pozolik Merah Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun menurut pola faktorial. Faktor pertama adalah adalah pemberian nitrogen (N) yang terdiri dari empat aras yaitu  0, 20, 40 dan 60 kg ha-1 dan faktor kedua adalah pemberian molibdenum (Mo) yang terdiri dari 0, 50, 100, dan 150 g ha-1.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  interaksi  N dan Mo tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati, tetapi  faktor tunggal N dan Mo berpengaruh nyata terhadap semua variabel  kecuali pada tinggi tanaman 3 mst. Dosis  60 kg ha-1 N memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman 68,13 cm, jumlah cabang 8,84,  jumlah biji 163.33 dan  berat biji kadar air 12 % adalah 13,43 g tanaman-1.  Dosis  150  g ha-1 Mo memberikan hasil terbaik yaitu tinggi tanaman 70,00 cm, jumlah cabang 8,42,   jumlah biji 160,50 dan  berat biji kadar air 12 % adalah  13,63 tanaman-1Kata Kunci : Tanah Pozolik Merah Kuning, Kedelai, Nitrogen (N) , Molibdenum (Mo)
Respon Pupuk Guano Dan Mikoriza Dalam Memperbaiki Sifat Kimia Dan Hasil Kedelai Pada Tailing Tambang Emas Di Kabupaten Sijunjung Syofiani, Riza; Oktabriana.S, Giska
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2853

Abstract

Tailing merupakan bahan hasil galian yang dapat mencemari lingkungan, memiliki Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan unsur hara yang rendah. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sifat kimianya yaitu dengan pemberian pupuk guano dan mikoriza. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat interaksi penggunaan pupuk guano dan mikoriza dalam memperbaiki sifat kimia dan hasil kedelai di tailing tambang emas. Penelitian dilakukan di STIPER Sawahlunto Sijunjung dan dilanjutkan di Laboratorium Tanah Universitas Andalas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial dengan 3 ulangan dimana Faktor A (dosis pupuk guano) A1 : 0 ton/ha, A2 : 10 ton/ha, A3 : 15 ton/ha, A4: 20 ton/ha, A5 : 25 ton/ha dan Faktor B  (dosis mikoriza) B1 : 0 g/tan, B2 : 10 g/tan, B3 : 15 g/tan. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf nyata 5%. Jika hasil pengujian tidak berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjutan Duncan New Multiple Range (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk guano dan mikoriza dapat memperbaiki sifat kimia dan hasil kedelai pada tailing tambang emas.
Distribusi Tipe Iklim Oldeman dan Proyeksinya Berdasarkan RCP 4.5 di Kabupaten Aceh Utara Ulfi, Hangra Traverma; Khusrizal, Khusrizal; Rusdi, Muhammad
Agrium Vol 15 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.5865

Abstract

Pergeseran Pergeseran dan perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim juga berpengaruh pada pergerseran tipe iklim Oldeman di Kabupaten Aceh Utara. Gambaran tipe iklim Oldeman saat ini dan di masa depan sangat diperlukan sebagai langkah adaptasi masyarakat di bidang pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui distribusi tipe iklim Oldeman saat ini dan proyeksinya untuk 20 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan data curah hujan terbaru (2008-2017) dari 16 titik pengamatan dan data model MIROC5 dari skenario RCP 4.5 di Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan adalah overlay dari interpolasi bulan basah dan bulan kering dengan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara di dominasi tipe iklim Oldeman kering untuk saat ini (99.19%) dan kondisi ini diprediksi juga bertahan hingga 20 tahun ke depan (95.26 - 97.11%). Perubahan dan meluasnya iklim ke tipe lebih basah terjadi di daerah ketinggian seperti bagian selatan Kecamatan Sawang (2.89 - 4.74%).
TINGKAT LAJU INFILTRASI TANAH PADA DAS KRUENG MANE KABUPATEN ACEH UTARA Delima Delima; Halim Akbar; Muhammad Rafli
Agrium Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i1.685

Abstract

Infiltration is the inclusion of water into the soil through the soil surface due to differences in matrix potential, gravitational potential and pressure potential Infiltration is an important component in soil conservation.  It is because the efforts are fundamental in managing the relationship between rainfall intensity and infiltration capacity, as well as run off. The magnitude of surface flows due to disruption of characteristics and potential land will change the ecosystem which can reduce the function of river basin (DAS). This study aims to measure the infiltration rate in the Krueng Mane watershed in North Aceh District. The method used in this research was survey method where to measure infiltration rate using infiltrometer method. The results revealed that the highest infiltration rate was 8.20 cm / h. It  was found in mixed plantation land cover, 0-3% slope and latosol soil type. The lowest infiltration rate was 1.906 cm/h, found in oil palm plantation cover, slope of 3-8% and yellow podzolic soil type (PMK). Soil texture is dominated by clay fraction, porosity value is 43,23-45,56%, moisture content is between 1.01-4,38%, C-organic content is 0,32-2,93%, soil permeability is 0, 28-11.12 cm / hour and bulk density ranged from 1.13 to 1.35 gr / cm³. The result of statistical analysis indicated that the fraction of dust had a positive correlation with the C-organic content (r = 0.851 **). The porosity of the soil is positively correlated with the permeability (r = 0.844 **).