cover
Contact Name
Faisal Mahmuddin
Contact Email
f.mahmuddin@gmail.com
Phone
+6285256472414
Journal Mail Official
jpe@unhas.ac.id
Editorial Address
Gedung Center of Technology (COT), Lantai 1 Kampus Fakultas Teknik Jalan Poros Malino km. 6 Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Enjiniring Fakultas Teknik Unhas
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14116243     EISSN : 26854104     DOI : https://doi.org/10.25042/jpe
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Enjiniring (JPE) merupakan media publikasi ilmiah untuk hasil-hasil inovasi terkini dalam bidang kajian dan rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi keteknikan. JPE diterbitkan dalam dua bahasa dunia (bi-lingual), yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Berbagai bidang ilmu yang sangat popular, menarik dan spesifik dalam rumpun ilmu keteknikan seperti Teknik Arsitektur dan Pengembangan Wilayah Kota; Teknik Elektro dan Informatika; Teknik Geologi dan Pertambangan; Teknik Mesin dan Industri; Teknik Perkapalan dan Ilmu Kelautan; serta Teknik Sipil dan Lingkungan merupakan disiplin ilmu-disiplin ilmu yang menjadi topik utama dan konsen publikasi JPE. Selain itu bidang-bidang lain yang relevan termasuk diantaranya kajian sosio-ekonomi, kajian aspek keamanan (security) dan kajian aspek kesehatan yang terkait dengan bidang-bidang kajian utama diatas dapat pula diterima manuskrip ilmiahnya untuk dievaluasi nilai orijinalitas, kebaharuan dan kualitasnya oleh Tim Evaluator Ahli. Mulai tahun 2016, JPE-UNHAS terbit secara periodik sebanyak 2 kali dalam setahun, yakni edisi Mei dan edisi November.
Articles 198 Documents
Analisis Pengaruh Elevasi Terhadap Jalan Pada Aerodinamika Kendaraan Sinasa, Ridwan; Bahri, Abi; Setyawan, Iwan
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.05

Abstract

Teknologi terkait aerodinamika terus dikaji dan menjadi perhatian diperbagai bidang, termasuk dibidang otomotif/kendaraan. Karakteristik aerodinamika pada Sebuah kendaraan sangat penting untuk diketahui, karena sangat mempengaruhi unjuk kerja (performa) kendaraan tersebut. Aerodinamika utamanya terkait gaya Drag (gaya seret) yang terjadi pada kendaraan yang dipengaruhi oleh gerakan/kecepatan aliran udara di sekitar permukaan kendaraan, luas permukaan, serta kondisi udara saat bersentuhan dengan body kendaraan, yang berpengaruh juga terhadap tekanan udara sekitar permukaan kendaraan, gaya dorong/seret dan momen yang dibangkitkan. Makalah ini menyajikan hasil analisis numerik berbasis metode elemen hingga (finite element methode) pada sebiah model kendaraan jenis sedan. Dilakukan pengambilan data dengan metode komputasi/simulasi berbantu perangkat lunak (Software) solidworks flow simulation. Analisis difokuskan pada gaya seret (drag force) dan tekanan udara pada sekeliling model kendaraan uji jenis. Dilakukan variasi terhadap elevasi/ketinggian kendaraan teradap jalan (ground clearance) dengan variasi 140 mm, dan 80 mm, serta dengan variasi kecepatan diterapkan pada masing-masing posisi/ketinggian kendaraan terhadap jalan, yakni pada kecepatan 150 km/jam dan 180 km/jam. Berdasarkan hasil simulasi numerik yang telah dilakukan, maka diketahui bahwa terjadi fluktuasi (perubahan) nilai dari drag force dan distribusi tekanan tekanan yang terjadi pada bagian bodi kendaraan. Pada kecepatan 150 km/jam dengan variasi ground clearance 140 mm di dapat drag force 49.0127 N, nilai tekanan tertinggi 122182.54 Pa dan nilai terendahnya 86285.24 Pa. sedangkan untuk variasi ground clearance 80 mm mendapat nilai drag force sebesar 46.6192 N, nilai tekanan tertinggi 118547.78 Pa, dan nilai terendahnya 87708.60 Pa.
Studi Ekperimental Keausan Kampas Rem Komposit Serat Kulit Durian dan Serbuk Aluminium dengan Resin Vinylester Maryanti, Budha; Tri Anggono, Muhammad Anggun
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.06

