cover
Contact Name
Nailufar Firdaus
Contact Email
nay.amity@gmail.com
Phone
+6282132977772
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
JL.RE Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN
ISSN : 20855931     EISSN : 26232871     DOI : https://doi.org/10.36089/nu
Core Subject : Health, Science,
NURSING UPDATE is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.
Articles 792 Documents
Hubungan Status Gizi, Derajat Keasaman (ph) Saliva, dan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Terhadap Kejadian Karies Pada Anak di Sekolah Dasar Marshellyana, Marshellyana; Marita, Yulis; Meliyanti, Fera
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2476

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak dan dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi, derajat keasaman (pH) saliva, dan status kebersihan gigi serta mulut terhadap kejadian karies pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 67 siswa kelas IV dan V di sekolah dasar. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi, pH saliva, kebersihan gigi, dan karies menggunakan metode observasi serta pemeriksaan langsung. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizi (ρ = 0,001, r = -0,505), pH saliva (ρ = 0,001, r = -0,777), dan kebersihan gigi serta mulut (ρ = 0,001, r = 0,775) dengan kejadian karies. Anak-anak dengan status gizi kurang, saliva asam, dan kebersihan gigi buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami karies. Kesimpulannya, faktor-faktor tersebut saling memengaruhi dalam meningkatkan risiko karies pada anak-anak. Disarankan agar program pendidikan kesehatan gigi dan pola makan sehat diperkuat di sekolah, serta dilakukan pemeriksaan gigi secara berkala untuk mencegah karies sejak dini.
Analisis Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian Imunisasi Lanjutan Measles Rubela (MR) di Puskesmas Lansot Tomohon Bangkut, Margaretha; Makausi, Estefina; Juliatnti Saruan, Tirsa
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2491

Abstract

Imunisasi lengkap pada anak merupakan hal yang sangat penting karena berpengaruh pada kesehatan anak Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian imunisasi lanjutan Measles Rubella (MR) sebagai upaya pencegahan kematian bayi dan balita di Puskesmas Lansot Tomohon. Metode: dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 50 ibu yang memiliki anak usia 9 bulan hingga 5 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu berada dalam rentang usia produktif (20-30 tahun) dan memiliki tingkat pendidikan menengah, dengan sebagian besar berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (60%). Dari segi demografi anak, mayoritas berjenis kelamin perempuan (54%) dan sebagian besar (64%) sudah menerima imunisasi MR, meskipun masih ada 36% yang belum terimunisasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa 64% ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi MR, sementara 36% memiliki pengetahuan yang cukup. Kesimpulan : berdasarkan temuan penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan edukasi dan intervensi kesehatan, khususnya untuk ibu yang berpendidikan lebih rendah, guna mencapai cakupan imunisasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk memperkuat program imunisasi dan kesehatan lainnya di komunitas Puskesmas Lansot Tomohon.
Hubungan Sikap Ibu Hamil dengan Tindakan Screening HIV-AIDS Kusumawati, Diana; Agustina, Eva; Dwi Ariyani, Anita; Hidayatin, Nur; Christiana, Indah
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2492

Abstract

Ibu hamil sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Infeksi HIV pada ibu hamil dapat menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Selain berisiko tertular HIV, bayi yang dilahirkan dari ibu yang hidup dengan HIV juga menghadapi ancaman kematian. Rendahnya tingkat kepatuhan ibu hamil dalam melakukan tes HIV menjadi kendala utama dalam upaya pencegahan penularan HIV secara vertikal. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan akan status HIV dan ketidakaksesan terhadap terapi antiretroviral (ARV) selama masa kehamilan. Tujuan:mengetahui Hubungan antara sikap ibu hamil dengan tindakan screening HIV AIDS di Puskesmas Kalibaru.Penelitian menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang datang di puskesmas kalibaru kulon dan pengambilan sample secara accidental sampling sehingga didapatkan sample sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi dan quesioner. Analisa dengan uji chi square menggunakan SPSS 22 for windows. Hasil penelitian hampir seluruhnya responden bersikap positif terhadap tindakan screening sebanyak 25 responden (83%) dan bersedia dilakukan screening test. Hasil analisa menggunakan uji fisher exact testdiperoleh data Asymp. Sig. (2-tiled)= 0,000, alpha < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara sikap ibu hanil dengan tindakan screening di Puskesmas Kalibaru Kulon. Tindakan screening perlu di sosialisasikan oleh tenaga kesehatan terutama pada saat melaksanakan ANC, dengan di berikanya penyuluhan dan konseling diharapkan ibu hamil akan mengetahui dan memahami tentang HIV. Dan pada akhirnya para ibu hamil akan bersikap positif melakukan pemerikaan screening HIV AIDS. Kata kunci : sikap ibu hamil, tindakan screening, HIV-AIDS
Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Turnover Intention pada Perawat Di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkalan soliha, soliha; Jannah, Rohilatul; Komariyah, Komariyah
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2495

Abstract

Turnover intention adalah keinginan berpindah yang menggambarkan pikiran individu untuk keluar, mencari pekerjaan ditempat lain, serta keinginan meninggalkan organisasi. Kejadian perpindahan perawat (turnover intention) yang tinggi di rumah sakit dapat menimbulkan hambatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan data sebanyak 41,6% perawat memiliki Turnover intention berada pada kategori Tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan turnover intention pada perawat di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 58 perawat dengan besar sampel sebanyak 51 Responden dengan teknik sample random sampling. Variabel independen: stres kerja. dan variabel dependen: turnover intention. Instrumen dalam penellitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu stres kerja dan turnover intention. Data di analisis dengan menggunakan spearman rank dengan α 0,05 . No uji layak etik NO: 2094/KEPK/STIKES-NHM/EC/IV/2024. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar stres kerja dalam kategori sedang (88,2%). Turnover intention perawat sebagian besar dalam kategori sedang (68,8%). Hasil uji spearman rank variabel stres kerja dengan turnover intention di dapatkan p value sebesar 0,003 < α 0,05 maka ada hubungan antara stres kerja dengan turnover intention. Saran bagi perawat diharapkan perawat mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan kerja yang di tetapkan sehingga mampu menurunkan Stres dan mencegah terjadinya keinginan untuk mencari pekerjaan yang baru.
A Literatur Review “Strategi Manajemen Risiko Untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit” Sri Utami, Rahmawati; Erma Santi, Dwi; Zakiyah, Ana
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2496

Abstract

Patient safety incidents, one of which is the unexpected event of patient injury, should not occur in hospitals, so risk management programs are very important to implement, but in the implementation of the care process, patient safety incidents still occur. Implementing effective risk management is an important strategy to identify, analyze, and mitigate risks that may compromise patient safety. The purpose of this study was to review risk management strategies used in hospitals to improve patient safety. The method used in this literature review utilizes a comprehensive strategy, such as searching for articles in research journal databases, searching through the internet, reviewing articles. The database search used includes database searches used including Science Direct getting 29,162 articles, Pubmed getting 527 articles, Google Scholar getting 9370 articles, and Scopus getting 10 articles. The keywords used in the article search were risk management and patient safety. After going through the identification, screening and eligibility stages, 10 articles were obtained that were suitable through analysis of objectives, suitability of topics, research methods used, sample size, research ethics, results of each article, and limitations that occurred. The results showed that implementing an incident reporting system, regular staff training, improving standard operating procedures (SOP) and implementing health information technology are important steps to reduce patient safety incidents. Integrated and sustainable risk management has been shown to improve the quality of care and provide better protection to patients. This study recommends that hospitals continue to strengthen their safety practices and increase collaboration in risk management.
Rendam Kaki Air Hangat terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Anitarini, Fany; Hisyam Farhan, Muhammad; Izzah, Ukhtul; Dwi Ariyani, Anita; Hidayatin, Nur
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2497

Abstract

Hipertensi didiagnosis jika telah melakukan pengukuran tekanan darah sistolik (TDS) 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan darah diastolik (TDD) adalah ≥ 90 mmHg setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah berulang. Penatalaksanaan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah melalui perendaman kaki dengan air hangat. Merendam kaki dalam air hangat merupakan salah satu dari terapi yang memberikan efek fisiologis pada tubuh dengan meningkatkan sirkulasi darah menjadi lancar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh rendam kaki hangat terhadap perubahan tekanan darah. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental One Group Pretest-Postest Design dengan 30 responden yang dipilih dengan teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan SOP untuk variabel rendam kaki dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hampir seluruhnya dari responden rendam dengan jumlah 30 responden mengidap hipertensi Tk 1 sebanyak 27 responden (90%)dan sebagian kecil mengidam hipertensi Tk 2 sebanyak 10 orang(10%). Setelah di berikan perlakuan rendam kaki air hangat penderita mulai mengalami penurunan tekanan darahdarah yang awalnya penderita Hipertensi Tk 1 menjadi Pre-hipertensi sebanyak 7 orang (23,3%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara rendam kaki air hangat dengan tekanan darah dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 (< 0,05).Rendam kaki air hangat dapat membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi, sehingga penderita dapat melakukan secara mandiri dalam mengontrol tekanan darah. Kata kunci : Rendam kaki air hangat, tekanan darah, hipertensi
Determinan Diabetes Mellitus pada Usia Remaja: Literatur Review Sukurni, Sukurni
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2501

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease with a significantly increasing prevalence among young people. This phenomenon has become a global health challenge due to its long-term complications and its impact on individual productivity and quality of life. This study aims to identify the main determinants of DM in young people through a systematic literature review. The study uses the PCC framework (Population, Concept, Context) to define the focus of the review. Relevant literature was identified from databases such as PubMed, Scopus, and Google Scholar using a combination of keywords like “Diabetes Mellitus,” “young adults,” and “risk factors.” Inclusion criteria included studies published in the last 10 years, written in English or Indonesian, and discussing DM risk factors in individuals aged ≤40 years. The data obtained were analyzed narratively and systematically. Based on the analysis, the determinants of DM in young people involve genetic, environmental, and behavioral factors. Genetic factors, such as FTO gene variants, significantly increase the risk of DM. Environmental factors, including air pollution exposure and low socioeconomic status, also play a crucial role. Moreover, unhealthy lifestyles, such as physical inactivity, high-sugar diets, and sleep disturbances, are major contributors. Research indicates that behavioral factors are the most modifiable determinants for preventing DM in young people. DM in young people is a multifactorial condition that requires a multidimensional preventive approach.
Determinan Anemia Pada Ibu Hamil: Literatur Review Saida, Saida
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2502

Abstract

Pregnancy-related anemia is a global health issue that can have serious implications for both maternal and fetal health. Anemia during pregnancy is caused by various factors, including iron, folate, and vitamin B12 deficiencies, as well as underlying socioeconomic conditions and infections. The high prevalence of anemia, particularly in developing countries, requires serious attention in efforts to prevent and manage anemia in pregnant women. This literature review was conducted by identifying and analyzing relevant articles on the prevalence, risk factors, management, and impact of anemia during pregnancy. Articles were searched in databases such as PubMed, Google Scholar, and Scopus, using keywords like "Anemia in pregnancy," "Iron deficiency anemia," and "Pregnancy complications." Inclusion criteria included articles published in the last five years, focusing on studies relevant to anemia in pregnant women. Based on the review findings, the prevalence of anemia during pregnancy ranged from 25-45%, with iron deficiency as the primary cause of anemia. Other risk factors included multiple pregnancies, parasitic infections, and low socioeconomic status. Iron, folate, and vitamin B12 supplementation were shown to be effective in increasing hemoglobin levels and reducing anemia prevalence. However, factors such as access to healthcare and adherence to supplementation programs play a critical role in the success of anemia management. Anemia in pregnant women is a complex health issue that requires a multidimensional approach. Public health programs involving nutritional education, supplementation, and routine monitoring are essential to reduce anemia prevalence in pregnant women
Literasi Kesehatan terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi: Literatur Review Alifariki, La Ode
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2503

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases worldwide, and its management highly depends on patients' adherence to medication. One of the factors influencing medication adherence is health literacy, which encompasses an individual's ability to understand and use health-related information in decision-making. This study aims to examine the relationship between health literacy and medication adherence in hypertensive patients through a literature review. Based on 10 relevant articles, it was found that higher health literacy is associated with better medication adherence because patients who have a good understanding of their disease and treatment are more likely to adhere to the prescribed regimen. Conversely, low health literacy may lead to misunderstandings of medication instructions, potentially decreasing adherence. Various factors, such as communication methods used by healthcare providers, social support, and health education programs, have proven effective in improving patients' health literacy. The findings of this review indicate that enhancing health literacy through clearer education and appropriate support is crucial for improving medication adherence and reducing the risk of hypertension-related complications. Therefore, a more holistic and individualized approach is needed in the management of hypertension to achieve optimal treatment outcomes
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE Mufidah, Nisfil; Wahyudi, Rahmad; Rosalinda, Rosalinda
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2509

Abstract

Stroke is a disease that affects the entire body such as paralysis, cognitive function deficits, speech difficulties, emotional difficulties, pain and problems in daily life which then causes patients to experience a decrease in quality of life. The results of a preliminary study conducted at ANNA Medika Madura General Hospital with 10 respondents found that 6 people experienced quality of life with poor criteria. The purpose of this study is to analyze the relationship between family function and quality of life of stroke patients in the working area of ANNA Medika Madura General Hospital. This study used correlation analytical research method with cross sectional approach. The population of stroke patients was 35 people with a sample of 32 respondents. The independent variables was family function and the dependent variables was quality of life of stroke patients. The sampling technique used simple random sampling with APGAR and WHOQOL-BREF questionnaire instruments. Test statistics using the Spearman Rank test. The results obtained P Value: 0.000 means that there was a relationship between family function and the quality of life of stroke patients. As for the results of the Correlation Coefficient or r: 0.835 which means there was a very strong relationship between family function and the quality of life of stroke patients. Further researchers are expected to develop research with a larger sample and can develop other variables. For respondents, it is expected to improve family functions to improve the quality of life of patients during treatment and treatment.