cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 258 Documents
APLIKASI AGES REPLACEMENT METHODS DALAM MENENTUKAN OPTIMASI PENJADWALAN PERAWATAN KENDARAAAN Ni Luh Putu hariastuti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.389

Abstract

Adanya mobilitas masyarakat yang dewasa ini cukup tinggi, menjadikan fenomena tersebut sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Namun harus diperhatikan juga terkait dengan fasilitas yang disediakan merupakan fasilitas yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pihak pengguna. Disinilah diperlukan adanya jadwal perawatan fasilitas yang optimal sehingga fasilitas dalam hal ini adalah kendaraan dapat menjalankan fungsinya dengan baik, mengingat pengguna kendaraan (bus) adalah karyawan dengan sistem antar jemput setiap hari dan harus selalu tepat waktu. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan Metode Age Replacement diperoleh bahwa Interval perawatanpencegahan yang optimal yang dapat dilakukan perusahaan adalah setiap 10 hari dengan tingkat keandalan mesin atau relihabilitas sebesar 62,172%. Sedangkan Waktu optimal perawatan pertahun dilakukan sebanyak 30 kali perawatan,dengan total biaya Rp. 1.340.175.743,31, lebih hemat sebesar 14,7% dibandingkan dengAN kondisi riil
PENENTUAN UKURAN PEMESANAN BAHAN BAKU STAINLESS STEEL MULTI ITEM MULTI SUPPLIER DENGAN GOAL PROGRAMMING novi miranda sari; Said salim Dahda; Elly Ismiyah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.607 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i2.588

Abstract

Persediaan berkaitan dengan tersedianya barang mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi untuk dapat memastikan lancarnya suatu sistem produksi atau kegiatan bisnis bagi suatu perusahaan. Bagi perusahaan yang memproduksi produk multi item yang diperoleh dari supplier yang lebih dari dua (multi supplier), penentuan ukuran pemesanan pada masing-masing supplier merupakan faktor penting yang tidak dapat dilepaskan dalam perencanaan model persediaan. Metode Goal Programming adalah sebuah metode matematis yang dapat menyelesaikan kasus-kasus yang memiliki lebih dari satu sasaran yang hendak dicapai. Metode ini dapat digunakan secara berulang-ulang untuk periode berikutnya, sehingga metode ini dapat digunakan untuk merencanakan ukuran pemesanan bahan baku. Sedangkan metode yang digunakan dalam peramalan adalah metode-metode time series pada Minitab 16. Hasil ramalan jumlah permintaan bahan baku stainless pada periode Juli-Desember 2016 untuk stainless grade J4 (dalam MT) adalah 2877, 2521, 2775, 2690, 2839, dan 2613. Jumlah permintaan untuk grade 304 (dalam MT) adalah 2510, 2273, 2726, 2294, 1896, dan 2079 . Dan jumlah permintaan untuk grade 430 (dalam MT) adalah 1599, 1597, 1427, 1497, 1371, dan 1535. Fungsi tujuan dari permasalahan yang ada adalah memenuhi jumlah permintaan dan memaksimalkan kapasitas supplier. Solusi yang diperoleh berdasarkan penyelesaian dengan metode goal programming adalah jumlah pemesanan pada bulan Juli 2016 grade J4 diberikan kepada PT. TISCO sebesar 2.877 MT, grade 304 diberikan kepada PT. Jindal Orissa sebesar 2.401 MT dan PT. TISCO sebesar 109 MT, dan grade 430 diberikan kepada PT. Jindal Orissa sebesar 1.599 MT.
APLIKASI ERGONOMI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA OPERATOR DAN OUTPUT PRODUKSI PADA PROSES TAPER Maulidina Achmad
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Indospring Tbk adalah sebuah perusahaan otomotif manufacturing yang memproduksi spring dengan mutu tinggi dengan menerapkan mutu ISO 9002:2000. Hasil produksinya selama ini untuk memenuhi pemesanan dari dunia otomotif dalam negeri maupun luar negeri. Rata-rata output produsi (PO) Hot Coil perbulan = 40.000 pcs/bln, kendala yang membuat output kurang maksimal adalah output taper tidak sesuai dengan standart (tebal dan panjang), dan adanya keluhan pada bagian tubuh seperti bahu kiri, bahu kanan, pinggang, lengan bawah kiri dan lengan bawah kanan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui keluhan fisik operator sehingga penulis dapat membuat alternatif solusi yang baik guna mengurangi keluhan fisik yang terjadi selama proses taper dan membuat rancangan yang ergonomis dengan perhitungan data anthropometri dan data persentil.
MENENTUKAN JUMLAH BAURAN PRODUK YANG OPTIMAL DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DAN INTEGER PROGRAMMING Eko Hariono
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.555

Abstract

PT. Wilmar Nabati Indonesia merupakan perusahan yang memproduksi bauran dari hasil kelapa sawit beserta turunannya, diantaranya adalah minyak goreng, bahan baku sabun, bahan baku obat, bahan baku coklat, biodiesel dan lain sebagainya. Untuk minyak goreng, diproduksi menjadi beberapa merk dan kemasan, seperti Sania, Fortune dan Sovia. Seiring bertambahnya tahun, permintaan minyak goreng mengalami peningkatan. Untuk merespon baik hal tersebut maka harus dibuatlah sistem produksi yang baik dengan cara menentukan bauran produk yang optimal. Sebelum menambah jumlah mesin untuk memenuhi permintaan pasar maka manajemen PT. Wilmar ingin agar mengoptimalkan terlebih dahulu mesin yang tersedia.Agar mendapatkan jumlah produk yang optimal dengan keterbatasan kapasitas mesin maka harus dibuat sebuah model matematis untuk mendapatkan hasil yang optimal salah satunya dengan Metode Goal Programming dan Integer Programming. Langkah-langkah untuk memodelkannya yaitu dengan menentukan variabel-variabel keputusan, pembatas-pemabatas, prioritas dari setiap keputusan serta fungsi tujuannya.Terdapat 1 produk yang kekurangannya sangat banyak yaitu Fortune 1 liter sebesar 14.821.887 pouch/tahun dan ada beberapa mesin yang rationya masih rendah yaitu pada mesin filling 4 dan 5 yaitu 69%, setelah dilakukan perhitungan menggunakan Goal Programming dan Integer Programming dengan Software Lingo 13.0 produk Fortune 1 liter kekurangannya dapat ditekan sebesar 33.000.000 pouch sehingga kekurangannya menjadi 3.421.887 pouch, sehingga ratio mesin filling 4 dan 5 meningkat menjadi 90%. Dengan menentukan beban yang tepat terhadap mesin yang dimiliki akan dapat menigkatkan efisiensi mesin serta mengurangi kekurangan produk yang diproduksi.
ANALISIS DAN KAJIAN RANTAI PASOK AGRIBISNIS AYAM PEDAGING DENGAN DEA (DATA ENVELOPMENT ANAKYSIS) Wahyu Eko cahyono; I G A Sri Devianti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.511

Abstract

Protein hewani mempunyai keunggulan dibanding protein nabati, yaitu kelebihan (lebih lengkap) asam amino esensialnya. Protein hewani mempunyai kualitas penting dalam membangun pertumbuhan dan kecerdasan manusia. Porsi konsumsi rata-rata orang Indonesia untuk pangan hewani baru mencapai 81,9 gr dari stándar ideal 150 gram per hari. (WNPG,2008). Sedangkan potensi unggas (itik, Buras, layer, broiler dan puyuh) di Jatim sangat besar, bahkan populasi layer 30,74 persen dari populasi nasional (116.473.968 ekor) dengan produksi 379.288 ton (2008). Produksi pakan ternak komersial di Jatim juga paling tinggi di Indonesia, yaitu 2.713.070 ton pada tahun 2007 atau 34,78 persen dari produksi nasional (Dinas Peternakan Jatim, 2008).Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memetakan rantai pasok agribisnis ayam pedaging dengan pendekatan analisa rantai nilai (value chain) sehingga mampu memahami kondisi rantai pasok yang digambarkan dalam Big Picture Mapping. Pemborosan-pemborosan pada jalur s upply chain dapat diidentifikasikan kemudian dilakukan pemetaan secara detaildan dianalisa akar penyebabnya. Langkah selanjutnya adalah menyusun model simulasi berdasarkan simulasi sistem dinamik untuk mengevaluasi pengaruh koordinasi terhadap kinerja supply chain ayam pedaging di Jawa Timur. dan dilakukan beberapa skenario alternatif perbaikan terhadap supply chain ayam pedaging melalui desain supply chain management untuk mencapai performansi sistem yang lebih baik.
Komposit DESAIN KOMPOSISI BAHAN KOMPOSIT YANG OPTIMAL BERBAHAN BAKU UTAMA LIMBAH AMPAS SERAT TEBU (BAGGASE) mochammad nuruddin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v19i2.759

