cover
Contact Name
Andrie Mulya Febrianto
Contact Email
andriegrage@gmail.com
Phone
+6287880040400
Journal Mail Official
akurasi@kemenkeu.go.id
Editorial Address
Komp. Kementerian Keuangan, Gd. Sutikno Slamet, Jl. Dr Wahidin Raya No.1, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
ISSN : 25499858     EISSN : 26850656     DOI : https://doi.org/10.33827
Core Subject : Economy,
The more effective and efficient management of state finances is a demand in the life of the nation today. Budgeting and costing is one of the most important parts of managing state finances. As the implementation of upstream state financial management functions, the quality of budgeting largely determines the quality of management of state finances in general. As an effort to ensure more effective and efficient budgeting and costing, the existence of research in this regard is a must. Therefore, the presence of various studies related to cost management in the public sector in particular and budgeting in the public sector in general is very necessary. In the midst of the lack of such studies among academics, Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) is here to be part of the current budget improvement effort.
Articles 114 Documents
Development of Cost Structure Standard Policy mahfudin mahfudin
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2023.vol5.iss2.art216

Abstract

Official travel activities are the main element in internal audit activities. Currently, variations in the composition of official travel costs for internal audit activities in similar areas are very diverse. The aim of this study is to provide an overview of the policy for standardizing the composition of official travel expenditure in internal audits with similar object coverage. The research method used is a descriptive statistics method. The value of internal audit SSB recommended from this research results for the composition of internal audit official travel is 80% (offline method) and 60% (hybrid method) of the output budget. This figure is intended as the percentage of official travel that is sufficient (effective and efficient) based on the results of the internal audit output benchmarking.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PEJABAT PERBENDAHARAAN: STUDI KASUS PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA Ali Said; achmat Subekan
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss1.art223

Abstract

Abstract This study aims to determine the implementation of regulations for treasury officials as well as the effectiveness and efficiency of their performance at the Regency/City Office of Ministry of Religion. Treasury officials are limited to Commitment-Making Officer (PPK), Payment Instruction Signing Officer (PPSPM), and Expenditure Treasurer. The research problem formulation revolves around the implementation, effectiveness and efficiency of treasury officials. The research method used is descriptive quantitative. Research data was obtained through questionnaires, data documentation from the Ministry of Finance, and interviews with key sources or informants. Data validity is maintained by triangulation and obtaining from valid sources. The results of the study show that the implementation of the appointment of treasury officials is in accordance with statutory regulations and takes into account their competencies. PPK has demonstrated good quality performance, in accordance with applicable laws and regulations. PPSPM's performance in general is also good, but still requires improvement in terms of reporting. Meanwhile, the performance of the Expenditure Treasurer is in position 5 (good) on a scale of 6. The treasurer's performance requires improvement, especially in terms of reporting to the State Treasury Services Office and the Financial Audit Agency. With regard to efficiency, it was found that there were inefficiencies in the payment of honorarium for treasury officials. You can still save on honorarium payments without reducing the quality of performance.
PROJECTION OF INFRASTRUCTURE BUDGET REQUIREMENTS USING TIME SERIES ANALYSIS shiddiq ardhi irawan
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss1.art224

Abstract

In implementing the mandate of the 1945 Constitution, the Government uses the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) instrument to realize the state's goals, namely advancing the general welfare of the entire Indonesian nation. The structure of state spending in the APBN consists of central government spending and transfer spending to regions. Infrastructure spending is state spending that has a large portion in the APBN because it is direct spending related to accelerating the development of public service facilities and the economy. In addition, the allocation of infrastructure spending since 2014 has continued to increase, thereby reducing fiscal space and the portion of spending for other priority activities. Therefore, it is necessary to accurately calculate infrastructure spending needs for the following year so that it can be allocated effectively and efficiently. The data used in projecting infrastructure spending for 2025 is annual data for 11 years. The data is divided into three parts according to the conditions of each data. The results of the stationary test show that the data used is not stationary in terms of variance so that not all time series analysis models can be used. Based on the results of several time series analysis models, the single exponential smoothing model on the second data has the smallest MAPE value, namely 9.8. From this model, a projection for infrastructure spending in 2025 is IDR 425.557 trillion.
Optimizing Shariah-compliant KPBU Financing for Infrastructure Development Eri Hariyanto; Muhammad Arif Junaidi
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss1.art226

Abstract

APBN sebagai salah satu sumber pendanaan infrastruktur memiliki berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, Pemerintah berupaya melakukan ekstensifikasi sumber pendanaan infrastrtuktur. Salah satu sumber pendanaan tersebut berasal dari Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Saat ini pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU telah berjalan dengan baik. Namun, untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur di Indonesia diperlukan upaya tambahan terutama dalam mencukupi kebutuhan pembiayaan. Dalam kajian ini, penulis mencoba membuat gagasan tentang upaya optimalisasi pembiayaan pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU syariah. Kajian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang bersumber dari wawancara dengan para ahli terkait. Hasil wawancara tersebut kemudian diolah bersama data-data sekunder yang dikumpulkan. Hasil kajian yang diperoleh menyimpulkan bahwa pembiayaan KPBU dengan skema syariah untuk membiayai sebagian dari proyek KPBU khususnya pembangunan infrastruktur sangat memungkinkan untuk diterapkan. Skema pembiayaan KPBU secara syariah dapat dilaksanakan dengan beberapa metode diantaranya melalui penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), kerjasama pembiayaan dengan bank syariah di Indonesia, dan kerjasama pembiayaan dengan lembaga pembiayaan internasional yang memiliki skema Syariah seperti Islamic Development Bank (IsDB)
EKSTENSIFIKASI CUKAI TERHADAP “SAVOURY FOOD” UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Boy Riansyah; Suwardi Dwi Pramita; Destiko Teguh Rinaldi
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss1.art231

Abstract

Produk pangan olahan merupakan salah satu produk yang konsumsinya cukup besar di Indonesia. Terbukti dari semakin meningkatnya jumlah konsumsi masyarakat Indonesia terhadap konsumsi produk pangan olahan dari tahun ke tahun. Di balik besarnya konsumsi masyarakat akan produk pangan olahan, kandungan natrium dari produk pangan olahan yang tersedia saat ini telah melebihi batas anjuran atau kewajaran konsumsi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan atau BPOM. Kelebihan konsumsi natrium pada kenyataannya telah menyebabkan penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi atau penyakit lainnya. Biaya kesehatan akibat adanya penyakit tersebut juga semakin membebani anggaran kesehatan negara. Oleh sebab itu perlu adanya pengaturan pengendalian konsumsi baik dengan kebijakan fiskal maupun kebijakan non fiskal. Kebijakan fiskal dapat berupa cukai yang dapat mengendalikan konsumsi, mengubah pola konsumsi, mendorong produsen untuk memproduksi produk olahan yang lebih sehat sekaligus mengompensasi eksternalitas negatif yang ditimbulkan oleh produk pangan olahan tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kelayakan cukai dilihat dari rasionalitas, desain dan administrasi cukai, dan upaya peningkatan kesehatan melalui cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan pendekatan tersebut didapatkan hasil bahwa cukai merupakan kebijakan yang dianggap tepat dalam mengendalikan natrium yang terkandung dalam produksi pangan olahan jika dibarengi dengan kebijakan non fiskal lain seperti edukasi, pelabelan kandungan natrium, dan penetapan batasan konsumsi natrium yang wajar.
Desentralisasi Fiskal dan Peran Mediasi Ekonomi Digital dalam Mendorong Kinerja Berkelanjutan Propinsi Indonesia Alfarizi, Muhammad
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss2.art240

Abstract

Problematika global seperti kemiskinan, ketimpangan, dan perubahan iklim mendorong PBB menetapkan SDGs untuk menciptakan dunia berkelanjutan. Meski Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, distribusinya masih belum merata. Desentralisasi fiskal menjadi strategi penting untuk memastikan pembangunan inklusif di seluruh wilayah. Studi ini menganalisis pengaruh desentralisasi fiskal terhadap ekonomi digital dan dampaknya pada keberlanjutan serta pencapaian SDGs lokal di tingkat Provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif untuk mengeksplorasi hubungan antara desentralisasi fiskal, ekonomi digital, dan kinerja keberlanjutan di 34 provinsi Indonesia pada 2023. Data sekunder diolah menggunakan PLS-SEM untuk memprediksi hubungan antarvariabel. Penelitian ini menemukan bahwa desentralisasi fiskal tidak memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi digital dan keberlanjutan di tingkat makro, bertentangan dengan literatur yang ada. Ekonomi digital terbukti berperan penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal. Desentralisasi fiskal juga mendukung keberlanjutan sosial melalui pengelolaan sumber daya lokal yang lebih baik. Ekonomi digital berfungsi sebagai mediator, memperkuat hubungan antara desentralisasi fiskal dan keberlanjutan. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi desentralisasi fiskal dengan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas kebijakan, mengoptimalkan alokasi dana, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mencapai SDGs.
Evaluasi Dan Proyeksi Belanja Barang Operasional Kementerian Negara/Lembaga irawan, shiddiq ardhi; Faradase, Vita Longa
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss2.art241

Abstract

Belanja barang operasional merupakan alokasi mendasar yang harus dipenuhi oleh K/L agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Hasil evaluasi terhadap alokasi belanja barang operasional mengindikasikan adanya inefisiensi anggaran karena terdapat penggunaan akun yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari tahun 2012 sampai dengan 2024 ditemukan adanya kesalahan penggunaan akun sebesar Rp8,1 triliun. Untuk memperoleh nilai riil kebutuhan belanja barang operasional K/L tahun 2025 perlu dilakukan proyeksi dengan mengeluarkan alokasi belanja yang seharusnya tidak masuk ke dalam belanja barang operasional. Hasil proyeksi anggaran belanja barang operasional tahun 2025 dengan menggunakan analisis time series diperoleh nilai alokasi sebesar Rp67 triliun. Alokasi tersebut lebih kecil Rp4,4 triliun dibandingkan dengan alokasi belanja barang operasional dalam Pagu Indikatif TA 2025. Berdasarkan hasil evaluasi dan proyeksi belanja barang operasional maka perlu adanya perbaikan yang harus dilakukan K/L baik dalam RKA-K/L TA 2024 dan TA 2025. Perlu dilakukan perbaikan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) agar dapat mengakomodir pembatasan akun tertentu pada alokasi belanja barang operasional di RO (EBA.994) Layanan Perkantoran. Kebijakan lainnya yang dapat dilakukan oleh Ditjen Anggaran yaitu dengan menerapkan capping belanja barang operasional berdasarkan kriteria tertentu.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Peran Anggaran dalam Mendukung Pengembangan KEK Tata Suharta; Muhammad Ramdhani Inayattulloh
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss2.art243

Abstract

Economic development efforts in Indonesia face several central problems. One is the lack of investment. Developing Special Economic Zones (SEZs) is an alternative to overcoming investment challenges. The majority of optimal SEZs record cumulative investment realizations above IDR 10.0 trillion up to 2022 and provide an investment contribution of more than 5% in each region where the KEKs in question operate. However, of the 20 SEZs operating from 2012 to 2023, only seven are optimal. This research investigates the challenges in SEZ development employing a descriptive qualitative approach. This research was conducted through documentation studies, field observations, and focus group discussions using three SEZs as research objects, one in the optimal category and two in the not. This research identifies and compares several SEZ operational factors and finds funding flexibility, the capacity of area managers, the availability of infrastructure outside the area, and the availability of facilities and infrastructure within the area are factors that differentiate optimal and non-optimal SEZs. This study also highlights the budgeting condition for coordinating KEK development based on the concept of performance-based budgeting. The findings from this research are expected to provide insight into the development of KEK which is more focused towards optimal performance.
Model Informasi Kinerja Anggaran Penanggulangan Bencana pada Kementerian/Lembaga Anggriawan, Galih; Sri Rahayu, Neneng; Karunia, Luki
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss2.art244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan membuat suatu model logika program penanggulangan bencana pasca diterapkannya Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP). Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, analisis data dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan belum optimalnya penerapan RSPP pada pengalokasian anggaran yang melibatkan banyak Kementerian/Lembaga (K/L). Informasi kinerja anggaran penanggulangan bencana yang dibangun oleh masing-masing K/L belum dapat mencerminkan sinergi kegiatan berpola lintas. Dalam upaya menjamin belanja yang berkualitas, dapat dilakukan optimalisasi informasi kinerja yang terintegratif dengan menyusun model logika program anggaran untuk memperkuat penerapan penganggaran berbasis kinerja.
Dana Desa, SDGs Desa dan Pembangunan Desa di Kabupaten Cianjur dan Bogor Ramdani, Sandi Asep; Kharisma, Bayu; Hadiyanto, Ferry
Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia (AKURASI)
Publisher : Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian, Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33827/akurasi2024.vol6.iss2.art245

Abstract

Cianjur and Bogor Regencies in West Java receive substantial Village Fund allocations but exhibit significant differences in IDM values. This study aims to analyze the contribution of village funds to Village SDGs achievement and their impact on IDM values in both regencies from 2018-2023, using mapping of village fund activity codes, panel data regression, and difference in differences (DiD). The results show that village fund activities in both regencies primarily support Village SDGs number 9 (Village Infrastructure and Innovation). However, in Cianjur, IDM is most influenced by activities in Village SDGs number 13, while in Bogor, SDGs number 16 has the greatest impact. DiD analysis reveals that implementing Village SDGs in Bogor is more effective than in Cianjur. These findings suggest that Village Government need to optimize IDM achievements through Village Fund activities depends on each village's characteristics, with a balanced focus beyond physical infrastructure being crucial for rural development.

Page 10 of 12 | Total Record : 114