cover
Contact Name
Adiyana Adam
Contact Email
adiyanaadamm@gmail.com
Phone
+6281340137313
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Lumba-lumba, Kel. Dufa-dufa, Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama
ISSN : 19072740     EISSN : 26139367     DOI : -
AL-WARDAH Jurnal kajian Perempuan, gender dan Agama (ISSN: 1907-2740, E-ISSN: 2613-9367) adalah jurnal yang menerbitkan hasil kajian, penelitian, review tentang tema-tema perempuan gender dan agama. Diterbitkan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PGSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Al-wardah menerima berbagai tulisan/artikel yang sesuai dengan aim and scope jurnal ini.
Articles 144 Documents
Perempuan Pemecah Batu ( Studi Kasus Perempuan Pekerja Pemecah Batu di Kecamatan Galela , Kabupaten Halmahera Utara.) Eku, Amran; Adam, Adiyana
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.385

Abstract

Secara Tradisional peran perempuan masih ditujukan  pada kegiatan non –ekonomi, teruatam di daerah pedesaan.  Kegiatan- kegiatan yang menjadi sector kerja perempuan desa selalu berhubungan dengan  rumah tangga seperti, mengasuh anak, melayani suami ataupun mengurus rumah tangga lainnya.  Seiring dengan kemajuan zaman, modernisasi,     dan globalisasi   dimana   hal   tersebut   juga menjadikan   perubahan   tuntutan   peran pada  perempuan.  Perubahan  tuntutan  ini akhirnya    membuat    kesetaraan    gender semakin terlihat. Pergeseran    peran    dan    fungsi perempuan   ini   juga   terjadi di   Desa Soasio dan desa mamuya  Kecamatan Galela kabupaten Halmahera Utara    di    mana    rata-rata    kaum perempuan    di    sini    bekerja    sebagai pemecah  batu. Pekerjaan tersebut mengandalkan   kemampuan   fisik   yang kuat   untuk   memecah   batu,   dari   batu berukuran besar menjadi batu-batu dalam ukuran   kecil   yang   siap   dipasarkan   ke toko-toko material sebagai bahan bangunan.
Fungsi Perempuan Dalam Usaha Budidaya Rumput Laut Di Desa Galo-Galo Kabupaten Pulau Morotai Adiyana Adam
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.253

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu sumber daya kelautan yang merupakan modal bagi berkembangnya mata pencarian nelayan, disamping mencari ikan. Usaha budidaya rumput yang terdapat di desa Galo-galo Kabupaten Pulau Morotai adalah menjadi mata pencaharian baru bagi penduduk setempat . Adanya keterlibatan  perempuan  dalam  dunia kerja menunjukan adanya perubahan pola pikir mengenai peran usaha perempuan terhadap aktifitas budidaya rumput laut para perempuan atau ibu rumah tangga di Desa Galo-galo  yang pada umumnya adalah daerah pesisir mempunyai inisiatif untuk membantu     suaminya    dengan membudidaya rumput laut agar terpenuhnya kebutuhan keluarga. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini adalah perempuan sangat berperan dalam aktivitas budidaya rumput laut bahkan hampir semua pekerjaan dilakukan oleh perempuan  seperti  mengikat,  melepas, dan menjemur ., rumput laut. dalam aktivitas budidaya rumput laut, tenaga perempuan dihargai secara ekonomi dan social 
Dampak Positif Dan Negative Covid-19 Terhadap Ibu Rumah Tangga Work From Home Ali, Nuraini
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.380

Abstract

Sudah dua tahun ini  negara kita sedang dilanda pandemic Covid-19 yang penyebarannya  sangat cepat sampai ke seluruh penjuru dunia bahkan  telah menelan ribuan nyawa di  lebih dari 190 negara, termasuk juga Negara  Indonesia. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengumumkan Covid 19 sebagai wabah pandemic. Negara-negara baik negara maju maupun negara berkembang, harus bisa mencegah dan menanggulangi virus baru yang belum ada obatnya ini melalui berbagai kebijakan sesuai situasi, kondisi, dan situasi negara masing-masing.Bagi Ibu rumah tangga yang berstatus sebagai pekerja baik, swata maupun negeri, Work from Home  menjadikan suatu tantangan yang cukup berat karena selain menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah, dia juga harus  mengurus anak maupun suami yang sama sama sedang melakukan WFH. Pekerjaan yang dia lakukan berlipat ganda dan tentunya sangat melelahkan karena tidak berbatas waktu.Pada sisi lain Work from Home    juga membawa  dampak positif bagi ibu rumah tangga. Dampak positif yang terjadi karena WFH dan social distancing antara lain Ibu rumah tangga  lebih  memperhatikan  kesehatan,  hubungan  keluarga  yang  semakin  dekat,  munculnya aktivitas-aktivitas baru yang produktif dan hemat, meningkatnya literasi pemanfaatan IT, dan lainnya . Dari  latar belakang di atas , maka penelitian ini bertujuan untuk menegetahui apa saja dampak negative dan positif dari pemberlakuan Work Form Home bagi ibu rumah tangga.
Antara Khadijah Dan Aisyah (Teladan Moderasi Beragama Persfektif Gender) Sugirma Sugirma; Agustang K Agustang K
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.244

Abstract

Khadijah dan Aisyah adalah sosok wanita yang sejatinya menjadi sosok teladan bagi kaum wanita masa kini yang hidup pada era milenial. Khadijah dikenal sebagai sosok wanita tangguh dan dermawan. Beliau tercatat dalam sejarah sebagai salah satu wanita yang mempercayai risalah kenabian yang dibawa oleh nabi muhammad saw., dengan gelar assabiqunal awwalun. Aisyah dikenal sebagai wanita berparas cantik dan cerdas, memberi warna romatika hidup bagi rasululah saw sebagai khatamul anbiya’i wal mursalin yang digelari olehnya Humairah. Khadijah dan Aisyahibu rumah tangga, isteri, sampai pada wanita karier yang akan menguatkan peran serta kau wanita dalam pembanguan manusia yang utuh dan mampu berdampingan dengan kaum pria dalam segala aspek kehidupan dengan tidak mengabaikan perannya dalam rumah tangga. Khadijah dan Aisyah telah membuktikan bahwa jauh sebelum konsep gender itu digaungkan di Negeri Barat, Islam telah memberikan ruang luas kepada wanita untuk membuktikan jati dirinya sesuai dengan sifat dan karakter pada diri seorang wanita.
Analisis Perbandingan Hukum Islam dan Undang Undang KDRT Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga Nurain Soleman
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i2.299

Abstract

Islam memberikan tuntunan mulai dari sampai dalam pembinaannya, islam memberikan tuntutan guna tercapainya tujuan dibentuknya rumah tangga, diantaranya: Beribadah kepada Allah; Mencari teman hidup untuk saling berbagi;Melahirkan keturunan; danMemberikan pendidikan kepada anak/keturunanIslam juga memberikan tuntutan kepada suami-istri dengan adanya hak dan kewajiban di antara keduanya, yang harus dipenuhi kedua pihak, agar terjalin hubungan yang harmonis antara anggota keluarga (suami, istri, anak, dan lain-lain) serta terciptanya rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Oleh karna itu kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindakan yang sangat dilarang dalam Islam. Kekerasan, khususnya dalam lingkup rumah tangga, dalam bentuk apapun dan dilakukan terhadap siapa saja, merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam islam. Karena Islam sendiri selalu mengajarkan untuk berlaku lemah lembut serta kasih sayang antar sesama.membentuk dan membangun sebuah rumah tangga
Peran Ibu Dalam Mengajarkan Matematika Yani Djawa
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i2.294

Abstract

Matematika  sejak peradaban manusia bermula, memainkan peranan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai bentuk simbol, rumus, teorima, dalil, ketetapan, dan konsep digunakan untuk membantu perhitungan, pengukuran, penilaian, dan peramalan. Dalam kehidupan sehari-hari secara langsung maupun tidak langsung kita sudah belajar matematika, dimulai dari mengatur keuangan dalam keluarga mulai dari pembayaran keperluan rumah dalam sehari-hari misalnya bayar air, listrik, pajak, telpon, makanan. Selain itu juga kita dituntut u hik mengafalkan dan mengingat belasan nomor, mulai dari nomor telpon (Hp) sampai dengan nomor-nomor kartu tanda pengenal, NIP, tanggal kelahiran, dan umr kita. Di dalam keluarga ibu berperan sebagai guru dalam proses belajar dirumah. Maksudnya proses belajar yang berlangsung itu melibatkan proses internal antara anak dengan ibu, maksudnya hanya ibu yang memahami cara belajar anaknya sendin. Disinilah butuh peran ibu dalam membentuk mental, perilaku, dan pemahaman anak dalam belajar matematika dengan cara menerapkan matematika dalam kehidupan schari-hari
Eksistensi Wanita Karir Dalam Keluarga Sri Rahayu Utari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.254

Abstract

Peran wanita karier di tengah keluarga tidak berubah dengan masuknya wanita ke dalam dunia kerja, melainkan bertambah karena adanya tanggung jawab di tengah pekerjaan.   Kunci   keberhasilan   dalam   menyandingkan   antara   peran   di keluarga  dan  di  karier. Kesimpulan dari penelitian ini   bahwa, pertama, secara psikologis, keberadaan wanita karir bisa mempengaruhi tatanan perkawinan dan keluarga, yang apabila tidak diatur dengan baik bukan mustahil akan berakibat pada disharmonisasi perkawinan dan keluarga. Kedua, dalam Islam tidak ada yang berhak melarang wanita untuk bekerja di luar rumah, termasuk suami sekalipun. Hal ini terkait dengan doktrin Islam sendiri yang sebenarnya tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan dari sisi jenis kelamin. Ketiga, konsep wanita karir tidak berarti seorang isteri/ibu bebas bekerja menelantarkan nasib perkawinan dan keluarganya.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus Terkait Kekerasan Terhadap Istri) Musiana, Musiana
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.381

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Yang dimaksud  dengan  lingkup  rumah tangga adalah suami, istri dan anak, orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut Kekerasan Dalam Rumah- Tangga (KDRT) dengan alasan apapun dari akan berdampak pada suasana keluarga.Suasan keluuarga akan berdampak pada harmonisasi keluarga tersebut. Dalam penjelasan umum Undang-Undang   Nomor   23   Tahun  2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dijelaskan bahwa keutuhan dan kerukunan rumah tangga  yang  bahagia,  aman,  tentram dan damai merupakan dambaan setip orang dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri mengalami semua jenis kekerasan dalam rumah tangga yaitu kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, seksual dan penelantaran ekonomi. Penelitian ini juga menemukan bawa faktor-faktor yang menjadi pemicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga oleh suami terhadap istri yaitu: Suami merasa berkuasa, sehingga istri harus menuruti apapun yang dilakukan oleh suami; Istri di anggap tidak menjalankan fungsi sesuai perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga yan baik; Adanya faktor orang ketiga
Dampak Minuman Keras Terhadap Perilaku Generasi Muda (Gamsungi Kecamatan Ibu Selatan Kabupaten Halmahera Barat) Safri Miradj
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.245

Abstract

Kecamatan Ibu Kota Selatan Kabupaten Halmahera Barat secara besar-besaran merupakan generasi muda yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga permasalahan minuman keras belum mampu diberantas atau dihilangkan dari pemikiran masyarakat. generasi muda, karena kesadaran masyarakat belum ada. Minuman keras adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman keras / alkohol dibatasi untuk sejumlah orang tertentu, umumnya orang yang telah melewati batas usia tertentu. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa minuman keras adalah kependekan dari minuman keras, dimana minuman keras adalah suatu jenis minuman yang mengandung alkohol, tidak peduli seberapa banyak kandungan alkohol di dalamnya, penggunaan minuman keras dapat menyebabkan gangguan organik yaitu gangguan fungsi berpikir, perasaan dan perilaku. Minuman keras dikonsumsi berbagai usia dan mayoritas berada di kalangan remaja atau remaja, dimana mereka tidak mengetahui dampak atau akibat yang akan terjadi di kemudian hari. Dan ketiadaan kontrol sosial menyebabkan timbulnya berbagai bentuk penyimpangan sosial. Disfungsi perilaku menyimpang dapat menimbulkan bahaya kehidupan sosial, karena tatanan sistem yang ada tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya karena terdapat individu yang tidak dapat menjalankan tugasnya dalam sistem masyarakat.
Pro Kontra Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual Adam, Adiyana
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 15, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v15i1.375

Abstract

Kasus kekerasan seksual di Indonesia memiliki angka korban yang terus meningkat setiap tahun. Angka yang ditunjukan lebih dari 2000 kasus setiap tahunnya, namun angka tersebut masih kurang dari fakta yang terjadi di lapangan disebabkan oleh proses investigasi yang terkesan membuka luka lama, pelaku adalah kerabat dekat, hingga alasan sanksi sosial. Usulan RUU PKS menjadi suatu pilihan untuk menyediakan payung hukum bagi para korban, namun RUU PKS justru menuai Pro Kontra dimasyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai akar dari hadirnya pro-kontra RUU PKS. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan bantuan data sekunder dari berita, laporan, serta jurnal, penulis mencoba menjawab permasalahan tersebut. Hasil yang ditemukan adalah Pro-Kontra hadir karena adanya kesalahapahaman pada kata serta maksud dan tujuan, yang dianggap dapat melanggar norma dan agama yang berlaku di masyarakat Indonesia.

Page 6 of 15 | Total Record : 144