Abstract

Bahan baku atau material komposit sebagai alternatif bahan baku non logam dipilih pada bidang industri karena memiliki sifat ketahanan korosi yang lebih baik, karakteristik yang dapat dikontrol serta berat yang lebih ringan dan biaya produksi yang murah. Upaya yang dilakukan melalui inovasi desain bahan baku utama komposit yang memiliki keunggulan serta lebih aman dan ramah terhadap lingkungan. Salah satu jenis serat alam yang sangat potensial adalah ampas serat tebu (baggase). Ampas serat tebu merupakan limbah dari proses pengolahan gula yang pemanfaatannya kecil. Sehingga diperkirakan sebanyak 40 % dari ampas tebu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal . Melihat dari potensi tersedianya bahan baku, maka penelitian ini diarahkan untuk pemanfaatan limbah ampas serat tebu sebagai serat utama dengan kombinasi bahan baku pendamping berupa serat batang pisang dan serat/sabut kelapa, yang bertjuan untuk menentukan kekuatan bending dan kekuatan tarik dari hasil komposisi level faktor optimal dari tree in one of material komposit yang dilakukan, baik bahan baku serat maupun bahan perekatnya. Tahapan penelitian diawali dengan penerapan metode desain robust dari indentitifikasi variabel penelitian hingga pelaksanaan eksperimen dengan penentuan level faktor kualitas dan ortogonal array yang sesuai dan replikasi 2 kali, maka diperoleh desain komposisi level optimal pada eksperimen ke-4 dimana komposisi bahan baku 70%, 10%, 20% ( Matrik + Filler) dengan posisi struktur serat Searah, perekat yang sesuai memakai resin epoxy diperoleh rata–rata kekuatan bending sebesar 8,2404 MPa dan rata-rata kekuatan tarik sebesar 2,992748718 MPa, dan hasil desain komposisi bahan baku komposit level optimal ini berharap dapat meningkatkan kualitas bahan baku komposit dari serat alami tentunya perlu dilakukan treatment spesifik penelitian lanjutan yang lebih sempurna dan produksi komposit yang dihasilkan dapat diterima di pasarkan. Kata Kunci : Ampas serat tebu, Komposit, desain komposisi optimal
DESAIN ALAT PENGASAPAN IKAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ERGONOMI, QFD DAN PENGUJIAN ORGANOLEPTIK Eko Nurmianto; Naning Aranti Wessiani; Rizka Megawati
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 10 No 2 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v10i2.380

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan. Pada umumnya, masyarakat pesisir pantai hanya mengandalkan hasil penjualan ikan secara langsung tanpa ada proses pengolahan ikan. Sehingga harga jual ikan murah. Hanya sebagian dari mereka yang menyisakan sedikit ikan segar untuk diolah lebih lanjut. Salah satu caranya adalah dengan proses pengawetan ikan. Proses pengawetan ikan ada banyak cara, antara lain dengan cara penggaraman, pengeringan, pemindangan, pengasapan, peragian dan pendinginan ikan. Pengasapan merupakan cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia alami dari hasil pembakaranbahan bakar alami. Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses penginderaan. Pengujian organoleptik bertujuan untuk mengetahui kualitas ikan hasil olahan sebelum dipasarkan kepada masyarakat luas. Riset ini bertujuan untuk mendapatkan model pengembangan alat pengasapan ikan yang sesuai dengan masyarakat pesisir pantai. Dengan adanya alat pengasapan ikan ini diharapkan masyarakat pesisir pantai dapat meningkatkan kualitas perekonomiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Ergonomi, QFD dan Pengujian organoleptik
ANALISIS KUALITAS LAYANAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA J&T EXPRESS Arief Luqman Hakim
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.570

