cover
Contact Name
Rizaldy Purnamo Pedju
Contact Email
-
Phone
+6282346016601
Journal Mail Official
jurnal.potretpemikiran@iain-manado.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. SH Sarundajang, Kawasan Lingkar I, Malendeng Manado Kode Pos 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Potret Pemikiran
ISSN : 16931874     EISSN : 25280376     DOI : -
Potret Pemikiran terdaftar dengan nomor ISSN 1693-1874 (Cetak), ISSN 2528-0376 (Online) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Potret Pemikiran mulai menerbitkan artikel-artikel versi cetak pada tahun 2000. Potert Pemikiran adalah jurnal pertama di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado yang sekarang bertranformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Saat itu, Potret Pemikiran melingkupi cangkupan ilmu secara umum, yaitu ilmu politik, hukum, ekonomi, pendidikan, serta agama hingga tahun 2018. Sejak tahun 2019, Jurnal Potret Pemikiran fokus dan jangkauannya terkait Pemikiran Islam di bidang: Filsafat, Tasawuf, Politik Islam dan sosial Keagamaan, serta terjadi perubahan gaya selingkung yaitu menjadi APA 6th Edition (American Psychological Association).
Articles 139 Documents
Potret Tradisi Bib Maaf pada Keberangkatan Haji Masyarakat Desa Dullah Laut Kepulauan Kei Maluku Tenggara Fatima Nuhuyanan; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Sigit Purwaka; Rachmad Surya Muhandy
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2082

Abstract

Artikel ini bertujuan memaparkan secara komprehensif tentang Tradisi Bib Maaf di Desa Dullah Laut Kepulauan Kei Maluku Tenggara. Merupakan penelitian kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi sosial. Melakukan observasi partisipatoris pasif, kedalaman wawancara serta dokumentasi. Menggunakan teknik analisis model alir dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian: Tradisi Bib Maaf? yang dilakukan masyarakat Kei di Desa Dullah Laut merupakan tradisi keberangkatan ibadah Haji. Merupakan momentum saling memaafkan dan memanjatkan doa agar menjalankan ibadah Haji dengan selamat. Bib Maaf atau kambing maaf merupakan tradisi lisan yang dikembangkan masyarakat Muslim Kepulauan Kei. Kekeluargaan pada masyarakat Kei bermakna luas mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Sikap optimis orang Kei dalam tradisi Bib Maaf yaitu: Pertama, Sikap rela menolong. Kedua, Sikap percaya bahwa orang lain akan membantu. Ketiga, Sikap hormat menghormati. Maren atau Hamaren dipahami sebagai tanggung jawab bersama warga dalam menyelesaikan pekerjaan yang dilaksanakan secara spontan dan sukarela. Yellim merupakan rentetan tradisi, berbentuk pemberian untuk meringankan beban pelaksanaan tradisi yang memiliki kebermanfaatan dalam tradisi, menunjukkan kedermawanan masyarakat. Nit Ni Wang, Barzanji dan Dok Mol merupakan rangkaian tradisi dalam bentuk memanjatkan do?a kepada Sang pencipta Allah Subhanahu wa Ta?ala, dan puji-pujian pada Nabi Muhammad, Shallallahu ?Alaihi wa Sallam, serta pada leluhur agar perjalanan Haji memperoleh keselamatan.
Kemunduran Demokrasi dan Pelarangan Organisasi Islamis di Era Pemerintahan Jokowi Zulfadli Zulfadli; Taufani Taufani
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2033

Abstract

Kebijakan negara di bawah pemerintahan Jokowi yang melarang organisasi Islamis seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) telah menuai pro dan kontra dalam diskursus sosial-politik dan keagamaan di Indonesia. Mereka yang mendukung pembubaran tersebut menilai bahwa sikap negara dalam mengambil sikap tegas terhadap organisasi keagamaan yang mengedepankan aksi-aksi non demokratis, telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara itu, kalangan yang menolak, menganggap bahwa kebijakan pemerintah bertentangan dengan kebebasan berserikat dan berkumpul yang telah dijamin oleh konstitusi dalam sistem demokrasi. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan pelarangan organisasi Islamis di bawah pemerintahan Jokowi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif di mana data didasarkan pada pemberitaan media online terkait pelarangan organisasi Islamis. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis konten. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah yang melarang organisasi Islamis tanpa melalui proses peradilan (yang cenderung bersifat otoritarian dan represif) telah menyebabkan kemunduran dalam demokrasi di Indonesia. Implikasi dari pembubaran organisasi Islamis tersebut adalah semakin memperkuat konfrontasi antara kelompok Islamis dan negara serta membuat perkembangan demokrasi di Indonesia semakin merosot. Negara cenderung memilih pendekatan demokrasi militan dalam membubarkan organisasi Islamis daripada mengedepankan pendekatan yang dialogis-akomodatif. Studi ini merekomendasikan bahwa melakukan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan jauh lebih baik dilakukan daripada mengedepankan pendekatan represif melalui peraturan perundang-undangan sebagaimana yang telah menimpa HTI dan FPI.
Implementasi Nilai Agama dan Budaya dalam Upaya Memperkuat Moderasi Beragama di Sekolah Adat Ammatoa Kajang Risfaisal Risfaisal; St. Haniah
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2126

Abstract

ABSTRAKTergerusnya Pemahaman nilai-nilai budaya lokal pada siswa yang merupakan bagian dari nilai-nilai moderasi beragama telah mengakibatkan siswa menurunnya pemahaman budaya lokal sehingga sebahagian siswa kehilangan identitasnya para siswa sudah kehilangan rasa malu (siri?) dan rasa empati kepada negaranya (pacce?). Selain itu pula di era sekarang para remaja mengalami degradasi moral. Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui bagaimana peran sekolah adat ammatoa kajang dalam upaya penanaman nilai agama dan budaya pada guru dan siswa sebagai upaya memperkuat moderasi beragama (ii) Untuk mengetahui bagaimana implementasi nilai agama dan budaya pada guru dan siswa sebagai upaya memperkuat moderasi beragama. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan memahami upaya implementasi nilai agama dan budaya dalam upaya memperkuat moderasi beragama di sekolah adat ammatoa kajang. Informan ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan partisipatif. Teknik analisis data melalui berbagai tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu.?Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa siswa di Sekolah Adat Ammatoa Kajang perlu mendapatkan perhatian dari pihak sekolah yakni guru untuk mendapatkan edukasi penanaman nilai agama dan budaya sesuai mata pelajaran agama dan budaya berbasis moderasi agama yang dikonsepkan oleh kementerian agama. Upaya menanamkan nilai budaya yaitu 1) mengenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia melalui bacaan buku dan literasi digital 2) menceritakan nilai-nilai budaya lokal daerah 3) mengenalkan sejak dini budaya-budaya dari setiap daerah yang berbeda. Upaya menanamkan nilai keagamaan pada siswa dimulai dengan memberikan kepada mereka nilai-nilai yaitu: 1) nilai ketauhidan 2) nilai moral, dan (3) nilai akhlak/perilaku.
Ayah Tiri: Dinamika Nahdlatul Ulama di Ranah Minang Andri Ashadi; Wakidul Kohar; Muhammad Aqil; Danil Folandra
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2036

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengapa warga Nahdlatul Ulama (NU) di Minangkabau tidak reaktif terhadap penolakan gagasan Islam Nusantara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, data penelitian ini bersumber dari hasil wawancara dan literatur, meliputi tulisan-tulisan tokoh tokoh dan warga NU yang didapatkan baik dari media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan blog maupun dari media massa seperti koran, buku-buku dan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni kodifikasi data, penyajian dan analisis data secara naratif, interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab tidak reaktifnya warga NU di Sumatera Barat dalam merespon penolakan gagasan Islam Nusantara. Pertama: adanya perbedaan kultur egaliter di Minang dengan kultur feodal di Jawa yang menyebabkan kurang terbentuknya kedekatan emosional dengan tokoh-tokoh NU di Jawa. Kedua: mayoritas warga NU di Minang baru terjun ke NU setelah mendapatkan pendidikan baik itu di pesantren atau kampus-kampus di daerahnya. Hal ini berbeda dengan warga NU di Jawa yang telah dididik sedari kecil sehingga identitas keNUannya sudah mengakar kuat. Oleh karena itu pertentangan yang cukup keras terjadi pada NU di Jawa, berbeda dengan warga NU di Sumatera Barat yang tidak reaktif dalam meresponnya. Namun di tengah serangan bertubi-tubi yang dilontarkan terhadap NU mereka tetap mensosialisasikan nilai-nilai Islam moderat kepada masyarakat baik melalui diskusi informal serta sikap yang akomodatif terhadap tradisi lokal.
Quran in Everyday Life: Resepsi Al-Quran Masyarakat Congaban Bangkakalan Madura Fawaidur Ramdhani; Ibnu Amiruddin; Ghurrotul Muhajjalah; Achmad Rifai
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2120

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memotret bagaimana resepsi komunitas muslim di pondok pesantren Congaban terhadap kehadiran al-Quran. Congaban termasuk salah satu pondok pesantren yang kental dengan nuansa dan citarasa al-Quran. Di sana, al-Quran hidup dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Kajian ini termasuk penelitian living Quran, menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tipologi resepsi masyarakat pesantren Congaban terhadap al-Quran dapat dipetakan menjadi tiga; 1) pecinta yang membuktikan cintanya dengan cara terus menerus membaca dan menghafal al-Quran; 2) pecinta yang menyatakan cintanya secara estetis, baik melalui seni membaca al-Quran (irama) dan seni menulis al-Quran (kaligrafi); 3) pecinta yang mengekspresikan cintanya dengan mengungkap keistimewaan (fadhilah) dan pesan moral al-Quran. Ketiga tipologi tersebut pada gilirannya membentuk atau menciptakan praktik dan tradisi tertentu, di antaranya adalah tradisi tahfidz al-Quran, pengajian tafsir al-Quran (Jalalain), kaligrafi al-Quran dan Khatmil Quran. Makna dan ekspektasi masyarakat pondok pesantren Congaban dalam meresepsi kehadiran al-Quran cukup beragam, yang dapat diamati dari perspektif kultural, teologis, prikologis, dan filosofis. Makna dan ekspektasi yang muncul dari sekian bentuk resepsi terhadap al-Quran tersebut adalah sebagai sebuah kewajiban menjaga dan memuliakan al-Quran, dalam rangka beribadah, ekspresi cinta, bentuk ketaatan, mendatangkan rezeki, ngalap berkah dan lain-lain.
Strategi Komunikasi Politik Nahdlatul Wathan dalam Pemilihan Kepala Daerah pada Pemilihan Umum Gubernur Nusa Tenggara Barat Tahun 2013 dan 2018 Dewi Ummi Raihanun
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik Nahdlatul Wathan (NW) dalam memenangkan pemilihan kepala daerah pada pemilihan umum gubernur NTB tahun 2013 dan 2018. Untuk menjawab permasalahan tersebut dilakukan analisis terhadap pokok pertanyaan penelitian, yaitu: Strategi Komunikasi Politik seperti apa yang NW gunakan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik yang NW gunakan dalam meraih kemenangan kaitannya dengan interaksinya bersama masyarakat khususnya masyarakat NW yaitu melalui pemanfaatan bidang pendidikan dan tokoh-tokoh Tuan Guru NW yang menyebarkan dakwahnya ke berbagai tempat dengan memasukkan pesan-pesan politik dalam dakwahnya dan mengandalkan otoritasnya sebagai tokoh agama yang disegani masyarakat.
Power Relations between Tuan Guru and Sultan in the Malay World: Source of the Tuan Guru Manuscript (TGM) Ziaulhaq Hidayat
Potret Pemikiran Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v27i1.2369

