cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA GURU SD DI YAYASAN SLB PROF. DR. SRI SOEDEWI Sugiarto Sugiarto; Rara Marisdaya; Iin Karlina
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.757 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i3.1576

Abstract

Stres merupakan suatu kondisi internal yang terjadi dengan ditandai gangguan fisik, lingkungan, dan situasi sosial yang berpotensi pada kondisi yang tidak baik sehingga dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dari struktur organisasi dan suasana kerja, beban kerja mental dan dukungan organisasi terhadap stres kerja pada guru sekolah dasar (SD) di yayasan Prof. Dr. Sri Soedewi MS, SH.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua guru yang berjumlah 42 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu semua guru yang berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan pembagian angket. Data di analisis dengan cara univariat dan bivariat dengan chi-square.Hasil penelitian univariat diketahui dari 42 responden, yang mengalami stres kerja tinggi sebanyak 23 orang (54,8%), struktur organisasi yang tidak baik 22 orang (52,4%), suasana kerja tidak nyaman 27 orang (64,3%), beban kerja mental tinggi sebanyak 15 orang (35,7%), dukungan organisasi rendah sebanyak 22 orang (52,4%). Hasil penelitian bivariat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara struktur organisasi dan suasana kerja, beban kerja mental dan dukungan organisasi terhadap stres kerja pada guru sekolah dasar (SD) di yayasan Prof. Dr. Sri Soedewi MS, SH.Terdapat hubungan yang signifikan antara struktur organisasi dan suasana kerja, beban kerja mental dan dukungan organisasi terhadap stres kerja pada guru sekolah dasar (SD) di yayasan Prof. Dr. Sri Soedewi MS, SH
FITOREMEDIASI TANAMAN KIAMBANG (Salvinia molesta) TERHADAP PENURUNAN KADAR PHOSPAT PADA AIR LIMBAH USAHA BINATU Virgilius Wuran; Heni Febriani; Subagiyono Subagiyono
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.435 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i2.1566

Abstract

Phospat yang berlebihan dalam badan air akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan masalah lingkungan hidup diakibatkan oleh limbah phospat khusunya dalam ekosistem air tawar yang menyebabkan kelebihan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan di perairan sehingga mampu meningkatakan produktivitas primer perairan. Salah satu alternatif mengatasi pencemaran lingkungan yaitu dengan fitoremediasi. Fitoremediasi adalah penggunaaan tanaman, pohon-pohonan, rumput-rumputan, dan tanaman air, untuk menghilangkann atau memecahkan bahan-bahan berbahaya baik organik maupun anorganik dari lingkungan. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas tanaman kiambang terhadap penurunan kadar Phospat pada air limbah laundry. jenis penelitian ini adalah true experimental dengan menggunakan rancangan pre-post group design with control. Subjek penelitian ini berfokus pada penurunan kadar phospat pada air limbah laundry sebanyak 60 liter air limbah binatu dengan variasi berat tanaman 150 gram, 200 gram, dan 250 gram, lama waktu yakni 5 hari perlakuan. pengolahan data deskriptif menggunakan grafik dan tabel. efektivitas penurunan kadar phospat pada air limbah laundry oleh tanaman kiambang ditunjukkan pada perlakuan fitoremediasi berat tanaman 250 gram yaitu rata-rata penurunan kadar phospat sebesar 0,123 mg/L.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI BURUK DAN KURANG PADA BALITA (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Balai Berkuak Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang) Juniari Kurnia; Marlenywati Marlenywati; Abduh Ridha
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.096 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v6i2.1769

Abstract

Berdasarkan profil dinas kesehatan Kabupaten Ketapang tahun 2017 terjadi peningkatan angka gizi buruk dan kurang sebesar (16,3%). Tahun 2017 jumlah kasus gizi buruk dan kurang tertinggi urutan dua di Kabupaten Ketapang adalah di  wilayah kerja puskesmas Balai Berkuak (17,6%). Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu, perilaku pantang makanan, ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi dan penyakit infeksi dengan kejadian gizi buruk dan kurang di wilayah kerja Puskesmas Balai Berkuak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional bersifat rancangan penelitian Case Control dengan jumlah sampel terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Uji yang digunakan Uji Chi  Square.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada  hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,002 ; OR=8,158), perilaku pantang makanan (p=0,000 ; OR=22,857), pendapatan keluarga (p=0,000 ; OR=8,556), ASI Eksklusif (p=0,004 ; OR=5,800), dan penyakit infeksi (p=0,043 ; OR=3,256) dengan kejadian gizi buruk dan kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Balai Berkuak. Diharapkan petugas kesehatan puskesmas melakukan penyuluhan kesehatan atau konseling kepada ibu nifas khusunya tentang pantang makanan yang dilakukan serta perlu mengikut serta kelurga meliputi gizi ibu nifas, yaitu makanan yang perlu dikonsumsi ibu nifas dan risiko apabila ibu nifas melakukan pantang terhadap makakan tertentu.
Pengetahuan, Sikap Dan Dukungan Keluarga Tentang Masa Subur Dengan Kehamilan Tidak Diinginkan Pada Calon Pengantin Remaja Wanita Di Kecamatan Pemangkat Farida Farida; Muhammad Taufik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9826.031 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v1i1.976

Abstract

Abstrak Masa subur merupakan masalah yang sangat urgen, hal ini dikarenakan kesuburan yang dialami  wanita diharapkan  dapat memberikan masukan bagi pasangan suami istri agar bisa hamil, namun untuk kalangan remaja  akibat kurangnya pemahaman mengenai masa subur berkaitan dengan hormon seks wanita yang kadarnya meningkat sesaat sebelum masa subur justru akan menimbulkan permasalahan. Masalah yang sering terjadi terhadap remaja wanita pada masa subur adalah  perubahan  hormon  serta perilaku berhubungan seks pranikah sehingga mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan  pada kalangan remaja akibat kurangnya pemahaman mengenai masa subur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga tentang masa subur dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan pada calon  pengantin  remaja wanita di kecamatan Pemangkat. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang calon pengantin remaja wanita di kecamatan Pemangkat. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kehamilan tidak diinginkan pada calon pengantin remaja wanita di kecamatan Pemangkat tinggi (57,1%). Pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kehamilan tidak diinginkan pada calon pengantin remaja wanita. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi remaja yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi terutama mengenai masa subur melalui penyuluhan dan pendekatan yang dilakukan kepada remaja putri khususnya mengenai resiko berhubungan seks pra nikah pada saat masa subur. Perlu adanya program seperti Peer Educator atau Peer Conselor di tiap-tiap sekolah terutama sekolah menengah atas (SMA). Hal ini dikarenakan remaja biasanya akan lebih mudah terbuka kepada teman sebayanya dari pada dengan orang tua sendiri Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga, Masa Subur, Kehamilan Tidak Diinginkan AbstractFertile period is considered as an important issue. This is due to the female fertility which can be the major contribution  to get  pregnant. However,  the fertile period (sex hormone) which  increases shortly before the fertile days  often induces problems, such as unwanted pregnancy caused by premarital sexual behavior. This study aimed at discovering the correlation of knowledge, attitude, family support  on fertile period, and unwanted pregnancy among teen brides in kecamatan Pemangkat. The study revealed the prevalence of unwanted pregnancy among adolescents in Kecamatan Pemangkat Tinggi  (57,1%). There were significant correlation of knowledge, attitude,  family support, and unwanted pregnancy among teen brides. Observational analytic, aswell as cross sectional approach, was carried out in this study. The statistical test employed was chi square test. The number of the samples was 72 teen brides in Kecamatan Pemangkat. They were selected by using purposive random sampling. Health workers are encouraged to provide information about health reproduction, especially fertile period and the risks of premarital sex on fertile days. It can be done by administering  counseling and approach to the adolescents. Also, peer educators and peer counselors for students of senior high school will be very helpful to run this program since adolescents are usually more open with their peers than with their parents.Key words: knowledge, attitude, family support, unwanted pregnancy
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, DUKUNGAN ORANG TUA DAN DUKUNGAN GURU DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN STANDAR NASIONAL PELAMBUAN 4 KOTA BANJARMASIN TAHUN 2016 Norfai Norfai; Khairul Anam
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.732 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.852

Abstract

Proporsi perilaku cuci tangan dengan benar di kota Banjarmasin masih rendah sebesar 32,37% dari target nasional sebesar 47,01% dengan menduduki peringkat 7 dari 13 Kabupaten di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan hubungan pengetahuan, dukungan orang tua dan dukungan guru dengan perilaku cuci tangan yang benar di SDN standar nasional pelambuan 4 kota Banjarmasin tahun 2016. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 134 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji korelasi Pearson dengan uji alternatif korelasi Spearman menggunakan program komputer dengan nilai kemaknaan (a) 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1 diantara 4 responden mempunyai perilaku cuci tangan yang benar dengan baik. Variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan perilaku cuci tangan yang benar (p value ≤ 0,05) adalah pengetahuan, dukungan orang tua dan dukungan guru
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, POLA KONSUMSI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVESITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK Winda Mulia Ningsih; Marlenywati Marlenywati; M. Taufik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v5i4.1760

Abstract

Kelainan siklus menstruasi merupakan indikator penting yang menunjukan adanya gangguan fungsi sistem reproduksi yang dihubungkan dengan peningkatan berbagai resiko penyakit seperti kanker rahim dan payudara, diabetes, penyakit kardiovaskular, infertilitas, dan fracture tulang. Kelainan siklus menstruasi dapat berupa polimenorrhea, oligomenorrhea, dan amenorrhea.   Hasil dari survei pendahuluan yang dilakukan kepada 10 mahasisiwi diketahui sebesar 30% dengan status gizi kurang, 100% tidak aktif beraktivitas fisik, 60% dengan asupan karbohidrat kurang, 50% dengan asupan protein kurang, dan sebesar 40% dengan asupan lemak kurang. Desain penelitian yang digunakan adalah case control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 119 mahasiswi yang berusia 19 – 35 tahun. Jumlah sampel penelitian sebanyak 62 reponden yang terdiri dari 31 kasus dan 31 kontrol. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan reseponden kasus sebagian besar mengalami polimenorrhea sebesar 51,6%,diikuti oligomenorrhea    sebesar 45,2% dan amenorrhea sebesar 3,2 persen. Selain itu juga diketahui tidak adanya hubungan status gizi (IMT kurus p value = 0,079; IMT lebih p value = 0,134), pola konsumsi (pola konsumsi kurang p value = 0,051; pola konsumsi lebih p value = 1,000), dan aktivitas fisik (p value = 1,000) dengan siklus menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bagi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak untuk membentuk pelayanan konseling gizi, kampanye Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), dan Senam Jum’at sehat. Bagi mahasiswi diharapkan rutin mengontrol keseimbangan berat badan dengan tinggi badan, berolahraga, dan mencukupi ketersediaan energi.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIHA KABUPATEN PESISIR BARAT Sepriyani Sepriyani; Andoko Andoko; Agung Aji Perdana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.876 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i3.1572

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Puskesmas Biha menduduki posisi teratas dengan malaria klinis sebanyak 354 kasus dari 23.590 penduduk (1,5%) dengan 127 (35,87 %) di antaranya didiagnosis sebagai Malaria Positif.  Tujuan penelitian adalah diketahui faktor risiko kejadian malaria di Puskesmas Rawat Inap Biha Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017 - 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain case control atau retrospective study. Populasi adalah penduduk yang tinggal di wilayah kerja puskesmas Biha. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 123 kasus dan 123 kontrol atau sebanyak 246 responden. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden yang memiliki kandang ternak (52,8%), memiliki tempat perindukan nyamuk (83,7%), langit-langitnya tidak memenuhi syarat (55,3%), dindingnya tidak memenuhi syarat (65,0%), kawat kassanya tidak memenuhi syarat (58,5%), ada kelambu (69,9%). Tidak ada hubungan kandang ternak (p value 0,160) dan tempat perindungan nyamuk (p value 0,388) dengan kejadian malaria. Ada hubungan langit-langit (p value 0,000. OR 8,04), dinding (p value 0,000. OR 3,9), kawat kassa (p value 0,000 OR 4,05), kelambu (p value 0,000. OR 16,6) dengan kejadian malaria. Kelambu merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria di Puskesmas Rawat Inap Biha Kabupaten Pesisir Barat tahun 2017 - 2018, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu 14.83. Saran pada penelitian ini diperlukan adanya tambahan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat khususnya tentang malaria.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA PADA PENDIDIKAN SEKSUAL REMAJA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLBN PEMBINA YOGYAKARTA Dwi Estri Handayani; Yuniar Wardani
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.9 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v6i3.1774

Abstract

ABK adalah anak-anak yang tidak memiliki kemampuan untuk melihat dan berbicara, cacat fisik dan mental. Setelah mereka menjadi remaja, mereka akan mengalami perkembangan seksual, seperti tidak cukup untuk mengendalikan mereka, realisasi sosial dan pemahaman tentang distribusi hasrat seksual. Jika mereka tidak diberi pendidikan tentang seks seksual, mereka akan melakukan penyimpangan perilaku seksual. Seperti perawatan anak-anak retradasi, yang melakukan hubungan seks setelah menonton film porno. Orang tua  memiliki peran penting berdasarkan pengetahuan dan sikap dalam memberikan pendidikan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencahayaan pengaruh orang tua dalam sikap terhadap pendidikan seksual di SLBN Pembina Yogyakarta. Penelitian pra-eksperimental dan pendekatan desain pretest-posttest kelompok. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang telah bersekolah di Dewan Pengembangan Universitas Negeri Yogyakarta 36 orang. Analisis menggunakan uji statistik,  yaitu  paired  t-test  dengan  tingkat  signifikan  p  <0,05. Sebelum percobaan, kami melakukan percobaan normalitas dengan Shapiro-Wilk untuk sampel minus 50. Analisis hasil menggunakan paired t-test mendapatkan peningkatan 4,98 dengan tingkat kontak p<0,05,   disebutkan   menerima   Ha,   itu   berarti   variabel   statistik percobaan sikap menggunakan percobaan Wilcoxon menunjukkan (p- value = 0,0001) bermakna secara statistik, sedangkan teorinya adalah tidak  bermakna,  sampai  Ha  ditolak,  karena  tidak  ada  pengaruh iluminasi yang signifikan. Ada pengaruh ilikinasi pengetahuan dan tidak ada pengaruh sikap orang tua terhadap iluminasi pendidikan seksual ABK di SLBN Pembina Yogyakarta.
PREVALENSI STUNTING BALITA DI MEDAN-INDONESIA AKIBAT DEFISIENSI ASUPAN ENERGI: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Nina Fentiana Daud; Sinarsih Sinarsih
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.394 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i1.888

Abstract

Manifestasi dari defisiensi zinc adalah gangguan pertumbuhan linier pada balita yang ditunjukkan dengan status stunting. Survey nasional pada skala kecil di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pulau Lombok dan Pulau Jawa, dilaporkan bahwa prevalensi defisiensi zinc sekitar 6-39%. Pemilihan Kota Medan sebagai lokasi penelitian didasarkan atas pertimbangan bahwa prevalensi stunting di Kota Medan tercatat sekitar 17.4% yang menyumbangkan angka prevalensi stunting terbesar untuk Sumatera Utara. Jika hal ini tidak diperhatikan maka anak-anak yang stunting akan menderita gizi buruk sehingga mengakibatkan double burden masalah gizi. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui kekurangan asupan energi sebagai faktor risiko terjadinya stunting pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Teladan, Kota Medan. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional (potong lintang). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus uji hipotesis untuk dua proporsi (Lameshow et.al., 1997) diperoleh 43 sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Asupan energi (kalori) yang rendah merupakan faktor risiko stunting pada balita di wiayah kerja puskesmas Teladan Kota Medan.
FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGGA KABUPATEN KUBU RAYA Dedi Alamsyah; Abduh Ridha
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.267 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.867

Abstract

Rancangan penelitian adalah case control study dengan tujuan untuk mempelajari berbagai faktor risiko yang berpengaruh terhadap efek dengan cara membandingkan kelompok kasus dengan kelompok kontrol. Adapun kelompok kasus berjumlah 33 positif malaria klinis dan kelompok kontrol berjumlah 33 orang. Adapun kelompok kasus pada saat penelitian diambil sampel darah dengan menggunakan RDT, sedangkan kelompok kontrol tidak dilakukan pengambilan sampel darah. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa faktor risiko untuk terjadinya malaria adalah kebiasaan tidur tidak menggunakan kelambu dengan p value 0,027 (OR = 10,24) dan keberadaan kandar ternak dengan p value 0,005 (OR = 4,45), sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko adalah  status ekonomi dengan p value 0,149, kebiasaan keluar rumah pada malam hari dengan p value 0,142, status pendidikan rendah p value 0, 566, genang air dengan p value 0,355, dinding rumah dengan p value 0,218. Mengatasi persoalan tersebut adalah Tidur pada malam hari menggunakan kelambu dan repelent sertaKeberadaan kandang ternak  jangan dibangun di dekat dengan pemukiman masyarakat.

Page 3 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue