cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 153 Documents
MEDIA INOVATIF BERBASIS GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN ANALYTICAL SKILLS Andika Putra Bayu; Nurul Umamah; Sumardi Sumardi; Riza Afita Surya
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p159-170

Abstract

History learning has fundamental curriculum changes at every school level. Learning which now refers to the learning objectives of Historical Thinking which is designed so that one of the students has the ability to think Analytically or Analytical skills. This study was conducted to determine the increase in the Analytical Skils of students using Google Classroom media.This study aims to determine the effectiveness of Google Classroom as a learning medium in improving students' Analytical skills. This type of research uses quantitative experimental research. The research subjects used students of class X IPS SMAN 02 Tanggul. Data collection techniques used questionnaires and test instruments by giving pre-test and post-test questions. The results showed that in the field trial there was an increase in Analytical Skills of 80.14 percent with very high qualifications. Based on this research, the researcher suggests that teachers can master the Google Classroom media well, so that students are able to understand the instructions given.Pembelajaran sejarah memiliki perubahan kurikulum yang mendasar pada setiap jenjang sekolah. Pembelajaran yang sekarang mengacu pada tujuan pembelajaran Historical Thinking yang dirancang agar salah satu siswa memiliki kemampuan berpikir Analitis atau Analytical skills. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan Kemampuan Analitik siswa dengan menggunakan media Google Classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Google Classroom sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan Analitik siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen kuantitatif. Subyek penelitian yang digunakan siswa kelas X IPS SMAN 02 Tanggul. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan instrumen tes dengan memberikan soal pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji coba lapangan terjadi peningkatan Analytical Skills sebesar 80,14 persen dengan kualifikasi sangat tinggi. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyarankan agar guru mampu menguasai media Google Classroom dengan baik, sehingga siswa mampu memahami instruksi yang diberikan.
SEJARAH LOKAL DALAM KURIKULUM MERDEKA: SITUS LOYANG MENDALE DAN LOYANG UJUNG KARANG SEBAGAI MUATAN SEJARAH LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Angga Prasetiya; Warto Warto; Sudiyanto Sudiyanto
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p238-250

Abstract

Scientific learning in the 2013 Curriculum, which should be able to integrate local history content into learning, experiences more obstacles in its implementation. The presence of the Merdeka Curriculum brings a new direction in learning history, especially regarding the need for local historical content to be integrated into learning. Therefore the purpose of writing this article is (1) to describe local history as learning content in the Merdeka Curriculum; (2) to describe the cultural remains at the Loyang Mendale and Loyang Ujung Karang sites as local historical content. The writing of this article uses the literature study research method. The results of the research show that in the Merdeka Curriculum local history content is included in the learning outcomes that must be mastered by students during the learning process. Then the Loyang Mendale and Loyang Ujung Karang sites as local historical content are urgently needed to be integrated into learning because they explain prehistoric life in central Aceh region since the Mesolithic period, and are also by the scope of material in phase E (grade X) which has been defined in the Merdeka Curriculum, namely The Origin of the Ancestors and the Spice Path of the Indonesian Nation.Pembelajaran saintifik dalam Kurikulum 2013 yang seharusnya dapat mengintegrasikan muatan sejarah lokal ke dalam pembelajaran, ternyata lebih banyak mengalami kendala pada pelaksanaannya. Kehadiran Kurikulum Merdeka membawa arah baru dalam pembelajaran sejarah terutama terkait perlunya muatan sejarah lokal diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu tujuan penulisan artikel ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah lokal sebagai muatan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka; (2) mendeskripsikan tinggalan budaya pada Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang sebagai muatan sejarah lokal. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Hasil penelitan menunjukkan dalam Kurikulum Merdeka, muatan sejarah lokal terdapat dalam capaian pembelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik selama proses pembelajaran. Kemudian Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang sebagai muatan sejarah lokal sangat dibutuhkan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran karena menjelaskan kehidupan pra-aksara di wilayah Aceh Tengah sejak periode Mesolitikum, dan juga sesuai dengan lingkup materi pada Fase E (kelas X) yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka yaitu Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah Bangsa Indonesia. 
PROBLEMATIKA GURU DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Vinny Raihany; Shaffia Darma Widjaya; Rinita Meliya; Andi Andi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p122-128

Abstract

This research can be a reference for teachers in the use and development of historical learning media in order to achieve effective, efficient, creative, and innovative learning objectives. The use and development of learning media is also a must for every teacher so that it helps in clarifying learning materials and arouses students' interest and motivation in learning history. This study used qualitative research methods. The sources that are used as references in this research are scientific journals, scientific articles, and interviews that are related to research. Identification of problems in this study are 1) History teachers have not been able to develop and utilize history learning media, meaning that history teachers have not been able to use learning media in accordance with learning objectives. 2) The history teacher has not used various types of media, meaning that the teacher does not know and understand the various types of media that can be used in accordance with the learning material. 3) The lack of teacher knowledge on the use of technology in history learning means that teachers are not yet competent in using various types of designs and various types of media with the help of technology. 4) History teachers are less creative and innovative in the use of media for history learning, meaning that teachers have not been able to work in using media.Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru dalam penggunaan dan pengembangan media pembelajaran sejarah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dan inovatif. Penggunaan dan pengembangan media pembelajaran juga merupakan suatu keharusan bagi setiap guru sehingga membantu dalam memperjelas materi pembelajaran dan membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber yang dijadikan referensi dalam penelitian ini adalah jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan wawancara yang berkaitan dengan penelitian. Identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah 1) Guru sejarah belum mampu mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran sejarah, artinya guru sejarah belum mampu menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2) Guru sejarah belum menggunakan berbagai jenis media, artinya guru belum mengetahui dan memahami berbagai jenis media yang dapat digunakan sesuai dengan materi pembelajaran. 3) Kurangnya pengetahuan guru tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sejarah menyebabkan guru belum kompeten dalam menggunakan berbagai jenis desain dan berbagai jenis media dengan bantuan teknologi. 4) Guru sejarah kurang kreatif dan inovatif dalam penggunaan media untuk pembelajaran sejarah, artinya guru belum bisa bekerja dalam menggunakan media.
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN MAPEL SEJARAH (PEMINATAN) KELAS XII DI MAN SUMENEP TAHUN AJARAN 2021/2022 Mochammad Ronaldy Aji Saputra; Joko Sayono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p171-190

Abstract

PThis study aims to determine the quality of the Madrasah Final Examination (UAM) questions in the History subject (Specialization) at MAN Sumenep through item analysis. This research is a type of quantitative descriptive research. Analysis of the items to be examined are the results of tests of validity, reliability, level of difficulty, discriminating power, and deceptive power with the help of Microsoft Excel and SPSS 16.0. The results showed that the types of questions based on cognitive level were 10 percent LOTS questions, 18 percent MOTS questions, and 72 percent HOTS questions. Then based on the subject matter, it is 25 percent for class X and XI, and 50 percent for class XII. The level of validity (exceeding r-table) totaled 32 valid questions and 8 invalid items. The data reliability level of 0.409 is still inconsistent because it is still lacking 0.50. The level of difficulty resulted in 2 decisions, namely being rejected/revised because it was very easy with 12 questions and being accepted in the moderate category with 28 questions. The level of discriminating power resulted in 2 decisions, which were totally revised with an unsatisfactory category of 8 questions and totally revised/rejected by 32 questions. The distractor function works well because the multiple choices A, B, C, D, and E in questions are more than 5 percent. The results of the item analysis recommend that the UAM History Questions (Specialization) still need to be revised again with better quality questions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal Ujian Akhir Madrasah (UAM) pada mapel Sejarah (Peminatan)di MAN Sumenep melalui analisis butir soal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis butir soal yang akan diteliti adalah hasil uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan daya pengecoh dengan berbantuan microsoft excel dan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis soal berdasarkan tingkatan kognitifnya 10 persen soal LOTS, 18 persen soal MOTS, dan 72 persen soal HOTS. Kemudian berdarsarkan mapelnya sebanyak 25 persen kelas X dan XI, dan 50 persen kelas XII. Tingkat validitas (melebihi r-tabel) berjumlah 32 butir soal valid dan 8 butir soal tidak valid. Tingkat reliabilitas data sebesar 0,409 masih kurang konsisten karena masih kurang 0,50. Tingkat kesukaran menghasilkan 2 keputusan yaitu ditolak/direvisi karena sangat mudah sebanyak 12 soal dan diterima kategori sedang sebanyak 28 soal. Tingkat daya pembeda menghasilkan 2 keputusan yaitu direvisi total dengan kategori tidak memuaskan sebanyak 8 soal dan direvisi total/ditolak sebanyak 32 soal. Fungsi distraktor (pengecoh) dapat berfungsi baik karena pilihan ganda A, B, C, D, dan E pada soal lebih dari 5 persen. Hasil analisis butir soal merekomendasikan bahwa Soal UAM Sejarah (Peminatan) masih perlu direvisi kembali dengan kualitas soal yang lebih baik.
PEMILIHAN APLIKASI ACTIVE PRESENTER UNTUK PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Arif Permana Putra; Alis Triena Permanasari; Dwi Junianti Lestari
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p129-137

Abstract

The development of informastion and communication technology demand to be able to use digital learning tools through interactive learning media. Media is an important factor in improving the quality of learning. Currently circulating application products that can be used in making history learning media. The right historical learning media is media that fosters interaction between users in responding to the material presented. For this reason, it is necessary to select the right selection and determination of history learning media applications. And from this study, some application selection criteria that need to be considered include; in addition to being cheap and affordable, an integrated application package that is simple, effective and efficient, as well as a user manual. As a case study of the active presenter application to be discussed a little. From the discussion, it is known that active presenters are applications that can meet the criteria for needs.Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut untuk dapat menggunakan perangkat pembelajaran digital melalui media pembelajaran yang interaktif. Media merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Saat ini beredar produk aplikasi yang dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran sejarah. Media pembelajaran sejarah yang tepat adalah media yang menumbuhkan interaksi antar pengguna dalam menanggapi materi yang disampaikan. Untuk itu diperlukan pemilihan dan penentuan aplikasi media pembelajaran sejarah yang tepat. Dan dari penelitian ini, beberapa kriteria pemilihan aplikasi yang perlu diperhatikan antara lain; selain murah dan terjangkau, paket aplikasi terpadu yang simpel, efektif dan efisien, serta panduan pengguna. Sebagai studi kasus aplikasi presenter aktif akan sedikit dibahas. Dari pembahasan diketahui bahwa active presenter merupakan aplikasi yang dapat memenuhi kriteria kebutuhan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LECTORA INSPIRE PADA MATERI PERTEMPURAN SURABAYA 1945 UNTUK SISWA KELAS XI IPS MAN 2 TULUNGAGUNG Nitatun Khafidhoh; Aditya Nugroho Widiadi; Ulfatun Nafi'ah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p191-203

Abstract

This research on the development of Lectora Inspire learning media aims to produce a learning media that was developed based on needs analysis, as well as to determine the level of validity and effectiveness of the media with the Surabaya 1945 battle content in learning history in class XI IPS MAN 2 Tulungagung. The subjects in this research and development are content experts, media experts and students of class XI IPS 1 MAN 2 Tulungagung. The method in this research and development uses the R&D model developed by Sugiyono (2015), namely: (1) potential and problems; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) design revision; (6) product trial; (7) product revision; (8) trial use; (9) product revision; (10) mass product manufacture. Based on the results of data analysis, the results of content validation get a percentage of 90 percent, while the results of media validation get a percentage of 87.5 percent. The results of the product effectiveness questionnaire in the small group got a percentage value of 85.1. percent, while the large group got a percentage value of 88.9 percent. Based on the percentage value, it can be concluded that the Lectora Inspire-based learning media is valid and very effective for use in learning Indonesian history.Penelitian pengembangan media pembelajaran Lectora Inspire ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan, serta untuk mengetahui tingkat kevalidan dan keefektifan media dengan konten pertempuran Surabaya 1945 pada pembelajaran sejarah di kelas XI. IPS MAN 2 Tulungagung. Subyek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah ahli isi, ahli media dan siswa kelas XI IPS 1 MAN 2 Tulungagung. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan model R&D yang dikembangkan oleh Sugiyono (2015), yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) penggunaan percobaan; (9) revisi produk; (10) pembuatan produk massal. Berdasarkan hasil analisis data, hasil validasi isi mendapatkan persentase sebesar 90 persen, sedangkan hasil validasi media mendapatkan persentase sebesar 87,5 persen. Hasil kuesioner keefektifan produk pada kelompok kecil mendapat nilai persentase 85,1 persen, sedangkan kelompok besar mendapat nilai persentase 88,9 persen. Berdasarkan nilai persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Lectora Inspire valid dan sangat efektif untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah bahasa Indonesia.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS NILAI KEPAHLAWANAN GUSTI KETUT JELANTIK UNTUK MENUNJANG MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 11 IPS DI SMAN 2 BUSUNGBIU Nurul Hidayat; Joko Sayono; Aditya Nugroho Widiadi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p80-91

Abstract

This article is written developed with the first objective, produce digital modules based on I Gusti Ketut Jelantik's heroic values to support motivation and lerning outcomes at SMAN 2 Busungbiu. Second, testing effectiveness of digital module products for support motivation and learning outcomes in class 11 IPS at SMAN 2 Busungbiu. TIn this research useding development model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjects experiment in this research is  11 IPS 1 as control class and 11 IPS 2 as experimental class. Material developed use Kurikulum 2013 with Subject History in KD 3.2. for 11th grade.  Digital modules that have been developed and tested show data on improvements in learning motivation and learning outcomes. increased motivation using digital modules reached 85.5 percent6% with the criteria of "Highly Motivated". Data on improving learning outcomes has score 83.87 percent% that is category "satisfactory". Analyze effectiveness of digital modules in general through validation of teaching materials experts and material experts is known to reach 90 percent % and 92.4 percent% which are categorized as "Valid" with a little revision. The small group tryout was conducted on 9 people as a sample, showing data acquisition of 90.78 percent% which was categorized as "practical" as a teaching material. Meanwhile, average score in large trial is 87.77 percent. %. Effectiveness data analysis results used evaluation test with multiple choice is 20 items. There was an incrase after given treatment using digital module based on I Gusti Ketut Jelantik's heroic values.Artikel ini ditulis dengan tujuan dengan tujuan Pertama, menghasilkan produk dalam bentuk modul digital berbasis nilai kepahlawanan Gusti Ketut Jelantik untuk menunjang motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik di SMAN 2 Busungbiu. Kedua, menguji keefektifan produk modul digital dalam menunjang motivasi belajar dan hasil belajar di kelas 11 IPS pada SMAN 2 Busungbiu. Adapun model pengembangan yang digunakan mengacu pada model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Adapun subjek coba pada penelitian dan pengembangan ini adalah menggunakan kelas kontrol yakni 11 IPS 1 dan kelas eksperimen yakni 11 ips 2. Materi yang dikembangkan menggunakan kurikulum 2013 mata pelajaran sejarah dengan KD 3.2. untuk kelas 11. Modul digital yang telah dikembangkan dan diujicobakan menunjukkan data peningkatan pada motivasi belajar dan hasil belajar. peningkatan motivasi dengan menggunakan modul digital mencapai angka 85,5 persen dengan kriteria “Sangat Termotivasi”. Hasil belajar peserta didik diperoleh data dengan skor 83,87 persen  yang dikategori “memuaskan”. Adapun analisa keefektifan modul digital secara umum melalui validasi ahli bahan ajar dan ahli materi diketahui mencapai angka 90 persen  dan 92,4 persen yang dikategorikan “Valid” dengan sedikit revisi. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 9 orang sebagai sampel menunjukkan perolehan data sebesar 90,78 persen yang dikategorikan “praktis” sebagai bahan ajar. Sedangkan rerata skor pada uji coba kelompok besar menunjukkan persentase angka 87,77 persen. Analisa data keefektifan diperoleh dari hasil tes evaluasi dengan mengerjakan soal sebanyak 20 butir pilihan ganda. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan modul digital berbasis nilai kepahlawanan I Gusti Ketut Jelantik terdapat peningkatan.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERWAWASAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MENGGUNAKAN BANGUNAN KEAGAMAAN HISTORIK DI KOTA MEDAN Septiansyah Tanjung; Agus Mulyana
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p152-163

Abstract

This article backgorunds departs from the diversity of beliefs in Indonesia, especially in the city of Medan and how to achieve inter-religious harmony through learning history. Concepts and facts about the condition of religious life in Indonesia are presented in the discussion of this article. Then, how to achieve harmony through education is explained conceptually through a history learning approach. Historical learning with the perspective of inter-religious harmony is a historical lesson that integrates the values of tolerance in the life of religious plurality. The development of this learning can raise local content and optimize historical heritage as a learning resource. Religious buildings, in this case houses of worship, are historical commodities that have the potential to be used in learning history with the perspective of inter-religious harmony. Good learning planning can realize the internalization of the values of recognition, respect and tolerance in the plurality of religions in the city of Medan through learning history. But in its development, history teachers must still refer to the demands of the applied curriculum. Harmonization pursued through learning history is believed to be an important social capital to create stability in national development. Latar belakang penulisan artikel ini berangkat dari keberagaman berkeyakinan di Indonesia khususnya di Kota Medan dan bagaimana mewujudkan kerukunan antar umat beragama melalui pembelajaran sejarah. Konsep dan fakta data kondisi kehidupan beragama di Indonesia disajikan dalam pembahasan artikel ini. Kemudian, bagaimana upaya-upaya mewujudkan keharmonisan tersebut melalui pendidikan diuraikan secara konseptual melalui pendekatan pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah berwawasan kerukunan antar umat beragama adalah pembelajaran sejarah yang mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan pluralitas beragama. Pengembangan pembelajaran tersebut dapat mengangkat konten-konten lokal dan mengoptimalkan peninggalan sejarah sebagai sumber belajar. Bangunan-bangunan keagamaan dalam hal ini rumah ibadah merupakan komoditi sejarah yang sangat potensial digunakan dalam pembelajaran sejarah berwawasan kerukunan antar umat beragama. Perencanaan pembelajaran yang baik dapat mewujudkan internalisasi nilai-nilai pengakuan, penghormatan, dan toleransi dalam pluralitas beragama di Kota Medan melalui pembelajaran sejarah. Namun dalam pengembangannya, guru sejarah harus tetap mengacu kepada tuntutan kurikulum yang diterapkan. Harmonisasi yang diupayakan melalui pembelajaran sejarah ini diyakini sebagai suatu modal sosial penting untuk menciptakan stabilitas dalam pembangunan bangsa.
ANALISIS POTENSI SEJARAH PERJUANGAN RONGGOLAWE SEBAGAI PEMBELAJARAN SEJARAH SMA: NILAI PERJUANGAN DAN KEPAHLAWANAN Muhammad 'Afwan Mufti; Deny Yudo Wahyudi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p30-43

Abstract

The word "rebellion" often carries a negative stereotype for most people, as seen in the case of the Ronggolawe rebellion against the Majapahit Kingdom. However, upon further examination, the historical event of Ronggolawe contains valuable lessons on heroism and struggle that can be linked to the 18 points of character education. This research aims to analyze the potential of Ronggolawe's struggle as a learning material for high school students that embodies heroism and the values of struggle. The research utilizes Kuntowijoyo's historical research method to examine the values contained within Ronggolawe's struggle with the following research questions: 1) The historical significance of Ronggolawe's struggle for the Majapahit Kingdom, 2) The analysis of Ronggolawe's struggle from a historical perspective, and 3) The analysis of Ronggolawe's potential as a learning material for heroic values in history subjects. The study found that the value of heroism includes elements of tolerance, democracy, nationalism, patriotism, appreciation of achievement, social concern, responsibility, while the values of struggle include honesty, discipline, independence, friendliness, and creativity. Therefore, Ronggolawe's struggle has great potential to become learning material for high school history subjects, with hopes for further research on this topic.Kata “pemberontakan” kerap kali mendapat stereotip buruk bagi kebanyakan masyarakat. Seperti halnya peristiwa pemberontakan Ronggolawe terhadap kerajaan Majapahit. Jika ditelaah lebih lanjut, peristiwa sejarah Ronggolawe memiliki pembelajaran yang mengandung nilai kepahlawanan dan perjuangan nantinya akan dikaitkan dengan 18 poin nilai Pendidikan karakter. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis potensi sejarah perjuangan Ronggolawe sebagai materi pembelajaran siswa di SMA yang mengandung nilai kepahlawanan dan nilai perjuangan. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah milik Kuntowijoyo untuk menelaah unsur nilai yang terkandung dalam sejarah perjuangan Ronggolawe dengan rumusan masalah 1) Sejarah perjuangan Ronggolawe bagi Kerajaan Majapahit, 2) Analisis Perspektif Kiprah Perjuangan Ronggolawe secara Historis, 3) Analisis Potensi Perjuangan Ronggolawe sebagai Pembelajaran Nilai Kepahlawanan pada Mata Pelajaran sejarah. Sehingga berdasarkan kajian analisis yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa nilai kepahlawanan memiliki unsur toleransi, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, peduli sosial, dan tanggung jawab dan nilai perjuangan memiliki unsur jujur, disiplin, mandiri, bersahabat, kreatif. Dengan demikian, sejarah perjuangan Ronggolawe memiliki potensi yang sangat baik jika dijadikan materi dalam pembelajaran sejarah untuk siswa di SMA dengan harapan adanya pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai topik bahasan ini.
PEMBERLAKUAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KINERJA GURU DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X SMA NEGERI 1 SULANG KABUPATEN REMBANG Muhammad Habiibie Ahsani
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p92-103

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka (Curriculum of Freedom) implemented by SMAN 1 Sulang has had quite a big impact on schools. This study aims to explain further about the influence of the implementation of the Kurikulum Merdeka (Curriculum of Freedom) on teacher performance and student learning outcomes. The research was conducted using the mixed method method. with a greater focus on the qualitative approach and the quantitative approach only as a support in explaining qualitative data. Data collection was carried out using multiple strategies, such as observation, interviews, documents, and photos. Based on the results of this study it was found that the Kurikulum Merdeka (Curriculum of Freedom) had a considerable impact on the quality of teacher performance and student learning outcomes. This is evidenced that with the Kurikulum Merdeka (Curriculum of Freedom) teachers are more varied in using methods, media, and strategies in the learning process. In addition, student learning outcomes also show that the grades obtained in 1 semester are above the assessment results set by the school. Based on the results and discussion above, it shows that the implementation of the Kurikulum Merdeka (Curriculum of Freedom) has a good influence on teacher performance, the learning process, and student learning outcomes.Pemberlakuan Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Sulang cukup memberikan dampak yang cukup besar bagi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai pengaruh pemberlakuan Kurikulum Merdeka terhadap kinerja guru dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan menggunakan metode mix method. dengan fokus yang lebih besar pada pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif hanya sebagai pendukung dalam menjelaskan data kualitiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan multistrategi, seperti observasi, wawancara, dokumen, serta foto. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa dengan Kurikulum Merdeka memberikan dampak yang cukup besar untuk kualitas kinerja guru dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan bahwa dengan Kurikulum Merdeka guru lebih bervariatif dalam menggunakan metode, media, dan strategi dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil belajar siswa juga memperlihatkan nilai yang didapatkan dalam satu semester sudah di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan oleh sekolah. Berdasarkan hasil dan pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pemberlakuan Kurikulum Merdeka memberikan pengaruh yang baik dalam kinerja guru, proses pembelajaran, dan hasil belajar siswa.

Page 10 of 16 | Total Record : 153