cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Dampak Mata Kuliah Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Lisa Nursita
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.401

Abstract

Kewirausahaan merupakan soft skills yang perlu dimiliki oleh mahasiswa untuk menjadi lulusan yang multitalent dan memiliki kemampuan yang meningkatkan daya kerja, dan mampu menangkap peluang di era persaingan kerja yang ketat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan instrumen Skala Likert. Hasil penelitian menemukan bahwa proses belajar-mengajar pada mata kuliah kewirausahaan memberi dampak pada pemahaman mahasiswa tentang kewirausahaan yang baik. Pengetahuan kewirausahaan mahasiswa berpengaruh secara nyata dan positif terhadap minat kewirausahaan mahasiswa. Agar generasi muda saat ini berminat untuk menjadi pengusaha dan tidak bergantung pada permintaan tenaga kerja (demand for labor) yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan, maka harus dibekali dengan soft skills manajemen kewirausahaan yang cukup. Entrepreneurship is a soft skills that required for student to become multitalented graduates and have abilities which will increase their employability, and ability to recognize the opportunity in an era intense work competition. This study try to determine the effect of entrepreneurship education on student’s interest in entrepreneurship. The analytical method used is simple linear regression with a Likert Scale instrument. The result show that the teaching-learning process in entrepreneurship education had an impact on students understanding of good entrepreneurship. Entrepreneurship education has a significant and positive effect on student entrepreneurship interest. knowledge has a significant. So, to make young people are interested in becoming entrepreneurs and do not depend on the demand for labor was made by companies, they must be given an understanding of entrepreneurial management soft skills.
Islamisasi dan Pola Adat Masyarakat Gorontalo dalam Perspektif Sejarah Kebudayaan Islam Darwin Une
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.474

Abstract

Sebelum kedatangan bangsa kolonial, Gorontalo merupakan kawasan Indonesia timur yang memiliki dan menyimpan sumber sejarah yang sangat penting dan belum banyak diteliti oleh sejarawan baik lokal maupun nasional. Sumber sejarah yang belum banyak disentuh oleh peneliti antara lain sejarah masuknya agama Islam atau Islamiassi di Gorontalo. Islamisasi ini dalam perspektif sejarah kebudayaan Islam memiliki makna dan arti penting dalam pembentukan pola-pola adat serta budaya dalam masyarakat Gorontalo. Tentu warisan dan peninggalan para leluhur terdahulu memiliki nilai historis sehingga menarik untuk diteliti oelh peneliti sejarah kebudayaan Islam. Informasi tentang masa lampau masyarakat Gorontalo yang dapat dipandang sangat relevan, baik dalam kehidupan masyarakat maupun untuk kepentingan pendidikan adalah informasi tentang Islamisasi Gorontalo pada awal abad ke-16 M. Islamisasi ke Gorontalo dengan latar belakang budayanya memberi corak dan pengaruh yang besar pada pola-pola adat istiadat masyarakat setempat. Prior to the arrival of the colonial nation, Gorontalo was an area of ​​eastern Indonesia that had and deviated from very important historical sources and had not been widely studied by historians, both local and national. Historical sources that have not been widely explored by researchers include the history of the entry of Islam or Islamiassi in Gorontalo. This Islamization in the historical perspective of Islamic culture has meaning and significance in the formation of traditional patterns and cultures with Islamic nuances for the Gorontalo people. Of course, as a legacy and heritage of previous ancestors and has historical value, it is really interesting for researchers, especially researchers in the history of Islamic culture. Information about the past of the Gorontalo people which can be seen as very relevant, both in public life and for educational purposes, is information about the Islamization of this area in the early 16th century AD. Islamization to Gorontalo with its cultural background gave a great style and influence on local customs and traditions.
Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama di Sekolah Dasar Muhammadiyah 001 Sebatik Barat Akbar Nur Aziz; Danang Eko Prastya; Hasse Jubba; Herpita Wahyuni
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.409

Abstract

Pendidikan merupakan hak bagi warga negara dan akses pendidikan diharapkan dapat merata di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model CIPP. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi kurikulum Pendidikan Agama di SD Muhammadiyah 001 Sebatik Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) evaluasi context meliputi penyusunan kurikulum sudah baik meski menerapkan kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013, Kurikulum ISMUBA belum diterapkan; (2) evaluasi input meliputi kualitas guru masih kurang. Bahan ajar masih kurang mencukupi; (3) evaluasi process meliputi pelaksanaan kurikulum berjalan kurang baik, kurangnya fasilitas sekolah menjadi faktor penghambat jalannya kurikulum; (4) evaluasi product meliputi evaluasi belajar ada ulangan tengah semester dan ujian akhir semester, tetapi evaluasi kurikulumnya belum, dan lulusan siswa melanjutkan ke SMP dan pesantren. Education is a right for citizens, and access to education is evenly distributed throughout Indonesia. This study uses a qualitative approach with the CIPP model. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. This study aimed to determine the evaluation of the Religious Education curriculum at SD Muhammadiyah 001 Sebatik Barat. The study results show that: (1) context evaluation includes the preparation of a good curriculum, although implementing the KTSP curriculum and 2013 curriculum, the ISMUBA curriculum has not been implemented; (2) input evaluation includes the lack of teacher quality. Teaching materials are still insufficient; (3) the evaluation process includes implementing the curriculum that is not running well. The lack of school facilities is a factor that hinders the course of the curriculum; (4) product evaluation includes learning evaluation with Mid-semester examinations and final semester exams. Still, the curriculum evaluation has not yet been carried out, and graduate students continue to junior high schools and pesantren.
Studi Empiris tentang Perilaku Konsumen Produk Air Minum dalam Kemasan Ditinjau dari Variabel Harga dan Kesadaran Merek Didit Darmawan; Samsul Arifin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.434

Abstract

Penelitian ini menyajikan studi empiris tentang perilaku konsumen mengenai keputusan pembelian air minum dalam kemasan. Seiring dengan kebutuhan terhadap air sehat untuk dikonsumsi yang semakin meningkat maka konsumen di industri ini juga semakin berkembang dan menjanjikan saat ini dan di masa depan. Studi ini memiliki tujuan untuk mempelajari pengaruh dari dua variabel yang berperan penting terhadap keputusan pembelian air minum dalam kemasan, yaitu kesadaran merek dan harga. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Setelah penyebaran kuesioner diperoleh total responden sebanyak 97 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang dibantu dengan SPSS 25. Studi ini menghasilkan temuan bahwa kesadaran merek terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, harga terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, kedua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Kesadaran merek merupakan variabel yang berpengaruh dominan. This study presents an empirical study of consumer behavior regarding the decision to purchase bottled water. Along with the increasing need for healthy water for consumption, consumers in this industry are also growing and promising now and in the future. This study aims to study the effect of two variables that play an important role in the decision to purchase bottled drinking water, namely brand awareness and price. Sampling was done by purposive sampling. After distributing the questionnaires, a total of 97 respondents were obtained. Data were analyzed using multiple linear regression analysis assisted by SPSS 25. This study resulted in the finding that brand awareness proved to have a significant influence on purchasing decisions. In addition, the price proved to have a significant effect on purchasing decisions. Simultaneously, the two independent variables have a significant effect on the dependent variable. Brand awareness is a variable that has a dominant influence.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Permainan Kartu Domino sebagai Media Pembelajaran Operasi Hitung Perkalian Siswa Kelas IV SD Auliya Robiah Adawiyah; Kowiyah Kowiyah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.435

Abstract

Keterampilan operasi perkalian sangat penting dalam pendidikankarena operasi perkalian merupakan inti dasar mata pelajaran matematika hingga tingkat tinggi. Fungsi media pada pembelajaran yakni menyampaikan informasi selama pembelajaransehingga menginspirasi siswa untuk belajar. Terdapat banyak variasi media pembelajaran operasi perkalian, di antaranya media permainan kartu. Permainan kartu ini disebut domino. Penelitian ini menggunakan survei kuesioner dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan angket dikategorikan sesuai dengan kebutuhan target yang diujicobakan kepada siswa kelas IV SD dengan latar sekolah yang berbeda. Tujuan pada penelitian ini yakni ingin mengetahui kebutuhan dalam pengembangan permainan kartu domino, media pembelajaran yang digunakan oleh guru pada pembelajaran operasi perkalian, dan tingkat ketahuan para siswa terkait dengan media kartu domino tersebut. Adapun hasil penelitian menunjukkan tingkat implementasi media pada pembelajaran mendapatkan skor sebesar 78,1% dan respons positif terhadap permainan kartu sebesar 78,1%. Multiplication operation skills are very important in education, because multiplication operations are the basic core of mathematics subjects to a high level. The function of the media in the learning is to convey information during learning, so that it inspires students to learn. There are many variations of multiplication operation learning media, including card game media. This study used a questionnaire survey with data collection techniques through questionnaires and questionnaires categorized according to the needs of the target were tested on fourth grade elementary school students with different school backgrounds. The purpose of this study is to find out the needs in the development of domino card games, the learning media used by teachers in learning multiplication operations, and the level of discovery by students related to the domino card media. The results of the study show that the level of media implementation in learning gets a score of 78,1% and a positive response to card games is 78,1%.
Implementasi Pembelajaran pada Berbagai Jenjang Pendidikan di Daerah 3T Pada Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Hasan; Muhammad Ilyas Thamrin; Rahmatullah Rahmatullah; Muhammad Agus Dirga Pratama; Nurul Wahyuni Darwis
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.413

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam implementasi pembelajaran pada berbagai jenjang pendidikan di daerah 3T pada masa pandemi COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Morowali Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan induktif. Informan dalam kajian ini sebanyak sepuluh orang dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK sampai jenjang SMA/SMK. Instrumen dalam kajian ini adalah pedoman wawancara dalam bentuk pertanyaan terbuka yang akan ditanyakan langsung kepada informan. Metode kualitatif eksploratif dengan pendekatan induktif dalam kajian ini menggunakan analisis tematik. Penerapan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring pada berbagai jenjang pendidikan di daerah 3T khususnya di Kabupaten Morowali Utara telah berlangsung secara online. Namun, tidak berjalan dengan lancar dan mengalami banyak gangguan serta kendala dalam kegiatan pembelajaran sehingga hal tersebut berdampak pada tidak efektifnya kegiatan pembelajaran. Kendala tersebut antara lain seperti kurangnya kompetensi guru, ekonomi keluarga, jaringan internet, biaya yang meningkat selama pandemi COVID-19, dan dukungan fasilitas belajar. Hambatan-hambatan tersebut berdampak pada pembelajaran online yang membuat siswa bosan dan jenuh sehingga hasil belajar tidak optimal. This study aims to explore in depth the implementation of learning at various levels of education in the 3T area during the COVID-19 pandemic in Central Sulawesi Province, especially in North Morowali Regency. This study uses an exploratory qualitative method with an inductive approach. There were 10 informants in this study from various levels of education, from kindergarten to high school/vocational school. The instrument in this study is an interview guide in the form of open-ended questions that will be asked directly to informants. An exploratory qualitative method with an inductive approach in this study uses thematic analysis. The application of distance learning which is carried out online at various levels of education in the 3T area, especially in North Morowali Regency, has taken place online, but it did not run smoothly and experienced many disturbances and obstacles in learning activities, so that this had an impact on the ineffectiveness of learning activities. These obstacles include the lack of teacher competence, family economy, internet network, increased costs during the COVID-19 pandemic, and support for learning facilities. These obstacles have an impact on online learning which makes students bored and bored, so that learning outcomes are not optimal.
Eksklusi Sosial dalam Kapital Digital dan Kebijakan Virtual (Studi Filantropi Platform KitaBisa.com) Krisnaldo Triguswinri; Teuku Afrizal
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.394

Abstract

Modernisasi membawa efek digital masuk ke dalam varian aktivitas sosial-budaya dan ekonomi-politik masyarakat. Namun, tiadanya pemerataan akses terhadap penggunaan teknologi, berdampak pada keterasingan dan marginalisasi. Konsep tersebut cenderung dilihat sebagai kesenjangan antara yang memiliki akses terhadap teknologi (the haves) dan kelompok yang tidak memiliki akses terhadap teknologi (the have-nots). Di dalam masyarakat pasca-industri hari ini, segala sesuatu telah digitalisasi. Tidak hanya pada aspek kebijakan dan bisnis, bahkan kebijaksanaan filantropi berupa platform-platform sosial telah massif berkembang di era-digital. Misalnya, pengentasan permasalahan kesehatan, ekonomi, kemanusiaan dan lingkungan yang, sejauh ini, mendapatkan donor (donation) dari masyarakat digital melalui platform KitaBisa.com. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperbaiki dignitas kehidupan manusia dan kelestarian lingkungan. Namun, akibat kesenjangan digital di dalam masyarakat yang tidak dapat mengakses agenda filatropi secara online, membuat kelompok yang tidak memiliki kapital digital tereksklusi dari kebijakan virtual. Modernization brings digital effects into a variant of socio-cultural and political activities of society. However, the lack of access to the use of technology, is associated with alienation and marginalization. The concept tends to be viewed as a gap between those who have access to technology (the haves) and groups who have no access to technology (the have-nots). In today’s post-industrial society, everything has been digitalized. Not only on policy and business aspects, even philanthropic policies of social platforms have developed massif in digital era. For example, a reduction in health, economic, humanitarian and environmental problems, so far, have been obtained donors from digital societies through KitaBisa.com platforms. This is done in an effort to improve dignities of human life and the sustainability of the environment. However, as a result of digital gaps in societies which make them cannot access the filatropic of an online agenda, groups that do not have digital capital are excommunicated from virtual policy.
Strategi Komunikasi Pembangunan dalam Mempertahankan Eksistensi Pasar Seni Guwang di Masa Pandemi Ni Putu Yunita Anggreswari; Putu Astrid Harikaputri; Muhammad Rifqi; I Nyoman Windu Surya Sidantha
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.416

Abstract

Corona Virus Desease merupakan virus yang menginfeksi seluruh dunia hingga statusnya ditetapkan sebagai pandemi. Mewabahnya virus corona atau yang dikenal dengan sebutan Covid-19 membuat perubahan dalam beberapa sektor yang salah satunya adalah sektor pariwisata. Merosotnya kunjungan pariwisata ke Bali juga berdampak terhadap pasar Seni Guwang dimana jumlah kunjungan pasar Seni Guwang merosot lebih dari 90%. Untuk menghadapi situasi tersebut diperlukan strategi komunikasi pembangunan sebagai langkah dalam memotivasi masyarakat agar turut berkontribusi dalam mempertahankan eksistensi pasar Seni Guwang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang terdiri dari Teknik wawancara, Teknik observasi dan Teknik dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat strategi komunikasi pembangunan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran amsyarakat untuk berpartisipasi, menginformasikan tentang kesempatan masyarakat dalam berpartisipasi dan adanya usaha dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berpartisipasi. Corona Virus Disease is a virus that infects the whole world untul its status is designated as a pandemic. The outbreak of the corona virus or known as Covid-19 has made changes in several sectors, one of which is the tourism sector. The declines in tourism visits to Balu also has an impact on the Guwang Art Market where the number of visits to the Guwang art Marekt fell by more than 90%. To deal with this situation, a development communication strategy is needed as a step in motivating the community to contribute to maintaining the existence of the Guwang Art Market. This study uses a qualitative approach with data collection techniques consisting of interview techniques, observation techniques and documentation techniques. The result of this study indicate that there is a development communication strategy that aims to raise public awareness to participate, inform the community about opportunities to participate and the existence of efforts to improve the community’s ability to participate.
Eksitensi Hukum Cambuk (Mihita La Ua Uatto) dalam Masyarakat Adat Iha-Ulupia Dikaji dalam Prespektif Hak Asasi Manusia (HAM) Muhammad Luhulima; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksitensi hukum cambuk (mihita la ua uatto) dalam masyarakat adat Iha-Ulupia dikaji dalam prespektif Hak Asasi Manusia (HAM). Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan hukum cambuk dan pandangan Hak Asasi Manusia terhadap pelaksanaan hukum cambuk. Teknik pengambilan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sejumlah informan yang dianggap terlibat secara langsung dalam proses pelaksanaan hukum cambuk (mihitta la ua uatto). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksitensi hukum cambuk (mihita la ua uatto) dalam masyarakat adat Iha-Ulupia di kaji dalam prespektif Hak Asasi Manusia (HAM) di negeri Iha-Ulupia Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat terlaksana dengan baik. Hukum cabuk yang diterapkan di negeri Iha-Ulupia masih bersumber pada salah satu sumber hukum yang masih berlaku di Indonesia yaitu hukum adat, hukum cambuk yang diterapkan di negeri iha-ulupia secara substansi tidak melanggar hukum positif dalam hal ini UU HAM karena memiliki landasan pada pasal 18 b ayat (2) UUD 1945. This study aims to describe the existence of the Caning Law (Mihia La Ua Uatto) in the Iha-Ulupia Indigenous Peoples Study in the Perspective of Human Rights (HAM). Asai Man against the implementation of the caning law. The primary data collection technique was carried out through observation, interviews, and documentation of a number of informants who were considered to be directly involved in the process of implementing the caning law (mihitta la ua uatto). The results of this study indicate that the existence of the law of whips (Mihita La Ua Uatto) in the Tha Ulupia Indigenous Peoples is studied in the perspective of human rights (HAM) in Iha-Ulupia Country, Huamual District, West Seram Regency. Iha-ulupia country is still based on one of the legal sources that are still valid in Indonesia, namely customary law, the caning law applied in Iha-ulupia country substantially does not violate positive law in this case the Human Rights Law because it has a basis in article 18 b paragraph (2) 1945 Constitution.
Ketimpangan Sosial dalam Penegakan Protokol Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Pontianak Arifin Arifin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.420

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang kasus penegakan kebijakan protokol kesehatan yang tidak konsisten di Kota Pontianak. Kondisi masyarakat ini merepresentasikan keterlibatan mereka sebagai bagian dari penyelenggaraan kebijakan, khususnya dalam penegakan kebijakan protokol kesehatan di masa pandemic Covid-19. Terjadi ketimpangan yang tidak adil dalam penegakan aturan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi. Pengumpulan data sekunder juga dilakukan dengan penelusuran daring. Berdasarkan hasil penelitian, ketaatan masyarakat Kota Pontianak terhadap penyelenggaraan aturan protokol kesehatan tergolong baik. Hal ini dilihat dari kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan perilaku menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker secara konsisten. Meski demikian, ada juga pelanggaran aturan yang terjadi. Hal ini dilihat dari jumlah sanksi atau denda yang diberlakukan kepada sejumlah pengusaha kedai kopi. This paper describes the case of inconsistent health protocol policy enforcement in Pontianak City. The condition of this community represents their involvement as part of the implementation of policies, especially in the enforcement of health protocol policies during the Covid-19 pandemic. There is unfair and inequality in the enforcement of the rule. This research uses qualitative method, with primary data collection by interview and observation. Secondary data collection is also done with online browsing. Based on the results of the study, the adherence of the people of Pontianak city to the implementation of health protocol rules is relatively good. This is seen from the community's compliance in maintaining distance, washing hands, and wearing masks consistently. However, there is also a violation of the rules that occur, this is seen from the number of sanctions or fines imposed on a number of coffee shop entrepreneurs.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue