JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik
Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is a scientific communication media intended to accommodate the results of research, study results, or scientific studies related to Catholic Religious Education as a form of contribution to STKIP Widya Yuwana for the development of Catholic Religious Education in general. Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is published by the STKIP Research Institute Widya Yuwana. Publish twice a year (April and October).
Articles
310 Documents
DIALOG TRANSFORMATIF AGAMA DAN KEKERASAN
Andri Fransiskus Gultom
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1869.362 KB)
Nowadays, the rise of violence in religion has created new issues on humanity. The pluralism of religion has been indicated as a trigger of conflicts and unfinished debates. Many conflicts develop in many places because each group claims that their religions have an absolute truth whereas the other religion do not. In brief, this exclusive attitude and paradigm has made each group of religion tends to exclude other religions, therefore all efforts to create peace and harmony among religzous people are difficult to be implemented. In other word being exclusive in religion makes disharmony. This fact is not regarded as "taboo", because people have been accustomed to "take for granted" the truth in their religions. Asking the truth becomes the difficulty and challenge to create peace. The question is, how to create the dialogues among all religions in the world, especially in Indonesia? The hope to create peace, and love in among religions zn Indonesia still needs the dialog in practice.
PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP: PROSES MENUJU KEPEKAAN TERHADAP ALAM SEMESTA
Antonius Tse
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1116.061 KB)
Alam dan lingkungan hidup merupakan kerabat manusia. Manusia membutuhkan alam dan lingkungan untuk dapat melangsungkan hidupnya. Alam dan lingkungan hidup tanpa manusiapun akan tiada bermakna. Ada simbiosis mutualisme antara manusia dengan alam dan lingkungan hidup. Eksploitasi besar-besaran terhadap kekayaan alam yang menyebabkan rusaknya ekosistem memperlihatkan betapa manusia modern telah lalai menjalankan kewajiban dan tanggungjawabnya yang luhur untuk melestarikan alam dan lingkungan hidup. Manusia modern terobsesi untuk menguasai alam daripada menjadikannya kerabat. Global warming telah menghentak berbagai pihak untuk menata kembali kekerabatan ini. Menurut hemat penulis, diperlukan upaya yang lebih mendasar untuk membaharui kekerabatan dalam alam semesta dengan membangun kepekaan, membangkitkan rasa kagum serta kesadaran akan panggilan generasi muda untuk bertanggung jawab atas alam dan lingkungan hidupnya melalui pendidikan berwawasan lingkungan hidup.
KELUARGA KRISTIANI: LAHAN DAN SUBYEK PENDIDIKAN DASAR TENAGA MISIONER GEREJA
Don Bosco Karnan Ardijanto
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1767.107 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v4i2.107
Keluarga Kristiani adalah Gereja-Rumah Tangga yang dipanggil untuk ambil bagian dalam karya perutusan Gereja di tengah dunia. Di dalam keluarga terdapat berbagai bentuk pendidikan dasar sekaligus menghadirkan seluruh dimensi penting dalam kehidupan Gereja Selain itu, keluarga Kristiani juga berada pada posisi sangat strategis untuk melaksanakan perutusan Gereja di dunia. Untuk menunjang dan mendorong keberhasilan tugas perutusan Gereja di dunia, maka Gereja perlu menyiapkan para tenaga misionemya sejak dini mulai dari keluarga-keluarga Kristiani. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi lahan sekaligus subyek bagi pendidikan dasar para tenaga missioner Gereja.
PEMBELAJARAN DALAM KONTEKS (Sebuah Alternatif Strategi Pembelajaran)
Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1574.207 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v4i2.108
Pembelajaran yang hanya menekankan transfer ilmu dan kurang memperhatikan konteks murid beserta dinamikanya dapat menyebabkan terjadinya jurang antara murid dengan ilmu yang dipelajarinya, dan tidak jarang proses pembelajaran akan mengalami kegagalan. Pada hakikatnya, pembelajaran, pembelajaran adalah sebuah aktivitas murid. Subyek pembelajaran adalah murid, dan fungsi guru lebih bertindak sebagai fasilitator atau dinamisator. Untuk mendukung proses pembelajaran dalam konteks, guru perlu melihat, mengamati, menganalisa keadaan murid dengan berbagai dinamikanya. Setelah itu semua dilakukan, kemudian guru merencanakan dan melaksanakan program serta membuat evaluasi berdasarkan situasi nyata berikutnya.
PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENUMBUHKAN MASYARAKAT GEMAR BELAJAR
Gabriel Sunyoto
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1937.143 KB)
Pendidikan dapat dikatakan sebagai poros sentral dalam mengawal kemajuan suatu masyarakat. Di era kemajuan teknologi ini semua demensi kehidupan berlomba-lomba menggapai kemajuan dengan harapan kemakmuran dan kesejahteraan dapat digegarn. Demikian juga dunia pendidikan, dengan teknologi pendidikan, dunia pendidikan mengatur diri dalam lima kawasan; Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan dan Penilaian berharap dapat menjadi poros sentra.l dalam mengawal kemajuan masyarakat. Namun apabila melihat kenyataan terutama out put dan out come dari banyak lembanga pendidikan rupanya belum menujukkan hasil yang maksimal. Masalah mendasar yang kiranya patut diperhatikan adalah bagaimana memasyarakatkan kebijakan pendidikan, agar buah-buah kebijakan tersebut menjadi cultur dalam masyarakat, yang kemudian menghasilkan budaya gcmar belajar dalam masyarakat. Halberikut yang tidak kalah penting bagaimana peran guru dalam membentuk cultur masyarakat gemar belajar tersebut mulai dari dalam kelas. Dengan demikian apabila seluruh masyarakat memiliki cultur gemar belajar maka keberhasilan pendidikan dapat lebih diharapkan.
MEMPROMOSIKAN PERUMPAMAAN DALAM MENGAJAR AGAMA KATOLIK
Agustinus Wisnu Dewantara
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1990.162 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v4i2.110
Jesús preached the kingdom of God. Many of his parables begin: The kingdom of God is like….” But what exactly is the kingdom of God? Parables are enigmatic stories. Metaphorically they are set beside the idea of a kingdom of God, but idea the idea of kingdom is itself mysterious. Everyone who hangs around churches has heard of the parables of Jesus. They are familiar. They have been allegorized, psychologized, and sometimes reduced to pointed “lessons” on moral behavior. But mysteriously, after twenty centuries they still generate retelling and still are puzzling. Maybe the today teacher who preach must be converted. The today teacher cannot preach about the kingdom of God as if it were something somewhere out in the world beyond us. Remember, the kingdom of God is a happening, and people live within its happening. Instead we (and many teacher today) must speak the kingdom of God (and also religion preaching) happening all around us.
GLOBALISASI EKONOMI DAN PEMISKINAN MASYARAKAT: BAGAIMANA INSTITUSI AGAMA MERESPONNYA
Ola Rongan Wilhelmus
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2026.997 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.111
Globalisasi ekonomi dan pasar bebas merupakan di satu pihak sumber kekayaan bagi pemilik modal besar dan mereka yang memiliki akses kekuasaan, di pihak lain globalisasi menjadi sumber pemiskinan dan malapetaka bagi kebanyakan keluarga dan masyarakat kecil. Sadar akan kenyataan ini, para intelektual negara-negara berkembang sepakat bahwa globalisasi ekonomi merupakan mesin kapitalis yang memproduksi kemiskinan global karena telah merampas sebagian besar dari kekayaan dunia untuk segelintir orang. Peningkatan mutu kehidupan sosial ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat serta upaya mencari solusi atas masalah kemiskinan akibat kebijakan ekonomi global dan pasar bebas ini merupakan bagian dari misi profetis dan tanggung jawab semua agama dan umat beriman. Agama Katolik sebagai suatu institusi sosial di tengah mayarakat dunia mempunyai tugas dan tanggung jawab profetik untuk membela dan membebaskan keluarga dan masyarakat yang kurang beruntung dari kemiskinan dan ketertindasan melalui bantuan karitatif maupun pemberdayaan sosial ekonomi, politik, kesehatan dan lain-lain.
KELUARGA KRISTIANI DAN RELASI PERSAUDARAAN DALAM DINAMIKA TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Jacobus Salesius Wibawa Singgih
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4661.009 KB)
Perkembangan teknologi komunikasi yang berbasis elektronik mengakibatkan dunia saat ini berubah bentuk menjadi sebuah desa global. Dalam desa globalini, identitas manusia akan bergeser dari identitas individualistis dan fragmentaris kepada individu kolektif. Jejaring komunikasi global di satu sisi telah mengkondisikan hampir setiap penduduk bumi termasuk keluarga-keluarga Kristen untuk memanfaatkan jejaring komunikasi sebagai sarana pengembangandiri, keluarga, relasi sosial dan persaudaraan. Di sisi lain, kemajuan ini juga mengakibatkan tidak sedikit perselisihan faham tentang isu dan persoalan terkaitdengan iman dan kemanusiaan yang tersebar luas karena bantuan komunikasi global. Sadar akan hal ini maka, keluarga-keluarga Kristen dituntut mengambilsikap yang tepat dalam menggunakan jasa komunikasi global. Sikap yang tepat terletak pada usaha menjadikan media sebagai sumber dukungan, stimulusdan inspirasi untuk menjadikan setiap keluarga Kristen sebagai bagian dari komunitas iman dan cinta kasih Kristian.
KELUARGA MENJADI SEMINARI DASAR BAGI PANGGILAN IMAM DAN HIDUP MEMBIARA
Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1905.214 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.113
Kelimpahan material menjadi satu-satunya cita-cita yang musti dikejar selama hidup oleh kebanyakan orang dan keluarga saat ini. Kehausan untuk memiliki materi, tidak jarang mengakibatkan prioritas pengembangan jatidiri sebagai umat beriman diabaikan. Relasi dan penghormatan antar pribadi dihidupi bukan menurut logika memberi atau berkorban dengan besar hati, melainkan menurut logika hasrat menguasi dan memiliki yang berakar pada kecenderungan cinta diri. Di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang demikian, kita patut bertanya: masih adakah harapan akan tumbuh dan berkembangnya panggilan untuk hidup membiara atau menjadi imam dalam diri kaum muda yang lahir dan besar di tengah keluarga Kristen?
KELUARGA DAN EKARISTI
Don Bosco Karnan Ardijanto
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1302.259 KB)
|
DOI: 10.34150/jpak.v5i3.114
Modernisasi membawa berkat tetapi juga ancaman pada saat yang sama. Di satu sisi, modernisasi meningkatkan taraf hidup, pendidikan dan kesehatan manusia. Di sisi lain, modernisasi mengakibatkan manusia mengalami keterpecahan diri, melahirkan mentalitas dan orientasi hidup yang cenderung mendewakan uang, pangkat, jabatan, dll. Modernisasi berdampak buruk terhadap kehidupan keluarga Kristiani dan Perayaan Ekaristi.