Abstract

Kampas rem adalah salah satu komponen kendaraan yang berfungsi memperlambat dan menghentikan laju kendaraan. Kampas rem pada umumnya terbuat dari asbestos yang tidak ramah lingkungan. Oleh sebab itu peneliti mencoba membuat kampas rem sepeda motor dari bahan non-asbestos yaitu memanfaatkan limbah serat kulit durian dan serbuk aluminium yang memiliki sifat ringan dan tahan korosi, serta menggunakan resin vinylester dengan variasi perbedaan fraksi volume. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa komposisi fraksi volume terbaik kampas rem melalui uji keausan. Pembuatan spesimen untuk uji keausan sebanyak 3 sampel. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan hasil untuk laju keausan tertinggi pada sampel ketiga sebesar 7,762 × 10-7 g/mm2.detik dengan perbandingan resin 40%, serat kulit durian 20%, dan serbuk aluminium 40%.
Analisis Performa Turbin Angin Savonius Tipe U dengan Memvariasikan Jumlah Sudu Turbin Setyawan, Iwan; Salim, Lutfi Laili; Sari, Sri Poernomo; Ridwan, Ridwan
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.07

Abstract

Abstract Wind turbines are the main media that can be used to convert wind energy into electrical energy. The design of a good wind turbine determines the performance of a Wind Power Plant. The Savonius turbine on the vertical axis is an alternative for generating electrical energy because the development of the Savonius Turbine is directed at making economical ones, such as being able to operate at low wind speeds. This study aims to determine the performance of the Savonius turbine that has been made, the resulting generator power, and the efficiency of the generator used. The research was carried out using experimental methods by varying the number of blades 2,3 and 4. Testing was carried out directly in the coastal areas. The results were obtained from data processing are the largest turbine output power on the 2 blade turbine = 38.88 watts. The largest coefficient of power, the 2 blade turbine = 0.235. While the largest output power generated by the generator = 34.3 watts at the 4-blade turbine. The biggest generator efficiency is 12.02% on the 4 blade turbine.
Pengaruh Perubahan Debit dan Tinggi Jatuh terhadap Kehilangan Energi pada Jaringan Perpipaan Sunusi, Sulhairi; Pallu, Muhammad Saleh; Bakri, Bambang
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.09

Abstract

Kehilangan energi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kapasitas pipa sebagai sarana pendistribusi aliran air. Kehilangan energi disebabkan beberapa faktor diantaranya kekasaran dinding pipa yang berkaitan dengan material pipa. Akibat kurang diperhatikannya keterkaitan faktor-faktor ini, beberapa jaringan perpipaan yang ada tidak bekerja secara maksimal atau dengan kata lain jaringan tersebut tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perubahan debit dan tinggi jatuh (head) terhadap kehilangan energi. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Hidrolika Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Gowa. Karakteristik sampel air yang digunakan adalah density (ρ) 1.000 kg/m3, viskositas kinematik 0,804 x 10-6 m2.det, viskositas dinamik (µ) 0,801 x 10-3 Nd/m2, nilai viskositas (kekentalan) 8,5x10-7 m2/det, dan berat jenis (y) 1,00355 gr/cm3, serta suhu 29,50C. variase debit yang digunakan ada 3 yaitu Q1= 0,004m3/det, Q2 =0,003m3/det dan Q3 = 0.002 m3/det serta variasi tinggi jatuh (head) H1 = 0,5 meter, H2 = 1 meter dan H3 = 2 meter. Penelitian dilakukan pada jaringan pipa lurus dan pipa belokan dengan jenis pipa acrylic transparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar debit menyebabkan kehilangan energi semakin besar pula dan semakin besar tinggi jatuh (head) menyebabkan gradien energi semakin curam sehingga kehilangan energi juga semakin besar.
Pengaruh Bukaan Pintu Terhadap Karakteristik Gerusan Sekitar Pintu Sorong Pada Saluran Terbuka Masruniwati, Afifah; Maricar, Farouk; Hatta, Mukhsan Putra
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.08

