Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo
JPMB (Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo) adalah journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen, praktisi, dan Ahli kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan oleh LPPM UBT jurnal JPMB dengan e-ISSN 2579-9797 dan p-ISSN 2615-4323 meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPMB LPPM UBT maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPMB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: Biosains, Kesehatan, kelautan, pertanian, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, dan Keteknikan. (JPMB) Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan.
Articles
243 Documents
PELURUSAN PEMAHAMAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BUDIDAYA KEPITING BAKAU DI KALIMANTAN UTARA
Heppi Iromo;
Yahya Ahmad Zein
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1098
Provinsi Kalimantan Utara mengambil kepiting bakau menjadi andalan komoditi unggulannya. Keadaan sosial ekonomi masyarakat petani tambak di Kaltara bisa dikatakan membaik nasibnya sejak meningkatnya harga beli kepiting. Penurunan nilai penangkapan kepiting bakau di wilayah ini diduga akibat dari permen KKP no 56/2016 yaitu tentang larangan penangkapan kepiting dengan ukuran tertentu dan penangapan kepiting bertelur di alam. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian msyarakat ini adalah untuk meluruskan kesalah fahaman tentang peraturan pemerintah dalam upaya mengatur usaha perdagangan kepiting bakau di Kalimantan Utara. Pendekatan dan metodologi yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini ini adalah dengan dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa Provinsi Kaltara memiliki sumberdaya kepiting bakau melimpah dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah sehingga dibutuhkan regulasi daerah untuk mendukung pengelolaan sumberdaya tersebut dalam bentuk peraturan gubernur. Secara filosofi lahirnya peraturan menteri No.56 Tahun 2016 tersebut pada dasarnya memiliki nilai yang sangat baik sehingga harus sejalan dengan dasar hukum yang ada di atasnya yakni UU No. 45 Tahun 2009 yang memiliki tujuan utama dalam pengelolaan perikanan adalah agar tercapainya kesejahtraan masyarakat dan produktivitas sumberdaya hayati yang berkelanjutan.
URGENSI PENUMBUHKEMBANGAN NASIONALISME DI TAPAL BATAS DESA AJI KUNING SEBATIK KALIMANTAN UTARA
Roby Zulkarnain Noer
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.233
Abstrak: Rasa nasionalisme dalam kehidupan berbangsa perlu digalakkan sebagai upaya memberikan kesadaran pada masyarakat. Permasalahan utama pendidikan terutama pada karakter rasa nasionalisme banyak terjadi di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan sosialisasi. Sosialisasi ini diharapkan memberikan kontribusi pada masyarakat di daerah perbatasan termotivasi untuk lebih memiliki semangat nasionalisme, sehingga memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan memiliki nilai karakter dan berjiwa Pancasila. Metode pelaksanaan dilakukan dengan melakukan strategi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, seminar nasionalisme dan evaluasi. Hasil seminar ini didapatkan hasil sebelum dan setelah seminar, yaitu: pada aspek budaya Indonesia terjadi peningkatan dari 20.4% menjadi 88%, pada aspek budaya lokal dari 56% menjadi 85%, aspek kewarganegaaran 27.4% menjadi 83% dan aspek pancasila 20.4% menjadi 78%.Abstract: The sense of nationalism in the life of the nation needs to be encouraged as an effort to provide awareness to the community. The main problem of education on the character of nationalism much happen in the area of 3T region ( Terdepan (Front region), Terluar (Outermost) and Tertinggal (Disadvantaged)). To Solve the problem needs to be socialized. This socialization is expected to contribute to the community in the areas that are motivated to have more spirit of nationalism, so have pride as the nation of Indonesia and have the character and spirit of Pancasila. The implementation method is carried out by implementing the strategy of the implementation of the activities carried out by the socialization, the seminar of nationalism and evaluation. The results of this seminar are obtained before and after the seminar, which is: on the cultural aspect of Indonesia Increased from 20.4% to 88%, on the local cultural aspects from 56% to 85%, the aspect of citizenship 27.4% to 83% and aspects of Pancasila 20,4% to 78%.
PRODUKSI PAKAN MANDIRI UNTUK BUDIDAYA IKAN NILA
Amrullah Amrullah;
Mohammad Adnan Baiduri;
Wahidah Wahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.406
Permasalahan utama yang dihadapi mitra petani ikan nila di Desa Coppo tompong, Pangkep adalah biaya operasional pakan komersial tinggi, padahal pakan pellet komersial merupakan input produksi budidaya yang sangat menentukan tingkat pertumbuhan ikan. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani mitra adalah pembuatan pakan sederhana dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di lingkungan sekitar petani. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam memproduksi pakan buatan murah. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas penyuluhan non teknis, penyuluhan teknis, kegiatan demonstrasi/praktik dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan non teknis dilakukan untuk membuka wawasan kelompok tani tentang pentingnya pemberian pakan pada pemelihara ikan nila. Selain itu juga diharapkan peningkatan motivasi kerja serta pentingnya menumbuh-kembangkan minat berwirausahaan. Penyuluhan teknis terdiri atas pemilihan bahan baku pakan; menghitung kebutuhan bahan baku; penepungan; penimbangan; pencampuran pakan; pelleting pakan; penjemuran pakan; dan uji pakan secara fisik, kimia dan biologi. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa petani dapat menerima inovasi, mampu mempersiapkan bahan baku beserta sarana pendukung pembuatan pakan dan mampu melakukan pembuatan pakan murah.
PENGENALAN COASTAL CLEAN-UP DI KAWASAN EKOWISATA PULAU DERAWAN, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR
Zainuddin Zainuddin;
Gazali Salim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.521
Pulau Derawan memiliki habitat sesuai ecological preference salah satunya adalah kawasan Wisata PulauDerawan. Yang terletak di Kecamatan Pulauan Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.Besarnya potensi sumberdaya hayati laut yang tinggi harus di imbangi dengan melindungi habitat ekosistembiota tersebut terutama di Ekowisata Pulau Derawan. Perlindungan habitat sangat penting bagi kelangsunganhidup biota laut sehingga biota laut sangat perlu dijaga kelestariannya dalam hal bersih-bersih di kawan PulauDerawan. Bersih-bersih pantai atau Coastal Clean-up merupakan kegiatan internasioal yang di kembangkandi daerah pantai untuk keberlangsungan dan perlindungan ekosistem. Kegiatan coastal clean-up telahdilaksanakan di daerah ekowisata Pulau Derawan didapatkan 3 jenis sampah yaitu dari rumah tangga, sampahdari alam dan sampah wisatawan. Total keseluruhan sebanyak 157 kg dengan komposisi distribusi jenissampah berasal dari wisatawan sebesar 2 kg dengan persentase sebesar 1 % kemudian distribusi jenis sampahberasal dari alam sebesar 60 kg dengan persentase sebesar 38 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dariwarga/rumah tangga sebesar 95 kg dengan persentase sebesar 61 %.
INOVASI CREATIVEPRENEUR HIMADIBIO MELALUI CHOCONAS CAMILAN KHAS KALBAR
Hanum Mukti Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i2.1090
Sejak tujuh tahun berdiri HIMADIBIO (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi) Universitas Muhammadiyah Pontianak belum memiliki unit usaha yang dapat menyokong kegiatan operasional himpunan. Selama ini, untuk menjalankan kegiatan HIMADIBIO hanya mengharapkan dana rutin yang disediakan oleh Universitas sehingga kegiatan yang dilaksanakanpun menjadi terbatas. Kendala yang dihadapi oleh HIMADIBIO untuk melakukan usaha yaitu keterbatasan modal dan ide kreatif serta keterampilan untuk memulai usaha. Salah satu solusi yang dapat ditawarkan yaitu memulai usaha dengan mengangkat potensi lokal Kalimantan Barat yaitu buah nanas menjadi manisan nanas coklat (Choconas). Metode dalam pengabdian ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu pelatihan pembuatan manisan nanas kering, pembuatan choconas dan packaging, uji coba pasar, dan pendampingan perijinan P-IRT. Hasil pengabdian menunjukkan produk choconas telah berhasil dibuat dengan hasil uji coba organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan masyarakat sebesar 4, 32 dengan kategori suka. Uji coba penjulan skala kecil menunjukkan produk choconas diminati oleh masyarakat. Produk choconas juga sedang dalam proses untuk mendapatkan perijinan P-IRT agar dapat dipasarkan lebih luas. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa choconas dapat menjadi wadah wirausaha kampus khususnya HIMADIBIO.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA GURU MATEMATIKA
Moh Zayyadi;
Lili Supardi;
Septiyadini Misriyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i2.298
Di daerah Tlanakan Pamekasan banyak para guru MTs yang hanya menggunakan media secara manual saja dalam pembelajaran yang dilakukannya. Ada beberapa alas an, diantaranya, kurangnya pengetahuan mereka dalam penggunaan aplikasi komputer untuk menciptakan suatu media yang berbasis teknologi. Solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan yang dialami oleh guru matematika tersebut adalah dengan memberikan pelatihan dengan memanfaatkan aplikasi/program komputer sebagai media/alat pembelajaran. Aplikasi tersebut berupa software geogebra dan maple yang nantinya bisa diterapkan oleh para guru. software seperti ini sudah banyak diaplikasikan sebagai alat pembelajaran di berbagai sekolah negeri. Target yang ingin dapat meningkatkan pemahaman guru tentang peranan media pembelajaran pada umumnya dalam pembelajaran matematika, khususnya yang berbasis teknologi dan Meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan Geogebra dan Maple untuk membuat media pembelajaran matematika virtual. Hasil temuan dalam kegiatan ini adalah Kegiatan pengabdian mendapatkan respon positif dari guru-guru matematika SMP/MTs dikarenakan dapat membantu guru-guru dalam mengerjakan soal matematika dan Kegiatan pengabdian ini berbentuk teori dengan memberikan modul pada setiap peserta dan kegiatan praktek dengan mengoperasikan aplikasi Geogebra dan Maplesoft serta menyelesaikan soal-soal matematika dengan mengggunakan aplikasi tersebut.
RUDAL (RUMAH EDUKASI PANTAI AMAL)
Sayupi Asri;
Sri Dewi Hernita;
Hikma Maulina;
Nurmala R
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.516
Pantai Amal merupakan wilayah pesisir di daerah Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Matapencaharian terbesar di wilayah tersebut adalah nelayan dan petani rumput laut. Tidak terkecuali di Jl.Binalatung RT 14 Kelurahan Pantai Amal. Daerah tersebut juga didominasi oleh petani rumput laut.Kebanyakan masyarakat di daerah tersebut adalah pendatang dari Sulawesi dan kebanyakan masih usiasekolah. Akan tetapi, pengetahuan orang tua yang masih rendah mengenai pendidikan sehingga membiarkananak-anak mereka untuk bekerja dan membuat banyak anak-anak yang putus sekolah demi menghasilkan uangsetiap harinya. Untuk mengatasi masalah tersebut maka tim PKM-M menawarkan solusi yaitu RUDAL (RumahEdukasi Pantai Amal) sebagai solusi untuk meningkatkan prestasi belajar generasi muda berbasis bimbinganbelajar. Program ini dilakukan untuk membimbing anak-anak pantai amal binalatung agar menambahwawasan ilmu pengetahuannya selain mendapatkan ilmu dari pendidikan formal dan anak-anak yang tidaksekolah dapat mengenyam pendidikan melalui program ini meski bukan pendidikan formal. Tujuan dariprogram ini juga selain mengadakan bimbingan belajar, yaitu mendaftarkan anak-anak yang putus sekolahuntuk mengikuti ujian paket. Melalui RUDAL diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar anak-anak diwilayah pesisir. Jika anak-anak di wilayah pesisir memiliki prestasi yang baik, tentunya diharapkan kelakmereka akan mengembangkan daerah tempat tinggalnya menjadi lebih baik.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA DENGAN MASYARAKAT DESA MANSALONG DAN DESA TANJUNG HULU KABUPATEN NUNUKAN MELALUI OPTIMALISASI POTENSI LOKAL DENGAN PENDEKATAN REVOLUSI MENTAL DALAM MEWUJUDKAN DESA BERSIH DAN MANDIRI
Hendy Lesman;
Mohammad Wahyu Agang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v3i1.799
Desa Mansalong Desa Tanjung Hulu adalah mitra dan semangat gerakan Indonesia melayani PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan Menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap kebersihan dan kesehatan, serta gerakan Indonesia mandiri PKM Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan meningkatkan tingkat kesadaran kemandirian masyarakat melalui menemukan potensi lokal sebagai badan usaha milik desa. Kurangnya kesadaran pelayanan publik dan kemandirian usaha di Wilayah Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, solusi yang dilakukan dengan melaksanakan program Revolusi Mental Melalui gerakan Indonesia Bersih dan Gerakan Indonesia Mandiri.Untuk mewujudkan pemecahan permasalahan tersebut diperlukan suatu penataan dengan gerakan aksi nyata Bersih, Mandiri berbasis Revolusi Mental. Program Kemitraan Masyarakat berbasis Revolusi mental Melatih masyarakat dan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik potensi alam maupun potensi yang ada di dalam diri masyarakat. Melalui gerakan Indonesia Bersih Program Kemitraan Masyarakat Revolusi Mental Universitas Borneo Tarakan Menuju kesadaran dan kepedulian baik masyarakat maupun pemerintahan desa terhadap kebersihan lingkungan. Sedangkan gerakan Indonesia mandiri terfokus pada pada pemanfaatan potensi sumber daya alam daerah tertinggal, Mendukung dan mendorong kewirausahaan serta ekonomi kreatif memberdaakan potensi lokal, dan Melakukan pengembangan teknologi tepat guna untuk mendorong Usaha ekonomi kreatif.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERANGKAT TES MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS TINGGI DI SDS AL HILAL TARAKAN DAN SDN 032 TARAKAN
A. Wilda Indra Nanna;
Enditiyas Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v1i1.239
Abstrak: Peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan nasional tahun 2015-2016 sebagaimana telah diamanatkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2016. Disamping tersedianya kurikulum yang handal, salah satu aspek terpenting dalam upaya menjalin kualitas layanan pendidikan adalah menyediakan system penilaian yang komprehensif sesuai dengan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan. Memperhatikan permasalahan prioritas yang dihadapi mitra, pengusul menimbang perlu dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan guru dalam penyusunan perangkat tes mata pelajaran Matematika pada kelas tinggi di SDS Al Hilal Tarakan dan SDN 032 Tarakan guna dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari di kelas secara lebih professional sehingga pada akhirnya mutu pendidikan kita dapat lebih terjaga dan terus meningkat dalam bentuk Ipteks Bagi Masyarakat (IbM).Abstract: Improving the quality of education services is one of the national education development priority agendas of 2015-2016 as mandated in Presidential Regulation No. 2 of 2015 on the National Medium Term Development Plan 2015-2016. Besides the availability of a reliable curriculum, one of the most important aspects in the effort to establish the quality of education services is to provide a comprehensive assessment system in accordance with national standards of education that has been established. Taking into account the priority issues faced by the partners, the proposers consider the need for training and teacher assistance activities in the preparation of Mathematics subjects in higher school in SDS Al Hilal Tarakan and SDN 032 Tarakan to be able to carry out their daily tasks in the classroom in a more professional manner so that in the end The quality of our education can be more awake and continue to increase in the form of Science for Society.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LONG BILA DAN DESA PULAU SAPI KABUPATEN MALINAU MELALUI OPTIMALISASI POTENSI LOKAL MELALUI REVOLUSI MENTAL MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DAN MELAYANI
Endik Deni Nugroho;
Vlorensius Vlorensius
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/jpmb.v2i1.423
Kabupaten Malinau ditetapkan sebagai Kabupaten Konservasi di Kalimantan Utara, namun belum ada integrasi upaya konservasi dan pemanfaatan secara lestari atas sumber daya alam yang dimiliki. Salah satu program yang diterapkan oleh pemerintah Malinau yaitu Gerdema. Program ini merupakan pembangunan milik rakyat dengan agenda pemulihan ekonomi nasional yang berpihak pada masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat secara nyata. Program tersebut menuju ke arah pemberdayaan masyarakat desa yang kurang berkembang dalam model pembangunan, yang dilakukan secara terpadu, sinergis dan partisipatif dengan memanfaatkan sumberdaya potensi lokal tingkatan bawah seperti kepala desa sampai pemerintah kabupaten. Program kemintraan masyarakat (PKM) bertema Revolusi Mental dengan gerakan Indonesia Melayani dan Gerakan Indonesia Mandiri dapat membantu pemerintah desa dan Masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode parsipatoris. PKM berbasis revolusi mental dengan gerakan Indonesia melayani terfokus pada perbaikan administrasi dan peningkatan kualitas Sumber daya Manusia dan keterbukaan akses informasi publik, kegiatan tersebut mengandung nilai-nilai strategis instrumental revolusi mental yaitu Integritas dan Etos Kerja. Sedangkan gerakan Indonesia mandiri terfokus pada pada pemanfaatan potensi sumber daya alam daerah tertinggal, Mendukung dan mendorong kewirausahaan serta ekonomi kreatif memberdaakan potensi lokal menjadi ekowisata, Sosialisasi produk-produk dalam negeri yang berpotensi untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil data masih banyak masyarakat dan perangkat desa yang menggunakan puas dan memahami gerakan revolusi mental Indonesia bersih sebanyak 90%.