cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025)" : 27 Documents clear
Monitoring Deforestasi Mangrove di Kabupaten Belitung Timur Berbasis Citra Penginderaan Jauh Sentinel 2 dan Klasifikasi Random Forest Roman, Dwiky; Wijaya, Muhammad Sufwandika; Astuti, Ike Sari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18329

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi yang akarnya menjalar dipermukaan, dan berada di muara sungai, dan pesisir. Hutan mangrove sangat penting keberadaannya karena merupakan sistem di dalam menyeimbangkan ekosistem di pesisir, dan muara sungai. Deforestasi hutan mangrove dari akibat alih fungsi lahan pada vegetasi mangrove menjadi ancaman bagi keberlanjutan kehidupan di wilayah pesisir, dan muara. Keberadaan vegetasi mangrove yang penting bagi Kabupaten Belitung Timur untuk menjaga dari abrasi, dan habitat satwa. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsinya hutan mangrove sehingga menimbulkan deforestasi. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsi berbentuk aktivitas pertambangan, dan budidaya tambak udang. Luasan hutan mangrove yang semakin berkurang dari aktivitas tersebut menyebabkan deforestasi. Hal ini akan menjadi ancaman kepunahan yang akan terjadi di masa depan. Monitoring mangrove sangat penting karena untuk melihat deforestasi luasan hutan mangrove yang berubah dari tahun 2017 ke tahun 2024. Data Sentinel 2 sangat berperan penting untuk data yang diolah untuk melihat keberadaan, dan luasan alih fungsi. Dengan menggunakan rumus Mangrove Vegetation Index (MVI) untuk mengetahui area vegetasi mangrove. Pengolahan data menggunakan cara Random Forest untuk menganalisis tingkat lanjut terhadap perubahan alih fungsi mangrove. Sehingga memudahkan dalam pemetaan terjadinya alih fungsi mangrove. Dilakukan juga survei lapangan (ground check) untuk validasi pada Area of Interest (AOI) yang dikaji.
Dominansi Keanekaragaman Vegetasi pada Berbagai Areal Gangguan Hutan di KPH Way Waya Kabupaten Lampung Tengah Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Hartati, Puspa; Asmarahman, Ceng; Riniarti, Melya; Safe'i, Rahmat; Darmawan, Arief
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16487

Abstract

Kawasan hutan dengan potensi keberagaman yang tinggi dapat memicu terjadinya kegiatan dan akivitas antropogenik secara illegal. Kegiatan antropogenik berpengaruh terhadap kondisi keberagaman penyusun vegetasi. KPH Way Waya merupakan salah satu KPH di Provinsi Lampung yang memiliki potensi keberagaman vegetasi yang tinggi dan diindikasi terjadinya beberapa ganguan-gangguan hutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi dominansi dan keberagaman (H’) vegetasi pada area-area gangguan hutan. Penelitian dilakukan di areal kelola gabungan kelompok tani (gapoktan) Wana Tekad Mandiri KPH Way Waya. Pengumpulan data menggunakan metode jalur berpetak. Penentuan plot menggunakan intensitas sampling (IS) 0,1%, sehingga jumlah plot pengamatan sebanyak 64 plot. Analisis yang digunakan yaitu indeks nilai penting (INP) untuk melihat dominansi vegetasi dan H’ untuk melihat keberagaman vegetasi. Berdasarkan hasil penelitian, adanya perbedaan area gangguan hutan berpengaruh terhadap kondisi vegetasi hutan terutama nilai INP dan H’. Zona inti memiliki sebaran dominansi dan keberagaman yang tinggi dibandingkan dengan area gangguan lainnya. Sedangkan, area gangguan illegal mining memiliki nilai dominansi dan keberagaman yang sangat rendah. Sebaran jumlah jenis vegetasi yang ditemukan pada masing-masing plot yaitu, sebanyak 47 jenis pada zona inti, 52 jenis pada area pembukaan lahan, 14 jenis pada area illegal mining, 37 jenis pada area illegal logging, dan 37 pada area gangguan kimia. Keberagaman jenis vegetasi pada area gangguan kimia, gangguan illegal logging, gangguan pembukaan lahan, dan zona inti berkategori sedang, sedangkan keberagaman jenis vegetasi pada area gangguan illegal mining berkategori rendah. Dengan demikian, perlu adanya upaya pemulihan lahan dan pemeliharaan terhadap vegetasi pada area-area yang memiliki kondisi vegetasi yang rendah.
Analisis Curahan Waktu Kerja Laki-Laki Dan Perempuan Pada Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Safe'i, Rahmat; Maryani, Lusia Leni; Kaskoyo, Hari; Fitriana, Yulia Rahma; Darmawan, Arief; Wulandari, Christine; Novriyanti, Novriyanti; Febryano, Indra Gumay; Iswandaru, Dian; Herwanti, Susni
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16551

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas dan  curahan waktu kerja petani yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dalam mengelola lahan garapan di Hutan Kemasyarakatan Desa Datar Lebuay Kabupaten Tanggamus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Responden terdiri dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Responden ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria responden yakni masyarakat yang mengelola Hkm dan tinggal sekitar hutan serta termasuk anggota Gapoktan Sinar Harapan (SH)  dan Gapoktan Trisno Wana .Jaya (TWJ). Analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis kuantitatif serta menggunakan uji independen sample t test. Hasil penelitian menunjukan curahan waktu kerja pada kegiatan persiapan lahan, pemanenan, dan pemasaran di Gapoktan SH yang dilakukan oleh laki-laki sebanyak 32,69 HKP sedangkan curahan waktu kerja perempuan hanya 8,38 HKSP. Pada Gapoktan TWJ total curahan waktu kerja laki-laki sebanyak 32,36 HKP sedangkan yang dilakukan oleh perempuan sebanyak 4,58 HKSP. Hasil analisis independen sample t test pada curahan waktu kerja Laki-laki dan perempuan baik pada Gapoktan SH maupun Gapoktan TWJ menunjukan bahwa nilai signifikansi < 0,05 maka Gapoktan SH maupun Gapoktan TWJ sama-sama menerima Ha, dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata waktu kerja laki-laki dan perempuan.
Model Penduga Biomassa Ruang Terbuka Hijau Kota Mataram dengan Menggunakan Citra Sentinel-2A Dwi Putri, Windi Berliana; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16668

Abstract

Estimasi biomassa melalui penginderaan jarak jauh dapat dilakukan di berbagai lokasi, karena penginderaan jarak jauh dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan hutan dengan cakupan yang lebih luas. Salah satunya pada ruang terbuka hijau (RTH), keberadaan ruang terbuka hijau menjadi faktor penting dalam penyerapan dan penyimpanan karbon, khususnya di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model penduga biomassa dengan menggunakan citra Sentinel-2A berdasarkan nilai indeks vegetasi NDVI, kemudian menghitung kandungan biomassa RTH Kota Mataram dengan menggunakan model penduga terpilih. Metode yang digunakan adalah metode penginderaan jauh yang dikombinasikan dengan metode terestris dalam bentuk pengecekan lapangan . Model regresi eksponensial adalah model terbaik untuk menduga biomassa RTH Kota Mataram dengan persamaan y = 1,1161e6,1872x dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6848. Kandungan biomassa ruang terbuka hijau Kota Mataram dengan menggunakan model regresi terpilih yaitu, 1,19 ton/ha dengan kelas kerapatan RTH sangat jarang sampai dengan 94,92 ton/ha dengan kelas kerapatan RTH tinggi.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Hutan di Kawasan Hutan Lindung Desa Nupabomba Menggunakan Citra Landsat 8 Hamka, Hamka; Taiyeb, Asgar; Anwar, Anwar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18304

Abstract

Hutan lindung yaitu kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tatanan air, mencegah banjir, menjaga kesuburan tanah. Apabila hutan lindung diganggu, maka hutan tersebut akan kehilangan fungsinya sebagai pelindung, mencegah erosi, mencegah ilustrasi, air laut dan akan menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan erosi dan kemungkinan akan berakibat fatal dalam kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan primer terjadi penurunan luasan tahun 2018 seluas 288,97 Ha menjadi tinggal 152,16 Ha pada tahun 2023. Laju pengurangan kawasan hutan primer dari tahun 2018 sampai tahun 2023 sebesar 136,80 Ha. Dimana jenis tutupan lahannya berubah menjadi hutan sekunde seluas 132,62Ha dan menjadi pertanian lahan kering campur seluas 4,18 Ha. Hutan sekunder telah terjadi perubahan tutupan lahan dimana terjadi penurunan luasan dari tahun 2018 seluas 1.435,24 Ha menjadi tinggal 981,84 Ha pada tahun 2023. Pertanian lahan kering campur terjadi penurunan luasan pada tahun 2018 seluas 276,71 Ha menjadi seluas 26,05 Ha pada tahun 2023. Semak belukar terjadi fluktuasi perubahan luasannya pada tahun 2018 seluas 463,01 Ha dari total menjadi tinggal 448,29 Ha pada tahun 2023.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Kegiatan Wisata di Taman Wisata Alam Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nadira, Rahma Dini; Qomar, Nurul; Andriani, Yulia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16497

Abstract

Taman Wisata Alam Buluh Cina merupakan kawasan konservasi yang berasal dari hutan adat yang dihibahkan oleh masyarakat adat Desa Buluh Cina dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan kegiatan wisata alam di TWA Buluh Cina seperti belum terorganisir pengelolaan kegiatan wisata alam dan adanya konflik antara masyarakat Desa Buluh Cina dengan pihak pengelola TWA Buluh Cina. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan wisata alam, mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam dan mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Buluh Cina. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sampel berasal dari pihak pengelola dan masyarakat sekitar kawasan TWA Buluh Cina yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara campuran deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Variabel eksogen yang diuji dalam penelitian ini adalah: sikap masyarakat, peran serta masyarakat, lapangan pekerjaan, dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata yang telah dikembangkan di TWA Buluh Cina adalah kegiatan wisata edukasi satwa yang dilindungi, berkemah, hiking, bersampan di danau, dan fotografi alam. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam termasuk dalam kategori baik dan faktor yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat tersebut adalah sikap masyarakat.
Pola Silvopastura Pada Hutan Pinus Perhutani Kph Kedu Selatan (Studi Kasus: Kecamatan Kaligesing, Purworejo) Jihad, Aqmal Nur; Aryani, Zaini Silvia; Riyadi, Bagus; Budiadi, Budiadi; Hardiwinoto, Suryo; Pahlevi, Muhammad Reza
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.13130

Abstract

Silvopastura merupakan bagian dari ragam implementasi agroforestry yang menggabungkan antara pohon dengan ternak atau hijauan pakan ternak. Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo merupakan wilayah dengan program tahunan kontes kambing Peranakan Etawa (PE) dimana sumber pakan utama adalah Calliandra calothyrsus (kaliandra). Implementasi silvopastura dilakukan di lahan Perhutani dengan penanaman kaliandra dibawah tegakan Pinus merkusii (Pinus). Agroforestri sebagai praktek lama, ilmu baru menimbulkan konsekuensi adanya gap penelitian yang masih lebar. Terlebih lagi pada kasus agroforestri pinus dan kaliandra sebagai pakan ternak yang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendokumentasi implementasi pola silvopastura berbasis pinus dan eksplorasi aktivitas silvopastura yang diharapkan menjadi pondasi dalam rencana pengembangan silvopastura. Hasil penelitian yang diperoleh yakni (1) pola agroforestri yang terbentuk adalah alternate rows dan alley cropping; (2) aktivitas masyarakat berkaitan dengan silvopastura masih dominan terbatas pada penanaman dan pemanenan. Silvopastura di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo dapat dikategorikan sebagai praktek tradisional silvopastura. Penelitian ini dapat menjadi baseline dalam penyusunan rencana pengembangan dan penelitian lanjutan di masa mendatang.

Page 3 of 3 | Total Record : 27