cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 153 Documents
PEMANFAATAN SITUS KOTA TUA PADANGAN KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI OBJEK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS DIGITAL HISTORY Muhammad Eko Subagtio
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i1p58-75

Abstract

The region of Padangan Sub District has local history and an old town building site, but their existence is rarely known among students until general community. This research aimed to find out the historical value of Padangan Old Town site, the relevance of Padangan Old Town site as an object of contextual learning and utilization strategy in digital history based learning. This research employed qualitative descriptive approach. Data collection was carried out through site observation, survey, interview, and exploring some documents in the form of books and relevant journals. The results of this research showed that Padangan sub district has historical attractiveness with the event of Bojonegoro Regency establishment. The first capital city of Bojonegoro Regency was located in Padangan region. Old town side on the other hand showed that Padangan region became a modern civilization with dense population since colonialism era. Some of these heritages could be utilized as history learning objects at Senior High School in material of change and sustainability. The strategy of site utilization in digital history learning could be conducted through four stages namely 1) introduction, 2) observation, 3) discussion, and 4) result. The benefit of digital based contextual learning in Padangan Old Town is to introduce the site presence to students at once disseminating information to public through digital media. The more attractive content information about Padangan Old Town, then the more popular it becomes among the community until it can be made as one of integrated historical tourism destination in Bojonegoro Regency. Wilayah Kecamatan Padangan memiliki sejarah lokal dan situs bangunan kota tua, namun keberadaannya jarang diketahui kalangan pelajar hingga masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sejarah situs Kota Tua Padangan, relevansi situs Kota Tua Padangan sebagai objek pembelajaran kontekstual dan strategi pemanfaatan dalam pembelajaran berbasis sejarah digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, survey, wawancara, dan penggalian beberapa dokumen berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Padangan memiliki daya tarik sejarah dengan peristiwa pembentukan Kabupaten Bojonegoro. Ibukota pertama Kabupaten Bojonegoro terletak di wilayah Padangan. Kota tua di sisi lain menunjukkan bahwa wilayah Padangan menjadi peradaban modern dengan populasi padat sejak era kolonialisme. Beberapa peninggalan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai objek pembelajaran sejarah di SMA dalam materi perubahan dan keberlanjutan. Strategi pemanfaatan situs dalam pembelajaran sejarah digital dapat dilakukan melalui empat tahap yaitu 1) pengenalan, 2) observasi, 3) diskusi, dan 4) hasil. Manfaat pembelajaran kontekstual berbasis digital di Kota Lama Padangan adalah untuk memperkenalkan kehadiran situs kepada siswa sekaligus menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui media digital. Semakin menarik konten informasi tentang Kota Tua Padangan, maka semakin populer di kalangan masyarakat hingga dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah terpadu di Kabupaten Bojonegoro. 
UPAYA MENGUATKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI DESAIN PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KEBHINEKATUNGGALIKAAN Danan Tricahyono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i1p13-23

Abstract

The background of this article departs from the program of the Ministry of Education, Research, Technology, and Higher Education to establish the output of Indonesian education known as Pancasila students. The purpose of writing articles is to design a Bhinneka-based (diversity-based) historical learning. The writing of this article uses conceptual ideas. The student dimension of Pancasila has the characteristics of being the embodiment of lifelong Indonesian students who have global competence and behave following the values of Pancasila, with six main elements: faith, piety to God and noble character, global diversity, cooperation, independent, critical reasoning, and creative. The design of history learning based on a Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) using the Kemp model is to identify problems and determine learning goals, establish and analyze the character of learners, analyze materials and various components related to learning tasks in conjunction with the achievement of learning goals, determine specific learning goals for learners, contain forms of systematic and logical delivery of materials, assess learning strategies,  Determine methods as a means to convey materials, develop evaluation tools, choose learning resources that can support learning activities, and forms of learning activities. The learning material is about Hindu-Buddhist life by taking Ngadas society as a source of learning. The values of cooperation and respecting differences between fellow human beings can be a source of transparency for students to create a younger generation of Pancasilaists. The latter have intellectual advantages wrapped in a unique character.Latar belakang artikel ini berangkat dari program Kementerian Pendidikan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk membentuk output pendidikan Indonesia yang dikenal dengan siswa Pancasila. Tujuan penulisan artikel adalah untuk merancang pembelajaran sejarah berbasis Bhinneka. Penulisan artikel ini menggunakan ide-ide konseptual. Dimensi peserta didik Pancasila memiliki ciri-ciri menjadi perwujudan peserta didik Indonesia sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam unsur utama: iman, takwa kepada Tuhan YME dan akhlak mulia, keragaman global, kerjasama, mandiri, berpikir kritis, dan kreatif. Perancangan pembelajaran sejarah berbasis Bhinneka dengan menggunakan model Kemp adalah untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan tujuan pembelajaran, menetapkan dan menganalisis karakter peserta didik, menganalisis materi dan berbagai komponen yang berkaitan dengan tugas pembelajaran dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan pembelajaran, menentukan spesifik tujuan pembelajaran bagi peserta didik, memuat bentuk-bentuk penyampaian materi yang sistematis dan logis, menilai strategi pembelajaran, menentukan metode sebagai sarana untuk menyampaikan materi, mengembangkan alat evaluasi, memilih sumber belajar yang dapat mendukung kegiatan belajar, dan bentuk kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran tentang kehidupan Hindu-Budha dengan mengambil masyarakat Ngadas sebagai sumber belajar. Nilai-nilai kerjasama dan menghargai perbedaan antar sesama manusia dapat menjadi sumber transparansi bagi mahasiswa untuk menciptakan generasi muda Pancasilais. Yang terakhir memiliki keunggulan intelektual yang dibungkus dengan karakter yang unik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PREZI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL ASSURE Alvina Siti Asiyah; Sumardi Sumardi; Nurul Umamah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i1p77-86

Abstract

Learning in the 21st century requires students to have skills, knowledge and abilities in the fields of technology, media and information. This research is a development research that aims to see the magnitude of the increase in student learning outcomes who are taught using Prezi-based learning media with the ASSURE model. This development research has produced a product in the form of Prezi-based learning media that has been validated by experts and users. Learning resources are designed according to student characteristics and based on user needs analysis. The results of content validation in the field of study for Prezi media are 96 percent, in the very appropriate category, 98 percent in learning design experts in the very appropriate category, linguists 94 percent in the very appropriate category. Educator user test of 80 percent product is very feasible. The average small group learning outcomes for the pre-test was 48.50, while the post-test was 83.50. In the field test, the average learning outcomes for the pre-test were 47.14 while the post-test was 85.71. So it can be concluded that there was an increase in learning outcomes in the small group by 72.2 percent with high qualifications and in the field trial an increase in learning outcomes by 82 percent with very high qualifications. The conclusion from the research and development of Prezi-based learning media is feasible to use and proven to improve student learning outcomes. Recommendations made based on the results of this study are the use of technology-based media so as to improve student learning outcomes. Pembelajaran di abad 21 menuntut siswa untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi, media dan informasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk melihat besarnya peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media pembelajaran berbasis Prezi dengan model ASSURE. Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis Prezi yang telah divalidasi oleh ahli dan pengguna. Sumber belajar dirancang sesuai dengan karakteristik siswa dan berdasarkan analisis kebutuhan pengguna. Hasil validasi isi bidang kajian untuk media Prezi adalah 96 persen, pada kategori sangat sesuai, ahli desain pembelajaran 98 persen pada kategori sangat sesuai, ahli bahasa 94 persen pada kategori sangat sesuai. Uji pengguna pendidik produk 80 persen sangat layak. Rata-rata hasil belajar kelompok kecil untuk pre-test adalah 48,50, sedangkan post-test adalah 83,50. Pada uji lapangan rata-rata hasil belajar pre-test 47,14 sedangkan post-test 85,71. Sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan hasil belajar pada kelompok kecil sebesar 72,2 persen dengan kualifikasi tinggi dan pada uji coba lapangan terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 82 persen dengan kualifikasi sangat tinggi. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan media pembelajaran berbasis Prezi layak digunakan dan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rekomendasi yang dibuat berdasarkan hasil penelitian ini adalah penggunaan media berbasis teknologi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
KELAYAKAN BAHAN AJAR “BOOKTOON” (E-BUKLET KARTUN SEJARAH) PADA METERI ARTI LUKISAN DINDING “BURUNG ENGGANG” DI GUA LIANG BANGKAI Siti Ifroh Hana
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i1p24-36

Abstract

This study aims to develop android-based teaching material namely "Booktoon" (E-Booklet Cartoon History). The application content is the meaning of prehistoric rock art "Hornbill" in Liang Bangkai Cave in South Kalimantan. This study tested advisability by effectiveness and validity of teaching material. The method of this study was Research and Development (R&D) which refers to the development model by Thiagarajan is 4D, there are: (1) define; (2) design; (3) development; and (4) disseminate. The development of teaching material "Booktoon" uses the help of three computer softwares: (1) Photoshop to draw a cartoon; (2) Power Point to make a layout of the booklet; and (3) Android Studio to make Android Application. As the result of this study is the test validity on material and media are very valid. Then, the test effectiveness on small group trials and large group trials are very effective. Therefore, the teaching material "Booktoon" is advisable to be used as one teaching material for historical learning in high school. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Berbasis Android yaitu “Booktoon” (E-Booklet Kartun Sejarah). Isi aplikasi adalah makna seni cadas prasejarah "Hornbill" di Gua Liang Bangkai Kalimantan Selatan. Penelitian ini menguji kelayakan melalui efektivitas dan validitas bahan ajar. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan oleh Thiagarajan yaitu 4D, yaitu: (1) define; (2) desain; (3) pembangunan; dan (4) menyebarluaskan. Pengembangan bahan ajar “Booktoon” menggunakan bantuan tiga perangkat lunak komputer: (1) Photoshop untuk menggambar kartun; (2) Power Point untuk membuat layout booklet; dan (3) Android Studio untuk membuat Aplikasi Android. Hasil dari penelitian ini adalah uji validitas materi dan media sangat valid. Kemudian, efektivitas uji pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar sangat efektif. Oleh karena itu bahan ajar “Booktoon” disarankan untuk digunakan sebagai salah satu bahan ajar pembelajaran sejarah di SMA. 
APLIKASI JOURNEY GUERILLA OF REVOLUTION (JAGUAR) SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS UNITY Maudy Amalia; Ari Sapto; Ulfatun Nafi'ah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i1p87-99

Abstract

The basis for doing research is motivation to solve the needs and problems in history learning. Some of the needs and problems that become the focus of the study are the unavailability of interactive history learning media, teaching materials that have not ac-commodated local historical studies, and students' lack of wisdom in using gadgets. To overcome the needs and problems studied, the researcher then developed material about Tatsuo Ichiki's struggle to defend Indonesia's independence in South Malang in 1948–1949. The material is included in an application called Journey Guerilla of Revolution (JAGUAR) as an interactive history learning based on Unity. Thus, the purpose of research and development ‘JAGUAR’ is: (1) to produce the 'JAGUAR' application with material about Tatsuo Ichiki's struggle to maintain Indonesian independence in Southern Malang in 1948–1949 and (2) to test its effectiveness as a historical learning for learning history in class XI MIPA 3 SMAN 1 Turen. To help achieve this goal, researcher used method of the ADDIE (analyze, design, development, implementation, and evalua-tion) model belonging to Nunuk Suryani, Achmad Setiawan, and Aditin Putria in conducting this research and development. Then this research and development result are the 'JAGUAR' application can be used as a media of history learning because it is considered very valid and very effective. This is based on the percentage of material validity of 91.3 percent, media validity of 98.7 percent, effectiveness test in small group trial of 90.9 percent, and effectiveness test in field trial of 94.4 percent. Dasar dilakukannya penelitian adalah motivasi untuk memecahkan kebutuhan dan permasalahan dalam pembelajaran sejarah. Beberapa kebutuhan dan permasalahan yang menjadi fokus kajian adalah belum tersedianya media pembelajaran sejarah yang interaktif, bahan ajar yang belum mengakomodir kajian sejarah lokal, dan kurangnya kearifan siswa dalam menggunakan gadget. Untuk mengatasi kebutuhan dan permasalahan yang diteliti, peneliti kemudian mengembangkan materi tentang perjuangan Tatsuo Ichiki dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Malang Selatan pada tahun 1948–1949. Materi tersebut dituangkan dalam sebuah aplikasi bernama Journey Guerilla of Revolution (JAGUAR) sebagai pembelajaran sejarah interaktif berbasis Unity. Dengan demikian, tujuan penelitian dan pengembangan 'JAGUAR' adalah: (1) menghasilkan aplikasi 'JAGUAR' dengan materi tentang perjuangan Tatsuo Ichiki dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Malang Selatan pada tahun 1948–1949 dan (2) untuk menguji efektivitasnya sebagai pembelajaran sejarah untuk pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Turen. Untuk membantu mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode model ADDIE. Kemudian hasil penelitian dan pengembangan ini adalah aplikasi JAGUAR dapat digunakan sebagai media pembelajaran sejarah karena dinilai sangat valid dan sangat efektif. Hal ini didasarkan pada persentase validitas materi sebesar 91,3 persen, validitas media sebesar 98,7 persen, uji keefektifan pada uji coba kelompok kecil sebesar 90,9 persen , dan uji keefektifan pada uji coba lapangan sebesar 94,4 persen.
RELEVANSI IDE THE OPEN SOCIETY KARL POPPER DAN MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Azril Azifambayunasti
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i1p37-48

Abstract

The Open Society by Karl Popper is an idea that opposes any kind of oppression and to-talitarianism, so that what is called an open society will be realized, a society that priori-tizes freedom but remains in the corridor of law and ethics. The Open Society is an idea that opposes socialism and capitalism at the same time. As an important idea in the modern age, The Open Society Popper must be able to use in life, just like knowledge that has an axiological basis. This idea is also closely related to democracy which up-holds individual freedom while still being controlled by law. On the one hand, The Open Society can be implemented in the education democracy movement, which is then called multicultural education, with kind of values that accommodate the freedom and equality of individual rights in society. The purpose of this study is to discuss the idea of The Open Society and its relevance to historical education, especially regarding multiculturalism. This discussion was reviewed using the literature study method. The results of this analysis show that The Open Society Popper can be used as a basis for multicultural education because it gives high respect to individual freedom and opposes domination by certain groups, while still respecting the law.Open Society menurut Karl Popper adalah sebuah gagasan yang menentang segala bentuk penindasan dan totalitarianisme, sehingga akan terwujud apa yang disebut masyarakat terbuka, masyarakat yang mengutamakan kebebasan namun tetap dalam koridor hukum dan etika. Masyarakat Terbuka adalah sebuah ide yang menentang sosialisme dan kapitalisme pada saat yang bersamaan. Sebagai sebuah ide penting di era modern, The Open Society Popper harus dapat digunakan dalam kehidupan, seperti halnya pengetahuan yang memiliki landasan aksiologis. Gagasan ini juga erat kaitannya dengan demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan individu dengan tetap dikendalikan oleh hukum. Di satu sisi, Masyarakat Terbuka dapat diimplementasikan dalam gerakan demokrasi pendidikan, yang kemudian disebut pendidikan multikultural, dengan nilai-nilai yang mengakomodasi kebebasan dan persamaan hak individu dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah membahas mengenai gagasan The Open Society dan relevansinya dengan pendidikan sejarah, khususnya perihal multikulturalisme. Pembahasan ini dikaji menggunakan metode studi pustaka. Hasil analisis i menunjukkan bahwa The Open Society Popper dapat dimanfaatkan sebagai landasan pendidikan multikultural karena memberikan penghargaan yang tinggi terhadap kebebasan individu dan menentang penguasaan oleh kelompok tertentu, dengan tetap hormat pada hukum.
DAMPAK SOSIAL BAGI MASYARAKAT PASCA KERUSUHAN ANTAR SUKU MADURA-MELAYU DI KECAMATAN PEMANGKAT, KABUPATEN SAMBAS PADA TAHUN 1999 Bayu Bestari; Amrazi Zakso; Haris Firmansyah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p138-147

Abstract

The riots that occurred in Sambas Regency in 1999 were quite large in the history of the conflict in Indonesia involving the Malays and the Madurese. Pemangkat sub-district is one of the sub-districts experiencing severe conflict. The riots that occurred in Pemangkat District had an impact on the social psychology of the community, both from the Madurese and the Malays. The impact of this inter-tribal riot also had an impact on several sectors, namely the economic sector, education, and other sectors. This article aims to explain the effects of riots between the Madurese-Malay tribes in Pemangkat sub-district in 1999 and after using historical research methods, namely topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. From the discussion on the social impact of society during and after the riots between the Madurese-Malay tribes in Pemangkat District in this article, it will be concluded that the riots that occurred in Pemangkat District had a considerable impact on both the Madurese and the Malays themselves.Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Sambas pada tahun 1999 cukup besar dalam sejarah konflik di Indonesia yang melibatkan etnis Melayu dan Madura. Kecamatan Pemangkat merupakan salah satu kecamatan yang mengalami konflik cukup parah. Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Pemangkat berdampak pada psikologi sosial masyarakat baik yang berasal dari Madura maupun Melayu. Dampak kerusuhan antarsuku ini juga berdampak pada beberapa sektor, yaitu sektor ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak kerusuhan suku Madura-Melayu di Kecamatan Pemangkat tahun 1999 dan setelah menggunakan metode penelitian sejarah yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dari pembahasan dampak sosial masyarakat pada saat dan pasca terjadinya kerusuhan antara suku Madura-Melayu di Kabupaten Pemangkat pada artikel ini dapat disimpulkan bahwa kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Pemangkat memberikan dampak yang cukup besar baik bagi masyarakat Madura maupun Melayu.
PERKEMBANGAN SMA YPP PANDEGLANG TAHUN 1982-2020 Siti Muthiara Pratiwi; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p204-222

Abstract

The development of science and technology has caused changes in almost all aspects of human life. Education is one of the components to improve the progress of a country. The existence of this policy has an impact on the development of education in each region, especially in high schools in Pandeglang Regency. In 1982 with the Decree of the Minister of Education and Culture No: 082/102.Kep/E.82, the first private high school in Pandeglang was established, namely SMA Yayasan Pendidikan Pandeglang (YPP). The aims of this study is to find out: (1) the background of the establishment of SMA YPP Pandeglang (2) the development of SMA YPP Pandeglang in 1982-2020 (3) the influence of SMA YPP Pandeglang for the Pandeglang community in 1982-2020. The methods used in this study are historical methods, including: heuristic, source criticism, interpretation, and historiography. The study aims to: (1) SMA YPP Pandeglang was established on April 24, 1982. SMA YPP Pandeglang as the first private high school in Pandeglang. (2) The development of SMA YPP Pandeglang divided into three periods; the first period of 1982-2004 was a golden period because SMA YPP Pandeglang became the second favorite school in Pandeglang. The second period of 2004-2014 was a period of decline due to a period of collapse caused by the decline in school quality even in 2013 SMA YPP Pandeglang had no students. The third period of 2014-2020 has developed, the school began to pioneer again with 4 students. (3) The influence of SMA YPP Pandeglang for the Pandeglang community in 1982-2020 can be seen from the existence of SMA YPP Pandeglang which contributes to the advancement of education in Pandeglang and produces graduates who have a significant share and role in Pandeglang.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menyebabkan perubahan pada hampir semua aspek kehidupan manusia. Pendidikan merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kemajuan suatu negara. Adanya kebijakan tersebut berdampak pada perkembangan pendidikan di setiap daerah, khususnya SMA di Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 1982 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No: 082/102.Kep/E.82, didirikan SMA Swasta pertama di Pandeglang yaitu SMA Yayasan Pendidikan Pandeglang (YPP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang berdirinya SMA YPP Pandeglang (2) perkembangan SMA YPP Pandeglang tahun 1982-2020 (3) pengaruh SMA YPP Pandeglang bagi masyarakat Pandeglang tahun 1982- 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, meliputi: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) SMA YPP Pandeglang berdiri pada tanggal 24 April 1982. SMA YPP Pandeglang sebagai SMA swasta pertama di Pandeglang. (2) Perkembangan SMA YPP Pandeglang dibagi menjadi tiga periode; periode pertama tahun 1982-2004 merupakan masa emas karena SMA YPP Pandeglang menjadi sekolah favorit kedua di Pandeglang. Periode kedua tahun 2004-2014 merupakan periode penurunan karena periode keruntuhan yang diakibatkan oleh penurunan mutu sekolah bahkan pada tahun 2013 SMA YPP Pandeglang tidak memiliki siswa. Periode ketiga tahun 2014-2020 telah berkembang, sekolah mulai dirintis lagi dengan 4 siswa. (3) Pengaruh SMA YPP Pandeglang bagi masyarakat Pandeglang tahun 1982-2020 terlihat dari keberadaan SMA YPP Pandeglang yang memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Pandeglang dan menghasilkan lulusan yang memiliki andil dan peran yang signifikan di Pandeglang.
PEMANFAATAN GOOGLE CLASSROOM UNTUK PROGRAM REMIDIAL ONLINE PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Rika Afrianto; Fahruddin Fahruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p148-158

Abstract

The purpose of the study was to explain 1) the use of Google Classroom for online remedial programs on online history learning, 2) the utilization of features in Google Classroom for remedial implementation on online history learning. This research uses descriptive qualitative research methods. Data was collected from this study using journal articles and related books. While the data analysis used includes data collection, data reduction, presentation of data, and verifying of the resulting data. The object of this research is the online remedial program through Google Classroom in historical learning. The results of this study show that 1) the use of Google Classroom in online history learning results in more interesting learning for students, 2) the implementation of remedial programs in historical learning that use Google Classroom facilitates teachers to be able to make interesting questions, create quizzes and make assignments to make the impression of historical learning more interesting, with it, students will be more enthusiastic in learning history.Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan 1) penggunaan Google Classroom untuk program remedial online pada pembelajaran sejarah online, 2) pemanfaatan fitur-fitur pada Google Classroom untuk pelaksanaan remedial pada pembelajaran sejarah online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari penelitian ini menggunakan artikel jurnal dan buku terkait. Sedangkan analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data yang dihasilkan. Objek penelitian ini adalah program remedial online melalui Google Classroom pada pembelajaran sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran sejarah online menghasilkan pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa, 2) penerapan program remedial dalam pembelajaran sejarah yang menggunakan Google Classroom memfasilitasi guru untuk dapat membuat pertanyaan yang menarik, membuat kuis dan membuat tugas agar kesan belajar sejarah lebih menarik, dengan itu siswa akan lebih semangat dalam belajar sejarah.
PROYEK FILM SEJARAH SMANSARA: PRAKTIK SOSIODRAMA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 JEPARA Asyif Awaludin Romadhoni; Aman Aman
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p223-237

Abstract

The purpose of research is to explain the application of sociodrama with historical short films to develop the character of Pancasila Students of SMA Negeri 1 Jepara. The research method used quantitative method with pre-experimental approach by giving a questionnaire regarding Pancasila Student Profiles to students SMA Negeri 1 Jepara.The subject of research consist of 214 students from six classes. The results of research showed there is a significant effect between the application of sociodrama and the output of historical short films on the character development of the Pancasila Student Profile students of SMA Negeri 1 Jepara students. This is very relevant to various learning theories that are oriented to the development of students' skills. The finding of this study support the concept of teachers not only convey knowledge, but also must develop the abilities of students.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan sosiodrama dengan luaran film pendek sejarah untuk mengembangkan karakter Profil Pelajar Pancasila peserta didik SMA Negeri 1 Jepara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan praeksperimen dengan memberikan angket mengenai Profil Pelajar Pancasila kepada peserta didik. Subjek penelitian terdiri atas 214 peserta didik dari enam kelas Hasil penelitian menunjukkan penerapan sosiodrama dengan luaran film pendek sejarah berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila bagi peserta didik SMA Negeri 1 Jepara. Hal tersebut sangat relevan dengan berbagai teori pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan keterampilan peserta didik. Temuan penelitian ini mendukung konsep guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus mengembangkan kemampuan peserta didik.

Page 9 of 16 | Total Record : 153