Abstract

Abstrak Sewaktu pintu dioperasikan akan terjadi pola aliran di daerah bukaan pintu yang mana arus aliran tersebut akan berinteraksi dengan material-material yang ada di sekelilingnya sehingga menyebabkan material di dasar saluran tergerus. Penelitian dilakukan untuk mempelajari bagaimana karakteristik gerusan yang terjadi disekitar pintu sorong pada saluran terbuka dengan variasi debit. Penelitian berbentuk eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Penelitian dilakukan dengan 3 variasi debit (Q) yaitu 1382,837 cm3/detik; 1462.746 cm3/detik; dan 2013.328 cm3/detik. Sedangkan bukaan pintu sorong (Yg) menggunakan tiga variasi yaitu 0,5 cm; 1,0 cm; dan 1,5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola gerusan yang terjadi disekitar pintu sorong pada saluran terbuka sangat dipengaruhi oleh variasi debit aliran dan besaran bukaan pintu sorong, dan akibat dari adanya frame pada pintu sorong maka konsentrasi aliran cenderung mengarah ketengah dan ke pinggir sebelah kanan saluran sehingga terjadi dominasi gerusan di tengah dan sebelah kanan saluran. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil bukaan pintu maka gerusan yang terjadi semakin besar. Hubungan karakteristik antara kedalaman gerusan disekitar pintu sorong pada saluran terbuka yaitu semakin kecil bukaan pintu dan semakin besar debit yang melewati bawah pintu maka semakin besar gerusan yang terjadi. Abstract When the door is operated, there will be a flow pattern in the sluice gate opening area, where the flow will interacts with the materials around it causing local scouring at the bottom of the channel. The Research was conducted to study the characteristics of the scour around the sluice gate in an open channel with variations in discharge. It was conducted in the form of an experimental study at the Hydraulics Laboratory of the Faculty of Engineering, Hasanuddin University. The Research was conducted with 3 discharge variations (Q), namely 1382,837 cm3/second; 1462,746 cm3/second; and 2013,328 cm3/second. The sliding door opening (Yg) uses three variations, namely 0.5 cm; 1.0 cm; and 1.5 cm. The results show that the scouring pattern that occurs around the sliding door in the open channel is strongly influenced by variations in the flow rate and the size of the sliding door opening, and due to the presence of a frame on the sliding door, the concentration of the flow tends to lead to the middle and the right edge of the channel, so that the scouring dominates in the middle and right of the channel. This shows that the smaller the door opening, the greater the scouring. The characteristic relationship between the depth of the scour around the sliding door in the open channel is that the smaller the opening of the door and the greater the discharge that passes under the door, the larger the opening of the door.
Analisis Pengaruh Proses Permesinan CNC Menggunakan Endmill Two flute Terhadap Sirkularitas Pada Material Komposit Carbon Fiber Reinforced Polymer Aminy, Ahmad Yusran; Paliling, Formanto; Hayat, Azwar
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat karbon adalah salah satu bagian dari sebuah material komposit. Dimana dalam suatu material yang dibuat dari dua atau lebih material penyusun yang saling memiliki perbedaan sifat fisik dan komposisi kimia, yang jika dikombinasikan akan menghasilkan material berkarakteristik berbeda dengan material-material penyusunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari variasi pemakanan feed rate dan kecepatan spindel dalam pengeboran material CFRP menggunakan endmill terhadap sirkularitas hasil pelubangan material CFRP. Metode yang digunakan adalah berdasarkan hasil sirkularitas yang didapatkan hasilnya akan di uji dengan metode ANOVA sehingga dari kontribusi hasil pengujian ANOVA tersebut akan kelihatan yang paling berpengaruh. Hasil dari penelitian ini dapat memberitahukan bahwa dari berbagai variasi pemakanan dan kecepatan spindel yang diberikan, mana yang paling berpengaruh dalam proses pelubangan material CFRP. Analysis of the Effect of CNC Machining Process Using a Two flute Endmill on Circularity in Carbon Fiber Reinforced Polymer Composite Materials. Carbon fiber is one part of a composite material a material made of two or more constituent materials with different physical properties and chemical composition, which when combined will produce a material with different characteristics from the constituent materials. The purpose of this study was to determine the effect of the variation of feed rate and spindle speed in drilling CFRP material using an endmill on the circularity of the perforated CFRP material. The method used is based on the circularity results obtained. The results will be tested with the ANOVA method so that the ANOVA test results' contribution will appear to be the most influential. The results of this study can tell that from the various infeed variations and spindle speeds given, which one has the most influence in the CFRP material perforation process. Kata Kunci: CFRP, Sirkulatitas, Permesinan.
Studi Eksperimental Tekanan Jaringan Perpipaan Rahma, Siti Hardiyanti; Hatta, Mukhsan Putra; Bakri, Bambang; Sulhairi, Sulhairi
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 25 No 1 (2021)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052021.03

Abstract

Tekanan aliran adalah salah satu faktor penting dalam pengaliran air dalam pipa. Bila tekanan rendah, maka akan menimbulkan masalah dalam pendistribusian jaringan pipa. Namun bila tekanan terlalu besar akan menyebabkan kehilangan energi. Selain itu, dalam instalasi jaringan pipa akan terjadi hambatan aliran yang disebabkan faktor-faktor instalasi jaringan pipa itu sendiri seperti kecepatan aliran, perubahan dimensi pipa dan adanya belokan, serta perubahan kekasaran material pipa. Hambatan aliran akan menyebabkan turunnya energi dan tekanan.Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis seberapa besar pengaruh paraemeter aliran terhadap tekanan dalam jaringan perpipaan dan mendapatkan hubungan parameter tak berdimensi pada jaringan perpipaan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Hidrolika Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Gowa. Karakteristik sampel air yang digunakan adalah density (ρ) 1.000 kg/m3, viskositas kinematik 0,804 x 10-6 m2det, viskositas dinamik (µ) 0,801 x 10-3 Nd/m2, nilai viskositas (kekentalan) 8,5x10-7 m2/det, dan berat jenis (y) 1,00355 gr/cm3, serta suhu 29,50C. Variase debit yang digunakan ada 3 yaitu Q1= 0,004 m3/det, Q2 =0,003m3/det dan Q3 = 0.002 m3/det serta variasi tinggi jatuh (head) H1 = 0,5 meter, H2 = 1 meter dan H3 = 2 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh parameter aliran terhadap tekanan dalam jaringan perpipaan bahwa semakin tinggi debit maka tekanannya juga meningkat. Hal ini disebabkan karena kecepatan dan Bilangan Reynold juga meningkat. Sedangkan pengaruh headloss, semakin tinggi headloss maka tekanan semakin rendah karena semakin jauh titik pengamatannya sehingga terjadi kehilangan energi (mayor losses dan minor losses). Hubungan parameter non dimensional dari semua parameter menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara P dari hasil pengukuran dan P empiris.
Analisis Potensi Penyebab Kerusakan Tongkat Kemudi Kapal Sabuk Nusantara Abubakar, Andi Ahmad Zafwan; Sitepu, Ganding; Baso, Suandar
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 25 No 1 (2021)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052021.01

Abstract

Kapal Sabuk Nusantara jenis Kapal Perintis yang merupakan kapal pengangkut barang dan penumpang yang diklaskan menurut BKI ini mengalami masalah pada sistem kemudinya terutama pada bagian tongkat kemudi beberapa kapal ditemukan mengalami kerusakan bahkan terlepas dan hilang dari porosnya selama proses pelayarannya sehingga perlu dianalisis. Metode analisis yang digunakan adalah simulasi kuantitatif untuk mendeskripsikan perbandingan kekuatan struktur, material dan analisis kekuatan, cacat produksi serta beban insidentil yang terjadi pada tongkat kemudi kapal Perintis Sabuk Nusantara di mana proses identifikasi masalah menggunakan Fishbone Diagram. Hasil yang didapat kerusakan tongkat kemudi terjadi dikarenakan beberapa potensi kerusakan pada tongkat kemudi seperti material tidak standar, temuan cacat pada material karena kegagalan produksi dan beban insidentil berupa kapal kandas, hantaman kayu serta terlilit tali pada saat proses mooring rope
Studi Eksperimental Kecepatan Aliran Slurry pada Saluran Tertutup Akbar, Muhammad Taufiq; Sulhairi, Sulhairi; Thaha, Muhammad Arsyad; Bakri, Bambang
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 25 No 1 (2021)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052021.06

Abstract

Dalam suatu aliran yang melewati sistem atau instalasi jaringan pipa air limbah akan terjadi hambatan aliran yang disebabkan oleh faktor-faktor instalasi jaringan pipa itu sendiri seperti perubahan kecepatan, perubahan penampang (dimensi pipa, belokan, sambungan) dan perubahan kekasaran permukaan. Hambatan aliran akan menyebabkan turunnya energi dan tekanan. Sape (2016) menguraikan sumber dari self head loss dan limit deposit velocity (DHLLDV) berdasarkan konsentrasi volume dan ukuran butiran partikel seragam yaitu (1) kehilangan energi pada regime fixed atau stationary flow yang di sebabkan oleh turbulensi aliran bed; (2) kehilangan energi pada regime slidding bed yang di sebabkan oleh slidding friction benda padat pada dinding pipa; (3) kehilangan energi pada regime heterogeneous akibat energi potensial (gravitasi) dan energi kinetik (tumbukan benda padat dengan dinding pipa); (4) kehilangan energi pada regime homegen disebabkan oleh turbulensi partikel besar; (5) kehilangan energi pada regime slidding yang disebabkan oleh slidding friction, energi potensial dan energi kinetik.. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan besaran pengaruh parameter aliran slurry terhadap regime aliran pada pipa lurus dan pipa belok. Pengambilan data primer secara analisis kuantitatif dengan pengumpulan data utama melalui pengukuran dengan mengunakan rangkain pipa sebagai model pengujian, serta didahului dengan pengumpulan data pendukung yaitu analisis karakteristik sampel air. Karakteristik sampel air yang digunakan adalah density (ρw) 1.000 kg/m3, density padatan (ρs) 2.670 kg/m3 viskositas kinematik 0,804 x 10-6 m2/det, viskositas dinamik (µ) 0,801 x 10-3 Nd/m2, nilai viskositas (kekentalan) 8,5x10-7 m2/det, dan berat jenis (y) 1,00355 gr/cm3, serta suhu 29,5 oC. Variasi debit yang digunakan ada 3 yaitu 0,004 m3/det, 0,003m3/det, dan 0,002 m3/det serta tinggi jatuh (head) 0,5 meter. Air yang mengandung partikel padat atau sedimen (slurry) yang mengandung sedimen seragam berupa pasir dengan ukuran 0,15 mm, 0,25 mm dan 0.42 mm
Pengaruh Kemiringan Struktur Plat Segitiga Terhadap Kecepatan Gesek Dasar pada Saluran Terbuka Rombebunga, Yunarto; Lopa, Rita Tahir; Bakri, Bambang
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 25 No 1 (2021)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052021.05

Abstract

Pada aliran saluran terbuka, distribusi kecepatan seringkali dibedakan sebagai distribusi kecepatan di daerah inner region, yang berada di dekat dasar dimana distribusi kecepatan logaritmik berlaku, dan di daerah outer region, yang berada jauh dari dasar dimana distribusi kecepatan menyimpang secara jelas dan sistimatik terhadap hukum logaritmik. Tujuan penelitian adalah struktur mampu meredam energi aliran dasar sehingga kecepatan yang terjadi dapat diminimalisir. Percobaan dilakukan pada saluran flume dengan Panjang 8,00 m, lebar 0,40 m dan tinggi 0,40 m. Untuk kemiringan saluran yang digunakan 0,05% dan 0,10% pada bidang licin. Tipe aliran adalah aliran seragam, menggunakan 3 (tiga) variasi debit inlet (Q). Untuk Struktur berupa model plat segitiga, menggunakan variasi stuktur dengan kemiringan 30o (M1), 45o (M2) dan 60o (M3) dengan kemiringan saluran 0.05%. Adapun tinggi plat segitiga ditentukan berdasarkan tinggi rerata kecepatan maksimum sebesar 0,6D. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan gesek yang terjadi sebelum melewati plat segitiga akan membesar dengan nilai rerata 53% (kecepatan gesek (u*) menurun) dan sesaat setelah melewati plat segitiga menjadi kecil (kecepatan gesek (u*) meningkat) dengan rerata 26% seiring bertambah besarnya kemiringan plat segitiga dan konstantan integrasi (C) berupa perubahan kecepatan aliran semakin meningkat. Namun trend kecepatan gesek yang ditunjukan untuk setiap model akan terlihat semakin menurun pada saat menjauhi plat segitiga dan hal ini mengindikasikan kecepatan gesek (u*) akan mengalami kondisi rezim aliran yang baru. Selain itu secara kuantitatif terkonfirmasi bahwa dengan adanya struktur plat segitiga maka nilai Froude yang terjadi sebelum melewati struktur akan mengalami penurunan kecepatan aliran seiring bertambah besarnya kemiringan struktur dan setelah melewati struktur, kecepatan aliran akan meningkat dan terjadi intensitas turbulen disepanjang saluran. In an open channel flow, velocity distribution is often distinguished as velocity distribution in the inner region, which is near the base where the logarithmic velocity distribution applies, and in the outer region, which is far from the base where the velocity distribution deviates clearly and systematically from the logarithmic law. The purpose of this research is the structure is able to reduce the base flow energy so that the velocity that occurs can be minimized. The experiment was carried out on a flume channel with a length of 8.00 m, a width of 0.40 m and a height of 0.40 m. The slope of the channel used are 0.05% and 0.10% on a slippery surface. The type of flow is uniform flow, using 3 (three) variations of inlet discharge (Q). For the structure in the form of a triangular plate model, using a variation of the structure with a slope of 30o (M1), 45o (M2) and 60o (M3) with a channel slope of 0.05%. The height of the triangular plate is determined based on the average height of the maximum speed of 0.6D. The results of the analysis show that the frictional speed that occurs before passing through the triangular plate will increase with an average value of 53% (friction speed (u*) decreases) and immediately after passing through the triangular plate becomes small (friction speed (u*) increases) with an average of 26% along with as the slope of the triangular plate increases, the integration constant (C) in the form of a change in flow velocity increases. However, the frictional velocity trend shown for each model will appear to be decreasing as it moves away from the triangular plate and this indicates that the frictional velocity (u*) will experience a new flow regime. In addition, it is quantitatively confirmed that with the triangular plate structure, the Froude value that occurs before passing through the structure will experience a decrease in flow velocity as the slope of the structure increases and after passing through the structure, the flow velocity will increase and turbulence intensity occurs along the channel.