cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 23386762     EISSN : 24776955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 02" : 7 Documents clear
Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian di Jalan Merdeka Kota Palembang Sastika, Anta; Ali, Raden Ahmad Nur; Agustin, Akira Dwi
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5262

Abstract

ABSTRACT A pedestrian path is a facility or space designated for pedestrians to engage in activities, serving as a dedicated circulation area for pedestrians that follows the main road. As a public space designed specifically for pedestrians, pedestrian paths should provide comfort and safety. Pedestrian paths must meet comfort standards for pedestrians and comply with applicable regulations. In reality, many pedestrian paths do not meet the requirements, such as pedestrian width, pedestrian facilities, pedestrian surfaces, or the conversion of pedestrian paths to other uses. This condition affects the safety and comfort of users. Comfort and safety factors on pedestrian paths are important elements that must be provided. This study aims to determine the level of comfort of pedestrian users on Merdeka Street in Palembang. This study uses a quantitative descriptive method to analyze the obtained data. The measurement of comfort is conducted on people who have crossed or passed through the street using the variables of spatial comfort, visual comfort, thermal comfort, and odor comfort. The results of this study show that pedestrian users on Merdeka Street in Palembang do not feel comfortable. Therefore, it is necessary to improve pedestrian infrastructure to support safe and comfortable pedestrian mobility. This study also suggests the need for enforcement of regulations regarding the use of pedestrian paths and the involvement of active community participation in maintaining the cleanliness and order of pedestrian paths.  Keywords: Pedestrian Path, Comfortable, Public Space   ABSTRAK Jalur pedestrian merupakan sarana atau ruang untuk kegiatan pejalan kaki melakukan aktivitas berupa ruang sirkulasi khusus pejalan kaki yang mengikuti ruas jalan raya. Jalur pedestrian sebagai ruang publik yang dirancang khusus bagi pejalan kaki sudah seharusnya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan. Jalur pedestrian harus memenuhi unsur kenyamanan bagi pejalan kaki serta memenuhi kaidah-kaidah serta peraturan yang berlaku. Kenyataannya banyak terdapat jalur-jalur pedestrian yang tidak memenuhi syarat seperti lebar pedestrian, fasilitas pedestrian, permukaan pedestrian maupun alih fungsi dari pedestrian. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya. Faktor kenyamanan dan keamanan pada jalur pedestrian merupakan unsur penting yang harus disediakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengguna pedestrian di ruas jalan Merdeka Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data yang diperoleh. Pengukuran kenyamanan ini dilakukan kepada masyarakat yang melintas atau pernah melintas di jalan tersebut melalui variable kenyamanan ruang, kenyamanan visial, kenyamanan thermal dan kenyamanan odor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna jalur pedestrian di jalan Merdeka Palembang belum merasa nyaman. Oleh karena itu dapat diberikan rekomendasi  perbaikan infrastruktur pedestrian untuk mendukung mobilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman. Penelitian ini juga menyarankan perlu adanya penegakan aturan terkait penggunaan jalur pedestrian dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban jalur pedestrian.  Keywords: Pedestrian, Kenyamanan, Pejalan Kaki 
Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Hasil Uji Sondir Dan Menggunakan Data laboratorium Markin, Royhan Alpasya; Nurmeyliandari, Revianty; Amalia, Ghina
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5459

Abstract

ABSTRACT Lubuk Mumpo village is planned to build a bridge connecting the 2 villages. The construction of the bridge is planned to use precast pile foundations with a diameter of 40 cm. The bearing capacity value of the pile foundation needs to be known for construction planning. Therefore, testing the bearing capacity of pile foundations needs to be carried out before construction begins. The research was carried out with the aim of knowing the comparison of the bearing capacity values ​​of pile foundations using sondir and laboratory data. In this research, the method used is an approach to the results of the physical and mechanical properties of the soil and an experimental method. The results of the research that has been carried out show that the value of the bearing capacity of the pile foundation in laboratory data has a more stable value compared to using sondir data, with the value of the bearing capacity of the pile foundation on soil A being 1817.969 tonnes using sondir data and 2027.4 tons using lab data. On land B the total value was 1565.555 tonnes while laboratory data was 2021.18 tonnes. The difference in the values ​​obtained is caused by the different coefficient values ​​used for each method. This research was carried out to help determine a more accurate method for calculating bearing capacity, so that foundation design can be optimized for cost efficiency and structural safety.  Keywords: Bridge, Bearing Capacity, Sondir   ABSTRAK Desa Lubuk Mumpo direncanakan membangun suatu jembatan yang menghubungkan antara 2 (dua) desa. Pembangunan jembatan direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang pracetak berdiameter 40 cm. Nilai daya dukung pondasi tiang pancang perlu diketahui untuk perencanaan konstruksi. Oleh sebab itu pengujian daya dukung pondasi tiang pancang perlu dilakukan sebelum suatu konstruksi dimulai. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan nilai daya dukung pondasi tiang pancang dengan menggunakan data sondir dan laboratorium. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode pendekatan hasil sifat fisik serta mekanis tanah dan metode eksperimental. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa nilai daya dukung pondasi tiang pancang pada data laboratorium memiliki nilai yang lebih stabil dibanding dengan menggunakan data sondir, dengan nilai daya dukung pondasi tiang pancang pada tanah A 1817,969 ton dengan menggunakan data sondir dan 2027,4 ton menggunakan data lab. Pada tanah B total nilai sebesar 1565,555 ton sedangkan data laboratorium 2021,18 ton. Perbedaan nilai yang diapat ini disebabkan oleh nilai koefisen yang digunakan berbeda setiap metode. Penelitian ini dilakukan agar dapat membantu dalam menentukan metode yang lebih akurat untuk perhitungan daya dukung, sehingga desain pondasi dapat dioptimalkan untuk efisiensi biaya dan keamanan struktural.  Kata Kunci: Jembatan, Daya Dukung, Sondir
Identifikasi Kondisi Kualitas Air Bendungan Selorejo Tahun 2021 – 2024 Menggunakan Citra Sentinel-2A Putri, Jewelry Naurel Ekkleisan Nirwana; Arafah, Feny; Purwanto, Hery
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5637

Abstract

ABSTRACT Selorejo Dam is a reservoir located in Ngantang District, Malang Regency, which serves as one of the tourist destinations and provides a source of livelihood for the surrounding communities. The increasing human activities around the reservoir have raised concerns about a decline in water quality, as evidenced by the proliferation of water hyacinth and a mass fish mortality incident that occurred in July 2021. This study aims to identify the water quality conditions of Selorejo Reservoir from 2021 to 2024, evaluate the accuracy of the results derived from image processing and field data in 2024, and assess its pollution status based on Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), and water clarity. The identification was conducted using Sentinel-2A imagery from 2021–2024, combined with TSS, DO, and water clarity data collected directly in the field. The water quality status of Selorejo Reservoir over the 2021–2024 period exhibited significant dynamics. According to the Pollution Index, in 2021, 66.67% of the observation points met the quality standards, while 33.33% were classified as lightly polluted. The condition worsened in 2022, with 100% of the observation points classified as lightly polluted. In 2023, the proportion of points meeting quality standards increased to 42.86%, while 57.14% remained classified as lightly polluted. In 2024, the condition declined further, with only 14.29% of points meeting quality standards and 85.71% classified as lightly polluted. The identification of water quality parameter conditions based on their intended use indicated that throughout 2021–2024, TSS and DO generally fell within Class I, whereas water clarity was within Class III. This suggests that the overall water quality of Selorejo Reservoir is classified as Class III, making it suitable for fish farming, livestock, and agricultural irrigation. The accuracy assessment of the 2024 data revealed that the algorithm used in this study demonstrated satisfactory performance, with RMSE and NMAE values below 30%. This study recommends the implementation of comprehensive and sustainable water quality management efforts to ensure that the water quality of Selorejo Reservoir is well-maintained.  Keywords: Selorejo Dam, Clarity Water, Water Quality, Dissolved Oxygen, Sentinel-2A, Total Suspended Solid   ABSTRAK Bendungan Selorejo merupakan bendungan yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, yang menjadi salah satu destinasi wisata dan juga dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mata pencaharian. Aktivitas manusia yang semakin meningkat di sekitar kawasan bendungan, memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kualitas air yang ditandai dengan kondisi perairan yang dipenuhi enceng gondok dan terjadinya insiden kematian ikan secara massal pada bulan Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi kualitas air Bendungan Selorejo pada tahun 2021–2024, mengevaluasi tingkat akurasi hasil pengolahan citra dan data lapangan tahun 2024, serta mengetahui status pencemaran air berdasarkan parameter Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), dan kecerahan air. Identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan data citra Sentinel-2A tahun 2021-2024 dan data TSS, DO, kecerahan yang diambil langsung dilapangan. Kondisi kualitas perairan Bendungan Selorejo selama periode 2021–2024 menunjukkan dinamika yang signifikan. Status Indeks Pencemaran mengindikasikan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 66,67% titik pengamatan sesuai baku mutu, sedangkan 33,33% tergolong cemar ringan. Kondisi memburuk pada tahun 2022, dengan seluruh titik pengamatan (100%) berada dalam kategori cemar ringan. Tahun 2023 menunjukkan jumlah titik yang sesuai baku mutu meningkat menjadi 42,86%, sementara 57,14% lainnya masih tergolong cemar ringan. Tahun 2024 menunjukkan penurunan lebih lanjut, dengan hanya 14,29% titik yang sesuai baku mutu dan 85,71% tergolong cemar ringan. Identifikasi kondisi parameter kualitas air berdasarkan peruntukannya menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2024, nilai TSS dan DO secara umum berada pada kelas I, sedangkan kecerahan berada pada kelas III. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi kualitas air Bendungan Selorejo berada pada kelas III, yaitu dapat digunakan sebagai tempat budidaya ikan, peternakan dan pertanian. Hasil uji akurasi terhadap data tahun 2024 menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat akurasi yang baik, dengan nilai RMSE yang baik dan NMAE kurang dari 30%. Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya pemeliharaan kualitas air yang komprehensif dan berkelanjutan, sehingga kondisi kualitas air di Bendungan Selorejo tetap terjaga.  Kata Kunci : Bendungan Selorejo, Kecerahan Air, Kualitas Air, Oksigen Terlarut, Sentinel-2A, Total Suspended Solid
Analisis Implementasi Penentuan Tingkat Risiko dan Kebutuhan Personel Keselamatan Konstruksi di Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang Kelana, Hendra; Avicenna; Arie Anggara
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5924

Abstract

ABSTRACT In response to the serious issue of workplace accidents, particularly in Indonesia's construction sector, this study examines the effectiveness of Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Focusing on the Palembang City Wastewater Treatment Plant Project, Package A3, the research uses a qualitative case study to analyze the HIRARC process. It investigates the link between identified risk levels and the number of safety personnel assigned to the project. Data were gathered from secondary documents (HIRARC documents and engineering estimates) and primary data from in-depth interviews with key project personnel, including Quantity Surveyors, HSE Engineers, and HSE Inspectors. The findings confirmed the project's classification as "High-Risk" with an initial risk score of 17.78, aligning with Permen. PUPR 10/2021. The HIRARC method proved effective at systematically identifying various hazards (physical, chemical, biological, ergonomic, and psychological) through a multi-risk identification method for workers, equipment, materials, the environment, and the public, and substantially reducing risk after controls were implemented. The study also validates HIRARC as an objective basis for determining the need for safety personnel. However, a discrepancy was noted between the number of allocated personnel and regulatory requirements. This was clarified through interviews, where the company explained its use of multi-skilled personnel with additional training to justify the allocation. The study also aims to improve safety practices in similar projects, and recommends training to enhance skills in risk management.  Keywords : Case study, Palembang City Wastewater Treatment Plant, IBPRP, Construction safety personnel, OHS personnel needs   ABSTRAK Menanggapi isu serius kecelakaan kerja, khususnya di sektor konstruksi Indonesia, studi ini mengkaji efektivitas Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPRP). Dengan fokus pada Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, Paket A3, penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif untuk menganalisis proses IBPRP. Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara tingkat risiko yang teridentifikasi dan jumlah personel keselamatan yang dialokasikan pada proyek. Data dikumpulkan dari dokumen sekunder (dokumen IBPRP dan estimasi teknik) serta data primer dari wawancara mendalam dengan personel kunci proyek, termasuk Quantity Surveyors, HSE Engineers, dan HSE Inspectors. Temuan penelitian mengonfirmasi klasifikasi proyek sebagai "Risiko Besar" dengan skor risiko awal rata-rata 17,78, sesuai dengan Permen. PUPR 10/2021. Metode IBPRP terbukti efektif dalam mengidentifikasi berbagai bahaya secara sistematis (fisik, kimia, biologi, ergonomis, dan psikologis) melalui pendekatan identifikasi multi-risiko terhadap pekerja, peralatan, material, lingkungan, dan publik, serta secara signifikan mengurangi risiko setelah pengendalian diterapkan. Studi ini juga memvalidasi IBPRP sebagai dasar objektif untuk menentukan kebutuhan personel keselamatan. Namun, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah personel yang dialokasikan dengan persyaratan regulasi. Hal ini diklarifikasi melalui wawancara, di mana perusahaan membenarkan keputusan tersebut dengan menempatkan personel multi-fungsi yang memiliki pelatihan tambahan. Studi ini juga bertujuan untuk meningkatkan praktik keselamatan dalam proyek serupa, dan merekomendasikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam manajemen risiko. Kata Kunci : Studi kasus, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, IBPRP, Personel Keselamatan Konstruksi, Kebutuhan personel K3
Faktor Dominan Penyebab keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan West Village Tahap-2 Aji , Abdillah Bambang Seno; Girsang, Hamonangan; Nusantara, Zakky Wasthon
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5938

Abstract

ABSTRACT Construction projects are highly restrictive in terms of time, cost, and quality. Therefore, careful planning is required from all aspects to ensure smooth implementation. However, in practice, delays are often found, causing additional time and costs. As in a study conducted on the West Village Phase 2 Development Work in Bumi Serpong Damai, there was a cumulative deviation of 8.629% in the 14th week, where actual progress was only 39.958% compared to the planned 48.587%. This study aims to analyze the dominant factors causing project delays. The delay variables reviewed are occupational safety, occupational health, and worker performance sourced from previous research articles and other references. The method used is a quantitative approach by distributing questionnaires to 50 project stakeholders. From the results of the data obtained through the respondent questionnaire, data analysis was then continued using the SPSS version 27 application program. The results showed that the dominant factor influencing delays was the lack of construction materials with a factor test value of 99.4%. The shortage of construction materials on site during the installation schedule underscores the need for thorough supply chain and logistics management to ensure the availability of materials on site during the project. This can minimize the risk of delays and potential disputes. The results of this study are expected to provide practical benefits for construction actors in planning construction material management and alternatives to mitigate potential risks. It also enriches academic studies on factors contributing to construction project delays and provides lessons learned through mitigation measures during the planning process.  Keywords : Delay; Dominant; Factor; Construction; Project   ABSTRAK Proyek konstruksi  yang sangat ketat terhadap  batasan waktu, biaya, serta mutu yang telah ditetapkan. Sehingga  diperlukan perencanaan yang matang dari semua aspek untuk menjamin kelancaran dalam pelaksanaan. Namun dalam praktiknya sering ditemukan keterlambatan  yang menyebabkan penambahan waktu maupun biaya. Seperti pada penelitian yang dilakukan   pada Pekerjaan Pembangunan West Village Tahap 2 di Bumi Serpong Damai,  mengalami deviasi kumulatif keterlambatan sebesar 8,629% pada minggu ke-14, di mana progres aktual hanya 39,958% dibandingkan rencana 48,587%.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan penyebab keterlambatan proyek dengan variabel keterlambatan yang ditinjau adalah keselamatan kerja, kesehatan kerja dan kinerja pekerja yang bersumber dari artikel penelitian terdahulu serta refensi lainnya. Metode yang digunakan adalah  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada stake holder proyek yang berjumlah 30 responden. Dari hasil data yang diperoleh lewat kuisioner responden kemudian dilanjutkan dengan  analisis data melalui program aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi keterlambatan adalah kekurangan material konstruksi dengan nilai uji faktor sebesar  99,4%. Kekurangan material konstruksi dilapangan pada saat jadwal pemasangan  menggarisbawahi perlunya dilakukan pengelolaan terhadap rantai pasok dan manajemen logistik yang matang agar dalam pelaksanaan pekerjaan ketersediaan material ada di lapangan. Hal ini dapat meminimalis  risiko keterlambatan serta potensi sengketa yang mungkin terjadi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pelaku konstruksi untuk merencanakan dengan baik pengelolaan material konstruksi serta alternatif lain yang akan diambil dengan memitigasi risiko yang terjadi. Dan sekaligus memperkaya kajian akademis mengenai faktor keterlambatan proyek konstruksi serta menjadi pembelajaran dengan melakukan mitigasi di saat perencanaan berlangsung.  Kata Kunci : Dominan; Faktor; Konstruksi; Proyek; Terlambat
Pemodelan Potensi Banjir Pasang Air Laut di Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung Perdana, Redho Surya; Selvia Purba Tanjung; Aulia Try Atmojo; Tri Kies Welly; Akbar Wahyu Nugraha
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5977

Abstract

ABSTRACT The coastal area of Teluk Betung Timur, Bandar Lampung City, is a low-lying region highly vulnerable to tidal flooding (rob) caused by a combination of land subsidence and sea level rise. This study aims to model the potential tidal flood risk for the period 2023–2028 using a Geographic Information System (GIS) approach. The datasets include tidal observations from BMKG, sea level rise data derived from satellite altimetry, land subsidence data from continuous GNSS and InSAR monitoring, and DEMNAS from BIG. The modeling process involved tidal harmonic analysis, calculation of the Highest High Water Level (HHWL), and the application of raster calculator to generate inundation maps. The results indicate that in 2023 the inundated area covered 33,479 hectares, which significantly increased to 124,797 hectares by 2028. Sukamaju, Kota Karang, and Keteguhan sub-districts were identified as the most affected areas. Field validation yielded an overall accuracy of 90.14% with a kappa index of 0.80, demonstrating a high level of agreement between the model and actual conditions. These findings highlight the importance of spatial modeling as a basis for coastal mitigation strategies and adaptation planning against future tidal flood hazards.  Keywords : Tidal Flooding, Spatial Modelling, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung   ABSTRAK  Wilayah pesisir Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, merupakan kawasan datar yang rentan terhadap banjir pasang air laut (rob) akibat kombinasi penurunan muka tanah dan kenaikan muka laut. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan potensi banjir rob periode 2023–2028 dengan menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi pasang surut dari BMKG, kenaikan muka laut dari hasil altimetri satelit, data penurunan muka tanah dari pengamatan GNSS dan InSAR, serta data DEMNAS dari BIG. Pemodelan dilakukan melalui analisis harmonik pasang surut, perhitungan elevasi muka air laut tertinggi (Highest High Water Level/HHWL), serta penerapan kalkulator raster untuk menghasilkan peta genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 luas genangan mencapai 33,479 hektar dan meningkat signifikan menjadi 124,797 hektar pada tahun 2028. Kelurahan Sukamaju, Kota Karang, dan Keteguhan teridentifikasi sebagai wilayah paling terdampak. Validasi lapangan menghasilkan tingkat akurasi 90,14% dengan indeks kappa 0,80 yang menunjukkan kesesuaian tinggi antara model dan kondisi aktual. Temuan ini menegaskan pentingnya pemodelan spasial sebagai dasar mitigasi dan perencanaan adaptasi wilayah pesisir terhadap ancaman banjir rob di masa mendatang. Kata Kunci : Banjir Pasang Air Laut, Pemodelan Spasial, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung
Visualisasi Peta 2D Fasilitas Kampus sebagai Tahapan Awal Pengembangan Peta Interaktif 3D di Politeknik Negeri Lampung Tanya Audia Balqis; Sekar Dwi Rizki; Emmi Desniati; Mira Wisman; Fera Lestari
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.6309

Abstract

ABSTRACT This research aims to identify and inventory the facilities of Politeknik Negeri Lampung through the creation of a digital 2D map as a foundational step toward developing an interactive 3D campus map. Using a Geographic Information System (GIS) approach, both spatial and non-spatial data were collected, including the location, function, dimensions, and physical condition of each campus facility. The resulting 2D map successfully visualizes the layout of buildings, practice fields, and supporting areas in accordance with actual field coordinates. This map serves as an essential basis for further 3D modeling and the development of a digital information platform for campus management and public use.  Keywords: 2D Map, GIS, Campus Facilities, Digital Mapping   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi fasilitas kampus Politeknik Negeri Lampung dalam bentuk peta 2D digital sebagai dasar pengembangan peta interaktif 3D. Melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG), dilakukan pengumpulan data spasial dan nonspasial yang mencakup lokasi, fungsi, dimensi, dan kondisi setiap fasilitas kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta 2D yang dihasilkan telah memvisualisasikan tata letak gedung, lahan praktikum, dan area penunjang kampus secara akurat sesuai koordinat lapangan. Peta ini diharapkan menjadi landasan penting bagi tahapan pemodelan tiga dimensi dan pengembangan media informasi kampus berbasis teknologi digital.  Kata Kunci: Peta 2D, SIG, Fasilitas Kampus, Digitalisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 7