cover
Contact Name
Atika Dini Savitri, S.Pi.,M.Si
Contact Email
-
Phone
+6285232734788
Journal Mail Official
jpmb.ubt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Amal lama No 1. Universitas Borneo Tarakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Gedung Rektorat Lantai 3
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
ISSN : 26154323     EISSN : 25799797     DOI : http://dx.doi.org/10.35334/jpmb
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
MONITORING GULA DARAH MANDIRI DAN PERAWATAN KAKI DIABETIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAHANDUT Manuntung, Alfeus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.23 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1091

Abstract

Pemantauan glukosa darah mandiri sebaiknya dilakukan secara teratur untuk memahami pengendalian diabetes seseorang dan menginformasikan perubahan yang terjadi selama terapi diabetes. Keadaan yang tidak diinginkan pagi penderita diabetes adalah keadaan dimana kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemi) dan kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemi). Kedua keadaan ekstrim tersebut sebisa mungkin tidak dialami oleh penderita diabetes sehingga mereka harus mampu mendeteksi diri sendiri melalui pemantauan gula darah mandiri. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik di wilayah kerja Puskesmas Pahandut, Kota Palangka Raya. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti sebanyak 5 orang di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 3 orang (60%) mendapatkan nilai >56. Hasil posttest menunjukkan sebanyak 5 orang (100%) mendapatkan nilai >56. Hasil pemeriksaan glukosa sewaktu menunjukkan sebanyak 3 orang (60%) >200 mg/dL, 1 orang (20%) hasilnya tidak terbaca karena gula darah yang terlalu tinggi, sedangkan 1 orang (20%) <200 mg/dL. Pasien hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan Diabetes Melitus dan melakukan evaluasi yang berkelanjutan sebagai upaya mandiri dalam monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik.
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DAN LILIN HIAS UNTUK MEMINIMALISIR MINYAK JELANTAH BAGI MASYARAKAT KELURAHAN PANTAI AMAL Adhani, Aidil; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.049 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1095

Abstract

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah memiliki dampak pada penggunaannya yang secara terus menerus baik pada kesehatan tubuh maupun lingkungan.  Oleh karena itu, minyak jelantah perlu diminimalisir melalui recycle atau reduce. Belum banyak masyarakat yang melakukan pengolahan minyak jelantah, termasuk masyarakat Kelurahan Pantai Amal  padahal limbah minyak jelantah perlu diminimalisir mengingat masyarakat tersebut bersinggungan langsung dengan ekosistem pantai. Tujuan utama dari kegiatan pelatihan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya penggunaan minyak jelantah dan  meminimalisir minyak jelantah melalui pemurnian minyak jelantah serta pengolahan menjadi produk rumah tangga yang ramah lingkungan seperti lilin aromaterapi dan lilin hias. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner, terjadi peningkatan pengetahuan mayarakat akan bahaya minyak jelantah dan terjadi penambahan informasi terkait cara memurnikan minyak jelantah. Selain itu, terdapat peningkatan keterampilan pengolahan minyak jelantah menjadi produk rumah tangga yaitu lilin aromaterapi dan lilin hias.
PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN PERKOTAAN MELALUI SISTEM HIDROPONIK DI KELURAHAN PAMUSIAN, KECAMATAN TARAKAN TENGAH, KOTA TARAKAN, PROV.KALTARA Agang, Mohammad Wahyu; Kartina, Kartina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.156 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1096

Abstract

Pertanian perkotaan merupakan salah satu komponen kunci pembangunan sistem pangan masyarakat yang berkelanjutan dan jika dirancang secara tepat akan dapat mengentaskan permasalahan kerawanan pangan. Selain itu pertanian perkotaan juga mempunyai peluang dan prospek yang baik untuk pengembangan usaha berbasis agribisnis dan berwawasan lingkungan. Potensi pekarangan berlum dioptimalkan, sehingga perlu adanya suatu kegiatan sebagai suatu kegiatan produktif dan ekonomis. Dibutuhkan solusi pemecahan dengan mengarah pada pemberdayaan masyarakat melalui program yang terencana sebagai upaya untuk mampu berswadaya. Upaya mendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan teknik budidaya hidroponik bagi warga di RT. 5 dan RT. 28 Kelurahan Pamusian, dalam memanfaatkan pekarangan dan meningkatkan aktivitas warga, Tahapan yang dilakukan dilakukan adalah Penyusunan Program, Persiapan Lapangan, Pelaksanaan Pelatihan, Pendampingan Lapangan, Penyusunan laporan lengkap. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan serta pengalaman masyakat dalam metode bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik. Kegiatan ini telah terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, yaitu tingginya partisipasi masyarakat dalam proses bercocok tanam dengan  hidroponik. Selain itu,muncul antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini setiap tahun. Selanjutnya untuk kebelanjutan program ini, diharapkan adanya pemantauan dan pembinaan, sehingga hasilnya lebih optimal dan masyarakat lebih termotivasi untuk melanjutkan dan mengambangkan program ini menggunakan tanaman lainnya yang lebih menghasilkan. Kegiatan ini sebaiknya terus dilanjutkan sampai muncul cikal bakal wirausaha keluarga.
KELOMPOK USAHA SAMBAL BANJAR RUMPUT LAUT GRIYA PERSEMAIAN KOTA TARAKAN Simanjuntak, Ricky Febrinaldy; Abdiani, Ira Maya; Firdaus, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2027.126 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1088

Abstract

Tarakan merupakan salah satu pulau dengan komoditas budidaya rumput laut terbesar di Provinsi Kaltara. Salah satu jenis rumput laut potensial yang dihasilkan dari perairan Kota Tarakan berasal dari jenis Kappaphycus alvarezii dengan wilayah ekspor hingga ke Jepang dan Tiongkok. Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan nelayan pada tahun 2016 hingga akhir 2018 harga bahan baku rumput laut cenderung fluktuatif bahkan akhir tahun 2016 cenderung turun drastis dari Rp.16.000/kg menjadi Rp. 7.000/kg. Dalam rangka antisipasi harga rumput laut yang fluktuatif, maka perlu diupayakan suatu usaha hilirisasi guna meningkatkan nilai daya jual rumput laut dipasaran. Salah satu bentuk hilirisasi adalah dengan mengolah rumput laut menjadi olahan sambal banjar. Proses pendampingan dilakukan selama proses hilirisasi pengolahan sambal banjar rumput laut, seperti: penerapan teknologi mesin dalam mengolah sambal banjar rumput laut, pengenalan informasi terkait nilai persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan pengeambangan desain kemasan dalam rangka promosi dan menarik minat konsumen.
PENINGKATAN PENDAPATAN KELOMPOK PETERNAK KELINCI MELALUI NILAI TAMBAH PRODUKSI Nia Kurniasih Suryana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v1i2.343

Abstract

Usaha Peternakan kelinci memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Semakin tingginya populasi kelinci, tentunya akan menjadi kendala jika tidak diimbangi dengan kegiatan pemasarannya. Untuk itu upaya meningkatkan nilai tambah dari produk kelinci harus dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi pengolahan hasil ternak. Tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di kelompok peternak “Flora Mandiri” dan “Lady Valentin” di Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan selama 3 bulan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengolahan hasil ternak dan limbah kelinci. Solusi yang ditawarkan melalui kegitan penyuluhan dan pelatihan. Target dan luaran yang diharapkan meningkatkan pengetahuan peternak sehingga peternak memahami bagaimana cara budidaya kelinci, pengolahan hasil dan limbah ternak kelinci, serta meningkatkan keterampilan peternak sehingga peternak dapat mengolah hasil produk ternak menjadi beberapa produk olahan serta dapat membuat pupuk dari limbah kelinci. Hasil kegiatan menunjukan adanya perubahan perilaku lebih baik yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap peternak dalam mengolah hasil produksi kelinci.
PENERAPAN SISTEM PROGRAM INTRODUKSI COASTAL CLEAN-UP DI EKOWISATA PANTAI BINALATUNG KOTA TARAKAN Jimmy Cahyadi; Gazali Salim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.514

Abstract

Tarakan memiliki sumberdaya hayati Pantai yang sesuai dengan ecological preference dari biota laut di Patai Binalatung yaitu kerang kapah, ikan, kepiting dan sebagainya. Besarnya potensi sumberdaya hayati laut yang tinggi harus di imbangi dengan melindungi habitat ekosistem biota tersebut terutama di daerah pantai Binalatung Kota Tarakan. Perlindungan habitat sangat penting bagi kelangsungan hidup biota laut sehingga biota laut sangat perlu dijaga kelestariannya dalam hal bersih-bersih lingkungan pantai terutama di daerah ekowisata pantai binalatung.  Bersih-bersih pantai atau Coastal Clean-up merupakan kegiatan internasioal yang di kembangkan di daerah pantai untuk keberlangsungan dan perlindungan habitat ekosistem di daerah pantai. Kegiatan coastal clean-up telah dilaksanakan di daerah ekowisata Pantai Binalatung Kota Tarakan didapatkan 4 jenis sampah yang di sortir yaitu sampah dari masyarakat/warga, sampah dari budidaya rumput laut, sampah dari wisatawan, sampah dari alam. Sampah dari hasil bersih pantai sepanjang Kawasan Ekowisata Pantai Binalatung didapatkan sampah sebanyak 418,2 kg dengan komposisi distribusi jenis sampah berasal dari wisatawan sebesar 34,2 kg dengan persentase sebesar 8,2 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dari rumput laut sebesar 138 kg dengan persentase sebesar 33,0 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dari alam sebesar 237 kg dengan persentase sebesar 56,7% dan distribusi jenis sampah berasal dari industri sebesar 9 kg dengan persentase sebesar 2,2 %. Banyak masyarakat berminat dan tertarik dengan kegiatan ini karena merupakan salah satu bagian dari kesadaran dalam diri dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA MELALUI PROGRAM PARFIMAS (PERBAIKAN FASILITAS MASYARAKAT) DI DESA WONOMULYO KABUPATEN BULUNGAN BERBASIS REVOLUSI MENTAL GERAKAN INDONESIA MELAYANI Daud Nawir; Endik Deni Nugroho; Achmad Zultan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.798

Abstract

Desa wonomulyo merupakan desa dengan jumlah penduduk yang terbanyak ke empat di kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas wilayah 14 % dari 67.777 km. Desa Wonomulyo terdiri dari 8 Rt yang mayoritas ketua Rt memiliki Pendidikan jenjang SD-SMP, dan menjadi permasalahan tersendiri terkait administrasi dan pengelolaan informasi publik serta mampu mengajak masyarakat untuk menyadarkan masyarakat untuk memiliki nilai integritas dan gotong royong dengan memberikan informasi-informasi publik yang melayani dan menjaga serta merawat fasilitas masyarakat. Melalui Program PARFIMAS (Perbaikan Fasilitas Masyarakat) dengan  mengintegrasi pemberdayaan masyarakat dengan mahasiswa melalui pengabdian kuliah kerja Nyata berbasis revolusi mental dengan Gerakan Indonesia Melayani, diharapkan mampu menyadarkan dan memberikan informasi-informasi tentang pelayanan publik dan fasilitas fasilitas desa dapat di manfaatkan oleh masyarakat dengan baik. Tujuan PKM KKN Universitas Borneo Tarakan Melatih masyarakat dan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik potensi alam maupun potensi yang ada di dalam diri masyarakat. Melalui gerakan Indonesia Bersih PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan Menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap pelayanan publik melalui Revolusi Mental gerakan Indonesia Melayani yang diimplementasikan pada contoh  Perbaikan informasi public terkait informasi pelayanan masyarakat, membuat papan informasi masyarakat, dan memperbaiki fasilitas masyarakat.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS PADA REMAJA KOTA TARAKAN Suriata Suriata; Nurzamzam Nurzamzam; Rahmatuz Zulfia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.238

Abstract

Abstrak: Pendampingan peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS Remaja kota Tarakan bertujuan untuk membantu KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam melakukan koordinasi, pengawasan, pengendalian, dan mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Adapun yang menjadi masalah dalam kegiatan pengabdian  ini diantaranya yaitu (1) belum maksimalnya pelayanan kesehatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) utamanya dalam penanganansituasi gawat, tenaga kesehatan yang bersikap kurang empati dan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS yang kurang disampaikan secara aktif; (2) Adanya diskriminasi terhadap ODHA yang melanggar hak mereka sebagai warga negara seperti lembaga pendidikan yang menolak calon peserta didik yang terindikasi terkena HIV/AIDS; (3) belum adanya panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, kurangnya jumlah konselor KPA yang memberikan layanan konseling bagi ODHA. Solusi dapat dimulai dengan sosialisasi tentang penularan HIV/AIDS secara aktif, sosialisasi Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 06 Tahun 2007 dan Pasal 22 ayat 2yang berkenaan dengan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS,membuat sebuah panduan khusus pelaksanaan konseling yang sesuai dengan kode etik, azas dan keterampilan dasar konseling, serta menambah jumlah tenaga konselor yang profesional.Abstract: Assistance to improve the life quality life of HIV / AIDS Teenager in Tarakan city to assist AIDS Commission in coordinating, monitoring, controlling, and encouraging community participation in preventing and overcoming HIV / AIDS. The problems in this service activity are (1) not maximized health service for PLHIV (People with HIV / AIDS) in the handling of critical situation, unqualified health worker and socialization about HIV / AIDS transmission that is not actively delivered; (2) The existence of a cache against people living with HIV who violate their rights as citizens such as educational institutions who reject candidates for students who are affected by HIV / AIDS; (3) there is no counseling guidance in accordance with the code of ethics, principles and basic training of counseling, the number of KPA counselors who provide counseling services for PLHIV. Solutions can be initiated by socialization of active HIV / AIDS transmission, socialization of Tarakan City Regulation Number 06 Year 2007 and Article 22 paragraph 2 regarding HIV / AIDS Prevention and Control, create a guideline for the implementation of counseling in accordance with the code of conduct, principles and skills Basic counseling, and increase the number of professional counselors.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT WILAYAH 3T (TERDEPAN,TERLUAR, TERTINGGAL) DI KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN MELALUI REVOLUSI MENTAL DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA BERSIH DAN INDONESIA BERSATU Daud Nawir; Achmad Zultan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.421

Abstract

Tujuan PKM adalah melatih masyarakat dan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan potensi alam maupun potensi yang ada di dalam diri masyarakat. Melalui gerakan Indonesia Bersih PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap kebersihan lingkungan yang diimplementasikan pada contoh pemanfaatan limbah atau sampah rumah tangga; meningkatkan kesadaran nasionalisme, kehidupan harmonis di masyarakat desa tanpa ada diskriminasi terhadap kaum minoritas dan meningkatkan perilaku yang mendukung kehidupan demokrasi masyarakat desa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di kecamatan Sebatik Barat dengan fokus Desa Bambangan, Desa Liang Bunyu dan Desa Setabu. Pengabdian masyarakat berbasis revolusi mental merupakan gerakan nasional untuk mengubah pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai, dan perilaku masyarakat kecamatan sebatik barat untuk mewujudkan masyarakat berdaulat dan berkepribadian yang bertumbu pada tiga nilai-nilai dasar yaitu Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong. Metode yang digunakan adalah metode partisipatoris. Hasil kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi: pengadaan tempat sampah di sekitar lingkungan desa, pembuatan Vertikultur dengan memanfaatkan lahan sempit, Sosialisasi Bahaya limbah plastik, dan kerja bakti bersih-bersih pantai. Berdasarkan data wawancara masih banyak masyarakat dan perangkat desa yang puas dan memahami gerakan revolusi mental Indonesia bersih sebanyak 78%. Minimnya sosialisasi gerakan revolusi mental secara massif merupakan salah satu alasan diperlukan kegiatan sosialisasi gerakan revolusi mental secara massif dan berkesinambungan agar masyarakat memahami dan berdampak akan perubahan tingkah laku di masyarakat kecamatan Sebatik Barat.
PKM KERAJINAN KERANG DI BANJAR LODALANG DESA KUKUH MARGA TABANAN Ni Putu Linda Santiari; Ni Luh Putri Srinadi; I Gusti Rai Agung Sugiartha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.793

Abstract

Desa Kukuh merupakan salah satu dari 16 Desa yang ada di Kecamatan Marga. Komuditi utama dari desa ini adalah kerajinan berbahan kayu, batu padas, dan kerang. Dalam program kemitraan masyarakat (PKM) ini melibatkan 2 UKM yang mempunyai bidang kerajinan yang sama, yakni dengan bahan baku kerang. Kedua Mitra menghasilkan produk yang hampir sama yakni seperti bokor, dulang, dan sokasi. UKM pertama adalah Kerang Bali yang berdiri pada tahun 2012 sedangkan UKM kedua adalah Mozaik Hindu Bali berdiri pada tahun 2006. Kedua UKM Mitra ini menghasilkan produk yang hampir sama yakni seperti bokor, dulang, dan sokasi. Terdapat beberapa kendala utama yang dihadapi oleh kedua UKM antara lain terbatas atau manualnya peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk, kurangnya pengetahuan UKM dalam memhasilkan variasi produk, kurangnya cara pengemasan produk, tidak adanya label sebagai identitas UKM, kurangnya pengetahuan pengelolaan manajemen keuangan serta terbatasnya cara pemasaran produk. Berdasarkan kendala dan permasalahan utama yang dihadapi oleh kedua Mitra maka kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pemberian alat produksi yang dapat membantu meningkatkan jumlah produksi seperti alat bor duduk, mesin gerinda, mesin kompresor, dan spray gun untuk melakukan finishing. Hal ini akan membantu menghasilkan jumlah produk yang stabil atau meningkat. Pembuatan dan pelatihan pemasaran secara online berupa akun sosial media. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan telah dicapai luaran kegiatan yaitu jumlah produksi mengalami peningkatan sebanyak 50%, peningkatan pendapatan mitra hingga 50%, seluruh anggota UKM dapat membuka dan mengelola akun sosial media.

Page 6 of 25 | Total Record : 243