Abstract

Persaingan bisnis saat ini membuat perusahaan harus lebih kompetitif dan memberikan pelayanan jasa dengan kualitas yang terbaik untuk mencapai kepuasan pelanggan yang merupakan faktor penting terciptanya loyalitas. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas jasa J&T Express sebagai salah satu penyedia jasa pengiriman barang dengan menggunakan metode SERVQUAL dan QFD. Pengolahan data dengan metode SERVQUAL menunjukkan semua atribut kualitas jasa belum memenuhi harapan pelanggan karena memiliki nilai kesenjangan negatif. Hasil kalsifikasi dengan IPA pada analisa SERVQUAL diperoleh 1 atribut masuk ke dalam Kuadran I (harus diperbaiki segera), 7 atribut masuk ke dalam Kuadran II (harus dipertahankan), 5 atribut masuk ke dalam Kuadran (perbaikannya dapat ditunda), dan tidak terdapat atribut masuk ke dalam Kuadran IV (dimungkinkan untuk ditiadakan). Analisa QFD memberikan hasil bahwa prioritas utama perbaikan adalah kerapian dan kenyamanan dari ruangan pelayanan.Prioritas kedua perbaikan layanan yaitu penyesuaian garansi kerusakan/kehilangan dan prioritas selanjutnya adalah penambahan sarana informasi serta kritik dan saran.
Pengembangan Algoritma Hybrid Metaheuristik untuk Menyelesaikan Permasalahan Penjadwalan Perawatan Pesawat Nurhadi Siswanto; Asyraf Nur Adianto; Hasan Aji Prawira; Ahmad Rusdiansyah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v20i2.1050

Abstract

Aircraft Maintenance Problem (AMP) merupakan permasalahan penentuan jadwal kegiatan perawatan pesawat. AMP memiliki dua jenis kegiatan perawatan yang akan diteliti yaitu inspeksi dan continuous airworthiness maintenance programs (CAMP). Penelitian ini membandingkan kinerja antara metode Particle Swarm Optimization (PSO) dengan metode Crow Search Algorithm (CSA). Kedua metode tersebut dihibridisasikan dengan Greedy Randomized Adaptive Search Procedures (GRASP) untuk menyelesaikan AMP. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menentukan jumlah periode yang diperlukan untuk perawatan pesawat dan menentukan tugas atau jenis inspeksi dan CAMP yang harus dilakukan dalam setiap periode serta menentukan metode yang ideal untuk menyelesaikan AMP. Permasalahan AMP sendiri merupakan permasalahan kombinatorial yang dapat dikategorikan sebagai permasalahan NP-Hard. Metode metaheuristik digunakan untuk memastikan proses optimasi dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat. Percobaan dilakukan menggunakan 16 kondisi dengan empat dataset yang dihasilkan secara acak. Hasil percobaan komputasi menunjukkan bahwa PSO-GRASP mengungguli CSA-GRASP untuk jumlah inspeksi yang lebih tinggi.
PENENTUAN WAKTU STANDART DENGAN PENDEKATAN MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST) Rullie Annisa
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v20i2.956

Abstract

Maynard Operation Sequence Tecnique (MOST) merupakan salah satu teknik pengukuran kerja yang disusun berdasarkan urutan sub-sub aktivitas atau gerakan. Penelitian dengan pendekatan MOST pada UMKM Batu Alam Kamal, berkaitan dengan gerakan-gerakan yang membentuk suatu operasi kerja, dimana waktu yang diperoleh adalah waktu normal. Hasil penelitian memperoleh waktu normal sebesar 1940 TMU atau sebesar 1,164 menit dengan kelonggaran sebesar 22%. Data waktu normal dan kelonggaran digunakan sebagai acuan dalam mencari waktu standart pada operasi kerja UMKM Batu Alam sehingga diperoleh waktu standar sebesar 1,323 menit. Berdasarkan hasil perhitungan waktu standar, maka dapat diketahui output standar sebanyak 0,756 sehingga dalam satu hari dengan jumlah jam kerja sebesar 420 menit diperoleh output yang dihasilkan sebanyak 317 ubin /hari.