cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN DAN STATUS KESEHATAN MASYARAKAT DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH BATU LAYANG KOTA PONTIANAK Rochmawati Rochmawati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.878 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.901

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran kualitas tanah, udara dan kepadatan vektor dan status kesehatan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Batulayang kota Pontianak. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 30 rumah responden yang berada di sekitar TPA Batulayang Kota Pontianak yang tersebar hingga jarak 300 meter dari TPA Batulayang. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 %.Hasil penelitian yang dilakukan bahwa pencemaran tanah masih dibawah NAB dengan kandungan Cd dalam ubi kayu sebesar <0,02 mg/kg. Pencemaran udara pada kadar gas SO2 memenuhi syarat, sedangkan kadar gas H2S, NH3, dan CH4 tidak memenuhi syarat. Kepadatan lalat dirumah responden disekitar TPA Batulayang menunjukan bahwa kategori kepadatan lalat tinggi/padat sebanyak 10 rumah, sedang sebanyak 17 rumah dan rendah sebanyak 3 rumah. Masyarakat yang menderita diare sebanyak 9 orang (30%), dan yang tidak menderita diare sebanyak 21 orang (70%). Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa (p>0.05, p value=0.398), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepadatan lalat dengan kejadian diare pada masyarakat di TPA Batulayang.Disarankan bagi masyarakat lebih menjaga dan memelihara lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya vektor penyakit terutama yang disebabkan oleh keberadaan sampah. Untuk masyarakat hendaknya menerapkan PHBS agar kesehatan dan kebersihan lingkungan selalu tetap terjaga.
PENGARUH KONSUMSI PISANG MASAK HIJAU TERHADAP PRAMENSTRUASI SINDROM PADA SISWI SMA NEGERI 1 PONTIANAK Muhammad Taufik; Marlenywati Marlenywati; Rizki Putri Tifani
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.978 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v6i2.1766

Abstract

Konsumsi pisang secara teratur pada wanita dapat mengurangi kejadian premenstruasi sindrom karena didalam pisang terdapat kandungan Vitamin B6, Kalsium dan Magnesium. Berdasarkan hasil screening didapatkan 53 siswi (22,1%)  yang memiliki tingkat gejala pramenstruasi sindrom sedang hingga ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pramenstruasi sindrom, mengetahui perbedaan gejala pramenstruasi sindrom sebelum diberikan pisang masak hijau dan setelah diberikan pisang masak hijau serta perbedaan hasil pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain Pretest-PostTest with Control Group design. Sampel penelitian berjumlah 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah uji Mann-Whitney Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukan ada perbedaan yang bermakna antara kelompok yang diberikan perlakuan sebelum mengkonsumsi pisang masak hijau dan setelah diberikan pisang masak hijau sebanyak 200 gram selama dua minggu berturut-turut dengan kelompok kontrol. Siswi SMA Negeri 1 Pontianak diharapkan untuk dapat menerapkan kebiasaan mengkonsumsi pisang masak hijau sebanyak 2 sampai  3  buah  dalam  sehari  (200  g)  selama  dua  minggu  sebelum  menstruasi, selain  dapat mengurangi gejala pramenstruasi sindrom, pisang juga termasuk buah yang dapat memenuhi kebutuhan serat setiap harinya.
ANALISIS KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN PENGOLAHAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Nurul Bariyah; Elly Trisnawati; Linda Suwarni
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.097 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i4.1757

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan  kejadian yang tidak dikehendaki dapat mengganggu proses aktivitas dan terjadi karena tindakan tidak aman (unsafe action) dan lingkungan tidak aman (Unsafe Condition) Data ILO  terdapat  13,7%  dikarenakan  kecelakaan  kerja,di  Indonesia80.392 kasus kecelakaan kerja .Salah satunya di bagian instalasi  giziRSUD DR.Soedarso Pontianak tempat pengolahan makanan terdapat7 kasus kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan kerja pada pekerja bagian pengolahan makanan di Instalasi Gizi RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bersifat deskriptif (descriptive) atau menguraikan faktor unsafe action dan unsafe  condition  yang  melatarbelakangi  kecelakaan  kerja  pada bagian pengolahan makanan di Instalasi Gizi RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat. Sampel penelitian sebanyak 37 orang, dengan  total  sampling  dimana  semua  popuasi  berhat  dijadikan sampel berdasarkan karakteristik pekerja  pada bagian pengolahan makanan di Instalasi Gizi RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat.  Sebagian  besar  pengetahuan responden  dikatagorikan baik sebesar 54,1%,  perilaku kerja responden dikatagorikan kurang baik sebesar 56,8%, kepatuhan penggunaan APD tidak menggunakan sebesar 81,1%,  pernah mengikuti pelatihan  sebesar 56,8%, desain Stasiun Lingkungan Kerja   di Instalasi Gizi   RSUD Dr. Soedarso Pontianak       sebagian  besar  responden  menyatakan  tidak  aman sebesar 89,1%, serta  identifikasi Upaya Pencegahan sebagian besar responden menyatakan tidak ada upaya pencegahan  sebesar 70,3%. Promosi K3  merupakan sarana  pencegahan terjadinya  kecelakaan kerja di rumah sakit dan  menyediakan APD sesuai standar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA KEGIATAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI PUSKESMAS RAWAT INAP KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG Mayasari Mayasari; Achmad Farich; Lolita Sary
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.535 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i2.1569

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Berdasarkan data Puskesmas rawat inap Kedaton sebesar 3.745 penderita. proporsi penduduk dengan faktor risiko PTM adalah usia > 15 tahun yang merokok sebanyak 36,3%, penduduk usia > 10 tahun yang kurang melakukan aktifitas fisik sebanyak 26,1%, penduduk usia > 10 tahun kurang mengkonsumsi sayur dan buah sebanyak 93,5%. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi berdasarkan kegiatan germas di Puskesmas rawat inap Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2018. Jenis Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan Cross sectionall. Populasi penelitian ini adalah rata –rata pasien kunjungan rawat jalan  kelompok umur >20 tahun tiga bulan terakhir di Puskesmas Rawat Inap  Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2018 sebanyak 2.179 orang. Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan umur > 20 tahun berjumlah 338 orang. Analisa Data yang digunakan data sekunder dengan uji statistik Chi Square dan multivariat regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh kejadian hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Kedaton tahun 2018 adalah 170 orang. Hasil bivariat menunjukan   ada hubungan aktifitas fisik  dengan  = 0,003 dengan OR 1,97, ada hubungan konsumsi buah dan sayur p value =0,010 dengan OR 1,84, ada hubungan merokok dengan  p value = 0,038 dengan OR 1,67 , tidak hubungan cek kesehatan dengan hipertensi p- value =0,556. Hasil multivariat menunjukan yang paling berpengaruh dengan kejadian hipertensi berdasarkan kegiatan germas  adalah konsumsi buah atau sayur dengan (OR Exp (B) = 2,375; 95% CI = 1.422- 3.748).Disarankan bagi petugas kesehatan meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang aktifitas fisik pada kelompok umur 15-59 tahun. Sosialisasi dan advokasi kegiatan germas di wilayah kerja Puskesmas dengan melibatkan peran serta lintas sektor terkait sebagai pemangku kebijakan.
GAMBARAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RELAPSE PECANDU NARKOBA DI KOTA PONTIANAK Indah Ayu Pertama; Linda Suwarni; Abrori Abrori
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.754 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v6i3.1771

Abstract

Rehabilitasi pencandu narkoba merupakan sebuah upaya pemulihan agar para pecandu memiliki ketergantungan terhadap narkoba. Relapse merupakan perilaku penggunaan kembali narkoba setelah menjalani penanganan secara rehabilitasi. Secara  garis besar ada dua faktor yang mempengaruhi terbentuknya relapse yaitu faktor internal dan faktor eksternal dari individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian relapse pada pecandu narkoba di Kota Pontianak. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 14 pasien rehabilitasi di Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyaraka. Teknik sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 14 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi langsung menggunakan kuesioner. Tekni  analisis  data  menggunakan distribusi  persentase. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa sebagian besar faktor internal yaitu niat mendukung sebesar 79%, pekerjaan yang tidak mendukung sebesar 85,7%, akses terhadap informan yang tidak mendukung sebesar 50,0%, dan   keluarga yang mempengaruhi kejadian relapse pada pecandu narkoba di Kota Pontianak adalah tidak mendukung sebesar 57,1%. Saran Bagi mantan pecandu dan keluarga yaitu meningkatkan kesadaran dalam diri untuk mengendalikan keinginan dalam menggunakan narkoba menjadi salah satu faktor untuk menghindari penggunaan narkoba  kembali,  dampak  narkoba  yang dapat membahayakan kesehatan dan berdampak negatif sudah sepantasnya merugikan bagi pecandunya, oleh sebab itu berhenti menggunakan narkoba adalah jalan yang terbaik untuk menghindari kerugian yang mungkin lebih besar lagi.
Sosial Ekonomi, Berat Lahir Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas Rindi Antika; Indah Budiastutik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9044.359 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v1i1.979

Abstract

AbstrakGizi merupakan salah satu penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Makanan yang diberikan sehari-hari harus mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan, sehingga menunjang pertumbuhan yang optimal dan dapat mencegah penyakit defisiensi, mencegah keracunan dan juga mencegah timbulnya penyakit yang dapat mengganggu kelangsungan hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi, berat lahir dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Desain studi dalam penelitian ini adalah case control. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Sampel adalah jumlah sampel kasus ditambah dengan jumlah sampel kontrol, sehingga penelitian ini memerlukan 82 balita dengan jumlah sampel 41 balita stunting sebagai kasus dan 41 balita tidak stunting sebagai kontrol. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendidikan dengan kejadiaan stunting pada balita di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten sambas (p value = 0,010), ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadiaan stunting pada balita (p value =0,001), ada hubungan antara pendapatan dengan kejadiaan stunting pada balita (p value = 0,039).Tidak ada hubungan antara berat lahir dengan kejadiaan stunting pada balita (p value = 0,616), ada hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadiaan stunting pada balita (p value = 0,021). Diharapkan ibu tetap harus aktif dalam mencari informasi melalui majalah, surat kabar, radio, TV, brosur-brosur, konsultasi dengan petugas kesehatan tentang makanan yang bergizi untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya makanan bergizi. Bagi Puskesmas diharapkan lebih mengoptimalkan kegiatan promosi kesehatan terutama tentang pencegahan stunting ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau khususnya daerah Desa Semanga kecamatan Sejangkung.Kata Kunci: Sosial Ekonomi, Berat Lahir, Penyakit Infeksi, Stunting AbstractNutrition is one of the determinants of human resources. Daily food intake should contain all the required nutrients  to support an optimal growth. In addition, it  prevents us from  nutritional deficiency, toxicity, and diseases that may interfere the viability of children. This study aimed at figuring out the correlation of socioeconomic, birth weight, infectious diseases, and the incidence of stunting among infants in Desa Semanga kecamatan Sejangkung kabupaten Sambas. A case control design was carried out in this study. The statistic test employed was chi square test. As many as  82 infants were selected as the sample by using purposive sampling technique.. They were divided into two groups; control  (41 infants and case  (41 infants). The study revealed two findings. First, there were correlation of education (p value = 0,010), knowledge (p value 0,039), income (p value = 0,039),infectious diseases (p value=0,021) and stunting in infants. Second, there was no correlation of birth weight  and stunting in infants (p value = 0,616). As a result,  mothers should be active in getting more information about nutritious food through magazine, radio, TV, brochures and health consultation. Besides, local public health centers also require to optimize their health programs, particularly the prevention of stunting to inaccessible remote areas, such as Desa Semanga kecamatan Sejangkung.Key words: Socioeconomic, Birth Weight, Infectious Diseases, Stunting
DISMENORE SEBAGAI FAKTOR STRES PADA REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI DI SMA KRISTEN KANAAN BANJARMASIN M Bahrul Ilmi; Fahrurazi Fahrurazi; Mahrita Mahrita
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.719 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v4i3.864

Abstract

Salah satu penyebab dismenore atau nyeri haid adalah faktor psikis atau stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan dismenore pada remaja putri kelas X dan XI di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel yang dipergunakan adalah total sampling dengan sampel sejumlah 94 responden. Data diambil dengan cara pemberian daftar pertanyaan (kuesioner). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Pearson Chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan dismenore yakni p value = 0,037 dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 (5%) sehingga   p value < α. Faktor psikis atau stres dapat meningkatkan  resiko kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Kristen Kanaan Banjarmasin. Sekolah diharapkan dapat memberikan tambahan materi tentang pengetahuan kesehatan reproduksi  pada remaja dalam upaya peningkatan  kesehatan reproduksi khususnya mengenai dismenore.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKANAN DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA IBU- IBU PETANI JAGUNG DI DESA RASAU JAYA I Haruniati Haruniati; Marlenywati Marlenywati; Iskandar Arfan
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v6i1.1762

Abstract

Data Dinas Kesehatan Provinsi  Kalimantan Barat tahun 2018  sebanyak 21,8 persen penduduk dewasa di Kalbar mengalami obesitas. Kejadian obesitas di Kubu Raya sebesar 5,2 persen. Berdasarkan hasil survei awal yang peneliti lakukan pada bulan Juli 2017 pada ibu-ibu petani jagung di Desa Rasau Jaya I, diambil untuk observasi awal berjumllah 10 sampel diperoleh 7 orang  (70%) mengalami obesitas menggunakan IMT (Data Primer, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui   hubungan antara asupan makanan dan  aktifitas fisik dengan kejadian obesitas pada ibu-ibu petani jagung di Desa Rasau Jaya 1.Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini pada ibu-ibu petani jagung di Desa Rasau Jaya 1 yang mengikuti kelompok tani yang sampai saat ini berjumlah 22 kelompok dengan jumlah peserta 518   orang, dengan jumlah sampel diambil sebanyak 70 orang. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square.Hasil   analisis   menunjukkan   bahwa   ada   hubungan   asupan   lemak (p=0,000;PR=2,017), karbohidrat  (p=0,007;PR=1,825)    dan  durasi  tidur (p=0,000;PR=1,944),    dengan  kejadian obesitas   pada ibu-ibu petani jagung di Desa Rasau Jaya 1, serta tidak   ada hubungan antara asupan protein serat,  dan aktivitas fisik,  dengan kejadian obesitas  pada ibu-ibu petani jagung di Desa Rasau Jaya 1.Diharapkan tenaga kesehatan memberikan penyuluhan mengenai bahaya obesitas dan responden memperhatikan, jenis-jenis makanan yang banyak mengandung lemak yang dikonsumsi dapat didapat dari sumber nabati (tumbuhan) dan hewani (hewan).
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KATARAK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSAT PENGOBATAN GIGI DAN MATA KOTA PONTIANAK Irneta Bela Novita; Iskandar Arfan; Otik Widyastutik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.494 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i3.1574

Abstract

Katarak meruakan suatu keadaan dimana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh. Katarak yang disebabkan oleh diabetes melitus disebut katarak diabetik yang terjadi adanya perubahan pada lintasan sorbito (poliol) di lensa mata. Penyakit katarak penyebab utama kebutaan di seluruh dunia sebesar 51% (WHO, 2012). Kota Pontianak mengalami peningkatan dari tahun 2015 yaitu 1310 kasus sedangkan tahun 2016 yaitu 2600 kasus (Dinkes Kota, 2016). Pusat Pengobatan Gigi dan Mata dari data Rekam medik penderita Katarak pada bulan Mei sampai Juli mengalami peningkatan dari 62 jiwa sampai 142  jiwa pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan deengan kejadian katarak pada penderita diabetes melitus di Pusat Pengobatan Mata dan Gigi Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain kasus control dengan menggunakan matching umur dari 46-65. Sample penelitian sebanyak 56 responden (28 kasus dan 28 kontrol) diambil menggunakan teknik accidental sampling. Menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita DM ≥5 tahun (P value = 0,014 dan keterpaparnya asap rokok (p value = 0,006). Variabel yang tidak berhubungan yaitu keteraturan pengobatan DM (P value = 0,090), kebiasaan olahraga penderita DM (P value = 0,775) dan kebiasaan konsumsi tanaman obat (P value =0,103 ). Bagi Pusat Pengobatan Mata dan Gigi Kota Pontianak untuk meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada penderita katarak dalam mengontrol kadar gula darah untuk mencegah komplikasi dan menambah fasilitas laboratorium untuk lebih efektif dalam pengobatan lebih lanjut.
STIGMA TERHADAP HIV DAN AIDS: BAGAIMANA GURU DAN TEMAN SEBAYA BERPENGARUH Niken Agus Tianingrum
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.474 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i1.894

Abstract

Stigma merupakan barrier bagi terbukanya akses pelayanan bagi orang dengan HIV&AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengaruh teman sebaya dan guru dengan stigma terhadap ODHA pada pelajar SMA di Surabaya Selatan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer pada 785 responden di 11 SMA. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 stage cluster sampling dengan probability proportionale to size sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,2% pelajar memiliki stigma terhadap HIV&AIDS. Terdapat hubungan antara pengaruh teman sebaya (p=0,0001; OR=7,82) dan pengaruh guru (p=0,0001; OR=5,84) dengan kejadian stigma terhadap ODHA.  Hal tersebut berarti yang berarti pelajar yang terpengaruh sikap negatif teman sebaya dan juga gurunya, akan berpeluang melakukan stigma 7,82 (teman sebaya) dan 5,84 (guru) kali lebih besar dibandingkan yang tidak terpengaruh. Kesimpulannya adalah pelajar yang terpengaruh sikap teman sebayanya dan guru di sekolah cenderung melakukan stigma. Berdasarkan hasil ini, diharapkan adanya peran pemerintah untuk meningkatkan peran guru dan teman sebaya dalam mengurangi stigma melalui program HIV&AIDS berbasis sekolah.Kata kunci: Stigma, HIV&AIDS, ODHA, Pelajar SMA

Page 5 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue