cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 317 Documents
BENTUK PENYAJIAN MUSIK IRINGAN TARI PASAMBAHAN DI SANGGAR CARANO LEMABANG PALEMBANG Nurkhoiriya, Enny; Putra, Rio Eka; Sepdwiko, Deria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i2.2468

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Musik Iringan Tari Pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang” masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah bentuk penyajian musik iringan tari Pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang. Dari permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian musik iringan tari pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah musik iringan tari Pasambahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,wawancara dan dokumentasi. Musik iringan tari Pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang merupakan musik yang dikresikan kembali menjadi bentuk baru yaitu musik kreasi. Hasil penelitian terkait dengan penyajian musik iringan tari Pasambahan memiliki unsur yaitu alat musik, musik yang disajikan,seniman,kostum busana, tempat dan waktu penyajian. Musik ini dimainkan oleh 6 orang dengan menggunakan alat musik sarunai, gendang, talempong, dan tasa dan modern. Menggunakan kostum beskap kuning dengan aksesoris kepala dan celana panjang hitam. Musik iringan tari ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu himbauan, ragam 1 penari, ragam tengah, dan penutup cepat. Tempat dan waktu penyajian tari biasanya di sesuaikan dengan tempat acara diruang tertutup atau ruang terbuka.
EKSPRESI DALAM SENI PATUNG KARYA GIUSEPPE PONGOLINI Patriansah, Mukhsin; Sapitri, Ria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2586

Abstract

Wujud karya seni merupakan pengejawantahan terhadap suatu realitas atau peristiwa yang dialami siseniman, kemudian diungkapkan melalui wujud visual karya seni yang di dalamnya mengandung pesan, tanda dan makna yang hendak disampaikan kepada masyarakat sebagai penikmat seni. Penciptaan sebuah karya seni khususnya seni patung dapat dikatakan sebagai proses ilmiah, apabila penciptaannya didasari atau berlandaskan kepada teori-teori para ahli yang telah teruji keabsahannya. Teori-teori yang dirujuk disesuaikan kapasitasnya dalam kerangka perwujudan karya yang akan diciptakan, sehingga karya yang akan dilahirkan mempunyai landasan berpijak yang memperkokoh isi dan makna dari sebuah karya tersebut. Di samping itu dalam berolah seni, seniman juga dituntut untuk lebih kreatif. Dalam penelitian ini penulis mencoba meninjau wujud ekspresi dalam karya seni patung Gioseppe Pongolini. Karya seni fine art, khususnya karya seni patung selalu mengedepankan nilai ekspresi pribadi dari pada nilai fungsi karya seni itu sendiri. Di samping itu, Dalam wujud karya seni yang dihadirkan siseniman juga terkandung pesan simbolik yang ingin disampaikan siseniman ke dalam karya seninya. Ekspresi simbolik yang ingin disampaikan Giuseppe Pongolini ingin menyampaikan realitas melalui media besi yang merupakan ikon dari kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi dilingkungannya. Melalui penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengatahuan dalam proses terwujudnya suatu karya seni patung. Di samping itu, tinjauan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam menganalisis suatu karya seni dan mengetahui wujud ekspresi estetis dalam karya seni patung. 
PEMBELAJARAN MENGGAMBAR MODEL ALAT MUSIK TRADISIONAL DENGAN TEKNIK POINTILIS PADA SISWA KELAS VIII SMPN 41 PALEMBANG Istiqomah, Mutiara; Sepdwiko, Deria; Putra, Rio Eka
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i2.2482

Abstract

Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang memiliki wujud pasti dan memanfaatkan unsur seni rupa, termasuk ke dalam bentuk gambar, lukis, patung dan lainnya. Seni menggambar model alat musik tradisional dengan teknik pointilis merupakan salah satu wujud pembelajaran karya seni rupa pada siswa kelas VIII SMPN 41 Palembang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah pembelajaran menggambar model alat musik tradisional dengan teknik pointilis pada siswa kelas VIII SMPN 41 Palembang?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran menggambar model alat musik tradisional dengan teknik pointilis pada siswa kelas VIII SMPN 41 Palembang. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai "Pembelajaran Menggambar Model Alat Musik Tradisional dengan Teknik Pointilis pada Siswa Kelas VIII SMPN 41 Palembang". Penelitian mendapatkan hasil yang sudah cukup baik pada siswa kelas VIII dalam melakukan proses pembelajaran dengan bimbingan Ibu Andi bunga, S.Pd selaku guru seni budaya. Pembelajaran yang memerlukan proses latihan dan kesabaran dalam menggambar dengan titik-titik serta ketepatan dalam menentukan kesan gelap terang, serta alat pena/drawing pen pada teknik pointilis. Melalui penelitian ini diharapkan siswa dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya dalam bidang menggambar.
RESISTENSI PARA TOKOH PEREMPUAN DALAM FILM YUNI: KAJIAN FEMINISME KEKUASAAN Dzulfikar, Daris
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2832

Abstract

Penelitian inimengkajitentangbagaimanaresistensitokohperempuanmelawanbudayapatriarkiyangtelahmengakarkuatdilingkunganyangdigambarkanpadafilmYuni.PenelitianinimenggunakanmetodekualitatifdeskriptifdenganmenggunakanteorifeminismekekuasaandariNaomiWolfyangditulisdalambukunyayangberjudulFirewithWiredanditerbitkanpada1993.Dasardariteoriinidigunakanuntukmenganalisisupayatokoh perempuan dalam film Yuni untuk melawan seluruh bentuk represi yang hadir di lingkungannya. Padafilm Yuni ini, digambarkan bawa masih banyak penindasan yang dilakukan pada tokoh perempuan yangmenarik untuk diulas lebih lanjut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsibentuk-bentukresistensiyangdilakukantokoh-tokohperempuandifilmYunisebagaiupayauntukmendobrakbudaya patriarki dan memperjuangkan hak atau pilihan dalam hidupnya. Penelitian ini menemukan empatbentuk resistensi perempuan yang ada di dalam film Yuni, dimana semuanyadidasarkan pada prinsipfeminisme kekuasaan. Bentuk resistensi tersebut tergambar pada para tokoh yang berani mengambil pilihanhidup, tetap berpegang teguh pada keputusan yang dipilih dan vokal atau berani dalam menyampaikan opinidan pendapatyangsesuaidengan pemikirannya.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL SATWA LIAR YANG TERANCAM PUNAH DI SUMATERA SELATAN Serunting, Yusuf RH; Halim, Bobby; Patriansah, Mukhsin
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2828

Abstract

Satwa-satwa pada saat ini sudah sangat sulit dijumpai di habitat aslinya. Habitat dari satwa liar tersebut selama ini banyak yang telah rusak ataupun sengaja dirusak oleh berbagi ulah sekelompok manusia yang tidak bertanggung jawab. Ancaman terbesar terhadap kelestarian satwa-satwa tersebut adalah aktivitas manusia, terutama konversi kawasan hutan untuk tujuan pembangunan seperti perkebunan, pertambangan,perluasan pemukiman, transmigrasi dan pembangunan infrastruktur lainnya serta maraknya perburuan terhadap satwa liar. Jika perburuan satwa liar dan konversi kawasan hutan ini terus-menerus terjadi maka dapat dipastikan kepunahan yang menjadi ancaman selama ini akan benar-benar terjadi. Dengan demikian diperlukan sebuah Solusi yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mengatasi persolan tersebut secara mudah serta cepat dalam menginformasikan tentang satwa liar yang di lindungi di Sumatera Selatan. Informasi ini yang bisa menjangkau usia muda dimana anak usia muda terbiasa dan dekat dengan teknologi. Dalam menyelesaikan masalah terkait satwa liar dibutuhkan sebuah informasi yang dapat sampai kepada target audiens. Informasi yang diberikan berupa  animasi tentang satwa liar terancam punah dengan dibuatnya poster tentang satwa liar yang dilindungi dan juga dibuat poster penyebab terancam punahnya satwa liar. Dengan dirancangnya sebuah sebuah kampanye sosial melalui Augmented Reality yang telah diranang diharapkan membangkitkan jiwa kepedulian anak muda dengan ikut menjaga hutan dan tidak melakukan perburuan terhadap satwa liar, serta dengan cepat bisa menjangkau penyebaran informasi kepada anak muda.
PENGARUH HIBRIDA TARI, FILM, DAN MEDIA BARU PADA PENYAMPAIAN PESAN FILM “AMA” Fawzia, Ittaqi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2833

Abstract

Artikel ini mengulas tentang pengaruh hibrida tari, film, dan media baru pada penyampaian film berjudul “AMA”. Belakangan ini banyak aktifitas sehari-hari yang erat kaitannya dengan kecanggihan dan kemudahan teknologi sebagaimana disebut dengan media baru. Lahirnya media baru turut mendukung mudahnya berbagai wujud karya seni baru, film tari salah satunya. Kolaborasi antara tari, film, dan media baru yang dilakukan dapat memunculkan karya baru. Gerakan tari yang dilakukan di dalam air dapat mengelabuhi penonton, seolah tarian tersebut dilakukan di dalam ruangan. Hal tersebut dikarenakan sang penari dapat menari dengan gerakan yang elok. Pada film “AMA”, sang penari memanfaatkan keahlian menyelamnya sehingga dapat melakukan tarian yang halus di dalam air. Melalui gerakan tari, pengambilan gambar, dan editan yang rapi ia tidak hanya menyuguhkan gerakan tari saja, namun disertai dengan penghayatan atas emosi. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif ini harapannya dapat melihat keberhasilan penyampaian pesan pada film “AMA” yang dibuat dengan kolaborasi berbagai bidang. Namun pembuat film “AMA” tidak memaksakan pemaknaan tertentu dari penontonnya. Penonton dapat memberikan penilaian sesuai dengan pengalaman hidup yang mereka miliki masing-masing.
TRADISI SAPRAHAN BENTUK DARI KESETARAAN DALAM MASYARAKAT MELAYU SAMBAS Riansyah, Riansyah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2822

Abstract

Berbicara mengenai keragaman suku bangsa, di Kalimantan Barat terdapat suku bangsa Melayu yang diantaranya tersebar di berbagai daerah, salah satunya adalah suku Melayu di Kabupaten Sambas yang dikenal dengan sebutan suku Melayu Sambas.Menurut masyarakat setempat, Saprahan berarti tingkah laku yang baik atau kebersamaan yang tinggi. berdasarkan keyakinan warga tempatan, yang berarti sopan santun atau kebersamaan yang tinggi. Tradisi ini mewujudkan semangat "duduk sama rendah, berdiri sama tinggi". Saprah sendiri berarti ''berhampar'', yaitu. budaya makan bersama, duduk bersila atau bersila berkelompok dalam barisan yang sama.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara, studi kepustakaan, dokumen dan arsip yang berkaitan dengan obyek kajian. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga alat pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data pada riset ini menerapkan analisis data berupa data kualitatif. Analisis data kualitatif ini dapat bersifat induktif, yaitu. analisis berdasarkan informasi yang diperoleh baik dari wawancara atau pengamatan penelitian yang dilakukan. Sebagaimana tradisi Saprahan yang masih di jaga dan dilaksanakan hingga saat ini. Tradisi Saprahan adalah semacam akulturasi budaya lokal dan budaya Islam di Kalimantan Barat.Kesadaran akan konten dalam hal pemahaman budaya lokal yang memiliki nilai utama untuk memperkuat kearifan lokal dengan berbalut kebudayaan Islam yang disesuaikan dengan adat dan tradisi lokal dalam tingkat kesetaraan yang tumbuh berkembang pada masyarakat melayu Sambas di Kalimantan Barat. Nilai budaya dalam kearifan lokal ini tampak jelas tergambarkan pada kegiatan tradisi Saprahan yang masih ada hingga saat ini di wilayah Kalimantan Barat, terutama di desa Teluk Keramat Kabupaten Sambas.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PENGENALAN SENJATA TRADISIONAL SUMATERA SELATAN Pratiwi, Dika Putri; Iswandi, Heri; Yulius, Yosef
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2829

Abstract

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki beragam warisan budaya salah satunya yaitu senjata tradisional. Hal tersebut, tidak terlepas dari pengaruh peninggalan kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang. Senjata tradisional Sumatera Selatan diantaranya keris Palembang, siwar, skin, parang, pedang Palembang, tombak trisula, kujur dan kudhok. Dari sekian banyak senjata tradisional Sumatera Selatan tersebut, sangat jarang sekali ditemukan pengrajin senjata ataupun masyarakat Sumatera Selatan yang tetap melestarikannya. Generasi muda saat ini juga kurang mengenal senjata tradisional Sumatera Selatan, hal tersebut dikarenakan sangat terbatasnya media yang membantu untuk mengenalkan senjata tradisional Sumatera Selatan seperti buku khusus yang membahas mengenai senjata tradisional Sumatera Selatan dan senjata tradisional Sumatera Selatan juga telah mengalami peralihan fungsi, dimana pada zaman dahulu senjata tradisional memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat sebagai alat pertahanan diri (untuk perang dan melindungi diri), upacara adat atau tradisi serta digunakan juga sebagai alat pertanian, namun saat ini senjata tradisional hanya berfungsi sebagai benda hias yang dipajangan dan disimpan dimuseum-museum. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya pengenalan masyarakat terhadap senjata tradisional Sumatera Selatan dan karena faktor kemajuan teknologi yang semakin modern berdampak terhadap kurangnya minat dan ketertarikan generasi muda terhadap peninggalan sejarah terutama senjata tradisional. Maka dari itu perluh adanya perancangan komunikasi visual yang menarik minat dan dapat menjadi media edukasi untuk memperkenalkan senjata tradisional Sumatera Selatan kepada masyarakat terutama generasi muda. Sangatlah penting untuk memperkenalkan ragam kebudayaan yang ada di Sumatera Selatan terutama senjata tradisional Sumatera Selatan kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar identitas dari senjata tradisional Sumatera Selatan sebagai salah satu warisan budaya dan peninggalan sejarah Sumatera Selatan tidak hilang atau terlupakan.
EKSPLORASI BENTUK KONTRUKSI RAK PENYIMPANAN DI KANTOR ISTORA JAKARTA PUSAT Pratiwi, Maharani Ayu Bening
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2823

Abstract

ISTORA merupakan stadion olahraga bulutangkis ditingkat dunia, hingga saat ini stadion olahraga masih digunakan turnamen setiap satu tahun sekali ditingkat dunia. Selain bangunan utama yaitu ISTORA, adanya bangunan pendukung lainnya seperti ruang ganti atlet, ruang multifungsi, ruang VIP dan ruang kantor. Ditinjau sewaktu dilapangan adanya problem terkait tempat penyimpanan berkas diarea kantor ISTORA. Selain itu kurangnya pengoptimalan interior didalam area kantor ISTORA. Fungsi kantor ISTORA selain menjadi sarana dan prasarana stadion ISTORA, juga memiliki fungsi sebagai area pertemuan maupun meeting dari pihak luar dengan kepala bagian kantor ISTORA. Adanya celah yang digunakan untuk memunculkan ataupun memperkenalkan budaya di Indonesia lewat perancangan furniture custom, yang nantinya akan diletakan diarea kantor ISTORA dan meruapakan salah satu komponen penting untuk mendukung ambience suatu interior ruangan. Fungsi furnitur sendiri selain untuk menunjang aktivitas manusia, namun bisa juga menjadi poin of interest didalam suatu ruangan dan bisa menambah nilai estetik didalam suatu ruangan. Penelitian ini akan menggunakan metode Design Thinking, dengan fokus terhadap calon pengguna desain seperti para pegawai diarea kantor ISTORA. Perancangan furniture ini berupa rak penyimpanan dengan pendekatan budaya jawa, berupa Aksara Jawa yang diterapkan pada bagian kontruksi kaki furniture.Material yang akan digunakan berupa material alam seperti, teak wood (kayu jati) dengan finishing natural yang dikombinasikan dengan besi holo finisihing cat hitam doff. Pemilihan desain yang simple juga menjadi point utama agar dapat dipadu padankan diberbagai gaya desain interior ruangan.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL BOARD GAME PENGENALAN DESTINASI WISATA KOTA PALEMBANG UNTUK ANAK USIA 9-12 TAHUN Maharani, Maharani; Yulius, Yosef; Halim, Bobby
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2830

Abstract

Kota Palembang merupakan kota yang di dalamnya terdapat banyak destinasi wisata baik alam, buatan manusia, ataupun wisata sejarah dan budaya. Kota Palembang merupakan ibu kota provinsi di Sumatera Selatan. Kajian utama penelitian ini dititikberatkan pada identifikasi, analisa dan perancangan pada karya prototype board game dan media pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan metode perencanaan design thinking meliputi premedia, main media dan follow up media. Data dikumpulkan melalui observasi, kusioner, wawancara, literatur dan website. Data tersebut kemudian diidentifikasi, diklasifikasi, diseleksi, selanjutnya dianalisis menggunakan metode 5W+1H, SWOT dan di interpretasikan sesuai teks dan konteksnya. Perancangan komunikasi visual board game pengenalan destinasi wisata kota Palembang untuk anak  usia 9-12 tahun ini digunakan sebagai media komunikasi visual yang merupakan pembahasan perancangan ini. Perancangan ini bertujuan mengenalkan destinasi wisata yang ada di kota Palembang kepada khalayak sasaran yaitu anak usia 9-12 tahun. Dalam perancangan ini adapun media-media yang dihasilkan adalah board game, poster, t-shirt, keychain, buku, pena, pouch, tumbler, tas, dan topi.