cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
English Consonants Production on School-Age Children Monoarfa, Muchlik Kamal; Ali, Sri Widyarti; Bay, Indri Wirahmi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.507

Abstract

This study aims to reveal the production of consonant sounds in children aged 6-9 years old whose first language is Indonesian and/or Gorontalo language, as well as to reveal the facts about the consonant sounds that can and cannot be produced by the children. This study applied qualitative method by collecting the data using audio and video recording to record the consonant sounds produced by the participants, and transcribing the sounds using IPA (International Phonetic Alphabet). The data of this study were taken from School-Age Children from six until nine years old, that consisted of five students from Ronal Hutagalung Learning Center. The data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and the drawing and verifying conclusion. Furthermore, the classification of NAE Consonant Phonemes by Parker (1986) was used as the main theory in data analysis. The findings show that from five participants, three participants can produce 23 consonant sounds, and two participants can produce 24 consonant sounds. In addition, the results also show that the participants were mostly unable to produce consonants Voiceless Dental Fricative /θ/, Voiced Palatal Fricative /ʒ/, Voiced Palatal Glide /y/, Voiceless Palatal Fricative /ʃ/, and Voiced Dental Fricative /ð/, which means that most of the sounds that they cannot produce are the consonants that do not exist in their first language. The findings of this study are expected to be a reference in teaching English pronunciation to children, as well as overcoming the problems related to the consonant production in children. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap produksi bunyi-bunyi konsonan pada anak usia 6-9 tahun yang bahasa pertamanya adalah bahasa Indonesia dan/atau bahasa Gorontalo, serta mengungkap fakta tentang bunyi konsonan yang dapat dan tidak dapat dihasilkan oleh anak pada usia tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan rekaman audio dan video untuk merekam bunyi konsonan yang dihasilkan oleh partisipan, dan mentranskripsi bunyi-bunyi tersebut dengan menggunakan IPA (International Phonetic Alphabet). Data penelitian ini diambil dari Anak Usia Sekolah dari usia enam sampai sembilan tahun, yang terdiri dari lima siswa dari Ronal Hutagalung Learning Center. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Selanjutnya, klasifikasi Fonem Konsonan NAE oleh Parker (1986) digunakan sebagai teori utama dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima partisipan, tiga partisipan dapat menghasilkan 23 bunyi konsonan, dan dua partisipan dapat menghasilkan 24 bunyi konsonan. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan tidak dapat memproduksi konsonan Voiceless Dental Fricative /θ/, Voiced Palatal Fricative /ʒ/, Voiced Palatal Glide /y/, Voiceless Palatal Fricative /ʃ/, and Voiced Dental Fricative /ð/, yang berarti bahwa sebagian besar bunyi yang tidak dapat mereka lafalkan adalah konsonan yang tidak ada dalam bahasa pertama mereka. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengajarkan pronunciation bahasa Inggris pada anak, serta mengatasi permasalahan terkait produksi bunyi-bunyi konsonan pada anak.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Sederhana melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Siti Maryana; Wati Sukmawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.428

Abstract

Writing skills are one aspect of language skills. Writing skills are also one of the things that are very meaningful to be taught to students because the ability to write is a need that must be owned and this activity will be very beneficial in educational activities, especially in Indonesian lessons. This expansion aims to analyze recognizing the process of improving skills education through contextual teaching and learning (CTL) approach methods in grade IV students. Not only that to recognize the results of improving the education of writing skills through contextual teaching and learning (CTL) approach in students. This research consists of TWO cycles. In this research procedure, action and observation activities are combined at one time, is when the activity is carried out at the same time as observation or observation. Researchers conducted observations of the change in attitude of students. After that the results are reflected to design the next stage of activities. The cycle is carried out continuously until the researcher is satisfied, the problem is solved and until there is an increase in writing essays. Based on the results of this study there are mistakes made by students in writing simple essays. The aspects assessed are: (1) stringing stories according to the student experience, (2) writing the background (place and time), (3) the use of spelling and punctuation. And the most common errors are errors in writing spelling and punctuation. Keterampilan menulis ialah salah satu aspek keahlian berbahasa. Keterampilan menulis juga merupakan salah satu hal yang sangat berarti untuk diajarkan kepada siswa karena kemampuan menulis termasuk suatu kebutuhan yang harus dimiliki serta akan sangat bermanfaat pada aktivitas pendidikan khususnya pada pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis mengenali proses peningkatan pendidikan keterampilan melalui metode pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada siswa. Tidak hanya itu guna mengenali hasil peningkatan pendidikan keterampilan menulis karangan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa. Penelitian ini terdiri dari II siklus. Dalam tata cara riset ini, aktivitas aksi serta pengamatan digabung dalam satu waktu, yaitu pada saat dilaksanakan kegiatan sekaligus dilaksanakan pengamatan ataupun observasi. Peneliti melaksanakan pengamatan pergantian sikap siswa. Setelah itu hasil- hasil di refleksikan guna merancang kegiatan tahap selanjutnya. Siklus dilaksanakan secara terus menerus hingga peneliti puas, permasalahan terselesaikan serta hingga terdapat peningkatan dalam menulis karangan. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat kesalahan yang dilakukan siswa dalam menulis karangan sederhana. Adapun aspek yang dinilai adalah: (1) merangkaikan cerita sesuai dengan pengalaman siswa, (2) menuliskan latar (tempat dan waktu), (3) penggunaan ejaan dan tanda baca. Dan kesalahan paling sering ditemukan yaitu kesalahan dalam menulis ejaan dan tanda baca.
Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi Muhammad Ichwan; Ulfa Reskiani; Ayu Lestari Indah; A. Nurul Ainun Fitri Makmur; Eka Merdekawati Djafar
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.495

Abstract

This study aims to reveal the role of Pasang ri Kajang as the main element in growing the character of the Ammatoa indigenous people of the Kajang Tribe. The method used in this study is a combination of qualitative and quantitative approaches. Based on the results of the study, Pasang ri Kajang for the Ammatoa indigenous people of the Kajang tribe is an existence that is mandatory to be obeyed. They also teach about Pasang from a young age and the first lesson taught is tabe '(courtesy). The purpose of this courtesy is not only shown to humans, but also nature. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran Pasang ri Kajang sebagai elemen utama dalam menumbuhkan karakter masyarakat adat Ammatoa Suku Kajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Pasang ri Kajang bagi masyarakat adat Ammatoa Suku Kajang merupakan keberadaan yang bersifat wajib untuk ditaati. Mereka juga mengajarkan mengenai Pasang sedari kecil dan pelajaran pertama yang diajarkan adalah tabe’ (sopan santun) maksud dari sopan santun ini tidak hanya ditunjukkan kepada manusia, namun juga kepada alam.
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Praktikum Mahasiswa dengan Model Based Keyword Successs Learning Fauzan Putraga Al Bahri; Syafrinal Syafrinal
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.527

Abstract

One of the strategies used to present effective information is the strategy of using keyword-based learning based on the application of keywords in understanding learning material on the use of computers in order to improve students' memory in developing better ways to encode information so that it will be easier to remember. This study aims to develop a model and implement Model-Based Keyword Success Learning (BKSL) as a solution to improve practicum learning competencies in the new normal era so that its application can be more effective and efficient, as well as facilitate the presentation of teaching materials more easily understood by students. This method involves media and techniques consisting of games; debate; discussion; story; film; conversation; and vocabulary. The approach used in this research is a qualitative approach with a descriptive method. The stages of data collection include a) interviews; b) observation; and c) documentation, the technique of drawing conclusions by analyzing documents, whether written, pictures, or electronically, while the data analysis technique goes through the following stages: a) data reduction; b) data presentation; and c) drawing conclusions. This learning involves several assessment variables in taking the results of the assessment consisting of, namely; games, debates, discussions, stories, films, conversations, and vocabulary that are carried out practice directly to students, the results of this study note that the most popular learning media are using games, films, and vocabulary. While learning with debate, conversation, story, and discussion models is not much liked. Salah satu strategi yang digunakan untuk menyajikan informasi efektif adalah strategi penggunaan keyword based learning berbasis penerapan kata kunci dalam memahami materi belajar pada penggunaan komputer agar meningkatkan memori siswa dalam mengembangkan cara yang lebih baik untuk menyandikan informasi sehingga akan lebih mudah diingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model dan mengimplemetasi Model Based Keyword Successs Learning (BKSL) sebagai solusi peningkatan kompetensi pembelajaran praktikum di era new normal, sehingga penerapannya dapat lebih efektif dan efesien, serta memudahkan penyajian materi bahan ajar secara lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Dalam metode ini melibatkan media dan teknik yang terdiri dari game, debat, diskusi, cerita, film, percakapan, dan kosa-kata. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tahapan pengumpulan data meliputi: a) wawancara; b) observasi; dan c) dokumentasi, teknik pengambilan kesimpulan dengan cara untuk menganalisis dokumen baik tertulis, gambar, maupun elektronik, sedangkan pada teknik analisis data melalui tahapan: a) reduksi data; b) penyajian data; dan c) penarikan kesimpulan. Pembelajaran ini melibatkan beberapa variabel penilaian dalam pengambil hasil penilaian terdiri dari yaitu; game, debat, diskusi, cerita, film, percakapan, dan kosakata yang dilakukan secara praktik langsung ke mahasiswa. Hasil penelitian ini diketahui bahwa media pembelajaran yang paling diminati adalah dengan menggunakan game, film, dan kosa-kata. Sedangkan pembelajaran dengan model debat, percakapan, cerita, dan diskusi tidak banyak disukai.
Penggunaan Google Classroom Kombinasi WhatsApp sebagai Media Pembelajaran Daring di Tengah Covid-19 Sukiman sukiman; Maulidia Tifani Alfin Nur Hardiana
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.501

Abstract

The outbreak of the coronavirus outbreak has disrupted the world of education, so learning activities are carried out online. So, this study aims to determine the effectiveness of the use of google classroom combined with WhatsApp as an online learning medium in the midst of Covid-19. The method used is descriptive quantitative and data collection using a questionnaire. From the results of the distributed questionnaires, data on the use of google classroom combined with WhatsApp was quite effective for online learning media. The use of google classroom and WhatsApp is quite effective for delivering material and evaluating learning with a confidence level of 64.33% of respondents being able to understand lecture material through google classroom and WhatsApp. Likewise, the use of internet data with a confidence level of 85.21% of respondents believed that google classroom and WhatsApp used less internet data. Merebaknya wabah corona virus membuat dunia pendidikan terganggu sehingga aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan google classroom kombinasi WhatsApp sebagai media pembelajaran daring di tengah covid-19. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dan pengumpulan data menggunakan angket. Berdasarkan hasil angket yang disebar, diperoleh data pemanfaatan google classroom kombinasi WhatsApp cukup efektif untuk media pembelajaran daring. Pemanfaatan google classroom dan WhatsApp cukup efektif untuk menyampaikan materi serta melakukan evaluasi pembelajaran dengan tingkat kepercayaan sebesar 64,33% responden dapat memahami materi kuliah melalui google classroom dan WhatsApp. Begitu juga dengan penggunaan data internet dengan tingkat kepercayaan sebesar 85,21% responden percaya bahwa google classroom dan WhatsApp lebih sedikit menggunakan data internet.
Makanan Lokal “Tatake” sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Desa Botutonu’o Kabupaten Bone Bolango Yumanraya Noho; Meilinda L. Modjo; Poppy Arnold Kadir
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.545

Abstract

Gorontalo is a tourist destination that is rich in both, nature and culture. One of the cultural attractions that are quite popular in Gorontalo is culinary. Botutonu'o village which is located in the coastal area of ​​Tomini Bay, Kabila Bone District, Bone Bolango Regency has a unique local food appeal that has not been widely explored and introduced to the community. It is a type of dish made from shellfish or what the local community calls "Tatake". This study aims to raise the uniqueness of the local food "Tatake" as a culinary attraction in Botutonuo Village. This study used descriptive qualitative method. The results showed that the local food "tatake" has the potential to be used as a culinary tourism attraction that can be developed in Botutonu'o Village to support the natural attraction of a beach that has already been developed. Gorontalo merupakan salah satu destinasi wisata yang kaya akan alam dan budaya. Salah satu Daya Tarik budaya yang cukup diminati di Gorontalo adalah kuliner. Desa Botutonu’o yang terletak di wilayah pesisir Teluk Tomini, Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. memiliki daya tarik makanan lokal yang unik, belum banyak dieksplorasi, dan diperkenalkan ke masyarakat, yakni jenis masakan berbahan baku kerang atau yang disebut masyarakat lokal sebagai “Tatake”. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat keunikan makanan lokal “Tatake” sebagai daya tarik wisata kuliner di Desa Botutonuo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan lokal “tatake” memiliki potensi untuk dijadikan daya tarik wisata kuliner yang bisa dikembangkan di Desa Botutonu’o untuk mendukung daya tarik alam berupa pantai yang sudah lebih dahulu dikembangkan.
MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE BERVARIASI PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS BAWAH SDN 13 TELAGA BIRU Lidwina Samandi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v5i3.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa melalui metode bervariasi pada mata pelajaran IPS di kelas bawah SDN 13 Telaga Biru. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian tindakan kelas. Setelah dilakukan penelitian sebanyak dua siklus, minat dan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I, minat dan motivasi belajar siswa secara berurut berjumlah 55,56% dan 5667%. Adapun pada siklus II, minat dan motivasi belajar siswa secara berurut berjumlah 72,22% dan 80%. Oleh sebab itu, dapat diketahui bahwa penggunaan metode bervariasi dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa SDN 13 Telaga Biru. Kata kunci: minat, motivasi, metode bervariasi
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA PENGAWAS DI KOTA GORONTALO Lisnawaty Dukalang
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi guru terhadapkinerja pengawas di kota Gorontalo baik secara simultan maupun parsial. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian adalah purposive sample yaitu pengambilan subjek didasarkan atas adanya tujuan tertentu dan teknik pengumpulan data melalui kuisioner, observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel kepemimpinan madrasah(X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen kinerja pengawas (Y) dengan arah koefisien positif sebesar 0,298. Nilai tersebut bermakna setiap penambahan 1% leadership function, maka kinerja karyawan meningkat sebesar 0,298 atau 29,80%. Variabel motivasi guru (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Kinerja (Y) dengan arah koefisien positif sebesar 0,530. Nilai tersebut bermakna setiap penambahan 1% motivasi guru, maka kinerja meningkat sebesar 0,530 atau 53,00%. Pengujian nilai R2 sebesar 0,586 (58,60%) menunjukkan bahwa besarnya kontribusi variabel independen yang terdiri dari pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi guru terhadap kinerja pengawas di kota Gorontalo.
Pengobatan Tradisional Senggugut pada Masyarakat Desa Padu Banjar di Kalimantan Barat Anti Angraini; Dahniar Th. Musa; Diaz Restu Darmawan
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.516

Abstract

Senggugut is a disease experienced by women, especially the people Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. It takes traditional medicine methods in curing Senggugut disease. The formulation of the problem in this paper seeks to examine how the process of traditional treatment for sore throat pain in women is carried out by traditional birth attendants in Padu Banjar Village. The purpose of this study to describe the process of traditional treatment of Senggugut disease and describe the media for healing Senggugut suffered by women. Qualitative research methods become a method of collecting data so that an analysis is formed on traditional senggugut medicine, which is then analyzed through motivation theory to find factors that people prefer traditional medicine methods. Penyakit senggugut merupakan penyakit yang dialami oleh kaum perempuan, khususnya masyarakat Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Dibutuhkan metode pengobatan tradisional dalam penyembuhan penyakit senggugut. Masalah pada penelitian ini berusaha mengkaji proses pengobatan tradisional penyakit senggugut pada kaum perempuan yang dilakukan oleh dukun beranak di Desa Padu Banjar. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan proses pengobatan tradisional penyakit senggugut dan mendeskripsikan media penyembuhan penyakit senggugut yang diderita oleh kaum perempuan. Metode penelitian kualitatif menjadi metode dalam pengumpulan data sehingga terbentuk analisa pada pengobatan tradisional senggugut. Selanjutnya dianalisis melalui teori motivasi untuk mencari faktor masyarakat lebih memilih metode pengobatan tradisional.
UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA KERJA TENAGA PENDIDIKAN DAN TENAGA PENDIDIKAN MELALUI PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DI SMP NEGERI 8 GORONTALO Hasyin Gani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah atau lembaga pendidikanmerupakan sebuah wahana pengemban peserta didik. Aktivitas di dalamnya terkait proses pelayanan jasa oleh guru sebagai fasilitator, dan kepala sekolah sebagai manajer atau pengelola sekolah.Pengelolaan sekolah dan peran penting kepala sekolah, pada dasarnya mencakup ruang lingkup yang luas, salah satu di antaranya adalah meningkatkan budaya kerja para guru dan pegawai yang dipimpinnya. Hal tersebut dapat dicapai dengan menerapkan metode reward and punishment, yaitu memberikan pujian kepada karyawan yang bekerja dengan baik, danteguran kepada pegawai yang melanggar aturan yang telah ditetapkan bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya peningkatan budaya kerja para guru dan pegawai melalui penerapan reward and punishment di SMP Negeri 8 Gorontalo.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue