cover
Contact Name
Miftahul Mitoharoh
Contact Email
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
redaksitabyin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Dukun No 21 A Dukun Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 26860465     DOI : -
TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Ihyaul Ulum Gresik Indonesia. Terbit setiap Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Bahasa yang digunakan dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya. Pengguna yang diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau mensitasi ke teks lengkap dari artikel tidak harus meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022): Desember" : 30 Documents clear
Peran Filsafat Ilmu dalam Dinamika Pendidikan di Era Abad 21 Sholeh, Muhammad; Alirmansyah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.190

Abstract

Filsafat merupakan pedoman yang dijadikan sebagai pandangan hidup masyarakat yang membahas mengenai objek-objek kemanusiaan secara keseluruhan dan mendalam. Filsafat bersifat sistematis yang berarti kajian-kajiannya selalu menunjukkan hubungan yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Filsafat bersifat universal yang berarti setiap kajiannya mengenai semua orang. Filsafat pendidikan merupakan upaya untuk memahami pendidikan secara menyeluruh dan mendalam yang dapat digunakan sebagai petunjuk bagi masyarakat dan kebijakan pendidikan. Filsafat dan pendidikan memiliki kaitan yang erat antara satu dengan yang lain baik pendidikan dalam arti teoritis maupun praktis. Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan mengalami perubahan yang signifikan mulai dari perkembangan model, teknik, strategi, media maupun pendekatan pembelajaran. Pada Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengaplikasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta penguasaan terhadap teknologi. Kecakapan tersebut dapat dikembangkan dengan berbagai kegiatan yang sesuai dengan kompetensi siswa dan materi pembelajaran. Kecakapan yang dibutuhkan pada Abad 21 merupakan kecakapan berpikir tingkat tinggi (HOTS) guna mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan global.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Budaya Toleransi antar Umat Beragama (Studi Multisitus di SMA Nasional dan SMA Taman Madya Malang) Rofi’ah, Erma Athiyatur
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.191

Abstract

Beberapa konflik dan kekerasan telah mewarnai perjalanan negeri ini, mulai konflik sosial, agama, etnis, maupun politik pernah terjadi di Indonesia yang di dalamnya melibatkan banyak pihak termasuk peserta didik. Pembelajaran pendidikan agama Islam diharapkan mampu memberi solusi, agar terjadi rasa saling menghormati, saling menghargai, meningkatkan rasa kebersamaan, tanpa harus mengusik keyakinan masing-masing. Upaya menjaga kerukunan dan budaya toleransi antar umat beragama melalui pembelajaran pendidikan agama Islam harus diimplementasikan dan dibudayakan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan dua hal fokus penelitian, yaitu (1) Bagaimana langkah-langkah penerapan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan budaya toleransi antar umat beragama di SMA Nasional dan SMA Taman Madya Malang? (2) Bagaimana dampak penerapan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan budaya toleransi antar umat beragama di SMA Nasional dan SMA Taman Madya Malang?. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Langkah-langkah penerapan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan budaya toleransi antar umat beragama di kedua lembaga tersebut, yaitu: a) Doa pagi bersama; b) Menanamkan pemahaman ilmu untuk tidak saling membenci antar umat beragama; c) Kebersamaan; d) Kegiatan yang meningkatkan budaya toleransi; e) Bersikap universal dan tidak membeda-bedakan siswa; f) Menjunjung sikap menghargai dan menghormati; g) Memberi kesempatan kepada semua siswa untuk mendapatkan pembelajaran agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing; h) Shalat jum’at dan keputrian; i) Kegiatan ekstrakurikuler dan peringatan hari besar Islam. 2) Dampak penerapan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan budaya toleransi antar umat beragama di kedua lembaga tersebut meliputi: a) Terciptanya suasana belajar yang nyaman dan kondusif; b) Aktivitas sekolah berjalan lancar dan mempunyai toleransi yang tinggi; c) Terciptanya budaya saling menghormati, menghargai dan menerima perbedaan; d) Terwujudnya kerukunan hidup beragama dalam perbedaan; e) Pelaksanaan beribadah terlaksana dengan baik; f) Menghindari terjadinya konflik dan perpecahan; g) Siswa non muslim masuk Islam (Mualaf).
Implementasi Kurikulum ”Merdeka Belajar” pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Ulumuddin, Ihya`
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.192

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang hadir dengan memberikan ruang kebebasan kepada lembaga pendidikan –Sekolah atau Madrasah- untuk mengeksplorasi kemampuannya sesuai dengan; sarana, input serta sumber daya yang dimiliki, serta memberikan kemerdekaan kepada guru untuk menyampaikan materi yang pokok dan penting. Dan juga, yang paling utama berikutnya adalah memberikan ruang yang luas dan bebas bagi peserta didik untuk lebih memaksimalkan kemampuan dan potensi diri mereka agar mampu memperoleh hasil pendidikan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengetahui cara yang paling efektif dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung serta informasi aktual dari berbagai jurnal ilmiah. Hasil penelitian, bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI-BP berjalan dengan baik sebab alur kurikulum merdeka sendiri sangat sesuai dengan karakter materi PAI-BP yang harus disampaikan bertahap, dengan memulai dari hal yang paling penting yaitu mulai dari Aqidah, Qur’an Hadist, Fikih, Akhlak, serta Tarikh/Sejarah Islam.
Peran Research dalam Dunia Pendidikan ., Rumina
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.193

Abstract

Penelitian merupakan suatu tugas agar bangunan ilmu tidak kabur,tersetruktur jelas,sistematik dan menggunakan metode yang benar.jiwa patriotisme sangat erat hubungannya dengan pendidikan dan penelitian. penelitian pendidikan tidak hanya dilakukan disekolah,tetapi juga di lingkungan masyarakat yang memerlukan intitusi sekolah dan masyarakt yang menggunakan lulusan sekolah. Penelitian pada bidang pendidikan dapat dilakukan pada jalur,jenjang,dan jenis pendidikan tertentu,dengan menggunakan berbagai metode. Maka dari itu pemilihan metode penelitian sangat penting dalam mengungkap kebenaran dari suatu masalah penelitian.misalkan masalah-masalah yang hendak dicari kebenaran berupa angka lebih tepat menggunakan metode penelitan kuantitatif. Sedang penelitian yang menggambarkan suatu fenomena atau kebenaran suatu masalah yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif.jadi penelitian yang menggunakan metode penelitian yang tepat akan dapat menjawab setiap masalah yang ada sehingga proses pengungkapan kebenaran dapat dipertangngung jawabkan secara ilmiah dan keilmuan. Peran penelitian di dunia pendidikan adalah (a) Sebagai bahan analisis dan pengembangan bagi dunia pendidikan, (b) Agar lebih meningkatkan kembali mutu pembelajaran sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih bagus, (c) Untuk membantu para pengajar dalam mengatasi permasalahan pendidikan yang ada, (d) Mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru dalam dunia pendidikan, (e) Meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait mengait di dunia pendidikan,jadi Peran penelitian mempunyai hubungan yang sangat erat dengan pendidikan ,pendidikan dapat maju dan berkembang karena adanya penelitian, sedangkan penelitian dapat berkembang karena adanya pengembangan pendidikan.keduanya saling mempunyai tugas akhir yang sama yaitu menunjukan kebenaran yang disebut kebenaran ilmiah,yakni kebenaran yang diperoleh berdasarkan data empiris serta dilakukan berdasarkan prosedur ilmiah.
Penanaman Nilai Beriman Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia Profil Pelajar Pancasila Melalui Kegiatan Pembiasaan Siswa di MTs Al-Ma’arif 03 Singosari A’yun, Qurroti; Indriani,, Sinar Mahardika; Anugrah, Vivian; Amelia, Vernelysa; Khoiri, Muhammad Mirzaq; ., Wahyudi
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.194

Abstract

This study aims to find out how to optimize the inculcation of the Value of Faith, Fear of God Almighty and Noble Characters of Pancasila Student Profiles through student coaching activities at MTs Al-Ma'arif 03 Singosari. The student habituation activities that are implemented there are the reading of different books and Surahs of the Qur'an and the development of morals and Islamic values every day. In this study using a qualitative research approach. The design used is a case study. While the instruments used as data collection are interviews and observations. The results of field research show that the results of instilling the value of having faith in God Almighty, and having a noble character are the profiles of Pancasila students through habituation activities, namely in the form of faith in God Almighty and having noble character.
Ontologi Islam Nusantara dalam Pendidikan Islam di Indonesia ., Ubaidillah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.195

Abstract

Di awal milenia kedua, Indonesia yang multi etnis dan multi agama, dan dikenal sebagai masyarakat yang toleran, sempat dikejutkan oleh beberapa kejadian bernuansa SARA. Kejadian-kejadian seperti ini, cukup menggangu bagi bangsa Indoensia mengingat sejarah panjang identitas Indoensia sebagai bangsa yang toleran dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan memegang peran penting dalam membentuk sikap masyarakat, termasuk siakap toleran-intoleran. Hal ini dikarenakan salah satu fungsi dan tujuan pendidikan sebagai media tranafer of knowlwdge dan transfer of values. Dengan menggunanakan metode perpustakaan (librarry research) dan deskriptif, dan pengelolaan data dilakukan dengan proses mengedit, mengklasifikasikan, memverifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan, penelitian ini berusaha menemukan jawaban atas berkembangnya intoleransi di Indonesia dengan menjassikan Islam Nusanatar sebagai landasan pendidikan Islam di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam Nusantara dengan paradigmanya yang tawazun, tawasuth, dan tasamuh yang terbingkai dalam sikap keberagamaan yang rahmatan lil ‘alamin, dapat menjadi jawaban sebagai landasan ontologis pelaksanaan Pendidikan Islam. Dengan paradigma keseimbangan yang menjadi ciri Islam Nusantara, Pendidikan Islam tidak hanya diorientasikan untuk mengejar kepentingan ukhrowi yang jsutru sangat rentan ketika dihadapkan pada sesuatu yang dikemas dengan label agama.
Pertanggungjawaban Keuangan Pendidikan Tinjauan terhadap kebijakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Insan Batang Kuis Irfa Waldi
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realisasi pertanggungjawaban dana bantuan operasional sekolah di SDIT Bina Insan Batang Kuis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian yang diperdapati bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDIT Bina Insan Batang Kuis mulai diterima pada tahun kedua setelah sekolah beroperasi. Laporan pertanggungjawaban dilaksanakan setelah menerima dana BOS selama dua tahun.
Lembaga Pendidikan Sekolah dan Madrasah di Indonesia; Pembaharuan Metode dan Sistemnya Siti Khairani; Syamsuddin; Usman
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.259

Abstract

Perkembangan pendidikan di Indonesia menjadi sangat pesat dalam kurun beberapa dekade terakhir. Lembaga-lembaga pendidikan formal, non formal atau informal pun dapat dijumpai hampir di setiap penjuru kepulauan nusantara. Tak kurang dari tiga ratus ribu lebih sekolah dan madrasah berbagai jenjang tersebar di nusantara. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah menjangkau hampir seluruh warga negara Indonesia seiring masifnya perkembangan teknologi informasi, khususnya media interaksi sosial berbasis internet. Secara umum semua lembaga pendidikan tersebut dinaungi oleh dua kementerian besar di negara ini, yaitu Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Penerapan Punishment untuk Menumbuhkan Disiplin Siswa di MIN 4 Medan Barat Abdul Gani Jamora Nasution; Fadillah Putri Adeana; Sri Rahmayanti Berutu; Muhammad Fiqri Alwi; Hasima Harahap
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.260

Abstract

Artikel ini menganalisis penerapan punishment untuk menumbuhkan disiplin siswa di MIN 4 Medan Barat dengan rumusan kajian yaitu pertama, bentuk-bentuk punishment, kedua penerapan punishment, dan ketiga pengaruh punishment terhadap siswa yang indisiplin. Untuk mendapatkan hasil riset, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrument pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama bentuk-bentuk punishment di antaranya punishment fisik seperti membersihkan sekolah bagi peserta didik yang melanggar peraturan sekolah berupa terlambat datang ke sekolah dan tidak memakai pakaian yang tidak sesuai peraturan sekolah, berdiri di depan kelas bagi peserta didik yang tidak mengerjakan tugas selama proses belajar langsung kurang lebih selesai pergantian mata pelajaran. Punishment non fisik dalam bentuk menghafal atau menjelaskan apa yang sudah dipelajari, punishment ini bagi peserta didik yang tidak mendengarkan penjelasan guru. Kedua, penerapan punishment di MIN 4 Medan Barat diharapkan program hukuman atau punishment mampu menjadi jembatan antara proses dan usaha dalam menumbuhkan kedisiplinan bagi siswa dan dapat berguna bagi siswa yang belum disiplin terhadap peraturan sekolah. Ketiga, pengaruh punishment terhadap siswa yang indisiplin di MIN 4 Medan Barat yaitu banyak siswa tiba di sekolah sebelum bel berbunyi, sudah memakai pakaian yang sesuai dengan peraturan, siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu dan dapat mendengarkan penjelasan dari guru.
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam Zainal Abidin; Ifan Ali Alfatani
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.374

Abstract

Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan baik dalam kehidupan dalam keluarga atau bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kondisi pendidikannya. Di Indonesia telah berusaha meningkatkan mutu pendidikan pada semua jenjang pendidikan tetapi usaha tersebut masih banyak mengalami kendala, terutama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Madrasah. Peningkatan mutu pendidikan di madrasah sangat terkait dengan upaya perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan dalam bentuk pembaharuan kurikulum disesuaikan dengan perkembangan dunia Global. Seperti kurikulum 1994 yang berbasis materi diganti dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang berorientasi pada pencapaian-pencapaian kompetensi. Mendesain kurikulum pendidikan dalam konteks kekinian memang sebuah tuntutan yang mutlak dilakukan. Berangkat dari tujuan dampak Globalisasi terhadap sendi-sendi kehidupan memeng cukup menghawatirkan bagi generasi bangsa. Kalau kurikulum pendidikan saat ini masih terhegemoni oleh paradikma lama, berarti pendidikan belum melihat kebutuhan masyarakat akan output pendidikan yang berorientasi pada siswa yang memiliki kompetensi. Salah satu lembaga pendidikan yang resah terhadap keadaan tersebut adalah MTs Surya Buana Malang. Keresahan tersebut diwujudkan melalui Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Hal ini mengantarkan peneliti yang berjudul Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam meningkatkan Mutu pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Surya Buana Malang. Kajian dan pembahasan skripsi ini bertujuan untuk 1. Mengetahui bagaimana Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Surya Buana Malang.2. Faktor apa yang secara sistematis terkait dengan Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Surya Buana Malang.Agar tujuan tersebut tercapai dengan baik dan sempurna, maka penulis atau peneliti menggunakan pendekatan literatur dan kajian empiris atau penelitihan lapangan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan alat analisis deskriptif kualitatif, di mana data-data yang telah dihasilkan baik secara teoritis maupun empiris disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat secara benar dan jelas sesuai dengan proses yang terjadi di lapangan. Selain itu, penelitihan metode kualitatif dengan jelas studi kasus ini menggunakan tiga tekhnik pengumpulan data yaitu: 1) wawancara, 2) observasi, 3) dokumentasi. Hasil penelitihan ini menunjukkan bahwa guru PAI terus mengupayakan peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kurikulum berbasis kompetensi(KBK). Pelaksanaan tersebut dilakukan melalui berbagai hal yang terkait dengan pengajaran, yaitu meliputi pembuatan buku mata pelajaran,pembuatan modul, evaluasi silabus, pelaksanaan balajar responsif, pembiasaan praktek ibadah, peleksanaan MGMPAI. Selain itu pelaksanaannya dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, workshop, dan seminar. Pelaksanaan tersebut ditunjang oleh program kerja waka kurikulum yanh sangat mendukung terhadap pelaksanaan KBK, serta Kepala Sekolah yang perduli terhadap kebutuhan sarana dan prasarana. Pelaksanaan dari segi sarana prasarana meliputi pembuatan bengkel belajar, penyediaan media dan fasilitas belajar yang mencukupi, penambahan buku perpustakaan. Pelaksanaan tersebut ternyata masih kurang bagi guru PAI di MTs Surya Buana Malang, untuk itu guru PAI di MTs Surya Buana Malangterus mengusahakan dan melengkapinya. Terdapat permasalahan dalam peleksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam meningkatkan mutu oleh guru PAI meliputi adanya guru PAI yang statis serta adanya jabatan guru yang tidak tetap. Kesimpulannya adalah bahwa Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam Meningkatkan Mutu PAI dengan segala perangkat yang dibutuhkan, walaupun masih terdapat penataan dan pembaharuan mengenai kekurangan yang ada pelaksanaan tersebutakan semakin mantap dengan kerjasama masyarakat sekolah dan komotmen guru PAI untuk selalu meningkatkan kualitas dan inovasi pendidikan.

Page 1 of 3 | Total Record : 30