cover
Contact Name
Surya Irayani
Contact Email
suryaira@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6281355713738
Journal Mail Official
mediagigi@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Monumen Emmy Saelan III, Makassar, South Sulawesi, 90242
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870051     EISSN : 26227061     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar [P-ISSN 2087-0051 | E-ISSN 2622-7061] adalah jurnal ilmiah yang berisikan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu kesehatan gigi. Jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi peneliti khususnya dosen dalam lingkungan jurusan keperawatan gigi dan peneliti dari luar pada umumnya. Artikel dapat berupa hasil penelitian, review buku, kritik artikel maupun berbagai karya ilmiah lainnya. Sangat kami harapkan bahwa jurnal kesehatan gigi ini dapat memberi ruang bagi para perawat gigi untuk mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2017)" : 11 Documents clear
EFEKTIVITAS OBAT KUMUR YANG MENGANDUNG CENGKEH DAN CHLORHEXIDINE GLUCONAT 0,2 % DALAM PENCEGAHAN PEMBENTUKAN PLAK Ellis Mirawati Hamid
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.32 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.761

Abstract

Studi ini meneliti mengenai efektivitas obat kumur yang mengandung cengkeh dan chlorhexidine gluconat 0,2% dalam pencegahan pembentukan plak .Jenis Penelitian ini adalah observational analitik dengan rancangan studi cross sectional, dengan besar sampel 50 orang dibagi menjadi 2 kelompok yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 50 orang. Tekhnik analisis data yaitu uji Paired t-test untuk menguji efektivitas  berkumur obat kumur yang mengandung cengkeh dan chlorhexidine gluconat 0,2%terhadap pembentukan plak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkumur dengan obat kumur cengkeh dan chlorhexidine  menghambat pembentukan plak, dimana berkumur dengan chlorhexidin lebih efektif dibandingkan berkumur dengan obat kumur cengkeh terhadap pencegahan pembentukan plak gigi. Kata kunci : Obat kumur cengkeh, obat kumur Chlorhexidine, Indeks Plak
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PASTA GIGI DENGAN KANDUNGAN XYLITOL TERHADAP PENURUNAN JUMLAH PLAK PADA MURID SDN NO. 234 INPRES TAKALAR KOTA KAB.TAKALAR Lucia Yauri
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.01 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.757

Abstract

Pasta gigi digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi. Pasta gigi yang baik, ketika digunakan pada saat menyikat gigi dapat menghilangkan plak. Plak merupakan suatu endapan lunak yang terdiri dari kumpulan bakteri yang melekat erat pada permukaan gigi. Xylitol dapat menghambat perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan terbentuknya karies.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektiitas penggunaan pasta gigi yang mengandung xylitol terhadap penurunan jumlah plak. Hasil penelitian yang didapatkan di SDN No.234 Inpres Takalar kota Kab. Takalar dapat dilihat perbedaan pasta gigi yang mengandung xylitol mengalami penurunan jumlah plak pada permukaan gigi lebih besar dibanding dengan pasta gigi yang tidak mengandung xylitol. Hasil ini didukung dengan hasil uji coba yang menunjukkan terjadinya penurunan jumlah plak. Selisih OHI-S yang didapat sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung xylitol, yaitu 12,5% baik, 7,5% sedang dan 5% selisih yang mendapatkan OHI-S buruk. Sedangkan selisih OHI-S sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang tidak mengandung xylitol adalah 7,5% baik, 7,5% sedang, dan 0% buruk.Kata Kunci: Xylitol, Plak.
PENGARUH ZAT KAPUR {Ca(OH)2} DALAM AIR TERHADAP CALCULUS INDEKS PADA MURID KELAS V SDN 105 BARAKA DAN MURID KELAS V SDN 123 BANTI KABUPATEN ENREKANG TAHUN 2011 Badai Septa W
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.815 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.762

Abstract

Air merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan kita. Air diperlukan untuk melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan oleh tubuh kita. Air yang mengandung bakteri patogen atau zat-zat terlarut lainnya dapat berakibat langsung pada kesehatan. Kapur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kesadahan air dan meningkatkan pH (derajat keasaman) air sehingga sifat air menjadi basa. Air dengan pH tinggi akan bereaksi dengan ludah yang dengan cepat membentuk endapan yang menyebabkan peningkatan  pembentukan karang gigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional study. Teknik Sampel yang digunakan adalah Total Sampel dan data yang diperoleh diolah menggunakan Uji statistik dengan menggunakan  sistem komputerisasi (SPSS versi 16.0), Penelitian dilaksanakan di SDN 105 Baraka dan SDN 123 Banti Kab. Enrekang. Penelitian dilakukan pada bulan April  2017.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada murid kelas V SDN 105 Baraka dan murid kelas V SDN 123 Banti Kabupaten Enrekang, disimpulkan bahwa terjadinya pembentukan calculus pada murid kelas V kedua sekolah tersebut memiliki hubungan yang erat dengan zat kapur yang terkandung didalam air yang digunakan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena kadar kapur yang tinggi dapat menyebabkan kesadahan air dan meningkatkan pH air sehingga sifat air menjadi basa, yang berpengaruh terhadap ionisasi enzim dalam ludah. Semakin tinggi zat kapur dalam air semakin tinggi viskositas air ludah dan sekamin tinggi pula calculus indeks yang diperoleh. Kata Kunci: Zat Kapur, Calculus
PENGARUH XEROSTOMIA TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERKAIT KUALITAS HIDUP PADA USILA DI DESA BAPANGI KABUPATEN SIDRAP arsyad arsyad
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.754 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.970

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun sehingga menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya xerostomia. Xerostomia disebabkan berkurangnya sekresi saliva yang dapat mengakibatkan rasa ketidaknyamanan pada rongga mulut, nyeri, peningkatan tingkat karies gigi dan infeksi mulut, serta kesulitan berbicara dan menelan makanan, sehingga asupan gizi pun menurun diikuti dengan penurunan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional design. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Subjek penelitian adalah usila berumur ≥ 60 tahun dengan besar sampel 30 responden untuk masing-masing kelompok. Penelitian ini dilakukan pada Bulan April-Juli 2017.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh rata-rata skor OHIP-14 pada kelompok usila dengan xerostomia lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usila tanpa xerostomia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut kelompok usila dengan xerostomia cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kelompok usila tanpa xerostomia. Uji Kolmogrov-Sminov menunjukkan sebaran data yang tidak normal, karena itu analisis dilanjutkan menggunakan uji Mann-Whitney dan diperoleh perbedaan yang signifikan (p<0,05). Xerostomia berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup pada usila.Kata Kunci: Xerostomia, kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup, usila
PERBANDINGAN TINGKAT KEBERHASILAN PERAWATAN PULPOTOMI DAN PULPEKTOMI PADA GIGI MOLAR SULUNG muhammad saleh
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.1 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.767

Abstract

Bentuk anatomi gigi sulung dan letaknya pada lengkung gigi menentukan kerentanannya terhadap serangan karies. Gigi molar jauh lebih rentan terhadap karies dibandingkan gigi lain. Hasil penelitian menunjukkan gigi molar satu tetap merupakan gigi yang mudah terserang karies dengan persentase 66 sampai 88 % diantara semua gigi pada anak-anak. Jenis penelitian yang digunakan  adalah menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di  Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Waktu penelitian selama bulan Juni sampai Juli 2017. Populasinya adalah Semua pasien anak yang datang ke poli gigi Rumah Sakit Bhayangkara Makassar tahun 2010 yang telah dilakukan perawatan pulpotomi dan pulpektomi. Pengambilan sampel dengan cara acak sederhana atau random sampling. Dari hasil data yang diambil untuk pasien anak yang datang kontrol setelah satu bulan perawatan pulpotomi dan pulpektomi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dalam gejala radang yang ditimbulkan dan pengambilan jaringan pulpa kedua perawatan pada penelitian ini. Perawatan pulpotomi dapat dilakukan pada anak karena cara perawatannya lebih sederhana, lebih cepat dan hasil sementara cukup memuaskan. Kata Kunci: Pulpotomi, Pulpektomi, Molar, Sulung
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO DAN FLIP CHART TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MURID KELAS IV DAN V DI SDN NO 38 BORO KEC. RUMBIA KAB. JENEPONTO munadirah munadirah
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.08 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.758

Abstract

Saat ini kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih menjadi masalah yang didominasi oleh penyakit karies  gigi serta periodontal. Faktor yang sangat berpengaruh pada kedua penyakit ini yaitu faktor perilaku. Salah satu cara untuk merubah perilaku yakni dengan melakukan intervensi lewat pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anak. Pemberian pendidikan kesehatan gigi dan mulut pada anak lebih efektif dan optimal bila menggunakan media atau alat bantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas menggunakan media video dan flipchart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian    (cross sectional). Sampel yaitu siswa SDN NO 38 Boro Kec.Rumbia Kab.Jeneponto yang berusia 10-11 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekinik purposive sampling, penarikan secara porposif. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang menggunakan media video dan kelompok yang menggunakan media flipchart. Penelitian ini menggunakan uji One sample T-test dan uji Independent T-test dengan selisih 0,23 menunjukkan bahwa media video lebih efektif terhadap peningkatan kesehatan gigi dan mulut anak. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan media flipchart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak dengan selisih 0,23 lebih efektif terhadap peningkatan media video. Kata Kunci: video dan flip chart, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI PADA MALAM HARI DALAM MENGANTISIPASI KARIES PADA MURID DI SDN RALLA 2 KAB. BARRU syamsuddin abubakar
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.612 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.897

Abstract

Kebiasaan menggosok gigi pada malam hari adalah tingkah laku yang dilakukan terus menerus dalam membersihkan gigi sebelum tidur malam yang memperhatikan pelaksanann menggosok gigi sebelum tidur malam, alat menggosok gigi, dan cara menggosok gigi, menggosok gigi yang efektif adalah sebelum tidur malam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi pada malam hari dalam mengantisipasi karies pada murid di SDN Ralla 2 Kab. Barru. Jenis penelitian adalh observasional analitik dengan desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah anak kelas III, Iv, dan V dengan sejumlah  50 responden yang dipilih secara simple random samping di SDN Ralla 2 Kab. Barru. Uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna antara kebiasaan menggosok gigi pada malam hari dalam mengantisipasi karies dengan P value 0,004 menggunakan uji spearmen. Saran dari peneliti ini adalah keluarga dan guru memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengajarkan, mengawasi dan memandu anak untuk menerapkan kebiasaan menggosok gigi yang baik pada malam hari.kata kunci : kebiasaan Menggosok Gigi pada Malam Hari, Karies Gigi
GAMBARAN KEJADIAN KARIES GIGI DENGAN STATUS SOSIAL EKONOMI SISWA KELAS VIII DI SMP DARUL HIKMAH KOTA MAKASSAR Jumriani Jumriani
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.529 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.763

Abstract

Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi yang disebabkan oleh asam yang ada dalam karbohidrat melalui perantara mikroorganisme yang ada dalam saliva. Sosial ekonomi adalah suatu konsep untuk mengukur sosial ekonomi orang tua dan harus melalui variabel-variabel pendapatan,tingkat pendidikan dan pekerjaan orang tua.Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif, untuk  mengetahui “Gambaran Kejadian Karies Gigi Dengan Status Sosial Ekonomi Siswa Kelas VIII Di SMP Darul Hikmah Kota Makassar”. Sesuai dengan hasil pengumpulan data didapatkan di SMP Darul Hikmah dari populasi semua siswa dan yang menjadi sampel adalah siswa  di kelasVIII sebanyak 40 siswa.Hasil penelitian ini diperoleh kejadian karies berdasarkan pendapatan orang tua siswa memiliki pendapatan sedang dengan kejadian karies 16 siswa,kejadian karies berdasarkan pekerjaan orang tua siswa memiliki pekerjaan rendah dengan kejadian karies 26 siswa dan kejadian karies berdasarkan pendidikan orang tua siswa dengan kejadian karies 15 siswa. Kesimpulan adalah kejadian karies gigi siswa kelas VIII SMP Darul Hikmah Kota Makassar sangat di pengaruhi oleh status sosial ekonomi orang tua yaitu pendapatan, pekerjaan dan pendidikan Kata Kunci : Karies gigi ,Sosial Ekonomi
POLA PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) DALAM PENCEGAHAN RAMPAN KARIES DI PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR TAHUN 2014 nurhaeni eni
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.921 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.759

Abstract

Studi ini meneliti tentang pola pemberian air susu ibu (ASI) dalam pencegahan rampan karies di puskesmas maccini sawah makassar tahun 2014.                Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Maccini Sawah Makassar, dengan mengundang sampel ke lokasi penelitian. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Science). Pelaksanaan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sampel dan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASI eksklusif harus diberikan sampai anak berusia 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun. Setelah usia 6 bulan, anak sudah lebih banyak diberi makanan atau minuman tambahan, sehingga intake karbohidrat kariogenik tentunya menjadi lebih sering. Penurunan pH plak yang diikuti oleh proses demineralisasi juga lebih sering terjadi.Pemberian ASI dan makanan/minuman pendamping saat gigi sulung sudah erupsi harus memperhatikan kebersihan gigi anak dan mengontrol pemberian jenis makanan yang mengandung karbohidrat kariogenik. Kata Kunci: Pola Pemberian ASI, Rampan Karies.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE CERITA BONEKA TANGAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN GOSOK GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK DARMAWANITA KECAMATAN WASUPONDA KOTA SOROWAKO Asridiana Asridiana
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.287 KB) | DOI: 10.32382/mkg.v16i2.764

Abstract

Prevalensi penyakit gigi dan mulut masih tinggi pada anak prasekolah yaitu karena terabaikannya kebersihan gigi dan mulut. Salah satu cara merubah keterampilan gosok gigi anak yaitu dengan memberikan penyuluhan kesehatan dengan metode cerita boneka tangan pada anak prasekolah di TK Darmawanita kec.wasuponda. Desain penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan pre test-post test. Sampel yang diambil yaitu sebanyak 30 orang anak, teknik sampling simple total sampling.Hasil penelitian menunjukan hasil pengetahuan keterampilan gosok gigi rata-rata sebelum penyuluhan dengan metode cerita boneka tangan dengan kreteria baik 0 dengan 0%, kreteria cukup 7 orang dengan presentase 23,3 %, dan kreteria  kurang 23 orang dengan presentase 76,7%. Sedangkan pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan dengan metode cerita boneka tangan kreteria kurang 0 dengan presentase 0%, cukup 6 dengan presentase 20%, dan kreteria baik naik menjadi  24 orang  dengan presentase 80%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan keterampilan gosok gigi setelah diberikan penyuluhan dengan menggunakan metode cerita boneka tangan mengalami peningkatan. Kata kunci : metode cerita boneka tangan, keterampilan, penyuluhan dan gosok gigi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11