cover
Contact Name
Atika Dini Savitri, S.Pi.,M.Si
Contact Email
-
Phone
+6285232734788
Journal Mail Official
jpmb.ubt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Amal lama No 1. Universitas Borneo Tarakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Gedung Rektorat Lantai 3
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
ISSN : 26154323     EISSN : 25799797     DOI : http://dx.doi.org/10.35334/jpmb
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022)" : 15 Documents clear
Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan pada Lansia untuk Caregiver di Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik Semarang Wilda Fauzia; Widiyaningsih Widiyaningsih; Yunani Yunani; Muhammad Jamaludin; Amrih Widiati; Julvainda Eka Priya Utama; Eko Winarto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2501

Abstract

Caregiver di wisma lansia berperan penting dalam mencegah kegawatdaruratan yang dapat terjadi kapan saja pada lansia. Caregiver yang membantu merawat lansia di wisma tidak selalu berlatarbelakang pendidikan kesehatan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko kegawatdaruratan pada lansia karena usia yang bertambah seperti faktor riwayat penyakit lansia, faktor perubahan fisiologis dan psikologis. Resiko kegawatdaruratan dapat berdampak pada terjadinya cidera, terjatuh, bahkan kematian. Berdasarkan hal tersebut caregiver perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan penanganan kegawatdaruratan pada lansia di wisma. Tujuan pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan caregiver dalam penanganan kegawatdaruratan pada lansia di wisma lansia harapan. Peserta pelatihan ini diikuti oleh 10 orang caregiver yang ditunjuk oleh pimpinan wisma lansia. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari melalui ceramah, demonstrasi dan praktik. Evaluasi kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan caregiver tentang penanganan kegawatdaruratan melaui manajemen kasus dan nilai tes peserta
SOSIALISASI PENGENALAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU-GURU SMPN WINI UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Ni Putu Yuni Astriani Dewi; M. Amran Shidik; Justin Eduardo Simarmata; Vinsensia Ulia Rita Sila; Yunawati Sele
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2509

Abstract

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Tugas pokok guru dan tanggung jawab guru yang demikian berat dan menentukan dalam mencapai tujuan pembangunan bangsa dan negaranya. Oleh karena itu maka layaklah jika guru mendapatkan imbalan yang layak bagi kemanusiaan dan layak memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya. Namun usaha untuk memperbaiki kesejahteraan guru memang sudah dilakukan seperti kenaikan pangkat yang bisa dilakukan cukup 2 tahun tidak harus menunggu 4 tahun, juga tak terbatas hanya sampai Golongan IV a/Pembina saja, namun bisa sampai golongan IV e/Guru Utama asal dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Pada umumnya guru masih banyak yang kesulitan naik pangkat dan golongan IV a/Pembina ke IV b/Pembina Tingkat I keatas yang kendalanya adalah pembuatan karya tulis ilmiah yang disyaratkan harus dipenuhi angka kredit minimal 12 dari unsur pengembangan profesi yang antara lain meliputi melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah dalam bidang pendidikan. Berkaitan dengan masalah di atas, pengenalan dan pelatihan karya tulis ilmiah merupakan solusi yang diharapkan dapat membantu guru-guru menulis karya ilmiah. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah pemberian informasi dan pengetahuan bagaimana seorang guru mampu menghasilkan karya tulis ilmiah, mensitasi sumber bacaan, dan cara untuk mempublikasikan karya tulis.
Pelatihan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (MSD) Bidang Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Formal Madrasah Aliyah Di Kota Banjarmasin husnul madihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2695

Abstract

Permasalahan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan permasalahan yang penting dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling pada lembaga pendidikan formal, karena permasalahan yang dihadapi bukan saja masalah sarana prasarana, metode, tehnik, dan media layanan, tetapi permasalahan sumber daya manusia sebagai tenaga professional yang menjalankan pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mengoptimalkan perkembangan peserta didik agar perkembangan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangnya. Pada prinsipnya tidak ada satuan pendidikan yang tidak membutuhkan  pengelolaan sumber daya manusia yang bisa dikenal dengan istilah Human Resource (HR). Pada bidang Human Resource yang bertanggung jawab dalam mengurus berbagai kebutuhan satuan pendidikan berkaitan dengan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Metode: metode berupa modul, meliputi pembelajaraan: 1. Mulai diri sendiri, 2. Eksplorasi Konsep, 3. Diskusi, yaitu meliputi pelaksanaan pemetaan dan analisis permasalahan, perencanaan program, desain program pemberdayaan sumber daya manusia bidang bimbingan dan konseling pada satauan pendidikan Formal. Hasil: Guru Bimbingan dan Konseling mampu merefleksikan pengalamannya tentang program pemberdayaan di sekolah yang berdampak pada murid, GBK  memahami bentuk-bentuk program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasyah/sekolah, GBK mengidentifikasi tahapan membuat program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasyah/sekolah, GBK memahami proses perencanaan program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan strategi Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting (MELR) dan mengidentifikasi manajemen Pemberdayaan dari sebuah program pemberdayaan SDM bidang Bimbingan dan Konseling di madrasah/sekolah. Diskusi: GBK mengasah keterampilannya dalam menganalisis kasus dengan menggunakan manajemen Pemberdayaan SDM.
PELATIHAN PEMBUATAN NATA DE FRUTICANS DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Awaludin Awaludin; Yulma Yulma; Stephanie Bija; Zainuddin Zainuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2696

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan dengan memanfaatkan mangrove jenis Nypa fruticans menjadi nata de fruticans sehingga keberadaan nipah dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat. Keberadaan nipah tersebar luas di Kota Tarakan khususnya di Kelurahan Pantai Amal. Namun, pemanfaatan nipah masih bersifat tradisional dan belum maksimal. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, praktek dan pendampingan bagaimana mengolah nira nipah menjadi produk nata de fruticans serta cara pengemasan produk. Uji proksimat nata de fruticans diperoleh kandungan kalsium sebesar 81,65 mg/l00 gr, karbohidrat sebesar 1,12 %, dan glukosa sebesar 0 %.
PEMBINAAN KELOMPOK PEMUDA SADAR WISATA (DARWIS) DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH UDUL Yusran Yusran; Dewi Wahyuni; Retno Wulandari; Rahmawati Rahmawati; Kartika Megawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i2.2547

Abstract

Obyek ekowisata Taman Bunga Matahari dan Camping Ground Tabingga Hills di Desa Uwemanje merupakan satu-satunya Taman bunga yang ada di Lembah Palu. Taman ini dibangun atas inisiatif beberapa pemuda yang tergabung dalam kelompok Pemuda Sadar Wisata (Darwis) Tabingga Hills. Olehnya itu, dalam rangka pengembangan ekowisata ini kedepan, maka perlu dilakukan pembinaan dan pemberdayaan kelompok pemuda DARWIS. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra yaitu; 1) Teknik budidaya bunga matahari maupun bunga lainnya yang masih sederhana, 2) Ketersediaan benih dan bibit bunga matahari dan bunga lainnya yang kurang, 3) Manajerial wirausaha dan pemasaran ekowisata yang belum professional. Olehnya itu perlu dicarikan solusi-solusi untuk menanganinya. Metode Pendekatan yang ditawarkan adalah dalam bentuk pendidikan dan pelatihan bagi mitra dengan menggunakan metode penyuluhan, pendampingan yang berupa bimbingan teknis dan pembinaan mitra dalam pembudidayaa bunga matahari maupun bunga lainnya mulai benih hingga panen, pembuatan pupuk organic. Hasil dan luaran kegiatan pengabdian yang telah dicapai adalah Terbangunnya Taman Bunga Matahari dan bunga lainnya dengan luas ±0,5 ha secara monokultur dengan berbagai varietas warna, Terbangunnya Lokasi Persemaian Khusus Bunga Matahari maupun bunga lainnya seluar 5m x 7m serta 1500 Bibit Bunga berbagai varietas serta media social sebagai sarana pemasaran

Page 2 of 2 | Total Record : 15