cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 24 Documents clear
PENGARUH INTERVENSI GIZI SPESIFIK TERHADAP KEJADIAN STUNTING; STUDY LITERATUR REVIEW Citra Elly Agustina; Rahayu Yuliana Watiningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.222

Abstract

Stunting saat ini merupakan masalah kurang gizi terbesar pada balita di Indonesia. Salah satu upaya penurunan stunting melalui intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung kejadian stunting. Menurut SSGI 2022 sebanyak 21,6% balita stunting. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian stunting belum mencapai target 14% pada tahun 2024. Tujuan dari literature review ini untuk mengidentifikasi intervensi spesifik terhadap kejadian stunting. Metode yang digunakan kajian pustaka (literature review) dari berbagai sumber seperti PubMed, Google Scholar, DOAJ dan portal Garuda yang terbit pada tahun 2019-2023. Berdasarkan kajian 13 artikel yang dilakukan review menyatakan bahwa intervensi gizi spesifik pada balita, remaja putri dan ibu hamil berpengaruh terhadap penurunan kejadian stunting. Intervensi gizi spesifik yang diberikan selama 1000 HPK sangat berpengaruh dalam pencegahan kejadian stunting. Dengan pendekatan spesifik ini diharapkan penurunan kejadian stunting dapat tejadi.
IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS SEKOLAH DI KABUPATEN SRAGEN Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.224

Abstract

Pubertas yang terjadi pada masa remaja merupakan hal yang natural, akan tetapi jika tidak didasari dengan pengetahuan yang sesuai dapat berdampak negative. Pendidikan seksualitas dan reproduksi di sekolah memiliki sangat efektif diberikan disaat orang tua tidak berperan dalam memberikan pendidikan seksualitas kepada anak. Beberapa upaya pendidikan seksual diberikan kepada remaja di wilayah Kabupaten Sragen, tetapi masih ditemukan adanya perilaku seksual berisiko yang dilakukan remaja. Ekplorasi mengenai kegiatan pendidikan seks di sekolah belum teruraikan secara jelas, padahal ini penting untuk analisis situasi kebutuhan yang diperlukan untuk bisa menyusun program selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi mengenai implementasi pendidikan seksual dan reproduksi berbasi sekolah yang telah dilakukan di Kabupaten Sragen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pemegang program kesehatan reproduksi remaja di Kabupaten Sragen. Analisis data kualitatif terdiri dari reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini sudah adanya program kesehatan remaja di tiap sekolah berupa sosialisasi dan edukasi. Adanya faktor penghambar anggaran, sumber daya manusia dan sarana prasarana. Perlunya program kesehatan reproduksi yang terintegrasi kurikulum dengan melibatkan beberapa pihak.
PENGARUH LOVING BABY MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN KERTOSARI, KECAMATAN TEMANGGUNG KABUPATEN TEMANGGUNG Rosminta Sagala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.215

Abstract

Latar Belakang: Bayi adalah periode awal kehidupan seorang anak umur 0-12 bulan. Proses pertumbuhan dan perkembangan bayi salah satunya terjadi pada saat tidur2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2017 diperoleh data kurang lebih 33% bayi menderita gangguan tidur. Loving Baby Massage merupakan terapi non farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur bayi3. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh Loving Baby Massage terhadap kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan. Variabel Penelitian: Variabel independent adalah Loving Baby Massage, Variabel dependent adalah kualitas tidur bayi usia 1-12 bulan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Quasy Experimental dengan tipe One Group Pretest-Posttest Design without Control Group. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden. Uji bivariat menggunakan Wilcoxon signed rank test. Kesimpulan: Hasil uji Wilcoxon signed Test 0.005
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDAMPINGAN MASA BALITA DI DESA REJOSARI, KECAMATAN BANCAK, KABUPATEN SEMARANG Diah Winatasari; Retnaning Muji Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.223

Abstract

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak. Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit. Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Oleh sebab itu peran dari berbagai pihak sangat penting dalam upaya pencegahan stunting, mengingat target capaian nasional adalah 14 % pada tahun 2024. Salah satu prioritas utama pemerintah saat ini yaitu Penurunan Stunting. Hal tersebut dapat kita lihat dari adanya Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan Stunting. Perumusan masalah, bagaimana penatalaksanaan stunting di Desa Rejosari dalam rangka percepatan pencegahan stunting Tujuan, untuk mengetahui dan menganalisis penerapan peranan pemerintah desa dalam rangka percepatan pencegahan stunting. Metode yang digunakan pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif dengan tehnik wawancara, spesifikasi penelitian yaitu deskriptif analitis dengan analisis data kualitatif. Hasil, upaya percepatan pencegahan stunting yang telah dilakukan di desa Rejosari telah sesuai dengan Peraturan gubernur Nomor 34 tahun 2019 dengan hasil cukup efektif yaitu adanya penurunan sejumlah 36,8 %.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOTUNGGAL Qoifatur Rosyida; Romdiyah Romdiyah; Ari Setyawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.217

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dibandingkan dengan umur dengan tinngi badan yang berada dibawah minus dua standar deviasi (≤2SD). Pola asuh orang tua mengacu pada pola asuh dan pendekatan yang digunakan orang tua dalam membesarkan anaknya, gaya pengasuhan yang berbeda dapat memiliki efek yang berbeda pula pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wonotunggal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan populasi sebanyak 119 orang tua yang mempunyai anak umur 24-59 bulan dengan stunting sampel yang diambil berjumlah 92 responden. Penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk menguji hubungan antar variabel. Sebagian besar responden menerapkan pola asuh otoriter sejumlah 35 responden (38%), 32 responden (34.8%) menerapkan pola asuh demokratis, dan 25 responden (27,2%) menerapkan pola asuh permisif. Didapatkan hasil ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wonotunggal, berdasarkan uji chi-square dengan p-value sebesar 0,000 < α = 0,05.
ANALISIS INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PERESEPAN PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE II RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PURI ASIH SALATIGA Alifia Suryani Ashari; Aria Sanjaya; Edi Sutarmanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.219

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif kronis apabila tidak dirawat dengan benar dapat menimbulkan penyakit komplikasi. Orang dengan komplikasi diabetes membutuhkan lebih banyak obat sehingga mereka dapat berpotensi menimbulkan interaksi obat yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antidiabetes oral pada lembar resep rawat jalan dan menganalisis interaksi resep obat antidiabetes oral tersebut. Studi ini mencakup penelitian kuantitatif menggunakan teknik analitik berbasis deskriptif dengan desain cross sectional dan analisis data retrospektif pada populasi pasien dengan diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Puri Asih Salatiga. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria untuk inklusi adalah 105 lembar resep. Analisis data dengan analisis univariat untuk mendeskripsikan gambaran karakteristik pasien dan resep dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara jumlah obat yang diresepkan dengan potensi interaksi obat. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa metformin (39,82%) dan glimepiride (38,94%) adalah mayoritas obat diabetes oral yang digunakan dan tingkat keparahan interaksi obat yang tertinggi adalah moderate sebanyak 284 (82,32%). Farmakodinamik 148 kasus (42,90%) adalah mekanisme interaksi obat yang paling sering terjadi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara jumlah obat yang diresepkan dengan potensi interaksi obat yang diperkirakan p=0,001 (
STEROID PADA COVID-19 Fariz Nurwidya; Itsna Arifatuz Zulfiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.144

Abstract

Pada pasien Corona virus infection disease (COVID)-19 dengan gejala berat ditemukan kadar sitokin proinflamasi yang tinggi dibandingkan dengan pasien bergejala ringan hingga sedang. Agen imunomodulator utama yang telah diketahui memiliki berbagai manfaat sekaligus efek samping adalah kortikosteroid. Tujuan artikel tinjauan pustaka ini adalah untuk mengelaborasi penggunaan kortikosteroid pada pasien COVID-19. Metode penulisan ini adalah deskripsi naratif berdasarkan panduan Organisasi Kesehatan Dunia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan berbagai penelitian uji klinis pada pasien COVID-19. Hasil penelusuran bukti ilmiah menunjukkan bahwa kortikosteroid telah diindikasikan untuk berbagai macam penyakit, yang secara umum dapat dibagi menjadi penyakit infeksi dan inflamasi, penyakit alergi dan autoimun. Kortikosteroid bekerja dengan mekanisme yang kompleks, yang terdiri dari mekanisme genomik dan nongenomik. Pada COVID-19, kortikosteroid digunakan secara sistemik dan dapat diberikan melalui rute oral atau injeksi. Berdasarkan berbagai bukti ilmiah dari uji pra-klinis dan uji klinis yang meneliti aspek indikasi, mekanisme kerja, efek samping, interaksi obat, dan penggunaan pada kelompok khusus, disimpulkan bahwa steroid efektif dan aman digunakan pada pasien COVID-19 membutuhkan suplementasi oksigen pada perawatan di rumah sakit.
INTERVENSI KEPERAWATAN PADA PENURUNAN SUHU PADA BAYI DENGAN METODE SKIN TO SKIN CONTACT : A LITERATURE REVIEW Sutiyono Sutiyono; Yesita Ragil Kusumaningrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.210

Abstract

Demam merupakan respon yang sering dialami pada bayi selama sakit. Demam pada bayi perlu melakukan tindakan yang segera dan perlakuan dalam penanganan. Salah satu penatalaksaan demam pada bayi dengan kontak kulit ibu dengan kulit bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intervensi kontak kulit pada perubahan suhu pada bayi demam. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode literature review. Media pencarian artikel dilakukan dengan data base Google Scholar, Pubmed, Crossref, Web Of Science, Scopus besarnya sampling sebanyak 9 artikel. Hasil sintesis review dari 9 artikel yang didapatkan bahwa didapatkan 6 artikel yang mempunyai dampak pada penurunan suhu dan 3 artikel tidak mempunyai dampak lansung penurunan suhu pada bayi. Hasil analisis lebih lanjut bahwa dengan pemberian kontak kulit ibu kepada bayi dapat meningkatan ASI, peningkatan denyut jantung dan peningkatan pola nafas dalam bayi. dengan peningkatan dalam denyut jantung dan pola nafas oleh bayi dapat memberikan kestabilan suhu pada bayi. Adanya kontak kulit pada penatalaksanaan demam pada bayi mempunyai pengaruh yang positif dan mengalami perubahan yang bermakna dalam pola nafas dan denyut jantung.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN MODEL SERVQUAL DI APOTEK Rahajeng Fauziah Sulistyaningrum; Elia Azani; Aria Sanjaya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.220

Abstract

Kepuasan konsumen adalah perasaan yang timbul karena adanya kesesuaian antara apa yang diharapkannya dengan apa yang diterimanya. Kualitas pelayanan yang baik dan memberi kepuasan jika jasa yang diberikan telah sesuai ataupun melampui apa yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dengan Model servqual di Apotek Sinar Farma Salatiga. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner yang telah di uji validasi kemudian diisi oleh pasien yang datang ke Apotek. Pengukuran kepuasan konsumen menggunakan 5 dimensi yaitu reliability, assurance, tangibles, empathy dan responsiveness. Berdasarkan uji validitas pada seluruh pertanyaan pada kuesioner kepusan pasien yang telah dibuat peneliti dinyatakan valid karena r hitung > r tabel (0,207). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan pada dimensi reliability 95%, assurance 94%, tangibles 94%, emphaty 94%, responsiveness 96% dari hasil keseluruhan didapatkan rata-rata sebesar 95% menunjukkan nilai tersebut dalam kategori sangat puas, sedangkan nilai gap (kesenjangan) secara keseluruhan dengan rata-rata -0,26. Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dengan model servqual di Apotek Sinar Farma Salatiga hasil nilai kepuasan pasien dalam kategori sangat puas.
LITERATUR REVIEW: TERAPI NONFARMAKOLOGI TERHADAP DEPRESI POSTPARTUM Nurul Jannah; Siti Septiani; Agus Dodi Praptomo; Siraj Bugar Adhetian; Ardi Novrian; Rini Sugiarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i2.218

Abstract

Depresi yang terjadi pada masa pasca melahirkan ini merupakan suatu gejala ketidaknormalan suasana hati, biasanya terjadi diantara 2-6 minggu pasca persalinan. Gejala seperti rasa tertekan, merasa kehilangan pada ketertarikan, terjadi gangguan pada pola makan, tidak dapat tidur, gejala lelah fisik, merasa seperti tidak berguna, gangguan konsentrasi dan bunuh diri. Perlu pencegahan keadaan yang lebih parah. Penanganan bersama keluarga dan Nakes. Terapi non-farmakologis menjadi alternatif pencegahan dan penanganan kejadian depresi ibu pascapartum. Penelaahan Jurnal di Pubmed, Google Scholar Sciece Direct dengan syarat waktu publikasi jurnal antara 5-10 tahun terakhir, desain RCT dan quasi eksperimental, responden ibu pascapartum depresi sedikitnya 20 ibu nifas. Studi primer yang diambil sebanyak 15 jurnal dan terdapat beberapa penatalaksanaan pencegahan depresi pada ibu pascapartum diantaranya adalah terapi Massage, Back massage, Meridian accupoints massage, Aromatherapy, Facial touch (totok Wajah), Yoga Postnatal, Terapi murrotal Al-Qur’an, Body massage, Exercise and wellness Interventions, Massage Terapi SMARTER atau Spiritual Management of Relaxation Therapy, massage terapi Effleurage, Progressive muscle relaxation, Hypnobreastfeeding, Cognitif Behavior Therapi (CBT). Penatalaksanaan terapi nofarmakologi tersebut terbukti secara ilmiah mempunyai dampak postif dalam mencegah serta mengurangi kejadian depresi pada ibu pascapartum.

Page 1 of 3 | Total Record : 24