cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Karakteristik dan Perlakuan (Treatment) Terhadap Anak Penderita Afasia Rosma Kadir
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v6i1.266

Abstract

Tujuan tulisan ini mengkaji karakteristik anak penderita afasia dan treatment terhadap anak penderita afasia untuk mendapatkan bahasanya kembali. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa terdapat beberapa jenis karakteristik penderita afasia. Pertama, afasia sensoris (wernicke) yang terjadi akibat gangguan yang melibatkan pada girus temporal superior. Kedua, afasia motorik (broca) yang terjadi akibat lesi pada area broca pada lobus frontal. Ketiga, afasia global yang terjadi disebabkan oleh lesi yang luas dan merusak sebagian besar atau semua daerah bahasa yang ditandai dengan tidak adanya lagi bahasa spontan dan menjadi beberapa patah kata yang berulang-ulang (itu-itu saja) disertai ketidakmampuan memahami yang diucapkan. Perlakuan (treatment) pada penderita afasia anak ada tiga, yaitu rehabilitasi, training, dan terapi.
Identifikasi Praktik Adat Istiadat Melayu Bangka di Desa Simpang Rusa Kecamatan Membalong Putra Pratama Saputra; Tiara Ramadhani
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.511

Abstract

This research aims to analyzed and identify the practices of Bangka Malay customs that exist in the community in Simpang Rusa Village, Membalong District. This area is known for its people, the majority of whom are Malays. Various traditions are always carried out by the community throughout the year. As an educational (religious) area, of course, it is the goal of the community from outside the area to visit this village. Nevertheless, there is an interesting thing that Malay traditions can still exist in the midst of society. To carry out this analysis, descriptive qualitative study techniques including study methods are used in this analysis. Observations and interviews are a number of ways that are carried out to obtain primary data sources. In this study, the sources were determined by purposive sampling method. In order to provide assistance in carrying out the analysis in this study, Mc. Murty's theory of the functioning of society will be used. Furthermore, Ferdinand Tonnies' theory will be used to group people into two broad categories, namely gemeinchaft and gesselchaft. The data analysis technique The data analysis method is carried out with the stages of data collection, data reduction, data display and drawing conclusions. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan menganalisis praktik-praktik adat istiadat Melayu Bangka yang ada pada masyarakat di Desa Simpang Rusa Kecamatan Membalong. Daerah ini dikenal dengan masyarakatnya yang mayoritas adalah masyarakat Melayu. Berbagai tradisi senantiasa dilakukan oleh masyarakatnya sepanjang tahun. Sebagai daerah pendidikan (agama) tentunya menjadi tujuan bagian masyarakat dari luar daerah untuk mendatangi desa ini. Meskipun demikian, ada hal yang menarik yakni tradisi-tradisi melayu masih bisa tetap eksis di tengah-tengah masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif ini adalah wawancara dan observasi. Informan dalam teknik wawancara dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan teori mengenai keberfungsian masyarakat yang dikemukakan oleh Mc.Murty. Lebih lanjut akan digunakan teorinya Ferdinan Tonnies yang melakukan pengelompokan masyarakat ke dalam dua kategori besar yakni geme in chaft dan gesselchaft. Metode analisa datanya dijalankan dengan tahap pengumpulan data, pereduksian data, penampilan data, serta mengambil kesimpulan. Penarikan kesimpulan dilakukan dari hasil analisis secara keseluruhan.
Code Mixing Realization by Cinta Laura Kiehl on Boy William’s Youtube Channel Santi Roulina Fentisia Pasaribu; Christian Neni Purba; Herman Herman
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.538

Abstract

This research aims to determine the type and level of code-mixing that appears on Boy William YouTube channel by Cinta Laura Kiehl. This research uses descriptive qualitative research and human research is the main instrument of this research. In collecting data, this research uses the documentation method. This research uses content analysis which focuses on the analysis of the types of code mixing proposed by Hoffman and the levels of code-mixing proposed by Suwito. The data are two video Boy William's YouTube channel such as Intip Rumahnya Cinta Laura Kiehl! Ternyata #DiBalikPintu, Berhentinya Cinta Laura Didunia Musik Karena Trauma?. The data showed that intra-sentential of code-mixing is the most dominant types of code mixing in the video 96.92%, intra-lexical of code mixing with the percentage 3.08% and the lowest percentage is involving a change of pronunciation 0%. The data highest level of code mixing in the video with a percentage level of phrase with a percentage of 46.15%, word level 27.69%, clause level 23.08%, baster level 3.08%, reduplication level and idioms level 0 %. As the result, there were 65 data in the types and levels of code-mixing. In the types of code mixing, the highest type was intra-sentential of code-mixing and the lowest type was involving a change of pronunciation. While, in the levels of code-mixing, the dominant level was word level and the lowest level was repetition word and idiom level. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat campur kode yang muncul dari Cinta Laura Kiehl di channel YouTube Boy William. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan manusia merupakan instrumen utama penelitian ini. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis isi yang menitikberatkan pada analisis jenis-jenis campur kode yang dikemukakan oleh Hoffman dan tingkatan-tingkatan campur kode yang dikemukakan oleh Suwito. Data tersebut adalah dua video channel YouTube Boy William seperti Intip Rumahnya Cinta Laura Kiehl! Ternyata #DiBalikPintu, Berhentinya Cinta Laura di Dunia Musik Karena Trauma? Data menunjukkan bahwa campur kode intra-sentential merupakan jenis campur kode yang paling dominan dalam video 96,92%, campur kode intra-leksikal dengan persentase 3,08% dan persentase terendah melibatkan perubahan pengucapan 0%. Data menunjukkan bahwa campur kode intra-sentential merupakan jenis campur kode yang paling dominan dalam video 96,92%, campur kode intra-leksikal dengan persentase 3,08% dan persentase terendah melibatkan perubahan pengucapan 0%. Data tingkat campur kode tertinggi dalam video dengan tingkat persentase frasa dengan persentase 46,15%, tingkat kata 27,69%, tingkat klausa 23,08%, tingkat baster 3,08%, tingkat reduplikasi dan tingkat idiom 0%. Hasilnya, ada 65 data dalam jenis dan tingkat campur kode. Pada tipe campur kode, tipe tertinggi adalah campur kode intra-sentential dan tipe terendah melibatkan perubahan pelafalan. Sedangkan pada level campur kode, level yang dominan adalah level kata dan level terendah adalah level pengulangan kata dan idiom.
Pelestarian Kesenian Badud Melalui Paguyuban Rukun Sawargi di Desa Margacinta Kabupaten Pangandaran Nurjamillah Nurjamillah; Siti Komariah; Mirna Nur Alia Abdullah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.483

Abstract

The development of the times and technological advances can shift the existence of local arts in various regions, one of which is Badud art. Badud art has decreased in its preservation, due to competition between local art and modern art which has resulted in the decline of its existence. The purpose of this research is to describe the role played by the Association of Rukun Sawargi as an association that houses Badud arts in preserving the arts in the midst of the times. The research method uses a descriptive method with a qualitative approach, the data collection used is in-depth interviews, non-participation observations, and documentation studies, with the selected participants, namely the chairman and members of the Sawargi Rukun Association, Pangandaran Regency artists, Margacinta Village Head and community leaders (Chairman of Pangandaran Regency). RT, Head of RW, and Head of Dusun). The results of the research carried out are, the Sawargi Rukun Association carries out activities consistently, including routine collections, practicing Badud arts, training Badud arts to elementary school children as a form of regeneration, and introducing and presenting Badud art to tourists who come to Margacinta Village, with Thus the existence and preservation of Badud art will be maintained. Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dapat menggeser eksistensi kesenian lokal yang ada di berbagai daerah, salah satunya kesenian Badud. Kesenian Badud mengalami penurunan dalam pelestariannya, karena adanya persaingan antara kesenian lokal dengan kesenian modern yang mengakibatkan kesenian tersebut menurun eksistensinya. Tujuan diadakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan yang dilakukan oleh Paguyuban Rukun Sawargi sebagai Paguyuban yang menaungi kesenian Badud dalam melestarikan kesenian tersebut di tengah perkembangan zaman. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi non-parrtisipasi, dan studi dokumentasi, dengan partisipan yang dipilih yaitu ketua dan anggota Paguyuban Rukun Sawargi, seniman Kabupaten Pangandaran, Kepala Desa Margacinta dan tokoh masyarakat (Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Dusun). Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu, Paguyuban Rukun Sawargi melakukan kegiatan dengan konsisten, diantaranya kumpulan rutin, latihan kesenian Badud, melatih kesenian Badud kepada anak-anak SD sebagai bentuk regenerasi, dan mengenalkan serta menampilkan kesenian Badud kepada wisawatan yang datang ke Desa Margacinta, dengan demikian eksistensi dan pelestarian kesenian Badud akan tetap terjaga.
DESKRIPSI PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KOTA GORONTALO Murhima A Kau; Misnawati Idris
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana penyesuaian sosial siswa di kelas X SMA Negeri 1 Gorontalo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyesuaian sosial siswa di kelas X SMA Negeri 1 Gorontalo. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, sampel adalah 48 siswa. Hasil penelitian deskripsi penyesusaian sosial siswa di kelas X SMA Negeri 1 Gorontalo menggambarkan bahwa memperoleh data hasil persentase dengan berdasarkan indikator 1 Penampilan Nyata menunjukan nilai rata- rata persentase senilai 82%. Berdasarkan indikator 2 Penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok menunjukkan nilai rata – rata persentase senilai 75%. Berdasarkan indikator 3 Sikap Sosial menunjukan nilai rata – rata persentase senilai 79%. Berdasarkan indikator 4 Kepuasan Pribadi menunjukan nilai rata – rata persentase senilai 84%
KEBIJAKAN FORMULASI SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM Nurdiana Sultan
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan sistem peradilan pidana anak di Indonesia dapat dilihat dalam ketentuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU No. 11 Tahun 2012). Di dalam konsideran “Menimbang” undang-undang tersebut dilandaskan bahwa anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, sehingga anak berhak mendapatkan perlindungan khusus terutama pelindungan hukum dalam sistem peradilan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Penerapan Sanksi Pidana terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum yakni Hakim lebih cenderung memutuskan Sanksi Pidana “Penjara” dilihat dari beberapa Alternatif Sanksi Pidana lainnya yang di atur dalam UU No. 11 tahun 2012, dalam UU Sistim Peradilan Anak Pidana Penjara merupakan tindakan paling akhir (asas ultimum remedium) bagi anak yang berkonflik dengan hukum, namun kenyataannya pidana penjara masih merupakan pidana utama yang diberikan oleh Hakim dalam putusan-nya, selanjutnya Kebijakan Formulasi Sanksi terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum berdasarkan ketentuan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistin Peradilan Pidana anak yakni dalam sistem perumusan sanksi pidana (strafsoort) mempergunakan sistem perumusan alternatif. Selanjutnya untuk Kebijakan Formulasi dalam sistem perumusan lamanya sanksi pidana (strafmaat) menganut 2 (dua) jenis strafmaat yaitu : Pertama, menganut sistem fixed/indefinite sentence system atau sistem maksimum. Kedua, UU Sistim Peradilan Pidana Anak strafmaatnya juga menganut sistem determinate sentence berupa ditentukannya batas minimum dan maksimum lamanya ancaman pidana.
EDUCATION INFORMATION SYSTEMS PLANNING PRACTICES AND PERFORMANCE OF GOVERNMENT AGENCIES IN MALAYSIA Hisyam Harun; Mohd Khairuddin Hashim; Abdul Rahmat
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The relevance and applicability of Strategic information systems planning (SISP) to both private and public organizations have been emphasized in the literature. However, the literature review indicates that not many studies have attempted to examine the relationships between SISP practices and performance of organizations in the public sector. In an attempt to address this issue, this study examined the relationships between SISP practices and performance of government agencies. The data for the study was data gathered from 54 government agencies in Malaysia that adopted the SISP. Based on the analysis of the data collected from the government agencies, the results of the study indicated significant positive relationships between SISP practices and performance of the agencies.
A DESCRIPTIVE STUDY ON USING MULTIMEDIA LABORATORY TO THE STUDENTS’ ABILITY IN READING Rahmawati Mamu
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English language as the first foreign language has been selected and accepted by our government to be taught, learned and used by the Indonesian generally. It also has been programmed in curriculum and must be taught start from elementary school up to the university. In English language there are two kinds of skill that must be taught to the student. The first is productive skills comprises speaking and writing and the second is receptive skills comprises listening and reading.
Penggunaan Autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Alifine Qinthara Fatharani; Dara Gautama Meilina; A. Gede Raka Arta Yoga
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.506

Abstract

The application of this autogate is very useful in terms of immigration control by scanning passenger personal data, fingerprints, and also face recognition as a form of supervision carried out by the autogate. The block system contained in the autogate is a form of immigration control. The form of service that becomes the guideline in providing services is in accordance with the Public Service Law Number 25 of 2009 by implementing quality, fast, easy, affordable, and measurable services. In its application, there are problems with the system shutting down on the autogate, the lack of sensitivity of the scan quality, and also the limitations of users who are only intended for Indonesian citizens, resulting in insufficient supervision because it will be done manually. And the death of the system will be difficult if there is a sudden request for data. In this case, improvements to the autogate system are needed. Penerapan autogate ini sangat berguna dari segi pengawasan keimigrasian dengan melakukan pemindaian data diri penumpang, sidik jari, dan juga face recognition sebagai bentuk dari pengawasan yang dilakukan oleh autogate. Sistem cekal yang terdapat pada autogate merupakan bentuk dari pengawasan keimigrasian. Bentuk pelayanan yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik Nomor 25 Tahun 2009 dengan melaksanakan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur. Dalam penerapannya terdapat kendala dengan matinya sistem pada autogate, kurang sensitifnya kualitas pemindaian, dan juga keterbatasan pengguna yang hanya diperuntukkan kepada WNI saja mengakibatkan pengawasan yang dilakukakan dirasa kurang karena, akan Kembali dilakukan dengan manual. Dan matinya sistem akan sulit apabila terjadinya permintaan data secara mendadak. Dalam hal ini perbaikan terhadap sistem autogate sangatlah diperlukan.
Nilai Karakter Budaya Seni Reog Ponorogo pada Kegiatan Ektrakurikuler di Sekolah Nufikha Dwi Pertiwi; Arief Sudrajat
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i1.515

Abstract

Reog merupakan kesenian tradisional yang memiliki hal mistis dan ilmu kebatinan yang kuat. Di dalamnya terdapat pendidikan karakter. Pendidikan karakter di sekolah diberikan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler reog bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan cinta tanah air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik melalui kesenian reog . Metode penelitian menggunakan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai luhur dan karakter pada peserta didik dapat dilakukan melalui kesenian Reog Ponorogo. Dengan melestarikan kesenian, peserta didik sudah menerapkan nilai luhur budaya lokal dan cinta tanah air. Reog is a traditional art that has mystical things and strong mysticism. In art there is a moral message as well as criticism. Character education is something that is very important and must coincide with the education of various sciences in schools. Character education in schools can be provided through extracurricular activities. Reogs extracurricular activities aim to foster a love for lokal culture and love for the homeland. The purpose of this study was to find out how to instill character values into students through the art of reog in extracurricular activities at school. The research method uses qualitative and data collection techniques through literature studies. The results showed that the cultivation of noble values and character in students can be done through the art of Reog Ponorogo. By preserving the arts, students have applied the noble values of lokal culture and the principle of love for the homeland.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue