cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 27 Documents clear
Potensi penawaran dan permintaan ekowisata pada Gonda Mangrove Park, Polewali Mandar, Sulawesi Barat Tau, Sy Munawwarah; Carong, Suparjo Razasli; Ritabulan, Ritabulan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14483

Abstract

Salah satu tantangan dalam pemanfaatan kawasan ekosistem mangrove adalah pemanfaatan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas ekosistem mangrove agar tetap lestari dan berkelanjutan. Pengelolaan kawasan mangrove dengan konsep ekowisata memadukan unsur wisata, peningkatan perekonomian, edukasi dan konservasi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan menghitung nilai potensi penawaran ekowisata di kawasan Gonda Mangrove Park; dan (2) mengidentifikasi dan menghitung nilai potensi permintaan ekowisata di kawasan Gonda Mangrove Park. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara dengan responden pakar, dan studi dokumentasi. Kuesioner disusun menggunakan modifikasi pendekatan Kriteria Pengembangan ADO-ODTWA Dirjen PHKA (2003) dan Kriteria Pengembangan Ekowisata menurut Damanik dan Weber (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  potensi penawaran ekowisata Gonda Mangrove Park sebesar 2.785 (klasifikasi tinggi). Pada aspek permintaan, karakteristik pengunjung berusia 21-30 tahun; didominasi pelajar SMA/SMK; jenis kegiatan yang paling disukai yaitu menikmati pemandangan; tipe kunjungan lebih banyak bersama teman; frekuensi kunjungan umumnya jarang dengan jumlah minimal kunjungan lebih dari 1 kali dalam setahun; harapan pengunjung lebih banyak pada penyediaan fasilitas toilet dan air bersih; tingkat kemudahan aksesibilitas cukup mudah diakses oleh pengunjung; dan waktu kunjungan lebih banyak dilakukan pada pagi dan sore hari.
Hubungan parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove jenis Rhizophora mucronata pada kawasan mangrove Desa Labuan Tereng Kabupaten Lombok Barat Nurmalasari, Yeni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Sari, Diah Permata
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13989

Abstract

Desa Labuan Tereng terletak berdekatan dengan Pelabuhan Lembar, sehingga berpotensi terjadi pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan vegetasi mangrove. Kesehatan hutan mangrove dapat diketahui dengan melihat populasi yang terbentuk dan melihat nilai koefisien keragaman berdasarkan pemencaran nilai-nilai morfometrik daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometrik daun mangrove dari spesies yang dominan, mengetahui kondisi parameter lingkungan di hutan mangrove, dan menganalisis hubungan antara parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Labuan Tereng. Metode yang digunakan dalam peletakan titik-titik plot sampel dan jalur adalah systematic sampling with random start. Terdapat tiga variasi populasi morfometrik spesies Rhizophora mucronata yang menandakan kondisi hutan mangrove tidak sehat. Koefisien keragaman berkisar antara 3,43-13,30%. Kondisi parameter lingkungan pada hutan mangrove adalah sebagai berikut: suhu air 27,1°C (tidak memenuhi baku mutu), pH 7,14 (memenuhi baku mutu), salinitas 32,23‰ (memenuhi baku mutu), dan DO 4,46 mg/l (tidak memenuhi baku mutu). Hubungan antara parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove adalah sebagai berikut: parameter salinitas -0,61 (kuat), parameter suhu 0,53 (sedang), pH 0,44 (sedang), dan DO -0,17 (tidak ada hubungan).
Estimasi populasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus Wurmbii) berdasarkan sarang di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari Kalimantan Tengah Lopa, Nazar Nauval Barra; Yuslinawari, Yuslinawari; Rawana, Rawana; Kurniawan, Muhamad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14956

Abstract

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) terbagi menjadi 3 subspesies diantaranya Pongo pygmaeus wurmbii, yang berada di Kalimantan Tengah. Keberadaan orangutan di habitatnya berperan penting bagi pengelolaan hutan lestari berkelanjutan, orangutan memiliki peran keterlibatan dengan konservasi perlindungan spesies lain dan menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan sarang P. pygmaeus wurmbii, mengetahui kepadatan sarang, dan menaksir estimasi jumlah individu dari populasi P. pymaeus wurmbii, berdasarkan temuan sarang di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect). Terdapat 41 sarang orangutan yang ditemukan. Tinggi pohon sarang, tinggi sarang, diameter pohon setinggi dada, kelas sarang, posisi sarang, jumlah sarang yang ditemukan, panjang jalur transek, jarak sarang ke jalur, koordinat sarang, dan jenis pohon sarang merupakan parameter yang diamati. Hasil rata – rata tinggi pohon sarang seluruh transek adalah 10,9 meter, dengan rata – rata tinggi sarang 7,5 meter, dan diameter rata – rata sekitar 16,5 meter. Sarang kelas C dan D adalah kelas sarang yang ditemukan dalam penelitian ini, dan sarang posisi 1 menjadi dominan ditemukan. Pohon bersarang orangutan terdiri dari 15 jenis pohon yang didominasi oleh jenis bintangor dari famili Calophyllacae sebagai pohon tempat bersarang orangutan. Lokasi penelitian ini berada di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari, Barito timur, Kalimantan Tengah seluas 19.060 ha. Panjang total garis transek dari 8 jalur line transect adalah 5.686 km. Populasi kepadatan orangutan di PT Alam Sukses Lestari didapat 0,3 Individu/km² atau 1 individu memerlukan 2,936  km², dengan jumlah estimasi populasi 65 individu berdasarkan perhitungan sarang yang ditemukan.  
Potensi Cadangan Karbon di Lembo Durian dan Hutan Sekunder Berbeda Umur di Kampung Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur Patmawati, Agatha Lastika; Karyati, Karyati; Matius, Paulus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.15492

Abstract

Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Dayak Benuaq dan salah satunya yang tinggal di Kampung Intu Lingau yaitu kebiasaan membangun lembo (kebun buah) di sekitar pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi potensi biomassa, cadangan dan serapan karbon, serta produksi oksigen di lembo durian dan hutan sekunder berbeda umur di Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga plot penelitian berukuran 20 m × 20 m dibuat pada empat lokasi yaitu lembo durian muda, lembo durian tua, hutan sekunder muda, dan hutan sekunder tua. Biomassa dan cadangan karbon di lembo durian muda (114,07 dan 53,62 ton/ha) dan lembo durian tua (151,44 dan 71,18 ton/ha) lebih besar dibandingkan hutan sekunder muda (79,14 dan 37,19 ton/ha) dan hutan sekunder tua (113,41 dan 53,31 ton/ha). Potensi serapan karbondioksida masing-masing sebesar 112,6 ; 196,61 ; 85,43 dan 195,47 ton/ha di lembo durian muda, lembo durian tua, hutan sekunder muda, dan hutan sekunder tua. Lembo durian tua dan hutan sekunder tua memproduksi oksigen lebih besar (33%) dibandingkan lembo durian muda (19%) dan hutan sekunder muda (15%). Informasi tentang cadangan karbon dan serapan oksigen di lembo durian dan hutan sekunder dapat digunakan dalam perhitungan perdagangan karbon dan pengelolaan lahan berhutan pada umumnya.
Ciri makroskopis dan sifat fisis kayu lontar (Borassus flabellifer Linn.) asal Pulau Timor berdasarkan posisi batang Davinsy, Rynaldo; Pobas, Melkianus; Adrin, Adrin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.16336

Abstract

Lontar (Borassus flabellifer Linn.) adalah salah satu jenis pohon daerah tropis yang termasuk family palmae atau Arecaceae yang tumbuh terutama di daerah kering. Lontar dikenal memiliki banyak manfaat seperti bahan konstruksi bangunan alternatif pengganti kayu solid khususnya di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kendala sekarang pemanfaatan kayu lontar asal Pulau Timor sebagai bahan bangunan masih belum diketahui kelas kekuatan. Oleh karena itu, ciri makroskopis dan sifat fisis menjadi tujuan penelitian ini. Posisi batang (pangkal, tengah, ujung) akan mempengaruhi kekuatan kayu. Kayu lontar berumur ±30 tahun, batang yang sehat memiliki diameter (bagian pangkal 43, tengah 23 cm, dan ujung 32 cm). Sampel kayu dipotong menjadi contoh uji bagian kecil (ukuran 2cm x 2cm x 5cm). Pengujian yang dilakukan meliputi ciri makroskopis dan sifat fisis. Hasil pengujian menunjukan ciri makroskopis meliputi lingkar tahun, tekstur dan kesan raba, arah serat, warna dan corak, kilap, bau/aroma, kekerasan, dan bentuk parenkim dasar. Nilai sifat fisis kerapatan yaitu0.927 g/cm3 (bagian pangkal), 0.754 g/cm3 (bagian tengah), 0.645 g/cm3 (bagian ujung), kadar air yaitu 35.49% (bagian pangkal), 30.85% (bagian tengah), 66.77% (bagian ujung), pengembangan tebal yaitu 0.048% – 0.314% pada pengembangan tebal 2 jam, dan 0.289 – 0.488% pada 24 jam, dan daya serap air pada perendaman 2 jam berkisar 7.670 – 32.205% dan perendaman 24 jam berkisar 18.233 – 50.251%.
Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan semai sengon (Falcataria moluccana) pada media tanam bekas tambang emas Indriyani, Sri; Darlis, Viny Volcherina
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.12369

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari pertambangan tersebut memiliki dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Limbah tailing mengandung logam merkuri dan unsur sianida yang dapat meracuni tanaman, hewan dan manusia. Untuk itu dilakukan upaya untuk mengembalikan kondisi tanah seperti semula, khususnya dengan melakukan revegetasi menggunakan tanaman Falcataria moluccana. F. moluccana dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Pertumbuhan tanaman F. moluccana pada tanah bekas tambang emas yang kurang subur membutuhkan bahan organik yang dapat memberikan nutrisi bagi tanaman, seperti pemberian pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dan komposisi terbaik kompos pada tanah bekas tambang emas untuk memacu pertumbuhan semai F. moluccana. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga dihasilkan 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan semai F. moluccana. Komposisi perlakuan D4 (pupuk kompos 75% + tanah bekas tambang emas 25%) menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan hasil persen hidup 100%, pertambahan tinggi 26,75 cm, pertambahan diameter 2,66 mm, berat kering tanaman 6,90 g dan rasio tajuk akar 5,99. Pemberian kompos dengan dosis 75% dapat memberikan unsur hara yang optimal serta dapat memperbaiki struktur tanah bekas tambang emas dengan baik.
Pemecahan dormansi benih kemenyan (Styrax sumatranus J.J. SM) dengan perlakuan perendaman dan pemeraman Marjenah, Marjenah; Kiswanto, Kiswanto; Simanjuntak, Janri; Hartati, Wahjuni; Syahrinudin, Syahrinudin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14860

Abstract

Kemenyan (Styrax sumatranus J.J. Sm) termasuk salah satu jenis tumbuhan penghasil resin. Getah kemenyan merupakan komoditi khas Sumatra Utara yang bernilai ekonomi tinggi.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi perendaman dan pemeraman perkecambahan benih terhadap persentase kecambah, daya kecambah, dan laju perkecambahan kemenyan (Styrax sumatranus J.J. Sm). Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan      perlakuan perendaman (A) yang terdiri dari 4 level yaitu A0 (tidak direndam) A1 (direndam dalam air mengalir), A2 (direndam dalam air kelapa), A3 (direndam dalam air biasa) dan perlakuan pemeraman (B) yang terdiri dari 4 kategori yaitu  B0 (tidak diperam), B1 (diperam 1 hari), B2 (diperam 2 hari), B3 (diperam 3 hari). Dua faktor tersebut dikombinasikan sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kombinasi pemeraman dan perendaman terhadap benih kemenyan (Styrax sumatranus J.J. Sm). Benih kemenyan yang direndam dengan air kelapa serta lamanya pemeraman, memberikan pengaruh terhadap beberapa parameter yaitu persentase hidup kecambah sebesar 67%, rataan daya kecambah sebesar 75%, rata-rata hari berkecambah yaitu 82 hari.
Pengaruh Indole Butyric Acid (IBA) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) terhadap pertumbuhan stek pucuk Corymbia sp. Yuslinawari, Yuslinawari; Suwadji, Siman; Calvin, Daniellie
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14928

Abstract

Penggunaan zat pengatur tumbuh Indole Butyric Acid dianggap belum menghasilkan pengadaan stek yang maksimal. Penelitian ini diperlukan agar mendapatkan hasil jenis zat pengatur tumbuh yang tepat dan terarah sehingga dapat meningkatkan mutu stek Corymbia sp. yang sesuai dengan standar dan kuantitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai zat pengatur tumbuh campuran IBA dan Naphthalene Acetic Acid terhadap pertumbuhan akar stek Corymbia sp. Clone IND 125. Penelitian eksperimen yang digunakan menggunakan percobaan faktor tunggal dengan Rancangan Acak Lengkap. Parameter yang diamati antara lain: tinggi stek, persentase stek hidup, persentase stek berakar, panjang akar, jumlah akar, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran ZPT terbukti berpengaruh nyata terhadap parameter daya bertahan hidup serta kemampuan berakar. Perlakuan pemberian kombinasi ZPT IBA 3000 ppm + NAA 2000 ppm merupakan perlakuan yang optimal dengan persentase kemampuan berakar sebesar 38,51%.
Analisis kelayakan kawasan mangrove Bontoloe sebagai obyek wisata berbasis ekowisata Sribianti, Irma; Nadir, Nadir; Muthmainnah, Muthmainnah; Nirwana, Nirwana; Hikmah, Hikmah; Hasanuddin, Hasanuddin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan potensi mangrove sebagai objek wisata berbasis ekowisata. Penelitian ini dilakukan di kawasan ekowisata mangrove Bontoloe, Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Metode analisis data berpedomana pada Pedoman Analisis Wilayah Kerja Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Tahun 2003. Analisis ini menggunakan skoring sesuai dengan kriteria yang terdapat pada pedoman tersebut. Perhitungan untuk masing-masing kriteria ini menggunakan tabulasi dimana diperoleh angka dari hasil penilaian yang nilai bobotnya berpedoman pada ADO-ODTWA. Metode penilaian kelayakan ekowisata dengan nilai yang telah ditentukan untuk setiap kriteria. Potensi dan kelayakan ekowisata mangrove Bontoloe berpotensi untuk dikembangkan dengan nilai kelayakan sebesar 78,80%.
Pengaruh pemberian biochar meranti terhadap pertumbuhan mahoni daun lebar (Swietenia macrophilla) pada media tanam tercemar tailing emas Sanena, Tia Silvia; Riniarti, Melya; Tsani, Machya Kartika; Asmarahman, Ceng; Hidayat, Wahyu
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14531

Abstract

Kegiatan pertambangan baik dengan izin maupun pertambangan tanpa izin dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar sehingga perlu dilakukan upaya pengolahan tailing dengan cara revegetasi ataupun pemanfaatan tailing sebagai media tanam. Biochar menjadi salah satu alternatif bahan pembenah tanah yang dapat digunakan pada lahan purna tambang. Penerapan biochar memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas tanah untuk menyimpan hara dan udara, mengurangi penguapan udara dari tanah, meningkatkan kegemburan tanah, dan mencegah munculnya penyakit tanaman tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dosis biochar berpengaruh terhadap pertumbuhan mahoni yang ditanam pada media tanam tailing. Mahoni ditanam selama 5 bulan menggunakan rencana acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu pemberian biochar pada media tanam tercemar tailing emas. Parameter yang diamati antara lain yaitu pertambahan tinggi batang, diameter batang, luas daun, dan panjang akar. Analisis data menggunakan analisis ragam dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis biochar pada media tailing berpengaruh sangat nyata pada parameter pertambahan tinggi dan juga diameter batang mahoni. Semakin tinggi dosis biochar yang diberikan pada media tailing cenderung meningkatkan pertumbuhan tanaman mahoni.

Page 1 of 3 | Total Record : 27