Abstract

This article examines the power relations between Tuan Guru and the Malay Sultans. Power relations are not only in relations between people and authority but relations that support and strengthen each other’s existence. This research raises how the power relations between Tuan Guru and the Malay Sultans were formed. The Tuan Guru Manuscript (TGM) written by Tuan Guru ‘Abd al-Wahhab Rokan was used as the main source to answer the research questions. This manuscript is important because it is Tuan Guru’s letter and notes to the Sultan of Langkat. The results of this research explain that the power relations formed between Tuan Guru and the Sultans have supported the spread of the Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) in the Malay world. Then, power relations have also impacted the establishment of a tarekat village. It was supported by the Sultan by providing land and other supporting facilities.
Portrait of Damar Tradition in Welcoming the Arrival of Lailatul Qadar Night in the Community of Patipi Island Village Muhamad Yusuf; M. Syukri Nawir; Afan Garamatan; Suparto Iribaram; Rachmad Surya Muhandy
Potret Pemikiran Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v27i1.2453

Abstract

The purpose of the study was to explain the implementation of the Damar tradition in the community of Patipi, Fak-Fak Island Regency, West Papua Province. The Damar Tradition welcomes the night of Lailatul Qadar by lighting torches using resin sap. The research method used a qualitative model with a social phenomenological paradigm and a flow model analysis technique. This research produced several findings regarding implementing the Damar tradition as follows. The Damar tradition in Patipi Island developed orally from generation to generation. Islam, as a religion with plenty of followers in Patipi Island, adapts to its culture to form a tradition in enlivening the night of Lailatul Qadar. Damar tradition begins in the last ten days of Ramadhan month, exactly in the odd number of fasting days: the 21st day, the 23rd, the 25th and the 27th day of fasting, respectively. The Damar tradition can unite the community and form of joy to welcome the night of Lailatul Qadar. The absence of fixed and given goods is a moral idea and shows the citizen's generosity. The gift belongs to the mosque management, so they carry out their duties and responsibilities properly. There is reciprocity in the form of prayers read by the mosque management, a form of dependence between the community and the mosque management. The symbols in the tradition have meanings that can be interpreted by the Patipi island community, in the form of incense burned while reading prayers, Raun or a gift holder made of woven coconut leaves, torches, gifts, and cleaning and giving sand to the grave.
Landscape Political Economy Media in Kompas Gramedia Group (KGG): A Chomsky’s Media Propaganda Analysis Nur Allan Lasido
Potret Pemikiran Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v27i1.2137

Abstract

Kompas Gramedia Group (KGG) is one of Indonesia's largest corporations with a network of media businesses. This study aims to analyze and map two aspects: How the mapping of business networks and the development of KGG media concentration in several regions in Indonesia, as well as political and economic factors that influence the formation (construction) of strengthening the KGG conglomerate as one of the largest media companies in Indonesia today. This study uses qualitative research methods through the instrument of political economy analysis of media propaganda models against five filters/layers of political media economy developed by Noam Chomsky. The study results found that KGG built a media business arena almost evenly throughout Indonesia. Arena contestation has become a bone of contention because it has significant economic opportunities to create new expansion areas. For example, areas outside Jakarta as information control mechanisms from Jakarta can control suburbs as the center of information. In addition to the work of five media layers on Kompas, it can move quickly to reach one point, namely the element of diversity or diversity of media content consumed by the audience to be nonexistent. This condition needs to be watched out as a threat to the independence of the fulfillment of citizens' rights to diverse information, but the content is not uniform.
Discourse from the Perspective of Mohammed Arkoun: An Examination of the Values of Interfaith Dialogue Imronudin Imronudin; Riza Muhammad
Potret Pemikiran Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v27i1.2367

Abstract

Interfaith dialogue is presented to appreciate the truth in others and work together to realize actual problems, such as citizenship rights, violence, ignorance, poverty, equality, injustice, social inequality, and so on. Arkoun's influence with the post-structuralist reveals the critical urgency of religious teachings in shaping the integrity of society. So, in Arkoun's thought, every interpretation is not sacred and must be done with a sociocultural approach that is contextual and open to criticism. He sought to deconstruct Islamic thought, which was considered sacred and closed, using the social sciences approach to represent a humanist, rational, and loving dialogue. This research method uses critical analysis methods with Paul Ricoeur's hermeneutic approach in reading sources about Mohammed Arkoun. The results of this research are the development of contemporary Islamic thought by Arkoun by presenting Islam as Epistemology, including producing interreligious dialogue as a tool to create tolerance, prioritize dialogue, and establish a brotherhood.

Page 10 of 14 | Total Record : 139