cover
Contact Name
Moebari, M.Kes
Contact Email
Moebari, M.Kes
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljpmkh2019@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Rakyat Mataram No 11.B
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
ISSN : 26547716     EISSN : 26564211     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) merupakan Jurnal yang memuat hasil kegiatan pengabdian masyarakat dibidang kesehatan. JPMKH mulai terbit pada Januari tahun 2019 dengan siklus 2 edisi pertahun. Jurnal ini memuat selain hasil kegiatan dosen internal Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta juga memuat hasil kegiatan dosen dari di Perguruan Tinggi Swasta Kesehatan lainya.
Articles 102 Documents
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT DI DUSUN GONDANG DAN DUSUN DONOASIH DONOKERTO TURI SLEMAN Murti Krismiyati; Berlina Putrianti; Elisabet Iswantiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 1 No 2 (2019): JUrnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.123 KB)

Abstract

Latar Belakang :Populasi lansia meningkat sangat cepat. Tahun 2020, jumlah lansia diprediksisudah menyamai jumlah balita. Sebelas persen dari 6,9 milyar penduduk dunia adalah lansia(WHO, 2013). Stanhope dan Lancaster (2016) mengatakan lansia sebagai populasi berisiko inimemiliki tiga karakteristik risiko kesehatan yaitu, risiko biologi termasuk risiko terkait usia,risiko sosial dan lingkungan serta risiko perilaku atau gaya hidup.Metode : Metode yang digunakan adalah ceramah pada penyuluhan tentang Diabetes, AsamUrat dan Cholesterol, praktik pemeriksaan Diabetes, Asam Urat dan Cholesterol pada Lansiadan senam lansia.Hasil : Hasil pemeriksaan Asam Urat dari 29 lansia didapatkan 22 lansia dengan Asam Uratnormal dan 7 lansia dengan Asam Urat. Pada kegiatan keketiga dilaksanakan pemeriksaantekanan darah ketiga dan pemeriksaan cholesterol didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darahdidapatkan 17 lansia dengan tekanan darah normal dan 10 lansia dengan hipertensi. Hasilpemeriksaan Cholesterol didapatkan 18 lansia dengan Cholesterol normal dan 9 lansia denganCholesterol tinggi.Kesimpulan : Kesimpulan dari pelaksaan pengabdian masyarakat ini adalah pada kegiatanpengambdian masyarakat yang pertama hasil pemeriksaan tekanan darah pertama didapatkandari 40 lansia untuk tekanan darah sebanyak 37 (92.5%) lansia dengan tekanan darah normaldan 3 (7.5%) lansia dengan hipertensi. Hasil pemeriksaan dari 40 lansia untuk pemeriksaanGula Darah didapatkan 33 lansia dengan gula darah normal dan 7 lansia dengan Diabetes. Padakegiatan kedua dilaksanakan pemeriksaan tekanan darah kedua dan pemeriksaan asam uratdidapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah dari 29 didapatkan 16 lansia dengan tekanan darahnormal dan 13 lansia dengan hipertensi.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI DAN PERMASALAHANNYA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI Yanita Trisetiyaningsih; Dwi Susanti; Dwi Yati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 1 No 2 (2019): JUrnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.353 KB)

Abstract

Latar belakang:Pengabdian kepada masyarakat ini bertema “Pendidikan Kesehatan tentangMenstruasi dan Permasalahannya sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja SekolahMenengah Pertama tentang Kesehatan Reproduksi.Tujuan : adalah untuk memberikan pengetahuan tentang proses menstruasi serta deteksi dinimasalah PMS dan dismenore di kalangan remaja putri. Harapan dari pengabdian ini adalah siswiSMP yang telah dan belum mengalami menstruasi mengetahui tentang proses menstruasi danpermasalahan yang sering muncul selama proses menstruasi (PMS dan dismenore), sertamampu melakukan penanganan secara tepat.Metode :Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahappelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi pengurusan izin, pengumpulan dataawal berupa pengkajian dengan memberikan pretest kepada siswi SMP tentang prosesmenstruasi dan dismenore, persiapan alat dan bahan, serta koordinasi dengan pihak terkait.Tahap pelaksanaan kegiatan adalah melakukan pendidikan kesehatan tentang proses menstruasi,melakukan skrining kejadian dismenore, melakukan pendidikan kesehatan tentang PMS,dismenore dan penatalaksanaannya, serta pemberian senam dismenore. Tahap evaluasi adalahmelakukan posttest terkait dengan proses menstruasi, PMS dan dismenore, dan pembuatanlaporan hasil pendidikan kesehatan yang diberikan kepada siswi SMP.Hasil: Dari hasil wawancara dengan 5 orang siswi mengungkapkan bahwa setelah mengikutipendidikan kesehatan selama 3 kali pertemuan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat yangbelum pernah di dapatkan sebelumnya dan penting untuk dapat dipraktekan pada kehidupansehari-hari.Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan tingkat pengetahuanremaja putrid tentang menstruasi dan permasalahannya sebesar 70%
PKU BAGI GURU SEKOLAH DASAR INOVATIF PUJOTOMO MUHAMMADIYAH DALAM PENDAMPINGAN UKS SIAGA PENATALAKSANAAN PERTAMA PADA LUKA Reni Mareta; Dwi Sulistyono; Robiul Fitri Masitoh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 1 No 2 (2019): JUrnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.003 KB)

Abstract

Latar Belakang: Di dalam tatanan pelayanan kesehatan, Guru Usaha Kesehatan Sekolah(UKS) secara langsung berhubungan dengan Promosi kesehatan di sekolah yangmerupakan suatu upaya untuk menciptakan sekolah menjadi suatu komunitas yangmampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekolah melalui 3 kegiatan utama;Penciptaan lingkungan sekolah yang sehat, Pemeliharaan dan pelayanan kesehatan disekolah, Upaya pendidikan yang berkesinambungan. Ketiga kegiatan tersebut dikenaldengan istilah Trias UKS.Tujuan: untuk melatih dan mempraktekan pendampingan pada guru dalam pentingnyaperan UKS dalam penanganan atau pertolongan pertama pada kejadian beberapa macamluka di SD SD Muhammadiyah Inovatif Pujotomo Mertoyudan Magelang.Metode: Metode yang akan digunakan untuk pelaksnaan kegiatan ini adalah melakukanlangkahlangkah pendekatan; sosialisasi, pelatihan praktek dan pendampingan dalampertolongan pertama kesiapsiagaan UKS dalam penanganan luka.Hasil: Hasil pengabdian ini adalah memberikan penyegaran materi tentang UKS kepadaguru dan siswa serta terbentuknya struktur organiasi kepengurusan UKS di SDMuhammadiyah Inovatif Pujotomo Mertoyudan Magelang. Selain itu juga guru sertasiswa sebagai perawat cilik diberi ketrampilan penalataksanaan luka sehingga guru dansiswa mampu melakukan pertolongan apabila di butuhkan.Kesimpulan: Kesimpulan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan guru dansiswa tentang penatalaksanaan perawatan luka, cara penyimanan obat dan tersusunnyastruktur organisasi UKS. Dengan terbentuknya struktur organisasi UKS maka kegiatanUKS di SD tersebut bisa di kembangkan lagi dan penatalaksanaan luka pada siswa bisasegera teratasi, selain itu juga guru bisa melaksanakan tindakan pertama pada siswa yangmengalami serangan asma dan pingsan.
PERAN KADER LANSIA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN LANSIA Budi Punjastuti; Pritta Yunitasari; Siti Maryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Indonesia is currently in an aging population structure because the population aged 60 years and over (elderly) has exceeded 7%, reaching 9.03% or as many as 23.66 million people. Where DI Yogyakarta Province ranks first with the highest number of elderly in Indonesia, amounting to 13.81% (Ministry of Health Republic of Indonesia in 2017). Basic Health Research in 2013, showed that most diseases in the elderly were hypertension (57.6%), the rest were arthritis, stroke and several other diseases. From the description, the elderly's health care should prioritize promotion and prevention with the support of quality curative and rehabilitative services in health facilities. In a preliminary survey on RW 05 Pakuncen Wirobrajan DIY on March 30, 2019, an examination was carried out on the residents of the area where the elderly who did the examination about 70% of those who did the examination found that the elderly who suffer from hypertension 44 people, the results of the examination of blood sugar levels 28 people, increased uric acid 21 people and increased cholesterol 12 people. The elderly are asking about why there has been an increase in the results of examinations and how to manage them so that the elderly remain healthy. The cadre of the elderly cadre also wants to monitor health as early as possible to the elderly before the elderly is brought to the puskesmas. Objective: So that the elderly can behave in a healthy life and the community, especially the elderly cadres, are able to monitor and check as early as possible for the elderly with health problems Methods: Cadre training, health counseling, periodic examination of the elderly and evaluation of cadre activities during managing the elderly. Results: The elderly cadre was able to manage the elderly at least 2 elderly, the elderly cadre was able to measure blood pressure, the activity of ROM exercises and cognitive therapy in the elderly who have problems with their health, the elderly exercise periodically. Health education about Hypertension and Diabelitus mellitus was carried out by the community service team with the results of monitoring a decrease in blood pressure measurement results and a decrease in blood sugar levels during the examination 1. Blood pressure above normal limits: 16 elderly (24.24%), Blood pressure in the Normal limit: 50 elderly (75, 76%), Blood sugar levels when above the normal limit: 8 elderly (12.12%), Blood sugar levels when within the normal limit: 58 elderly (87, 88%) Second blood test above the normal limit : 11 elderly (19.64%), blood pressure within normal limits: 45 elderly (80.36%), blood sugar levels when above the normal limit: 11 elderly (19.64%), blood sugar levels when within normal limits: 45 elderly (80, 36%) Conclusion: Elderly cadres are able to carry out independent and regular checks on the elderly Keywords: elderly cadres
KAMPUNG KB (INOVASI STRATEGIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT) DI DI DUSUN GONDANG KELURAHAN DONOKERTO KECAMATAN TURI Benny Karuniawati; Elisabet Iswantiningsih; Siti Mahmudah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung KB merupakan “Nawacita” presiden sebagai senjata pamungkas mengatasi masalah kependudukan. Kampung KB bertujuan untuk : mengentaskan kemiskinan, terbinanya peserta KB aktif, mengaplikasikan 8 fungsi keluarga, dan koordinasi lintas sector. Kampung KB telah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2017 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung melalui program KKBPK. Misi program KKBPK adalah melakukan pembangunan keluarga dengan ekonomi produktif dan pelaksanaan fungsi keluarga. Dusun Gondang ditunjuk oleh pemerintah Desa menjadi Kampung KB percontohan sejak tahun 2017. Adapaun kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi Tri bina (bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia), posyandu balita maupun lansia, pembinaan kelompok tani, kelompok perikanan. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama 2 bulan dari awal Desember sampai dengan Bulan Januari. Adapun kegiatan yang telah dilakukan oleh tim antara lain: memberikan pelatihan pencatatan dan pelaporan kegiatan posyandu balita dan lansia yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2019 dan implementasi kegiatan posyandu dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2019, Evaluasi kegiatan dan pemnatpan system pencatatan diposyandu tanggl 18 Januari 2020, assement pelaksanaan pencatatan dan pelaporan posyandu tanggal 20 januarai 2020. Kata Kunci: Kampung KB, Dusun Gondang
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PUBERTAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESIAPAN SISWA SEKOLAH DASAR Yanita Trisetiyaningsih; Masta Hutasoit; Khristina Diaz Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pubertas ditandai dengan pertumbuhan badan yang cepat, timbulnya alat-alat genetalia. Tanda utama masa pubertas pada anak laki-laki adalah mimpi basah, sedangkan tanda awal pubertas pada anak perempuan adalah menarche (menstruasi pertama kali). Berdasarkan informasi yang didapatkan dari guru BK bahwa siswi kelas 5 saat ini sudah ada yang mengalami menstruasi, saat awal mengalami menstruasi siswa merasa bingung dan merasa takut dengan kondisinya karena selama ini memang belum pernah ada penyuluhan sebelumnya tentang masa pubertas dan menstruasi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anak siswa sekolah dasar dalam menghadapi masa pubertas. Kegiatan ini dibagi dalam 3 tahap yaitu tahap persiapan yang dilakukan dengan melakukan pendataan dan pengkajian terhadap masalah, tahap pelaksanaan berupa pretest, pemberian penyuluhan kepada siswa terkait dengan masa pubertas, serta posttest dan tahap akhir berupa pembuatan laporan, evaluasi dan tindak lanjut kegiatan ini. Kegiatan ini diikuti sebanyak 67 siswa yang berasal dari kelas 3-6. Pelaksanaan pendidikan kesehatan di bagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok 1 kelas 3 dan 4, kelompok 2 kelas 5 dan 6. Dari hasil kuesioner didapatkan ada perubahan tingkat pengetahuan sebesar 37,2, dan perubahan kesiapan menghadapi pubertas sebesar 30,6.
MEMASYARAKATKAN RENDAM KAKI HANGAT SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN PENYAKIT TIDAK MENULAR HIPERTENSI DI PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA Sujono Riyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering di derita oleh masyarakat Indonesia. Bagi masyarakat pedesaan, hipertensi seakan bukanlah penyakit yang berbahaya bagi kesehatan tubuhnya, sehingga terkesan mengenyampingkan untuk pengobatan lebih lanjut. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi bagi masyarakat beji kulon khususnya yang menderita hipertensi agar tekanan darahnya dapat terkontrol dengan cara rendam kaki hangat. Metode: Responden ada 10 orang yang kemudian diberikan intervensi berupa rendam kaki dengan air hangat, selama tiga kali, sebelum dan sesudah dilakukan intervensi semua penderita di cek terlebih dahulu tekanan darahnya. Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah baik itu systole maupun diastole setelah dilakukan intervensi berupa pemberian rendam kaki dengan memakai air hangat. Kesimpulan: Rendam kaki dengan memakai air hangat dapat menurunkan tekanan darah penderita.
KADERISASI GURU PAUD DALAM DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN KPSP DI PERMATA HATI AL MAHALLI Laily Mualifah; Erma Nur Fauziandari; Budi Punjastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam deteksi dini tumbuh kembang di tingkat PAUD, peran Guru terlatih salah satunya adalah melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan Kuesioner Pra Skreening Perkembangan (KPSP). Tujuan dari KPSP ini adalah mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, petugas PAUD terlatih. Deteksi dini perkembangan anak juga dilakukan untuk memantau perkembangan anak pada daya lihat dan daya dengar. Pemeriksaan perkembangan anak belum rutin dilakukan di RA Permata Hati Al Mahalli. Beberapa penyebab pemeriksaan perkembangan belum dilakukan secara rutin dikarenakan Guru belum memiliki kemampuan dalam melakukan keterampilan pemeriksaan perkembangan anak. Tujuan: meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta peran guru dalam melakukan skreening perkembangan anak di PAUD Permata Hati Al Mahalli Bantul. Metode: pemecahan masalah yang sudah teridentifikasi dengan dilakukan pelatihan yang DDTK dengan KPSP, TDD dan TDL. Setelah pelatihan dilakukan praktek mandiri pemeriksaan DDTK pada siswa dan evaluasi kegiatan Hasil: meningkatnya pengetahuan peserta dan trampil dalam melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak. Rata – rata tingkat pengetahuan meningkat dari 9.53 menjadi 12.12. Peserta memiliki ketrampilan pemeriksaan DDTK dengan rata rata satu guru melakukan pemeriksaan pada 12-14 anak. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan Guru PAUD dalam melakukan DDTK dapat memunculkan kader baru yang dapat melakukan perannya di lingkungan PAUD. Keyword : Kaderisasi Guru PAUD, Deteksi dini tumbuh kembang anak
USAHA PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI PEMBENTUKAN POSBINDU REMAJA DI DUSUN CANDISINGO KELURAHAN MADUREJO PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA Amri Wulandari; Murti Krismiyati; Berlina Putrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riskesdas tahun 2018 menunjukkan terjadi peningkatan pada indikator PTM yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019: tekanan darah tinggi usia 18 tahun keatas meningkat 25,8% menjadi 34,1%; obesitas 18 tahun ke atas meningkat 14,8 % menjadi 21,8%; merokok penduduk usia ≤18 tahun meningkat 7,2%. menjadi 9,1%. Pendeteksian dini untuk penyakit tidak menular (PTM) perlu dilakukan mulai dari usia remaja. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalah remaja di Dusun Candisingo, Madurejo. Metode yang digunakan dengan metode ceramah, tanya jawab tentang sosialisasi posbindu penyakit tidak Menular (PTM) dan simulasi kegiatan Posbindu PTM. Pertemuan pertama koordinasi, Kedua sosialisasi tentang posbindu, ketiga pelatihan kader remaja dan keempat peresmian serta pemeriksaan, didapatkan hasil dari 36 remaja bahwa 4 remaja (11,11%) merokok, 15 remaja (41,67%) kurang aktifitas fisik, 30 remaja (83,33%) kurang sayur dan buah 36 remaja (100%) tidak mengkonsumsi alkohol, 2 remaja (5,56%) mengalami stress, berat badan kurang IMT < 18,5yaitu 7 (19,4%), dan obesitas I IMT 25-29,9 yaitu 2 orang (5,56%). Remaja perempuan lingkar perut normal dan laki-laki lingkar perut ≥ 90 yaitu 1 orang (6,67%). Prehipertensi 8 orang (22,22%), Hipertensi derajat 1 yaitu 1 orang (2,78%), 36 orang (100%) kadar gula darah normal. Evaluasi beberapa kali kegiatan bahwa remaja, kader dan pihak puskesmas merasa senang, antusias dengan adanya kegiatan posbindu remaja, bersedia mengikuti secara aktif setiap bulannya dengan tujuan melakukan deteksi dini dan kesadaran pada kesehatan individu maupun masyarakat.
Peningkatan kualitas hidup lansia dengan senam lansia dan penyuluhan tentang menu sehat lansia di asrama polisi pingit Endang Tri Sulistyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari dari fase kehidupannya. Pada kelompok lansia akan mengalami suatu proses yang disebut Aging proses atau sering disebut dengan proses penuan. Lansia adalah sekelompok orang yang mengalami suatu proses perubahan secara bertahap dalam waktu tertentu. (Notiatmodjo, 2014). Upaya mewujudkan peningkatan hidup lansia yang sehat, produktif, mandiri serta berkualitas harus dilakukan pembinaan sedini mungkin selama siklus kehidupan manusia dapat dilakukan dengan kegiatan diantaranya kegiatan-kegiatan yang dapat memacu lansia untuk beraktifitas serta meningkatkan kesadaran lansia tentang asupan gizi yang sehat. Program kegiatan peningkatan kualitas hidup lansia ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan partisipasi yang baik dari lansia itu sendiri. Untuk itu adanya perawatan dan dukungan penuh yang diberikan oleh keluarga maupun masyarakat sekitar maka akan menambah kualitas hidup lansia menuju lansia yang produktif dan mandiri, (Supriani,2011).

Page 3 of 11 | Total Record : 102