Articles
161 Documents
Pendampingan Smart Home di Desa Karang Jaya Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan
Muhammad, Hasanuddin;
Sari, Desita;
Sari, Novita;
Pratama, Aditya;
Cahyani, Mya;
Sari, Lena;
Diana, Keni
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1142.59 KB)
Smart Home merupakan konsep pengabdian dengan mengadopsi bentuk pendidikan non formal. Smart Home bertujuan untuk menumbuhnya kesadaran berpendidikan, beragama, dan berbudaya bagi para remaja. Pengabdian smart home dilakukan dengan metode edukasi dan sosialisasi melalui aktivitas Sosialisasi Narkoba, Bimbingan Belajar, Bimbingan Iman dan Taqwa. Hasil pengabdian Smart Home menjadi rumah belajar bagi para remaja. Mereka tidak segan untuk belajar dan bertanya karena konsepnya non formal. Dengan mendirikan Smart Home, maka sasaran kegiatan diarahkan secara sadar dan aktif untuk datang dan belajar di rumah Smart Home. Hanya remaja/pemuda yang memiliki keinginan serius yang datang bergabung. Pegiat akan lebih mudah untuk memetakan sasaran. Smart Home sangat direkomendasikan bagi pegiat yang mobilitasnya terbatas.
Pelatihan Debat Parlementer Untuk Meningkatkan Motivasi Santri Dalam Berbicara Bahasa Inggris
Sukma Septian Nasution;
Bambang Irawan;
Abdul Aziz;
Asep Ahmad;
Suwardi Suwardi
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.435 KB)
The significnce of speaking in English has triggered education practitioners to organize an English program as done by Madrasah Aliyah Nurul Qur’an. However, observation result reveals that students of the school face some difficulties in speaking English such as limited arrange of vocabulary, mispronouncing, and self confidence. Accordingly, a team from English Literature Study Program of Universitas Pamulang initiated to conduct a community service to improve the students’ speaking skill by using parliamentary debate with the following steps: (1) presenting the students a set of materials about parliamentary debate; (2) grouping the students, (3)some groups act as affirmative group and the others as opposition; (4) motivating and sharing some tips to be proficient in English. The afore-mentioned steps are meant to brace the students to be more confident and motivated in speaking English.
Pelatihan Debat Parlementer Untuk Meningkatkan Motivasi Santri Dalam Berbicara Bahasa Inggris
Nasution, Sukma Septian;
Irawan, Bambang;
Aziz, Abdul;
Ahmad, Asep;
Suwardi, Suwardi
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.435 KB)
The significnce of speaking in English has triggered education practitioners to organize an English program as done by Madrasah Aliyah Nurul Qur’an. However, observation result reveals that students of the school face some difficulties in speaking English such as limited arrange of vocabulary, mispronouncing, and self confidence. Accordingly, a team from English Literature Study Program of Universitas Pamulang initiated to conduct a community service to improve the students’ speaking skill by using parliamentary debate with the following steps: (1) presenting the students a set of materials about parliamentary debate; (2) grouping the students, (3)some groups act as affirmative group and the others as opposition; (4) motivating and sharing some tips to be proficient in English. The afore-mentioned steps are meant to brace the students to be more confident and motivated in speaking English.
Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Ceringin Asri Dalam Mengembangkan Potensi Desa
Dedi Wahyudi;
Nasrul Hakim;
Ahmad Rofii
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.774 KB)
Tulisan ini disusun berdasarkan pada hasil kegiatan pengabdian di Desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, selama 40 hari. Desa Ceringin Asri merupakan wilayah yang masih termasuk perkampungan dan dalam bidang agama yang masih perlu pendampingan. Potensi masyarakat Desa Ceringin asri, terletak pada semangat belajar baik dari kalangan anak-anak maupun remaja dengan diadakannya pengabdian berwujud Kuliah Pengabdian Masyarakat ini, Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat keberhasilan yang telah diraih yaitu bertambahnya motivasi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik TPA. Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain: (1) Kurangnya kendaraan dan akses jalan yang curam; (2) Kurangnya dana untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan; (3) Kurangnya waktu dalam memaksimalkan kegiatan.
Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Ceringin Asri Dalam Mengembangkan Potensi Desa
Wahyudi, Dedi;
Hakim, Nasrul;
Rofii, Ahmad
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.774 KB)
Tulisan ini disusun berdasarkan pada hasil kegiatan pengabdian di Desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, selama 40 hari. Desa Ceringin Asri merupakan wilayah yang masih termasuk perkampungan dan dalam bidang agama yang masih perlu pendampingan. Potensi masyarakat Desa Ceringin asri, terletak pada semangat belajar baik dari kalangan anak-anak maupun remaja dengan diadakannya pengabdian berwujud Kuliah Pengabdian Masyarakat ini, Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat keberhasilan yang telah diraih yaitu bertambahnya motivasi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik TPA. Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah kendala yang kami hadapi, antara lain: (1) Kurangnya kendaraan dan akses jalan yang curam; (2) Kurangnya dana untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan; (3) Kurangnya waktu dalam memaksimalkan kegiatan.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Pengolahan Makanan Tradisional Kerupuk Dapros Di Desa Gunung Rejo
Linda Septiyana;
Nizaruddin Nizaruddin;
Nur Indah Rahmawati;
Singgih Rudi Atma;
Anggraini Silvia Putri;
Nisa Astuti
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.217 KB)
Ekonomi kreatif juga dapat dikatakan sebagai penciptaan nilai tambah yang berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Desa Gunung Rejo, Dusun Kali Pasir memiliki pelaku usaha yang masih minim, rata-rata penduduk di sana hanya mengandalkan petani sebagai mata pencahariannya. Tujuan dari Pengabdian ini adalah mendampingi masyarakat di Desa Gunung Rejo dalam pengolahan makanan tradisional Kerupuk Dapros sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan metode ESD (Education for Sustainable Development). ESD adalah metode pembelajaran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu jenis pembelajaran yang memberikan kesadaran jiwa wirausaha yang inovatif fan kreatif. Program yang dilakukan meliputi: 1) Penyuluhan untuk meningkatkan jiwa wirausaha, 2) Pelatihan mengolah makanan tradisonal Kerupuk Dapros, 3) Pelatihan packaging/labeling sehingga kemasan menjadi lebih menarik dan memasarkan produk. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat desa Gunung Rejo berjiwa wirausaha yang mandiri.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Pengolahan Makanan Tradisional Kerupuk Dapros Di Desa Gunung Rejo
Septiyana, Linda;
Nizaruddin, Nizaruddin;
Rahmawati, Nur Indah;
Atma, Singgih Rudi;
Putri, Anggraini Silvia;
Astuti, Nisa
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.217 KB)
Ekonomi kreatif juga dapat dikatakan sebagai penciptaan nilai tambah yang berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Desa Gunung Rejo, Dusun Kali Pasir memiliki pelaku usaha yang masih minim, rata-rata penduduk di sana hanya mengandalkan petani sebagai mata pencahariannya. Tujuan dari Pengabdian ini adalah mendampingi masyarakat di Desa Gunung Rejo dalam pengolahan makanan tradisional Kerupuk Dapros sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan Pengabdian ini menggunakan metode ESD (Education for Sustainable Development). ESD adalah metode pembelajaran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu jenis pembelajaran yang memberikan kesadaran jiwa wirausaha yang inovatif fan kreatif. Program yang dilakukan meliputi: 1) Penyuluhan untuk meningkatkan jiwa wirausaha, 2) Pelatihan mengolah makanan tradisonal Kerupuk Dapros, 3) Pelatihan packaging/labeling sehingga kemasan menjadi lebih menarik dan memasarkan produk. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat desa Gunung Rejo berjiwa wirausaha yang mandiri.
Pelatihan Dan Pengembangan Entrepreneur Kreatif Pada Pengelola Koperasi di SMP Negeri 25 Pelompek Kabupaten Kerinci
Muhammad Muspawi;
Sophia Rahmawati
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.56 KB)
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan, pengetahuan manajemen praktis, serta pengetahuan dan keterampilan mengelola koperasi, sehingga mampu mengembangkan kewirausahaan bagi Pengelola Koperasi. Permasalahan utama mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat produktif yang menghasilkan pelayanan berupa jasa. Namun terdapat kendala dalam pengelolaan koperasi di sekolah yang merupakan implementasi dari kegiatan kewirausahaan antara lain: (1) belum maksimalnya manajemen kewirausahaan dengan baik, (2) masih terbatasnya pengetahuan pengelola tentang inovasi produk/jasa yang ditawarkan, (3) terbatasnya memperoleh keterampilan pengelolaan koperasi sebagai kegiatan usaha. Disinilah peran melatih dan membina guna menumbuhkan kewirausahaan yang mandiri dan kreatif. Pada saat pelatihan (workshop) peserta diajak berdiskusi dan berpartisipasi aktif dalam topik dunia wirausaha dan pengelolaan koperasi oleh pemateri. Selain itu penggunaan kata dan pola diskusi yang mampu diterima oleh pengelola dapat memberikan mereka semangat dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan sampai akhir. Dalam kaitan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola koperasi. Metode yang akan digunakan dalam program pengabdian mayarakat Integratif ini adalah melalui: a) metode ceramah; b) metode integratif teoritis, pengalaman praktis dan praktek atau praktek demonstrasi (berdasarkan materinya); c) serta tutorial melalui pendekatan manajemen praktis (manajemen produksi, manajemen keuangan manajemen pemasaran, dsb), manajemen usaha kecil-mikro dan kewirausahaan (berdasarkan substansinya). Lokasi SMP Negeri Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci sangatlah strategis, karena berada di bawah kaki gunung tujuh. Pencapaian prestasi yang tertinggi yaitu dibawah kaki Gunung Kerinci, kopi, kembali mengharumkan nama Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbaik, hasil olahan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Usaha Kopi Arabica Kerinci Pertamina Region Sumbagsel bekerja sama dengan Forum Layanan Iptek Bagi Masyarakat (Flipmas) Minangkabau. Hal ini menandakan bahwa ini merupakan peluang besar bagi koperasi dapat mengembangkan jiwa Enterpreunership.
Pelatihan Dan Pengembangan Entrepreneur Kreatif Pada Pengelola Koperasi di SMP Negeri 25 Pelompek Kabupaten Kerinci
Muspawi, Muhammad;
Rahmawati, Sophia
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.56 KB)
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan, pengetahuan manajemen praktis, serta pengetahuan dan keterampilan mengelola koperasi, sehingga mampu mengembangkan kewirausahaan bagi Pengelola Koperasi. Permasalahan utama mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat produktif yang menghasilkan pelayanan berupa jasa. Namun terdapat kendala dalam pengelolaan koperasi di sekolah yang merupakan implementasi dari kegiatan kewirausahaan antara lain: (1) belum maksimalnya manajemen kewirausahaan dengan baik, (2) masih terbatasnya pengetahuan pengelola tentang inovasi produk/jasa yang ditawarkan, (3) terbatasnya memperoleh keterampilan pengelolaan koperasi sebagai kegiatan usaha. Disinilah peran melatih dan membina guna menumbuhkan kewirausahaan yang mandiri dan kreatif. Pada saat pelatihan (workshop) peserta diajak berdiskusi dan berpartisipasi aktif dalam topik dunia wirausaha dan pengelolaan koperasi oleh pemateri. Selain itu penggunaan kata dan pola diskusi yang mampu diterima oleh pengelola dapat memberikan mereka semangat dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan sampai akhir. Dalam kaitan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola koperasi. Metode yang akan digunakan dalam program pengabdian mayarakat Integratif ini adalah melalui: a) metode ceramah; b) metode integratif teoritis, pengalaman praktis dan praktek atau praktek demonstrasi (berdasarkan materinya); c) serta tutorial melalui pendekatan manajemen praktis (manajemen produksi, manajemen keuangan manajemen pemasaran, dsb), manajemen usaha kecil-mikro dan kewirausahaan (berdasarkan substansinya). Lokasi SMP Negeri Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci sangatlah strategis, karena berada di bawah kaki gunung tujuh. Pencapaian prestasi yang tertinggi yaitu dibawah kaki Gunung Kerinci, kopi, kembali mengharumkan nama Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbaik, hasil olahan Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Usaha Kopi Arabica Kerinci Pertamina Region Sumbagsel bekerja sama dengan Forum Layanan Iptek Bagi Masyarakat (Flipmas) Minangkabau. Hal ini menandakan bahwa ini merupakan peluang besar bagi koperasi dapat mengembangkan jiwa Enterpreunership.
Workshop Peningkatan Kualitas Pendidikan Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nyogan Kabupaten Muaro Jambi
Upik Yelianti;
Amelia Dwi Fitri;
Mulawarman Mulawarman;
Zulfanetty Zulfanetty
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.766 KB)
Desa Nyogan terletak di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi dengan jarak sekitar 50 km dari Pusat Kota Propinsi Jambi dan sekitar 30 km dari ibu kota Kecamatan Mestong. Di desa Nyogan ini terdapat satu Sekolah Dasar yang terletak di dusun Sugandi yaitu SD Negeri 238/IX yang memiliki 7 ruang dengan rincian, yaitu: 1 ruang kepala Sekolah dan 1 ruang guru. Hasil observasi dan wawancara dengan guru yang mengajar di SD Negeri 238/IX dusun Sugandi Desa Nyogan diperoleh informasi bahwa pada umumnya siswanya berasal dari Suku Anak Dalam (SAD) yang memiliki motivasi dalam belajar sangat rendah dan malas untuk belajar, terkadang meninggalkan bangku sekolah karena pergi ikut bersama orang tuanya bekerja ke kota. Melalui kegiatan PPM ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Nyogan ini telah dilakukan dengan menggunakan metode PAR (Partisipasi Aktif responden) dengan melibatkan langsung siswa dan guru serta kepala sekolah. Kegiatan PPM ini dilakukan dalam 4 tahapan, yaitu: 1) Pemberian motivasi tentang pentingnya pendidikan formal dan nonformal, 2) Workshop mengenai Pembuatan Media Pembelajaran bagi guru-guru SD N 238/IX Sugandi Desa Nyogan, 3) Menerapkan media pembelajaran dalam pembelajaran sains, 4) Monitoring dan evaluasi kegiatan PPM yang telah dilakukan. Hasil dari kegiatan PPM ini sangat dirasakan oleh pihak sekolah (siswa dan guru). Hal ini terlihat dari antusiasnya mereka dalam mengikuti kegiatan ini. Kegiatan di sekolah diawali dengan pemaparan materi tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan siswa di masa mendatang. Selanjutnya siswa guru diberikan materi workshop pembuatan media pembelajaran sain, antara lain: media sistem pencernaan pada manusia, sistem pernafasan, sistem indra penglihatan dan indera pendengaran secara berkelompok. Kemudian media gambar tersebut dipanjang dan dinilai bersama-sama siswa dan guru. Di samping itu, tim PPM memberikan materi dengan menggunakan media yang sudah dibuat sebelumnya. Kegiatan PPM berikutnya juga menyertakan masyarakat umum dalam pendidikan informal dengan materi: Pentingnya menjaga Kesehatan Reproduksi pada Wanita. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga yang pada umumnya usia produktif. Kegiatan ini bersamaan dengan tim dosen dari Fakultas Kedokteran, yang dilanjutkan dengan tes papsmear. Berdasarkan wawancara dengan salah seorang guru yang mengajar di SD N 238 Dusun Sugandi Desa Nyogan diperoleh informasi bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat di sekolah tersebut khususnya dan di desa Nyogan umumnya memberikan manfaat langsung yang dirasakan baik oleh guru dan kepala sekolah maupun dari pihak siswa. Hal ini terlihat dari sikap mereka yang sangat antusias dalam mengikuti materi yang diberikan dan terlibat langsung bersama siswa dalam membuat media pembelajaran. Media hasil kerja guru dan siswa dipajang di dinding kelas kemudian kita nilai secara bersama-sama. Penilaian seperti ini memberikan pengalaman dalam menilai hasil kerja sendiri dan hasil kerja kelompok lain. Pihak sekolah sangat mengharapkan kegiatan PPM ini seperti dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang.