cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Analisis Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Rumah Zakat Yogyakarta Nur Kholik; Baiq Ismiati; Nurlia Balqish
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran terkait permasalahan kemiskinan yang belum bisa ditangani sampai dengan dewasa initentu membutuhkan keterlibatan semua pihak secara bersama dan terkoordinasi, agar cita-cita kesejahteraan dapat tercapai dengan lebih dinamis. Melalui penelitianlapangan (field research) dengansifat penelitiankualitatif deskriptif (qualitative descriptive research)serta pendekatan yuridis sosiologis.Ditemukan beberapa hasil analisis, menunjukkan bahwa program kesejahteraan Rumah Zakat mencakup beberapa hal seperti; seyum juara, seyum mandiri, seyum sehat,seyum lestari, dan terakhir seyum Ramadhan. Adapun indikatoryang digunakan Rumah Zakat berfokus pada tiga hal yaitu; pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan. Adapun ciri-ciri kesejahteraan masyarakat mengacu kepada dua parameter yakni; Pemerintah dan nisab zakat.
HUBUNGAN BUDAYA SEKOLAH DAN KOMITMEN GURU DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KOTA SELATAN KOTA GORONTALO Jeni S. Kusumi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jeni S.Kumisi.2014. HubunganBudayaSekolah dan Komitmen Guru dalamMotivasiKerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Se Kota Selatan Kota Gorontalo. Tesis. Program StudiAdministrasi PendidikanKonsentrasiManajemen PendidikanUniversitas Negeri Gorontalo. Pembimbing:(1) Dr. H. SyamsuQamar Badu, M.Pd (2) Dr. Rosman Ilato, M.PdPenelitianinibertujuanuntukmenganalisisseberapabesarhubunganantara: 1) Budayasekolahdenganmotivasikerja guru Sekolah Dasar Negeri Se Kota Selatan Kota Gorontalo.2) Komitmen guru denganmotivasikerja guru Sekolah Dasar Negeri Se Kota Selatan Kota Gorontalodan3) Budayasekolah dan komitmen guru secarabersama-samadenganmotivasikerja guru Sekolah Dasar Negeri Se Kota Selatan Kota Gorontalo. Penelitianinimerupakanjenispenelitiankuantitatif yang akanmendeskripsikankorelasionalbudayasekolah dan komitmen guru terhadapmotivasikerja guru di Sekolah Dasar Negeri Se Kota Selatan Kota Gorontalo. Adapundesainpenelitianinimelibatkanduavariabelyaituvariabelbebasterdiriatasbudayasekolah (X1) dan komitmen guru (X2) dan variabelterikatyaitumotivasikerja guru (Y). Populasidalampenelitianiniadalahberjumlah 111responden dan memilikisampelsebanyak 53 responden. Teknik pengambilansampeldalampenelitianinimenggunakan teknik menurut Taro Yamane/Slovin. Sebagaikesimpulan dan temuandaripenelitianiniadalah: 1) Terdapathubungan yang positif dan signifikanbudayasekolahdenganmotivasikerja guru. Dengandemikianapabilabudayasekolahtelahterbentukdenganbaik, makamotivasikerja guru di SD se-Kota Selatan dapatmenjadilebihbaik. 2) Terdapathubungan yang positif dan signifikankomitmen guru denganmotivasikerja guru. Dengandemikianapabilakomitmen gurusudahterpatridenganbaik, makamotivasikerjaGuru di SD se-Kota Selatandapatmenjadilebihbaik. 3) Terdapathubungan yang positif dan signifikanbudayasekolahdan komitmenguru secarasimultandenganmotivasikerja guru.
Dampak Obyek Wisata Tasik Ria Terhadap Pelestarian Lingkungan Dari Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Nurdin Mohamad
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obyek wisata Tasik Ria merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Minahasa yang posisinya sangat strategis karena terletak di jalur Trans Sulawesi dan hanya berjarak sekitar 20 KM dari kota Manado. Disamping itu obyek wisata ini telah memiliki fasilitas hotel berbintang, kolam renang dan fasilitas penunjang lainnya. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses terjadinya perubahan yang bersifat positif, baik terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat maupun terhadap lingkungan.
Pelatihan Kerajinan Tangan untuk Meningkatkan Kreativitas Pelaku Usaha sebagai Sumber Pendapatan Masyarakat Robetmi Jumpakita Pinem; Naili Farida; Agung Budiatmo; Sari Sulistyorini; Widayanto Widayanto
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.490

Abstract

In the era of growing globalization, people's mindsets are getting more creative, one of which is developing handicrafts from recycled materials as a source of income because the materials come from the surrounding environment. Glagah Wangi Beach in Demak has views of white sand and mangrove forests making this beach the most popular destination in 2020 with an average of 5,000 visitors in one week. The number of visitors and natural beauty can be a high potential for the demand for souvenirs. The service team of the Department of Administration provides training on handicrafts from mangrove trees. When there are no souvenir sellers from Glagah Wangi Beach, Istanbul, Tambakbulusan Village, it becomes a high opportunity for business actors to get additional sources of income and can become memories for tourists. Di era globalisasi yang semakin berkembang, pola pikir masyarakat semakin kreatif, salah satunya mengembangkan kerajinan tangan bersumber bahan daur ulang sebagai sumber pendapatan karena bahan berasal dari lingkungan sekitar. Pantai Glagah Wangi di Demak memiliki pemandangan pasir putih dan hutan mangrove menjadikan pantai ini sebagai destinasi terpopuler di tahun 2020 dengan rata-rata 5.000 pengunjung dalam satu minggu. Banyaknya pengunjung dan keindahan alam dapat menjadi potensi yang tinggi untuk permintaan oleh-oleh. Pengabdian masyarakat memberikan pelatihan kerajinan tangan dari pohon bakau sebanyak 20 orang dengan metode ABCD. Saat tidak adanya penjual oleh-oleh dari Pantai Glagah Wangi, Istambul, Desa Tambakbulusan, maka menjadi peluang yang tinggi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan dan dapat menjadi kenangan bagi wisatawan.
Cerita Rakyat Gorontalo Janjia Lo U Duluwo Zilfa Achmad Bagtayan
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.564

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan strukturasi sinkronik dan diakronik yang terdapat dalam mitos perdamaian Kerajan Gorontalo dan Kerajaan Limboto dalam cerita rakyat Gorontalo ‘Janjia Lo U Duluwo’ dan mendeskripsikan oposisi biner yang terdapat dalam mitos ‘Janjia Lo U Duluwo’. Sesuai dengan tujuan, teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Strukturalisme Levi-Strauss. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan. Kemudian teknik analisis data dilakukan melalui langkah-langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi data yang menunjukan kontribusi dan fungsi terapan, (2) mengklasifikasi data, (3) menganalisis data, (4) mendeskripsikan data secara menyeluruh, (5) Menyajikan hasil dan pembahasan serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada tahap pertama, yakni surface structure, mitos distrukturkan dengan menggunakan model deretan sinkronik dan diakronik, cara ini bertujuan untuk menemukan mytheme-mytheme dalam cerita rakyat tersebut. Keseluruhan dari rangkaian cerita Janjia Lo U Duluwo’ dapat dikelompokkan menjadi empat belas episode. Berdasarkan unit-unit dalam episode, maka unit-unit tersebut dapat dibagi dalam dua kategori yaitu pertama, unit-unit yang dapat dioposisikan, unit-unit in dikategorikan sebagai mytheme dan akan dianalisis pada bab berikutnya dengan oposisi biner untuk menemukan deep structure atau struktur dalam, yang kedua yaitu, unit-unit yang bukan mytheme yaitu unit-unit yang tidak dapat dioposisikan. (2) Pada tahap kedua, yaitu deep structure, mytheme-mytheme dibuat ke dalam pola-pola oposisi biner. Untuk menemukan faktor-faktor budaya pada masyarakat Gorontalo, bidang-bidang ilmu lain, yaitu etnografi, sejarah, dan psikologi digunakan sebagai ilmubantu. Selanjutnya, innate structure ditemukan sebagai sari dari interpretasi terhadap deep structure. Pada innate structure ini ditemukan unconsciousness masyarakat jawa berdasarkan cerita rakyat Janjia Lo U Duluwo’ yaitu bahwa masyarakat Gorontalo adalah masyarakat yang agresif. mereka tidak menerapkan diskriminasi dan mereka mempraktikkan kolusi dalam kehidupan bermasyarakat. This study describes the synchronic and diachronic structurations contained in the peace myth of the Kingdom of Gorontalo and the Kingdom of Limboto in the Gorontalo folklore 'Janjia Lo U Duluwo' and describes the binary opposition contained in the myth of 'Janjia Lo U Duluwo'. In accordance with the objectives, the theory used in this research is Levi-Strauss Structuralism. The method used in this research is descriptive analysis method. The data collection techniques using library techniques. Then the data analysis technique is carried out through steps, namely: (1) identifying data that shows the contribution and applied function, (2) classifying the data, (3) analyzing the data, (4) describing the data thoroughly, (5) presenting the results and discussion and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) In the first stage, namely the surface structure, myths are structured using synchronic and diachronic sequence models, this method aims to find the myths in the folklore. The whole series of the stories of Promise Lo U Duluwo' can be grouped into fourteen episodes. Based on the units in the episode, these units can be divided into two categories: first, the units that can be opposed, these units are categorized as myths and will be analyzed in the next chapter with binary opposition to find the deep structure. , secondly, that is, non-mytheme units i.e. non-oppositional units. (2) In the second stage, namely deep structure, the myths are made into binary opposition patterns. To find cultural factors in the Gorontalo community, other fields of science, namely ethnography, history, and psychology are used as auxiliary sciences. Furthermore, the innate structure is found to be the essence of the interpretation of the deep structure. In this innate structure, the unconsciousness of the Javanese community is found based on the folklore of the Promised Lo U Duluwo', namely that the Gorontalo community is an aggressive society. they do not discriminate and they practice collusion in social life.
Mengasah Kecerdasan Spiritual Melalui Aktivitas Berdoa pada Anak Usia Dini Nur Hafidz; Raden Diana Rachmy
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.444

Abstract

Every human being often experiences failure, social jealousy, and high emotions. The concept of spiritualism invites self-peace and brings meaningful values. The attitude of spiritual intelligence is a form of self-awareness in a better human life. So from an early age, spiritual intelligence must be honed. This is because early childhood is active in the aspect of growth and development through response and stimulation. This study aims to get an idea of ​​how to hone the spiritual intelligence of early childhood through prayer activities in early childhood. This research approach is descriptive qualitative in the online and offline interview and observation methods for teachers and children at TPQ Nurul Hidayah Wadas Kelir Karangklesem Purwokerto Selatan The subjects in this study were children aged 4-6 years as many as 10 children. Consists of 6 boys and 4 girls. As a result, prayer activities can hone children's spiritual intelligence in the form of good behavior, have a conscience, have positive thinking skills, have skills, and have achievements. Seeing the achievement of children's success with cooperation between teachers and parents in prayer activities. So there is a habit that children continue to learn about religion by looking at the pattern of daily prayer activities. Setiap manusia sering mengalami kegagalan, kecemburuan sosial, dan emosi tinggi. Konsep spiritualisme mengajak kedamaian diri dan membawa nilai yang bermakna. Sikap kecerdasan spiritual menjadi salah satu bentuk menyadarkan diri dalam kehidupan manusia yang lebih baik. Oleh karena itu, kecerdasan spiritual harus diasah sejak usia dini. Hal tersebut karena aspek tumbuh kembang anak usia dini sedang aktif melalui respon dan rangsangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang cara mengasah kecerdasan spiritual anak usia dini melalui aktivitas berdoa. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dalam metode wawancara dan observasi secara online dan offline pada guru dan anak-anak di TPQ Nurul Hidayah Wadas Kelir Karangklesem Purwokerto Selatan. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4−6 tahun sebanyak 10 anak. Terdiri 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas berdoa dapat mengasah kecerdasan spiritual anak berupa sikap perilaku baik, memiliki keyakinan hati nurani, kemampuan berpikir positif, dan memiliki keterampilan, serta berprestasi. Melihat capaian keberhasilan anak dengan kerja sama antara guru dan orang tua dalam kegiatan aktivitas berdoa. Maka ada suatu kebiasaan yang terus menerus anak dalam belajar agama dengan melihat pola aktivitas berdoa setiap harinya.
Pendekatan Isu-Sosiosaintifik untuk Membangun Learning Community Berbasis Penilaian Portofolio Lilan Dama
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v6i1.246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan isu-sosiosaintifik untuk membangun learning community berbasis penilaian portofolio yang dilaksanakan di kelas IV SDN 13 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh proses pembelajaran tertata dengan baik dan terlaksana sesuai rencana pembelajaran, mulai dari persiapan, proses hingga akhi pembelajaran. Learning community dalam proses pembelajaran dilakukan baik oleh gurumaupun peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari cara peserta didik mengakses informasi melalui berbagai sumber baik dari pengalaman teman-temannya ataupun dari pengalaman dirinya sendiri, sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik dapat membangun learning comunnity berbasis portofolio pada peserta didik di kelas IV SDN 13 Limboto Barat.
Pengaruh Penerapan Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Nujha Nirwana; Elly Susanti; Djoko Susanto
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.451

Abstract

Mathematical communication is very important to be considered in learning mathematics so that students are able to achieve the objectives of learning mathematics. Students must be able to communicate their thoughts and feelings through clear and correct spoken language. This study aims to determine the application of the SAVI learning model to improve students' mathematical communication. This study uses the library research method (library research), while data collection is done by searching for information, analyzing and concluding data by examining several journals, books, articles and notes related to the SAVI learning model and mathematics learning. The results of this study are mathematical communication in mathematics learning can be done with the SAVI model as an alternative in solving the difficulties faced by students. Somatic intelligence can direct students in learning mathematics that is seen and heard through body demonstrations or kinesthetic abilities. Auditory learners are able to listen in detail on topics in mathematics learning and express what they hear. Visual learners will be more active by discussing kalam material through videos, pictures, doodling, illustrations and colors. Intellectual learners are able to cover all previous intelligences, so learners are able to ask questions, story telling and problem solving. Komunikasi matematis sangatlah penting untuk diperhatikan dalam pembelajaran matematika agar siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran matematika. Siswa harus mampu mengomunikasikan pikiran dan perasaan lewat bahasa lisan yang jelas dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual), untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan), sedangkan pengumpulan data dengan mencari informasi, menganalisa, dan menyimpulkan data dengan menelaah beberapa jurnal, buku, artikel serta catatan terkait dengan model pembelajaran SAVI dan pembelajaran matematika. Adapun penerapan dari SAVI pada komunikasi matematis di pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan model SAVI yang merupakan alternatif dalam menyelesaikan kesulitan yang dihadapi siswa. Kecerdasan somatis dapat mengarahkan siswa dalam pembelajaran matematika yang dilihat dan didengar melalui peragaan tubuh atau kemampuan kinestis. Pembelajar auditori mampu mendengarkan secara detail topik pada pembelajaran matematika dan mengutarakan sesuatu yang didengar. Pembelajar visual akan lebih aktif dengan pembahasan materi melalui video, gambar, doodling, ilustrasi, serta warna. Pembelajar intelektual mampu meng-cover semua kecerdasan sebelumnya, maka pembelajar mampu untuk tanya jawab, strory telling, dan pemecahan masalah.
Tampir sebagai Ritual Peralihan dalam Upacara Kematian pada Suku Dayak Taman Kapuas di Kalimantan Barat Oktaviana Supriani Ririn; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.503

Abstract

Various ways are done to show love, and last tribute to the person who has died. Tampir is one of the many death customs in ethnic groups in the archipelago. Tampir is a traditional death ceremony for the Taman Kapuas Dayak ethnic, which is carried out by inviting relatives and friends to attend to pay respects to their deceased members. This study focuses on the tampir ceremony as a rites of passage in the life cycle of the Dayak Taman Kapuas ethnic in Sayut Village, West Kalimantan. Data and information were collected by in-depth interviews and observations. The results of this study indicate that the tampir custom is carried out through a long procession, starting from giving invitations to relatives and friends, slaughtering cows, simple meals, eating together, surrounding the bodies with dances, funerals, and family gatherings. Berbagai cara dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Tampir merupakan satu dari sekian banyak adat kematian pada suku bangsa di nusantara. Tampir adalah upacara adat kematian pada etnis Dayak Taman Kapuas yang dilakukan dengan mengundang kerabat dan sahabat untuk hadir memberikan penghormatan kepada anggota mereka yang telah meniggal. Penelitian ini berfokus pada upacara tampir sebagai ritual peralihan dalam daur hidup etnis Dayak Taman Kapuas di Desa Sayut, Kalimantan Barat. Data dan informasi dikumpulkan dengan wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat tampir dilakukan melalui prosesi yang panjang, dimulai dari memberikan undangan kepada kerabat dan sahabat, melakukan pemotongan sapi, jamuan sederhana, makan bersama, mengelilingi jenasah dengan tarian, pemakaman, dan kumpul keluarga.
Analisis Rendahnya Tingkat Investasi di Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Budaya Pandu Adi Cakranegara
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.485

Abstract

Investment is a science that is considered modern science and comes from western thought. This study shows that the agri-community in Indonesia has a tradition that can be categorized as an investment. Agricultural communities in Indonesia have used their surplus production to finance their children's education and prepare food stocks for the dry season. The research method used is the descriptive qualitative research method. This study attempts to describe the phenomenon of investment in Indonesian society. The approach used is socio-cultural. The data taken is qualitative in the form of observations and unstructured interviews. Interviews were conducted in an informal atmosphere at several levels of society with various backgrounds. Based on this study, it was found that Indonesian society is a future-oriented society. This orientation is also influenced by farming culture, where a farmer needs to see how the climate conditions will be in the future before planting crops. Indonesian people already have a fundamental nature that views investment as necessary. However, because no infrastructure can facilitate the socio-cultural conditions of the agri-community, they have not been able to participate in the modern economic system. For this reason, this study concludes the importance of financial inclusion. The purpose of financial inclusion is to include all people in the economic system so that every level of society can enjoy the benefits of the economic system. Investasi adalah suatu ilmu yang dianggap ilmu modern dan berasal dari pemikiran barat. Penelitian ini memperlihatkan bahwa masyarakat agri di Indonesia sebenarnya telah memiliki sebuah tradisi yang dapat dikategorikan sebagai investasi. Masyarakat agri di Indonesia telah menggunakan kelebihan hasil produksinya untuk membiayai pendidikan anak-anaknya dan mempersiapkan stok makanan untuk menghadapi musim kemarau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan fenomena investasi pada masyarakat Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosial budaya. Data yang diambil adalah data kualitatif berupa observasi dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara dilakukan dalam suasana informal pada beberapa lapisan masyarakat dengan aneka ragam latar belakang. Berdasarkan studi ini ditemukan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang berorientasi masa depan. Hal ini juga dipengaruhi oleh budaya tani yaitu seorang petani perlu melihat kondisi iklim ke depannya sebelum bercocok tanam. Masyarakat Indonesia telah memiliki sifat dasar yang memandang penting investasi. Namun karena belum adanya infrastruktur yang dapat memfasilitasi kondisi sosial budaya masyarakat agri ini maka mereka belum dapat berpartisipasi di sistem ekonomi modern. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan pentingnya inklusi keuangan. Tujuan dari inklusi keuangan adalah memasukkan seluruh masyarakat ke dalam sistem ekonomi sehingga setiap lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari sistem ekonomi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue