cover
Contact Name
Hasbullah
Contact Email
hasbullah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287771350333
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jalan Jend. Sudirman No. 30. Telp (0254) 200323 Serang–Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam
ISSN : 24074616     EISSN : 26543575     DOI : -
Core Subject : Education,
Geneologi PAI, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN “SMH” Banten.
Articles 147 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) dan Kreativitas Siswa Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Fia Nuraeni; Nana Surya Permana; Agus Gunawan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v7i2.3608

Abstract

Salah satu untuk upaya untuk menciptakan peran aktif dan hasil belajar siswa adalah dengan penerapan model yang bervariasi. Salah satu contoh model yang digunakan adalah pembelajaran dengan model visualisasi, auditori, kinestetik yang selanjutnya disingkat model VAK. Model ini difokuskan pada pemberian pengalaan belajar secara langsung (direct experimence) dan menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untu mengetahui seberapa tinggi pengaruh penggunaan model pembelajaran pembelajaran VAK (visualisasi, auditori, kinestetik) Dan Kreativitas siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran PAI siswa kelas XI SMK Al-Halim Bojong Pandeglang. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan design Quasi experiment yaitu pretest-Post-test Control group Design. Terdapat 2 kelompok yang dipiliih, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperiment yaitu pembelajaran yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran VAK (visualisasi, auditori, kinestetik) dan kreativitas siswa dan kelompok kontrol menda patkan perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK), Dan Kreativitas Siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Selain itu terdapat perbedaan hasil belajar PAI dengan menggunakan model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) Dan Kreativitas Siswa dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) Dan Kreativitas siswa.
PENDEKATAN SUBJEK AKADEMIS DAN HUMANISTIK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Lola Fadilah; Tasman Hamami
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.4947

Abstract

Kurikulum merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan juga sebagai pedoman dalam peroses pembelajaran. Banyak pendekatan dalam pengembangan kurikulum, namun selama ini dalam pengembangan pendidikan agama Islam lebih banyak menggunakan pendekatan subjek akademis dan humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendekatan subjek akademis dan humanistik dalam pengebangan kurikulum pendidikan agama Islam. Penelitian ini berbasis pada studi kepustakaan dengan data yang berasal dari sumber-sumber pustaka, baik jurnal penelitian, buku dan dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil dari penelitan ini mengungkapkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam menggunakan pendekatan subjek akademis sesuai dengan substansi pendidikan agama Islam itu sendiri yang berisi ajaran agama yang tersusun secara sistematis untuk diwariskan kepada peserta didik. Pendekatan humanistik merupakan pendekatan yang berlandaskan ide memanusiakan manusia sesuai dengan potensi-potensi yang Allah berikan kepada setiap manusia, sehingga peserta didik mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan berkembangan sesuai dengan fitrahnya dan menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa.
TINGKAT KETERDIDIKAN MENURUT ALQURAN: MENGURAI MAKNA A’LAMU SEBAGAI PANDUAN PENDIDIKAN Agus Nurcholis Saleh; Teguh Fachmi; Ilman Fakih
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4707

Abstract

Manusia itu sudah diciptakan oleh Allah dengan sempurna. Pendidikan adalah cara manusia untuk menjaga kesempurnaan tersebut. Ada banyak jenjang pendidikan yang dirumuskan dan terlembaga secara mapan. Namun hasilnya masih tidak memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuka informasi dan memberikan pencerahan tentang keterdidikan dalam Alquran, sebagai pedoman manusia untuk memelihara kesempurnaan dirinya sebagai insan terdidik. Penelitian ini bersifat pustaka. Alquran sebagai sumber data utama, dan peneliti sebagai instrumen kunci dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data, penulis menetapkan tema. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis konten. Secara pendekatan, peneliti mengikuti alur tafsir. Hasilnya, tingkat pendidikan yang tinggi belum tentu mencerminkan tingkat keterdidikan. Seorang yang telah menyelesaikan suatu tingkat pendidikan belum tentu memiliki karakter yang disebutkan. Sebagai sebuah sistem, Alquran membantu manusia untuk mewujudkan kesempurnaan melalui terintegrasinya pikiran, perasaan, dan anggota badan
KONSEP PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PARADIGMA PROFETIK Fatkhatul Mar'ah; Tutuk Ningsih
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4703

Abstract

Paradigma profetik dalam memaknai pendidik perlu digali lebih dalam agar proses pendidikan benar-benar mencapai esensinya, yaitu proses memanusiakan manusia menuju manusia seutuhnya. Misi utama pendidikan adalah menanamkan kepada peserta didik akhlak yang mulia serta budi pekerti. Pendidik profetik merupakan pendidik yang memiliki misi seperti para nabi dalam melaksanakan tugas kenabiannya, sehingga pendidik diwajibkan meneladani dan memiliki empat sifat Nabi atau Rasul antara lain: jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan (tabligh), cerdas (fatonah) serta meneladani kisah para Nabi. Peserta didik dalam paradigma pendidikan profetik sangat berkaitan erat dengan pandangan al-Qur'an mengenai hakekat manusia baik jasmani maupun ruhani. Inti orientasi pendidikan Islam bermuara pada misi profetik yang membentuk jiwa muslim yang sholeh yang dapat menyatukan hubungan hablumminannalah dan hablumminannas secara komprehensif. Nilai-nilai profetik yang perlu dimiliki oleh peserta didik antara lain: segala aktifitas belajar diniatkan sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bersikap zuhud, memiliki sikap rendah hati atau tawadhu dan memiliki karakter yang mulia
KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA 1950-2013 (ANALITIS ALOKASI WAKTU PELAJARAN PAI PADA SEKOLAH UMUM) Humaedi Humaedi; Rudi Hartono
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4724

Abstract

Penelitian ini terkait keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah umum sebagai bagian dari kebijakan pemerintah. Dapat dilihat pada kondisi obyektif tentang pemberlakuan alokasi waktu PAI di sekolah umum yang dapat ditelusuri dari tahun 1950 sampai tahun 2013. Setelah Indonesia merdeka, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap (tidak wajib) dan bukan penentu kenaikan kelas, di setiap jenjang pendidikan menjadi mata pelajaran inti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana akan menghasilkan data secara kualitatif yakni berupa ungkapan-ungkapan atau catatan atau tingkah laku orang yang akan dijadikan observan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi PAI di sekolah umum (1950-2013) dipengaruhi oleh kebijakan politik sebagai regulasi, di antaranya: (1) kebijakan pemerintah terkait jumlah jam pelajaran telah ditetapkan dalam undang-undang dan permendikbud 103 tahun 2014, (2) efektifitas alokasi waktu mata pelajaran PAI pada sekolah umum terimplementasi dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 di mana 2 jam pelajaran untuk penyampaian materi PAI sesuai dengan kurikulum nasional ditambah dengan 1 jam pelajaran lagi untuk pendalaman BTQ, life skill, dan pembentukan karakter melalui kisah-kisah teladan
TANTANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN SERANG Nandang Faturohman; Agus Gunawan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.5438

Abstract

Selama darurat COVID-19, lembaga pendidikan di Indonesia siap atau tidak, dipaksa untuk menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sistem jarak jauh menggunakan berbagai metode. Saat mulai dapat beradaptasi dengan sistem ini, kondisi wabah yang membaik mendorong pemerintah untuk kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka, sehingga Lembaga Pendidikan harus kembali beradaptasi dengan kebiasaan baru yang disebut dengan New Normal. Peralihan sistem pembelajaran ini tidaklah mudah, terkhusus bagi siswa Sekolah Dasar dimana peserta didiknya merupakan anak usia belum matang secara pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan tantangan tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Sekolah Dasar dalam menyelenggarakan pendidikan dengan sistem Tatap Muka setelah dicabutnya rekomendasi sistem pembelajaran jarak jauh, serta merekomendasikan strategi pembelajaran tatap muka yang efektif pasca Pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan suatu masalah. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu populasi, situasi atau fenomena secara akurat dan sistematis. Pengumpulan data diperoleh dengan metode studi pustaka, observasi dan wawancara. Setelah data diperoleh, langkah selanjutnya adalah menganalisis data. Objek penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri di Kota Serang. Hasil penelitian menunjukan bahwa tantangan terbesar dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada Sekolah Dasar di Kota Serang adalah penerapan protokol kesehatan dan pemilihan sistem belajar mengajar yang aman saat pembelajaran tatap muka. Penerapan protokol kesehatan menjadi tantangan tersendiri dikarenakan siswa Sekolah Dasar masih belum terlalu aware terhadap bahaya penyebaran virus, terlebih lagi usia Sekolah Dasar 90% nya merupakan usia yang belum bisa mendapatkan vaksin COVID-19, sehingga dianggap masih rentan terpapar virus. Dengan demikian maka sistem belajar mengajar harus ditentukan dengan mempertimbangkan keamanan dan efektifitas yang tinggi, jam belajar yang tidak terlalu panjang namun dapat menyampaikan materi yang padat berisi dan mudah dipahami oleh peserta didik, dan tetap mengarahkan siswa menjadi lebih kreatif, inovatif, mandiri dan produktif. Salah satu sistem yang dapat direkomendasikan adalah dengan metode hibryd, yaitu menggabungkan sistem belajar tatap muka dengan sistem daring namun dengan materi yang lebih berisi.
POLA ASUH ISLAMI: ANTARA TRANSFORMASI NILAI-NILAI THEOLOGIS DAN INTERNALISASI KARAKTER MAHMUDAH Teguh Fachmi; Umayah Umayah; Hasbullah Hasbullah; Juhji Juhji
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.5340

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh yang ditinjau dari sudut pandang Islami sebagai sebuah upaya transformasi nilai-nilai theologis dan internalisasi karakter mahmudah. Dalam studi ini menggunakan kajian kepustakaan. Data-data diperoleh dari berbagai referensi seperti buku dan artikel ilmiah dikumpulkan dan dilakukan analisis terkait dengan pola asuh islami. Telaah terhadap hadits-hadits dan ayat al qur’an juga dilakukan sebagai upaya mempertajam pembahasan pola asuh Islami. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan argumentatif. Hasil studi bahwa Islam mengatur bagaimana pola pengasuhan terhadap anak, seperti apa kita memperlakukan anak, dan bagaimana membimbing dan mengarahkan, islam sudah mengaturnya didalam al-qur’an dan al-hadits. Pola asuh dalam perspektif islam adalah suatu kesatuan yang utuh dari sikap dan perlakuan orangtua kepada anak sejak masih kecil baik dalam mendidik, membina, membiasakan dan membimbing anak secara optimal berdasarkan al-qur’an dan al-Hadits
KEMAMPUAN PEDAGOGISITAS USTADZ DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SANTRI UNTUK MEMBACA AL-QUR’AN Istiana Fauzia; Surawan Surawan
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.5333

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran dan kemampuan pedagogisitas ustadz dalam meningkatkan motivasi santri dalam membaca Al-Qur’an. Artikel ini dilatar belakangi oleh keterbatasannya pemahaman masyarakat di Desa Bagendang Hilir terhadap Al-Qur’an, yang secara tidak langsung berdampak pada rendahnya kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an. Bertolak dari permasalahan ini tentunya memberikan tantangan dan tanggung jawab tersendiri bagi ustadz dalam memberikan bentuk pengabdiannya di tengah-tengah masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan dari rangkaian penelitian yang dilakukan, peneliti mendapatkan hasil penelitian bahwa ustadz di Masjid Bara’atul Istihlal mampu menguasai komponen pedadogik dalam memahami karakteristik santri, menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, memfasilitasi pengembangan potensi peserta, dan menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Iroh Suhiroh; Saefuddin Zuhri
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.5336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknologi informasi dan komunikasi adalah perangkat elektronik yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak serta segala kegiatan yang berkaitan dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer media informasi. Teknologi informasi dan komunikasi berfungsi untuk menghasilkan informasi yang berkualitas dan komunikasi yang komunikatif. Teknologi ini mencakup sistem komunikasi seperti komputer, televisi, video, dan internet. Teknologi ini berfungsi sebagai media, dan sumber belajar. Pemanfaatan teknologi ini dalam pembelajaran pendidikan agama Islam akan dapat mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik sehingga akan terbiasa belajar secara mandiri dalam mencari informasi tentang materi pembelajaran melalui media informasi dan pembelajaran. teknologi komunikasi
PROGRAM PEMBELAJARAN AFKAARUNA LEARNING PACK AL-DIRASAH AL-ISLAMIYYAH (ALP DIRIS) DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DI MADRASAH IBTIDAIYAH AFKAARUNA ISLAMIC SCHOOL SLEMAN YOGYAKARTA Kuni Isna Ariesta Fauziah; Muh. Wasith Achadi
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i2.4998

Abstract

This study aims to determine how the afkaaruna learning pack al-dirasah al-islamiyyah learning program can shape the religious character of students. This research uses a qualitative approach. Through primary and secondary data sources. The results of this study: 1) The concept of the ALP Diris learning program is religious learning activities derived from one of the three pillars of the madrasa: Islam, local cultural values, and international, with the aim of covering or complementing religious subjects. 2) The implementation of the ALP Diris program includes various activities such as: religious worship, clothing, memorization of short letters and daily prayers, qiro'atul Qur'an, pole, memorization of asma'ul-husna which is carried out every day through the method role models. 3) The results of the Diris ALP learning program in shaping religious character are said to have been good in implementation. As with Thomas Lickona's theory, which includes: knowing the good, students know the teachings of yaumiyyah worship, how to read and write the Koran properly and correctly. Desiring the good students can understand and love what the teacher has taught. Doing the good students implement activities in the ALP Diris program in their daily lives.

Page 9 of 15 | Total Record : 147