cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Pembelajaran PAI Berbasis Higher Order Thinking Skills Rudiyanto Rudiyanto; Rifqi Afif El Ayyubi; Nuris Irmayanti; Sayati Sayati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.380

Abstract

Higher order thinking menjadi salah satu konsep yang sangat diperlukan pada saat ini karena siswa dituntut untuk berpikir kritis, kreatif, logis, analitis, dan sitematis. Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan pertama, perencanaan pembelajaran PAI berbasis higher order thinking skills di MAN 2 Pamekasan. kedua, pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis higher order thinking skills di MAN 2 Pamekasan. ketiga, proses evaluasi pembelajaran PAI berbasis higher order thinking skills di MAN 2 Pamekasan. keempat, faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI berbasis higher order thinking skills di MAN 2 Pamekasan. Penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data peneliti melakukan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Data yang di peroleh di cek keabsahan datanya melalui trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran PAI sudah berorientasi terhadap pemikiran tingkat tinggi dibuktikan dengan Silabus dan RPP. Proses evaluasi pembelajaran PAI menggunakan tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Adapun faktor pendukungnya ialah ketertarikan siswa sedangkan penghambatnya ialah kurang lengkapnya sarana dan prasarana. Dengan diterapkan pembelajaran berbasis higher order thinking skills diharapkan siswa dapat berpikir lebih luas serta melatih mental siswa untuk aktif dalam kegiatan proses pembelajaran. Higher order thinking is one of the concepts that is needed at this time because students are required to think critically, creatively, logically, analytically, and systematically. The purpose of this study is to describe first, PAI learning planning based on higher order thinking skills at MAN 2 Pamekasan. second, the implementation of PAI learning based on higher order thinking skills at MAN 2 Pamekasan. third, the process of evaluating PAI learning based on higher order thinking skills at MAN 2 Pamekasan. fourth, the supporting and inhibiting factors for PAI learning based on higher order thinking skills at MAN 2 Pamekasan. In this study, the researcher used descriptive qualitative research. Data was collected through interviews, observation and documentation. In analyzing the data, the researcher carried out data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data obtained is checked for the validity of the data through triangulation of sources and methods. The results showed that the PAI learning system was oriented towards higher-order thinking as evidenced by the syllabus and lesson plans. The process of evaluating PAI learning uses three aspects, namely attitudes, knowledge, and skills. The supporting factor is student interest while the obstacle is the lack of complete facilities and infrastructure. By applying higher order thinking skills-based learning, it is expected that students can think more broadly and mentally train students to be active in the learning process activities.
Sirkumstansialisasi sebagai Piranti Representasi Inklusif Aktor Sosial dalam Pidato Politik (Sebuah Tinjauan Analisis Wacana Kritis Pidato Politik Hasan Rouhani) Rahmatan Idul
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan sirkumstansialisasi dalam merepresentasikan secara inklusif aktor-aktor sosial yang terlibat dalam pidato politik Hassan Rouhani yang disampaikan di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Data diperoleh dari salah satu laman berita resmi Israel (www.timesofisrael.com) berupa 116 kalimat hasil transkripsi pidaro tersebut yang kemudian dianalisis menggunakan kerangka analisis aktor sosial Theo van Leeuwen. Kalimat-kalimat ini kemudian dielaborasi melalui teknik parafrase, yakni memodifikasinya secara struktural dengan tetap mempertahankan maknanya untuk mengungkap representasi inklusif aktor-aktor sosialnya. Hasilnya kemudian disajikan secara deskriptif. Pilihan linguistik Hassan Rouhani menekankan penggunaan preposisi sirkumstansial untuk melibatkan aktor-aktor sosial tertentu dalam pidato politiknya secara inklusif. Terdapat sembilan jenis preposisi yang digunakan Hassan Rouhani dalam pidatonya, yakni “against”, “among”, dan “for” untuk merepresentasikan peran pasif aktor-aktor sosial, preposisi “by”, “from”, dan “under” untuk menggambarkan peran aktif aktor-aktor sosial, preposisi “between” untuk menggambarkan peran yang berbeda dari aktor-aktor sosial (aktif dan pasif), preposisi “with” untuk menampilkan peran netral aktor-aktor sosial, dan preposisi “of” untuk memisahkan aktor-aktor social yang berperan aktif sebagai pelaku dan aktor-aktor social yang berperan pasif sebagai korban. Exerting van Leeuwen’s framework, this study aims at critically investigating the employment of circumstantialization in inclusively representing social actors involved in Hassan Rouhani’s political speech delivered in front of the General Assembly of the United Nations. Data were derived from one of Israel’s official websites (www.timesofisrael.com). Out of 116 sentences in the transcription of the speech, the relevant ones were selected to be analyzed using Theo van Leeuwen’s framework ‘Social Actor Analysis.’ These sentences were then elaborated through a paraphrase technique by structurally modifying them while maintaining their meaning to reveal social actors’ inclusive representation. The results were then presented descriptively. Hasan Rouhani’s linguistic choices accentuate the use of circumstantial prepositions to involve certain social actors in his political speech inclusively. Nine types of prepositions were employed in his speech. Hasan Rouhani used the preposition “against,” “among,” and “for” to represent the social actors in passive roles, the preposition “by,” “from,” and “under” to delineate the social actors in active roles, the preposition “between” to illustrate different roles of the social actors (active and passive) in social action, the preposition “with” to display the neutral role of the social actors, and the preposition “of” to indicate the active role or the passive role of the social actors.
Peran Edukasi Media Sosial Bagi Masyarakat Selama COVID-19 Yolanda Ulandari Linzonia; Supriyono Supriyono
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.427

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 ini berpotensi mengancam segala aspek kehidupan masyarakat dan berdampak pada kerentanan sosial sehingga peran edukasi dalam media sosial yang memiliki indikasi positif bagi masyarakat sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran media sosial dalam edukasi kepada masyarakat selama Pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian meta-sintesis kualitatif dengan pendekatan meta-agregasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Pandemi Covid-19 merupakan bentuk bahaya (hazard) yang membutuhkan peran edukasi dalam media sosial, khususnya dalam pemberlakukan social distancing, yang dalam keadaan ini masyarakat diharuskan untuk melakukan aktivitasnya secara virtual / online. Media sosiallah yang menjadi media yang dimanfaatkan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, selain sebagai sarana berkomunikasi dan sarana mendapatkan informasi juga dapat membentuk kontruksi masyarakat dalam menyikapi berbagai berita tentang perkembangan virus Covid-19. Condition of the COVID-19 pandemi has the potential to threaten all aspects of people's lives and have an impact on social vulnerability, so the role of education in social media that has positive indications for the community is very necessary. This study aims to identify and describe the role of social media in educating the public during COVID-19. This research is a qualitative meta-synthesis research with a meta-aggregation approach. The results of this study state that COVIS-19 is a form of hazard which requires the role of education in social media, especially in implementing social distancing. Where in this situation the community is required to carry out their activities virtually / online. Social media is the medium used by the community in dealing with the COVID-19 pandemi, apart from being a means of communicating and getting information, it can also shape community construction in responding to various news about the development of the COVID-19 virus.
Penerapan Kurikulum PAI terhadap Pembentukan Karakter Islami Siswa MTs Al-Khairiyah Pulokencana Suwandi Suwandi; Hendro Widodo
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.400

Abstract

Pergeseran moral bangsa yang ada di Indonesia ini sudah semestinya menjadi keperhatinan di era modern ini. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan berbasis karakter tidak sebatas tanggung jawab pemerintah melalui pendidikan formal, namun pendidikan yang utama dan yang pertama adalah pendidikan informal, yaitu keluarga, dan pendidikan nonformal, yaitu masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan kurikulum pendidikan agama Islam terhadap pembentukan karakter Islami siswa MTs Al-Khairiyah Pulokencana. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Pulokencana Pontang. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Hubarman, yakni data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum pendidikan agama Islam (PAI) terhadap pembentukan karakter islami pada siswa MTs Al-Khairiyah Pulokencana Pontang sudah berjalan sesuai rencana misalnya berdoa sebelum belajar dan dilanjutkan dengan proses pembelajaran. Karakter Islami yang dimaksud adalah karakter religius, jujur, dermawan, peduli lingkunganm dan berjiwa sosial. Recently, the moral of the nation has been shifted in Indonesia. Therefore, it should be taken into account in this modern era, since the implementation of character-based education is not only government’s responsibility through formal education, but also family (informal education) and also society (nonformal education). The purpose of this study was to analyze the implementation of the Islamic education curriculum to the Islamic character development of MTs Al-Khairiyah Pulokencana’s students. The research approach used in this study was a qualitative approach. This research was conducted at Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Pulokencana Pontang. The research subjects were principals, teachers, employees and students. The subjects were chosen by using purposive sampling technique. Data collection techniques were carried out by using interview, observation, and documentation methods. The triangulation was used to validate the research data. In addition, the Miles and Hubarman model was used for data analysis, namely data reduction, data display, and conclusion drawing/verification data. The results of the study concluded that the implementation of the Islamic religious education curriculum (PAI) to Islamic character development of MTs Al-Khairiyah Pulokencana’s students ran well according to the plan, for instance prayed before studied, and went along the learning process. The Islamic characters were listed as follow: a religious character, honest, generous, caring for the environment and having a social spirit.
Pelayanan Prima Pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di Kecamatan Regol Kota Bandung Istikomah Istikomah; Deden Hadi Kushendar; Aep Saepudin; Asep Miftahuddin
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.403

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui, menggambarkan, dan menganalisis faktor yang berkait dengan sikap, perhatian, tindakan, kemampuan, penampilan, dan tanggung jawab dari petugas pelayanan KTP-el. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil penelitian menunjukkan sikap, perhatian, tindakan, penampilan, dan tanggung jawab sebagai petugas pemberi pelayanan masih belum mendukung pada pelayanan prima. Adapun dari sisi kemampuan untuk melayani secara prima sudah dimiliki oleh petugas pemberi layanan untuk mewujudkan pelayanan prima. This research is intended to identify, describe and analyze factors related to the attitudes, concerns, actions, abilities, appearance and responsibilities of the KTP-el service officers. The method used is a qualitative approach, in which data collection techniques use observation, interviews and photo documentation. The result of the study shows that attitudes, attention, actions, appearance and responsibilities as service providers still do not support excellent service. As for the ability side to serve excellently is already owned by service providers to realize excellent service.
Pemertahanan Bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan Salam Salam; Deiby Ponto
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.402

Abstract

Bahasa merupakan identitas dari komunitas atau kelompok tertentu yang perlu dipertahankan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pemertahanan bahasa Minahasa, faktor-faktor penyebab pergeseran bahasa, serta upaya-upaya pemertahanan bahasa yang dilakukan di Desa Kaaruyan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian sosiolinguistik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pemertahanan bahasa Minahasa di Desa Kaaruyan berada pada kondisi memprihatinkan karena hanya digunakan oleh penduduk berusia di atas 50 tahun dan dalam lingkup yang terbatas. Pergeseran bahasa Minahasa didisebabkan oleh faktor lingkungan, sikap dan perilaku, dan kurangnya dukungan kelembagaan keluarga, pendidikan, sosial maupun kelembagaan pemerintahan.
Pola Hubungan Sosial Masyarakat Multikultural dalam Gaya Hidup Beragama (Studi Kasus Kampung Kancana Kabupaten Kuningan) Nugi Rizki Pritantia; Aceng Kosasih; Supriyono Supriyono
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.442

Abstract

Indonesia merupakan negara majemuk yang kaya akan keragaman budaya, suku dan agamanya. Dusun Kancana merupakan salah satu wilayah kecil bagian dari desa yang masyarakatnya memiliki keragaman dalam memeluk agama. Terdapat fenomena menarik terhadap pola hubungan sosial dalam gaya hidup beragamanya. Terdapat satu kelompok masyarakat dalam wiayah Dusun yang mempunyai keberagaman dalam latar belakang agama. Hal itu tentu berbeda dengan wilayah lain yang berdampingan hanya mempunyai satu agama saja. Melihat fenomena tersebut penulis tertarik untuk meneliti lebih mendalam mengenai pola hubungan sosial gaya hidup beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menggunakan analisis sosiologis untuk mengungkapkan kehidupan sehari-hari masyarakat multikultural ini dalam interaksionalisme simbolik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan analisis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni melalui observasi dan wawancara. Dengan dikaji lebih mendalam melalui teori Interaksionalisme Simbolik George Herbet Mead dan Religiuitas Glock & Stark.. Temuan penelitian ini yaitu dalam pola hubungan sosial masyarakat tidak terlihat memunculkan adanya identitas perbedaan dan menjadikan agama itu sebagai pedoman memanusiakan manusia. Hasil penelitian ini sebagai acuan untuk harapan kehidupan selanjutnya yang dilandasi dengan perebedaan latar belakang agama atau penerapan hidup toleransi pada setiap masyarakat sekalipun masyarakat homogen. Indonesia is a pluralistic country that is rich in cultural, ethnic and religious diversity. Hamlet Kancana is one of the small areas part of the village, the community has a diversity in embracing religion. There is an interesting phenomenon in the pattern of social relations in their religious lifestyle where there is one group of people in the Dusun area who have diversity in their religious background which is different from other adjoining areas only having one religion. Seeing this phenomenon, the author is interested in researching more deeply about the pattern of social relations of religious lifestyles in a multicultural society. This research is a research that uses sociological analysis to reveal the daily life of this multicultural society in symbolic interactionism. This research is a field research using qualitative data analysis. The data collection method used is through observation and interviews. By being studied more deeply through the theory of Symbolic Interactionalism of George Herbet Mead and Religiosity of Glock & Stark. The results of this study serve as a reference for future life expectations based on differences in religious backgrounds or the application of tolerance in every society, even if the society is homogeneous.
Pelestarian Budaya dalam Tari Wali Krama Murwa pada Tradisi Usaba Sambah di Desa Pesedahan Karangasem Putri Ekaresty Haes
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelestarian budaya yang dilakukan oleh masyarakat desa Pesedahan melalui tari wali krama murwa dalam tradisi usaba samba. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tari wali merupakan tarian sakral yang berfungsi sebagai pelaksana upacara yadnya dan wajib ditarikan oleh penduduk asli setempat (krama murwa), tarian ini memiliki tiga bentuk yaitu Tari Pendet Lanang, Tari Pendet Tari Istri, dan Tari Rejang Lilit. Ketiga tarian ini memiliki makna untuk menyenangkan Ida Betara atau Hyang Kuasa (Tuhan) agar dapat memberikan berkah kemakmuran bagi masyarakat setempat. This study aims to determine the cultural preservation carried out by the Pesedahan village community through the wali krama murwa dance in the usaba samba tradition. Qualitative method with an ethnographic approach through observation, interviews and documentation techniques. The results of the study explain that the wali dance is a sacred dance that functions as an executor of the Yadnya ceremony and must be danced by the local natives (krama murwa), this dance has three forms, namely the Pendet Lanang Dance, the Pendet Istri Dance and the Rejang Lilit Dance. These three dances have a meaning to please Ida Betara or Hyang Power (God) in order to give the blessing of prosperity to the local community.
Pengaruh Efikasi Diri dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Nurlatifah Rangkuti; Turmudi Turmudi; Abdussakir Abdussakir
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh efikasi diri dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini didesain dalam bentuk pendekatan Mixed Methods yang mengkombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif (Sequantial Explanatory). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda menggunakan SPSS Versi 23,0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh efikasi diri dan motivasi belajar yang signifikan positif terhadap hasil belajar matematika. This study aims to examine and analyze the effect of self-efficacy and learning motivation on mathematics learning outcomes. This research is designed in the form of a Mixed Methods approach that combines quantitative and qualitative analysis (Sequantial Explanatory). The data analysis technique used is multiple regression analysis using SPSS Version 23.0. The results of this study indicate that there is a significant positive effect of self-efficacy and learning motivation on mathematics learning outcomes.
Keberlangsungan Adat Suku Dayak Ribun di Sanggau Kalimantan Barat: Suatu Tinjauan Etnografi Arkanudin Arkanudin; Rupita Rupita
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i3.419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem hukum adat yang masih berlangsung pada suku Dayak Ribun di Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Subjek penelitian adalah Etnik Dayak Ribun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan secara langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Etnik Dayak Ribun adalah subetnik Dayak Klemantan mendiami pedalaman Kabupaten Sanggau, terutama di Kecamatan Parindu dan sebagian kecil di Kecamatan Tayan Hulu, Tayan Hilir, Bonti, dan Kembayan. Secara historis, nenek moyang etnik ini berasal dari perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia, yaitu di daerah Nekan Entikong yang sekarang dikenal dengan Tembawang Ribun. Besar kecilnya hukuman adat diukur dengan istilah tahil. Hukuman adat yang paling berat adalah hukuman perkara pembunuhan, baik pembunuhan yang direncanakan maupun tidak sengaja yang disebut dengan adat patinyawa. Implikasi hasil penelitian ini bahwa kearifan lokal dan hukum adat yang merupakan kerangka etnografi yang dimiliki oleh etnik Dayak Ribun perlu dilestarikan. Hal ini mengingat perkembangan teknologi hari ini yang begitu cepat, maka tidak menutup kemungkinan kearifan lokal yang diwariskan oleh nenek moyang mereka akan tergerus zaman. This study describes the customary legal system that is still taking place at Dayak Ribun in Parindu District, Sanggau Regency, West Kalimantan. The subject of the study was Dayak Ribun ethnic. The approach used in this study is the ethnographic approach. Data collection uses live observation techniques, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that Dayak Ribun ethnic is a root ethnik from Dayak Klemantan inhabiting the interior of Sanggau Regency, especially in Parindu District and a small part in the districts of Tayan Hulu, Tayan Hilir, Bonti, and Kembayan. Historically, this ethnic ancestor came from west Kalimantan-Malaysia border in Nekan Entikong area which is now known as Tembawang Ribun. The size of the customary punishment is measured by tahil terms. The harshest customary punishment is murder, whether the planned or in-accident murder called the patinyawa custom. The implication of this research is that local wisdom and customary law which is an ethnographic framework owned by Dayak Ribun ethnic needs to be preserved. This is considering the rapid development of technology today, it does not close the possibility that local wisdom inherited by their ancestors will be eroded by the times.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue