Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Articles
243 Documents
UPAYA PENINGKATAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM KELOMPOK KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS JUATA LAUT KOTA TARAKAN
Retnowati, Yuni;
Noviani, Doris;
Susanti, Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.001 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i2.341
Kegiatan penyuluhan pada umumnya dilakukan melalui konsultasi per orangan pada waktu ibu memeriksakan kandungan atau pada kegiatan posyandu namun memiliki kelemahan yaitu pengetahuan hanya terbatas pada masalah yang dialami sehingga ilmu yang diberikan hanyalah pengetahuan yang dimiliki petugas saja. Kelas ibu hamil diharapkan menjadi satu solusi metode pembelajaran dan tukar pengalaman antara ibu - ibu hamil dan petugas kesehatan. Dari data tahun 2014 jumlah ibu hamil yang ada diwilayah kerja Puskesmas Juata Laut sebanyak 375 orang, namun hanya 114 orang (30,4 %) yang mengikuti kelas ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kelas ibu hamil masih rendah karena masih kurangnya pendekatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Maksud dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya Kelas Ibu hamil yang mencakup kehamilan perawatan selama masa kehamilan, persalinan, perawatan masa nifas, perawatan bayi, Keluarga Berencana, Penyakit Menular, dan Akte Kelahiran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan (sosialisasi) tentang pentingnya kelas ibu hamil dan pendampingan ibu dalam kelas ibu hamil yang dilaksanakan di Puskesmas dan beberapa posyandu yang ada di wilayah pesisir Juata Laut. Penyuluhan tersebut telah meningkatkan pengetahuan ibu sehingga keikutsertaan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil meningkat yaitu 71,05%. Peningkatan keikutsertaan ibu hamil dalam kelas ibu hamil tidak saja dipengaruhi oleh tenaga kesehatan namun juga peran dari pemberdayaan masyarakat/kader.
BIMBINGAN TEKNIS INVENTARISASI IDENTIFIKASI TUMBUHAN BAGI SDN 045 TARAKAN MELALUI PEMBUATAN HERBARIUM BERBASIS POTENSI LOKAL EKOSISTEM HUTAN TROPIS
Abrori, Fadhlan Muchlas;
Adhani, Aidil;
Rupa, Darius
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.572 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.432
Tarakan merupakan salah satu kota di Kalimantan Utara yang memiliki kekayaan biodiversitas, terutama keragaman tumbuhan di hutan tropis. Berbanding terbalik dengan luasnya hutan dan banyaknya sumber daya, pembelajaran di Sekolah Dasar di Kota Tarakan sangat kurang kontekstual dalam memperkenalkan kekayaan hutan kepada siswa. SDN 045 Tarakan sebagai sekolah mitra berlokasi di sekitar hutan tropis, akan tetapi pembelajarannya sangat jarang memanfaatkan potensi hutan tropis. Penanggulangan permasalahan kurang kontekstualnya pembelajaran di Sekolah Dasar adalah dengan memberikan bimbingan teknik pengembangan media berbasis potensi lokal dalam bentuk herbarium. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 5 tahapan, yaitu: observasi, persiapan, penyusunan panduan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini didapatkan bahwa pada tes identifikasi tumbuhan pada guru terdapat kenaikan nilai dari rata-rata nilai 35 (pre-test) dan 85.4 (pos-test). Penilaian psikomotorik (keterampilan) pembuatan herbarium guru didapat nilai yang baik, dengan rata-rata nilai tiap aspek >80. Penilaian produk herbarium juga didapatkan nilai yang sangat baik dengan rata-rata nilai tiap aspek >80.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN DI DESA LAPRI KABUPATEN NUNUKAN
Suryana, Nia Kurniasih;
Hendris, Hendris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2477.329 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.797
Tingkat kemandirian pangan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia cukup rendah, hal ini terlihat dari ketersediaan bahan pangan lebih banyak dipasok dari Malaysia. Potensi alam yang dimiliki masyarakat Sebatik cukup berlimpah termasuk lahan pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk dapat menyediakan pangan secara mandiri. Tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di kelompok wanita tani “ Bunga Harapan” dan “ Semangat Baru” selama 3 bulan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita tani dalam memanfaatkan pekarangan dengan budidaya system vertikultur. Target dan luaran yang diharapkan dari Kelompok kelompok wanita tani “ Bunga Harapan” dan “ Semangat Baru” ini adalah merubah perilaku yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan budidaya tanaman hortikultur dengan system vertikultur.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU IPA SMP DI KOTA TARAKAN
Ilma, Silfia;
Suciyati, Alfi;
Yulinda, Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.041 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.236
Abstrak: Pengembangan karir guru dan peningkatan kompetensi bagi guru dilakukan dalam rangka menjaga kompetensi keprofesiannya agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan olah raga sesuai PP No. 74 Tahun 2008.Pengembangan keprofesian guru ini dikembangkan dengan perolehan angka kredit baik melalui kegiatan pengembangan diri maupun menulis karya ilmiah.Hasil observasi disekolah mitra diketahui permasalahan yang mereka hadapi antara lainkurangnya pengetahuan dan keterampilan Guru IPA mengenai penyusunan karya tulis ilmiah yang menyebabkan guru kesulitan mengajukan kenaikan pangkatnya, maka dari itu perlu dilakukan pendampingan penyusunan karya tulis ilmiah bagi guru di sekolah mitra. Target dan Luaran dari kegiatan ini yakni meningkatnya pemahaman guru IPA sekolah mitra terhadap karya tulis ilmiah dan menghasilkan produk berupa karya tulis ilmiah dalam bentuk draf.Pelaksanaan kegiatan Pendampingan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilaksanakan melalui tahapan 1) Pemberian informasi dan 2) Pendampingan penyusunan karya tulis ilmiah.Hasil evaluasi pelaksanaan pendampingan penyusunan karya tulis ilmiah dalam kategori baik.Hasil evaluasi terhadap pengetahuan guru dalam menyusun karya tulis ilmiah 2 (dua) orang tergolong kategori baik, 1 (satu) orang dalam kategori sedang, dan 2 (dua) orang dalam kategori kurang. Hasil evaluasi keterampilan guru dalam menyusun karya tulis ilmiah telah memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dalam kategori baik.Abstrak: Teachers’ career need to be developed and improved in order to maintain their professionalism and competence that should be related to the development of science, technology, arts, and physical exercise based on PP No. 74 year of 2008. The development of teachers’ professionalism can be implemented using a credit point either through self development activities or writing a scientific paper. observation results on several schools show that the major problem that they face is science teachers are lack of knowledge and skills in writing a scientific paper that can result in the difficulties in submitting their preferment, therefore it is important to accompany those teachers in writing scientific paper through a short training. The target and output of this activity is that the science teachers can improve their writing skill in writing scientific paper and resulting a scientific paper draft.This activity consists of two stages (1) giving information and (2) accompaniment in writing scientific paper. The results show that the evaluation on accompaniment can be categorized as good. The evaluation on teachers’ knowledge in writing scientific paper can be categorized as good (two teachers), medium (one teacher), and not good (two teachers). The evaluation on teachers’ skill in writing scientific paper shows that they are able to write a scientific paper that can be categorized in good level.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI DESA GUNUNG PUTIH DAN DESA TANJUNG BUKA MELALUI REVOLUSI MENTAL DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA BERSIH DAN INDONESIA MANDIRI
Rohman, Arif;
Syaprillah, Aditia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1235.258 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.411
Pemberdayaan masyarakat merupakan treding topik setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat, hal ini dibuktikan dengan sasaran utama oleh perguruan tinggi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang kompeten sehingga dengan keberadaan perguruan tinggi di setiap daerah membawa dampak positif bagi masyarakat. Pemberdayaan yang dimaksudkan disini adalah berkaitan dengan nawacita presiden yakni melalui revolusi mental khususnya membentuk pola pikir masyarakat kesadaran atas kebersihan dan kemandirian dengan memanfaatkan potensi yang ada di desanya masing-masing. Selama pelasakaan kegiatan ini, rata-rata masyarakat tidak menyadari akan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kemandirian desanya yang dapat menumbuhkembangkan pemasukan bagi desanya. Dari hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa kurangnya kepedulian masyarakat baik yang ada di desa tanjung buka maupun desa gunung putih akan kebersihan, terlihat bahwa masih banyaknya sampah yang berserakan di sekitar jalan dikarenakan tidak tersedianya tempat sampah. Kemudian sampah-sampah yang ada juga belum dimanfaatkan secara maksimal. Serta pemanfaatan potensi di desa-desa tersebut juga tidak dimanfaatkan, padahal selian tanah yang subur potensi aliran sungai dan gunung yang belum dikelola dengan baik.
OPTIMALISASI POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA LOA KUMBAR, KECAMATAN SUNGAI KUNJANG, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR
Paramita, Swandari;
Ismail, Sjarif;
Nuryanto, M. Khairul;
Putro, Trijono Patono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2888.991 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.792
Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah makin meningkatnya kasus PTM atau Penyakit Tidak Menular. PTM merupakan penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang. PTM mempunyai durasi yang panjang dan umumnya berkembang lambat. PTM juga merupakan masalah utama di Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Walaupun berstatus ibukota propinsi, namun masih ada daerah yang terisolir selama puluhan tahun di Samarinda, yaitu Desa Loa Kumbar di Kecamatan Sungai Kunjang. Warga yang ingin menjangkau daerah lainnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, harus menggunakan jalur sungai. Salah satu strategi dalam meningkatkan pembangunan kesehatan adalah pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Hasil program yang telah dilakukan adalah mitra dalam hal ini pihak Puskesmas telah memulai pembentukan Posbindu PTM melalui sosialisasi program, serta melakukan pelaporan ke Dinas Kesehatan Kota Samarinda terkait kegiatan Posbindu PTM. Luaran pengabdian masyarakat yang telah tercapai adalah telah mulai dilakukan penerapan iptek kepada masyarakat, terutama penggunaan alat kesehatan untuk skrining faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya tekanan darah tinggi dan kencing manis.
PKM PEMANFAATAN BRIKET TEMPURUNG KELAPA PADA UMKM DAGANG SATE AYAM DI KELURAHAN SEBENGKOK KOTA TARAKAN
Santoso, Hadi;
Sudirman, Sudirman;
Nurlela, Nurlela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.458 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1097
PKM yang telah kami lakukan terkait pemanfaatan hasil penelitian briket dari tempurung kelapa terhadap mitra UMKM dagang sate ayam Pak Parto di Jl. Diponegoro, Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan. Dalam proses berdagang Pak Parto menggunakan proses pemanggangan sate menggunakan arang yang salah satu kelemahannya adalah cenderung cepat habis dan menghasilkan abu yang menggangu proses memasak daging pada sate. Tahun 2018 kami telah berhasil mengolah salah satu sumber alam di Kota Tarakan, yakni membuat briket berbahan dasar tempurung kelapa. Melalui penelitian tersebut kami berhasil membuat briket tempurung kelapa yang bekerja secara efektif melalui ujicoba skala laboratorium. Pengaplikasikan briket untuk pemanggangan sate dilakukan sembari melakukan perbandingan dengan pemanggangan sate menggunakan arang kayu yang dilakukan secara terpisah diwaktu yang bersamaan, yakni dari pukul 18.00 hingga 22.00. Hasilnya Pak Parto mendapatkan bahwa briket jauh lebih efektif digunakan dalam proses pemanggangan sate dibandingkan arang kayu. Hal dikarenakan briket masih tersisa dan bisa digunakan untuk esok harinya, serta abu hasil bakaran yang sangat minim serta rasa yang lebih enak dan khas. Hasil ini membuat Pak Parto puas dan siap menggunakan briket tempurung kelapa untuk proses pemanggangan sate secara berkelanjutan.
PROGRAM PENGENALAN DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WIMBA DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN PLAY DOUGH DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KABUPATEN TASIKMALAYA
Suprapto, Purwati Kuswarini;
Ali, Mufti;
Nuryadin, Egi;
Chaidir, Diki Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (812.111 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1089
Program Pengenalan dan Penerapan Model Pembelajaran Wimba dengan Media Pembelajaran Play Dough di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kabupaten Tasikmalaya adalah untuk meningkatkan kualifikasi dan kapasitas pendidikan pengampu mata pelajaran IPA melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan model pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Target yang ditetapkan dalam kegiatan ini yaitu guru-guru IPA yang berada pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan model pembelajaran Wimba dengan media pembelajaran play dough dengan baik yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan kemampuan visuospasial, dimana kemampuan visuospaisal ini bisa meningkatkan kecerdasan intelegensi guru maupun peserta didiknya. Selain itu mampu memberikan wawasan serta pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan karena penerapan model pembelajaran Wimba dengan media pembelajaran play dough ini memberikan kreatifitas dan pengembangan ide terkait materi sel untuk guru maupun peserta didik.
PELURUSAN PEMAHAMAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BUDIDAYA KEPITING BAKAU DI KALIMANTAN UTARA
Iromo, Heppi;
Zein, Yahya Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.723 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1098
Provinsi Kalimantan Utara mengambil kepiting bakau menjadi andalan komoditi unggulannya. Keadaan sosial ekonomi masyarakat petani tambak di Kaltara bisa dikatakan membaik nasibnya sejak meningkatnya harga beli kepiting. Penurunan nilai penangkapan kepiting bakau di wilayah ini diduga akibat dari permen KKP no 56/2016 yaitu tentang larangan penangkapan kepiting dengan ukuran tertentu dan penangapan kepiting bertelur di alam. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian msyarakat ini adalah untuk meluruskan kesalah fahaman tentang peraturan pemerintah dalam upaya mengatur usaha perdagangan kepiting bakau di Kalimantan Utara. Pendekatan dan metodologi yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini ini adalah dengan dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa Provinsi Kaltara memiliki sumberdaya kepiting bakau melimpah dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah sehingga dibutuhkan regulasi daerah untuk mendukung pengelolaan sumberdaya tersebut dalam bentuk peraturan gubernur. Secara filosofi lahirnya peraturan menteri No.56 Tahun 2016 tersebut pada dasarnya memiliki nilai yang sangat baik sehingga harus sejalan dengan dasar hukum yang ada di atasnya yakni UU No. 45 Tahun 2009 yang memiliki tujuan utama dalam pengelolaan perikanan adalah agar tercapainya kesejahtraan masyarakat dan produktivitas sumberdaya hayati yang berkelanjutan.
INOVASI CREATIVEPRENEUR HIMADIBIO MELALUI CHOCONAS CAMILAN KHAS KALBAR
Rahayu, Hanum Mukti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : LPPM UBT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.219 KB)
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1090
Sejak tujuh tahun berdiri HIMADIBIO (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi) Universitas Muhammadiyah Pontianak belum memiliki unit usaha yang dapat menyokong kegiatan operasional himpunan. Selama ini, untuk menjalankan kegiatan HIMADIBIO hanya mengharapkan dana rutin yang disediakan oleh Universitas sehingga kegiatan yang dilaksanakanpun menjadi terbatas. Kendala yang dihadapi oleh HIMADIBIO untuk melakukan usaha yaitu keterbatasan modal dan ide kreatif serta keterampilan untuk memulai usaha. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan yaitu memulai usaha dengan mengangkat potensi lokal Kalimantan Barat yaitu buah nanas menjadi manisan nanas coklat (Choconas). Metode dalam pengabdian ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu pelatihan pembuatan manisan nanas kering, pembuatan choconas dan packaging, uji coba pasar, dan pendampingan perijinan P-IRT. Hasil pengabdian menunjukkan produk choconas telah berhasil dibuat dengan hasil uji coba organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan masyarakat sebesar 4, 32 dengan kategori suka. Uji coba penjulan skala kecil menunjukkan produk choconas diminati oleh masyarakat. Produk choconas juga sedang dalam proses untuk mendapatkan perijinan P-IRT agar dapat dipasarkan lebih luas. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa choconas dapat menjadi wadah wirausaha kampus khususnya HIMADIBIO.