cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Biochar and Azolla Effects on Soil Chemical Properties, Lead Content and Growth of Paddy Mayly, Syarifa; Hidayat, Benny
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1647

Abstract

The objective of the study was to determine the influences of biochar amendments and Azolla sp application on soil chemical value, lead (Pb) content,  and growth of paddy. The research was conducted in Growth Centre LLDIKTI I, Medan, Sumatera Utara, Indonesia, from April to July 2014. The research design used a factorial randomized block design with three replications. The first factor was Azolla sp application: without Azolla (A0); Azolla pinnata (A1); Azolla mikropilla (A2)] and the second factor was biochar amendment without biochar (B0); RSB-Rice straw biochar (B1),  RHB-Rice husk biochar (B2), CPB-coconut peat biochar (B3), OPB-Oil Palm Empty Bunch biochar (B4)]. The result showed that the biochar amendment treatments had significant differences (P<0.05) in all soil chemical values and growth parameters of paddy. The Azolla application showed significant differences (P<0.05) in plant height, number of tillers, shoot dry weight, root dry weight, and Pb content in the root. The interaction among the Azolla sp and the biochar amendments showed significant differences (P<0.05) in a number of the tillers. It was concluded that the application of rice husk biochar and Azolla microphylla was able to increase soil chemical properties, increase the growth of paddy, and also increase the Pb content in soil, leaves, and roots.
Perbandingan Struktur dan Kinerja Rantai Pasok Melalui Sub Terminal Agribisnis (STA) dan Pedagang Pengumpul di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia Hamida, Rosy; Harianto, Harianto; Suryana, Achmad
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1475

Abstract

Pemasaran produk pertanian pada umumnya memiliki mata rantai panjang, dan bergantung pada pelaku pasar tingkat hilir sehingga memberikan keuntungan yang rendah bagi produsen. STA merupakan lembaga pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani dengan memperpendek rantai pasok. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan rantai pasok melalui lembaga STA dan lembaga pedagang pengumpul, 2) menganalisis kinerja rantai pasok melalui lembaga STA dan lembaga pedagang pengumpul. Metode yang digunakan adalah kerangka analisis Food Supply Chain Network (FSCN) dan efisiensi pemasaran dengan pendekatan margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukan bahwa rantai pasok mentimun melalui lembaga STA atau pedagang pengumpul sudah berjalan dengan baik, pada lembaga STA terdapat lima saluran pemasaran sedangkan pada lembaga pedagang pengumpul terdapat empat saluran pemasaran. Nilai margin pemasaran pada lembaga STA sebesar 32 persen dengan nilai farmer’s share sebesar 67,9 persen. Sedangkan pada lembaga pedagang pengumpul nilai margin pemasaran sebesar 35 persen dengan nilai farmer’s share sebesar 65,1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa antara lembaga STA dan lembaga pedagang pengumpul yang lebih efisien adalah melalui lembaga STA. Oleh karena itu dalam mengoptimalkan lembaga STA perlu adanya diseminasi kepada petani.
Improvement of Maize Growth and Production through a Combination of Leaf Defoliation and SP-36 Dosage in a Close Cropping System Galushasti, Andarula; Ningtyas, Dini Putri; Jumiatun, Jumiatun; Mukhlisin, Ilham
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1294

Abstract

The high demand for Maize encourages various agricultural innovations. The study aims to examine the effect of defoliation and P fertilizer application on the growth and production of the Madura 3 Maize variety which is grown in the close cropping system. This study used a randomized block design consisting of two factors with three replications. The parameters observed were stem diameter, root weight, cob fresh weight, cob dry weight, dry seed weight, and 100 seed weight. The results showed that there was a significant interaction between the defoliation factor and the dose of SP-36 on cob diameter, where the highest diameter (4,75 cm) was found in the combination of non-defoliation and SP-36 150 kg.ha-1. Overall, the non-defoliation of an SP-36 of 250 kg.ha-1 showed the best result on Maize growth and production. The addition of the dose of SP-36 also needs to pay attention to the needs of plants.
Marketing Channel Analysis, Marketing Margins, and Farmer's Share Cinnamon Commodity in Sungai Penuh City, Jambi Province, Indonesia Chatra, Afdhal; Rosi, Adek Irma
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1532

Abstract

The cinnamon commodity is quite significant in the economy of Sungai Penuh City, but farmers have not felt its role in improving welfare. The fundamental problems faced by cinnamon farmers in Sungai Penuh City are the weak bargaining position of farmers in the pricing process due to lack of access to price information, the attachment of farmers to collecting traders, and the limited ability of farmers to develop processed cinnamon products allegedly resulting in farmers only getting a small profit from sales. Traders, collectors, and exporters process more to meet domestic and foreign market demand. For this reason, an analysis of the existing condition of marketing margins and farmers' share of cinnamon commodities in Sungai Penuh City is needed. The purpose of this study is to analyze cinnamon marketing margins between farmers, collecting traders and exporters in each marketing channel in Sungai Penuh City, analyze the amount of farmers share obtained by farmers in each cinnamon marketing channel in Sungai Penuh City, and analyze cinnamon marketing functions in the form of physical functions, exchange functions and facility functions between farmers, Collecting traders and exporters in Sungai Penuh City. To answer the study's objectives, the author uses marketing margin analysis methods, profit margin analysis, farmer's share analysis, and marketing function approaches in physical, exchange, and facility functions. This research method uses a qualitative descriptive approach, and the informants in this study are determined by purposive sampling. The results showed that as many as 60 percent of cinnamon farmers in Sungai Penuh City chose and 40 percent chose the two-actor marketing channel. In contrast, the cinnamon marketing channel involving three marketing actors showed that the marketing system was inefficient. In contrast, the cinnamon marketing channel involving two marketing actors showed that the cinnamon marketing system in Sungai Penuh City was efficient. 
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Konservasi dan Perkebunan di DAS Unda, Provinsi Bali, Indonesia Sidabutar, Febrin; Trigunasih, Ni Made; Sumarniasih, Made Sri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan dalam konteks pengembangan tanaman konservasi dan perkebunan di DAS Unda, sebuah daerah aliran sungai kritis di Provinsi Bali. Kondisi kritis DAS Unda, terutama lereng yang dominan terjal dan jenis tanah Regosol dengan tekstur tanah berpasir, menimbulkan tantangan restorasi karena daya ikat air yang rendah. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, analisis data, dan klasifikasi kesesuaian lahan, dengan tujuan utama menilai kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman konservasi dan perkebunan seperti mahoni, pinus, kopi robusta, bambu, jati, kakao, dan kelapa. Evaluasi kesesuaian lahan didasarkan pada faktor pembatas suhu, curah hujan, tekstur tanah, dan risiko erosi. Hasil penelitian menghasilkan kelas kesesuaian lahan potensial yang berkisar dari S1 (sangat sesuai) hingga N (tidak sesuai). Faktor pembatas diidentifikasi dan upaya perbaikan diarahkan untuk meningkatkan kesesuaian lahan. Sebagai arahan penggunaan lahan, rekomendasi termasuk alokasi lahan untuk tanaman konservasi dan perkebunan, seperti bambu, kombinasi bambu dan kakao, bambu dan kelapa, bambu dan kopi, serta kombinasi bambu, kakao, dan kelapa. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan evaluasi kesesuaian lahan tetapi juga memberikan pandangan solutif untuk pengembangan lahan yang berkelanjutan di DAS Unda.
Pengaruh Electrical Conductivity (EC) dan Jumlah Bibit per Net Pot terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Hidroponik Deep Flow Technique Opung, Melvin Kala; Wijana, Gede; Sukewijaya, I Made
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1342

Abstract

Nilai EC dan jumlah bibit per net pot merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam budidaya tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) yang dibudidayakan secara hidroponik. Setiap umur panen dan jumlah tanaman per net pot tanaman memiliki kebutuhan nilai EC yang berbeda. Tanaman pakcoy merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan secara hidroponik dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan nilai EC dan jumlah bibit per net pot pada budidaya hidroponik. Percobaan didesain menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola tersarang dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama yaitu nilai EC yang terdiri dari 5 taraf yaitu E1 : 1, 1,5, 2, 2,5, 3 mS/cm dan perlakuan ke dua yaitu jumlah bibit per net pot J1 (1 bibit per net pot), J2 (2 bibit per net pot), dan J3 (3 bibit per net pot). Semua perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Percobaan dilaksanakan di green house yang berlokasi di Banjar Selantang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali dari bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan EC2 dan penanaman 1 bibit per net pot paling baik untuk panen baby, sedangkan untuk panen remaja dan panen dewasa perlakuan EC3 dan 1 bibit per net pot paling baik dalam budidaya tanaman pakcoy pada hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT).
Pengaruh Sumber Stek dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Cabe Jamu (Piper retrofractum Vahl.) Sholeha, Nadiyatus; Hidayat, Ramdan; Dewanti, Felicitas Deru
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1319

Abstract

Cabe jamu (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman rempah dan obat yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat prospektif untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber stek dan konsentrasi Rootone-F terhadap pertumbuhan stek cabe jamu, sehingga diperoleh bibit stek yang berkualitas tinggi dengan jumlah besar dan dalam waktu singkat. Penelitian dilakukan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Perlakuan disusun secara faktorial berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah sumber stek (S) yang terdiri dari S1 : Stek asal tunas pucuk, S2 : Stek asal tunas muda, S3 : Stek asal tunas dewasa. Faktor kedua adalah konsentrasi Rootone-F yang terdiri dari R0 (kontrol), R1 : 100 ppm , R2 : 200 ppm, R3 : 300 ppm. Parameter yang diamati yaitu persentase stek tumbuh, jumlah tunas, panjang akar dan bobot basah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan sumber stek asal tunas pucuk dan konsentrasi Rootone-F 200 ppm (S1R2) mampu menghasilkan jumlah tunas yang lebih banyak dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya. Perlakuan sumber stek asal tunas pucuk (S1) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase stek tumbuh, jumlah tunas, panjang akar dan bobot basah akar dibandingkan dengan perlakuan sumber stek lainnya. Perlakuan konsentrasi Rootone-F 200 ppm (R2) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase stek tumbuh, jumlah tunas, panjang akar dan bobot basah akar dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi Rootone-F lainnya.
Evaluasi Toleransi Salinitas Beberapa Genotipe Padi (Oryza sativa L) Menggunakan Nilai Indeks Nur, Alya Aulia; Soegianto, Andy; Sugiharto, Arifin Noor; Nafisah, Nafisah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1499

Abstract

Padi merupakan tanaman yang tergolong rentan terhadap lingkungan salinitas (garam tinggi) sehingga dapat menurunkan produktivitas. Faktor genotipe dan lingkungan cekaman salinitas (konsentrasi dan durasi) masing-masing berpengaruh nyata terhadap semua peubah morfologi dan komponen hasil. Pendugaan nilai indeks terhadap toleransi tanaman adalah proses untuk mengukur atau memperkirakan indeks toleransi suatu tanaman terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi merusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan beberapa perhitungan nilai indeks toleransi cekaman untuk memilih genotipe padi yang toleran cekaman salinitas. Percobaan dilakukan di rumah kaca Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Tanaman Padi, Jawa Barat. Penelitian ini dibagi menjadi dua unit percobaan. Pertama dengan kondisi optimum. Kedua pada kondisi salin dengan EC terkontrol 5 dS/m sepanjang fase hidup. Hasil penelitian menunjukan terdapat satu genotipe yang toleran terhadap cekaman salinitas dan memiliki hasil lebih besar dibandingkan varietas pembanding yaitu G9 (IR 129336:11-19-Ski-0-KN-20.) dengan nilai Yp=25.39gram dan Ys=5.74gram. Analisis clustergram berdasarkan nilai indeks SSI membagi genotipe menjadi 4 kelompok yaitu sangat rentan, rentan(R), toleran vegetatif rentan generatif(TVRG), dan rentan vegetatif toleran generatif (RTVG).
Efficacy of Biofungicide with Active Ingredients Trichoderma sp. Against Late Blight Disease (Phytophthora infestans) in Potato Plants Abadi, Abdul Latief; Trianti, Irisa; Choliq, Fery Abdul; Sektiono, Antok Wahyu; Yulianti, Novi Dwi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1591

Abstract

The cultivation of potatoes in Indonesia faces challenges, particularly a decline in production attributed to the devastating impact of late blight caused by the fungus P. infestans. Traditional control methods involve the frequent use of chemical pesticides, which pose environmental and health risks. To address this, the research aimed to assess the efficacy of biofungicide containing Trichoderma sp. as a biological agent in controlling late blight on potatoes. The study, conducted in Sumberbrantas Village, Bumiaji District, Batu City, East Java, and the plant disease laboratory at Brawijaya University from January to April 2023, employed both in vivo and in vitro experiments. A Randomized Block Design (RBD) was used for in vivo research, while a Completely Randomized Design (CRD) was employed for in vitro studies, each comprising five concentration treatments with five repetitions. Parameters such as disease intensity, efficacy level, potato production, and biofungicide inhibition were observed. Analysis of variance and the Tukey Honestly Significant Difference (HSD) test were applied to the data and processed using Microsoft Excel. The results indicated that biofungicide with Trichoderma sp. concentrations of 6 ml/l, 4.5 ml/l, 3 ml/l, and 1.5 ml/l effectively reduced the intensity of late blight on potatoes, with efficacy levels exceeding 50%. The highest potato production occurred with a concentration of 6 ml/l, yielding 15.44 tons/ha, followed by 14.67 tons/ha for the 4.5 ml/l concentration. The biofungicide with a concentration of 6 ml/l exhibited the lowest disease intensity at 14.28% and the highest efficacy at 83.08%. Inhibition tests demonstrated that concentrations of 6 ml/l and 4.5 ml were highly effective, inhibiting P. infestans growth by an average of 62.04% and 59.90%, respectively. These findings highlight the potential of biofungicide with Trichoderma sp. in managing late blight on potatoes, providing a sustainable and environmentally friendly alternative to chemical pesticides.
Evaluasi Kualitas Tanah dan Pengelolaan Lahan Kering di Kecamatan Gerokgak dan Kubutambahan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia Sumarniasih, Made Sri; Kembaren, Donny Alfred; Narka, I Wayan; Karnata, I Nengah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1517

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Gerokgak yang terletak di bagian barat Kabupaten Buleleng, dan Kecamatan Kubutambahan yang terletak di bagian timur Kabupaten Buleleng. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi perbedaan kualitas tanah, faktor pembatas dan arahan pengelolaan. Metode yang digunakan adalah survei untuk mengetahui karakteristik di lapangan dan pengambilan sampel tanah untuk diuji di laboratorium mengenai sifat fisik tanah (tekstur, kadar air kapasitas lapang, porositas, dan berat volume), sifat kimia tanah (KTK, KB, N-total, K, P-tersedia, C-organik, dan pH), dan sifat biologi tanah (C-biomassa). Berdasarkan hasil penelitian, kualitas tanah di Kecamatan Gerokgak tergolong baik (SLH G2, dan G4) seluas 37.793,00 ha dan kualitas tanah tergolong sedang (SLH G1, G3, G5, G6, G7, G8, G9, G10, dan G11) seluas 39.586,00 ha. Kualitas tanah di Kecamatan Kubutambahan tergolong sedang (SLH KB3, KB4, dan KB7) seluas 47.824,00 ha, dan tergolong buruk (KB1, KB2, KB5, KB6 dan KB8) seluas 50.120,00 ha. Faktor pembatas kualitas tanah di Kecamatan Gerokgak adalah kadar air kapasitas lapang, C-organik, KB, P-tersedia, N-total, C-biomassa, sedangkan di Kecamatan Kubutambahan adalah tekstur, kadar air kapasitas lapang, KTK, KB, N-total, C-biomassa. Pengelolaan lahan yang dilakukan di Kecamatan Gerokgak dan Kubutambahan adalah pemupukan dengan pupuk organik, pupuk urea, dan pembuatan bak penampungan air atau cubang.