cover
Contact Name
Indah Riwayati
Contact Email
-
Phone
+628157772615
Journal Mail Official
cendekiaeksakta@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta
ISSN : 25285912     EISSN : 25482122     DOI : http://dx.doi.org/10.3194/ce
Cendekia Eksakta journal focuses upon aspects of exact sciences: engineering, agriculture, health and pharmacy . The Cendekia Eksakta journal is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
STUDI SISTEM DISPERSI PADAT CELECOXIB DENGAN POLIMER HPMC-PEG 6000 DALAM PENINGKATAN KELARUTAN OBAT Danang Novianto Wibowo; Muhammad Nur Ikhsan; Eva Kartalina
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3318

Abstract

Celecoxib merupakan obat antiinflamasi non steroid (OAINS) yang bekerja sebagai obat rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Celecoxib adalah senyawa yang masuk ke dalam BCS kelas II yang kelarutan buruk. Teknologi sistem dispersi merupakan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan melarut zat-zat yang sukar larut, sehingga meningkatkan laju disolusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan disolusi tablet celecoxib dispersi padat HPMC-PEG 6000. Sistem dispersi padat dibuat dengan metode pelarutan menggunakan polimer HPMC yang dikombinasikan PEG 6000 (1:1, 1:2 dan 2:1). Serbuk dispersi padat, campuran fisik, dan celecoxib murni diuji kelarutanya. Hasil kadar celecoxib terlarut pada masing –masing sampel dianalisis secara deskriptif. Hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa dispersi padat celecoxib memiliki kelarutan yang lebih tinggi dibanding dengan campuran fisik dan celecoxib murni. Perbandingan kadar celecoxib terlarut dalam dispersi padat pada perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 berturut-turut 55,5445g/mL; 14,1292g/mL; 19,8889g/mL. Berdasarkan hasil tersebut, dispersi padat celecoxib dengan polimer HPMC dan PEG 6000 perbandingan 1:1 menunjukkan hasil yang paling tinggi. Peningkatan kelarutan disebabkan dengan adanya penambahan PEG 6000 dan HPMC sebagai zat pembasah, cosolvent dan menghambat pembentukan kristal selama proses pembuatan dispersi padat. Kata kunci : Celecoxib, Dispersi padat, PEG 6000, HPMC
NANOGEL MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Wulandari Wulandari; Lilies Wahyu Ariyani
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3323

Abstract

Ketidakseimbangan flora normal Staphylococcus aureus dalam tubuh menyebabkan bakteri bersifat patogen dan menginfeksi manusia. Upaya mengatasi penyakit infeksi salah satunya dengan memanfaatkan tanaman biji bunga matahari yang mengandung berbagai senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambatnanogel minyak biji bunga matahari terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode sumuran. Konsentrasi minyak biji bunga matahari yang digunakan yaitu F I 2,5%, F II 5% dan F III 7,5%. Hasil uji aktivitas antibakteri FI memiliki daya hambat 1,5057±0,0030; FII 1,6233±0,0022; FIII 1,8132±0,0039. Data dianalisis menggunakan SPSS 16,0 dengan Oneway anova dan uji T berpasangan.Pada uji statistik menunjukkan bahwa pada FI dan FII menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan (p0,05). Kata kunci: nanogel, minyak biji bunga matahari, Staphylococcus aureus
UJI CEMARAN PADA EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES TERSTANDAR Devina Ingrid Anggraini; Eka Wisnu Kusuma
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3314

Abstract

Koro benguk (Mucuna pruriens L.) merupakan tanaman lokal jenis polong-polongan yang mengandung senyawa bioaktif seperti triptamin, alkilamin, steroid, flavonoid, dan alkaloid. Tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dibuat dengan cara fermentasi untuk meningkatkan kemampuannya sebagai antioksidan sehingga dapat digunakan mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) menjadi bahan baku obat herbal antidiabetes yang memenuhi standar mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) berbentuk ekstrak kental, berwarna putih susu, bau khas menyengat, dengan rasa tawar. Uji kadar air dengan metode moisture balance sebesar 8,502%. Uji cemaran mikroba angka lempeng total (ALT) rata-rata adalah 7,10 x 102 cfu/ml, angka kapang khamir (AKK) diperoleh nilai rata-rata 1 x 101 cfu/ml, dan negatif mengandung bakteri coliform dan Escherichia coli. Hasil uji aflatoxin total sebesar 2,19 (≤20) μg/kg. Hasil analisis menggunakan spektrofotometri serapan atom menunjukkan bahwa cemaran Pb, Cd, As, dan Hg dibawah ambang batas. Standarisasi ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) memenuhi parameter standar umum non spesifik ekstrak tumbuhan obat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No 55/Menkes/SK/I/2000 serta Peraturan Kepala BPOM RI No. 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Kata Kunci : antidiabetes, tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), obat herbal terstandar (OHT), uji cemaran
PENGARUH METODA EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA DIHITUNG SEBAGAI NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA PUKUL EMPAT Mirabilis jalapa L Erlita Verdia Mutiara; Achmad Wildan
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3319

Abstract

World Cancer Report menyatakan bahwa radiasi UV (Ultra Violet) dari matahari merupakan penyebab 90% insidensi kanker kulit di USA. Di Indonesia, insidensi kanker kulit menempati urutan ketiga terbanyak setelah kanker leher rahim (17%) dan kanker payudara (11%). Oleh karena itu dibutuhkan tabir surya yang dapat melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar matahari. Tabir surya alami di alam, misalnya senyawa fenolik yang terdapat dalam daun bunga pukul empat. Daun bunga pukul empat juga banyak mengandung flavonoid sebagai sumber antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas tabir surya dengan berbagai konsentrasi ekstrak yang diperoleh dari metoda ekstraksi yang berbeda dan ditetapkan menggunakan desain eksperimental laboratorium, menggunakan pelarut etanol dengan metode digesti, refluks dan sokletasi. Nilai SPF diperoleh dari hasil pengukuran absorbansi ekstrak etanol daun bunga pukul empat dengan metode ekstraksi digesti, refluks dan sokletasi pada konsentrasi 300, 600, 900 µg/mL yang diukur dengan metode Spektrofotometri Visibel dan diukur pada rentang panjang gelombang 290 nm – 320 nm sampai didapatkan serapan minimal 0,05 dengan menggunakan blanko etanol p.a.Area di bawah kurva dapat dihitung dari jumlah serapan pada λn dan serapan pada λn-1 dibagi 2. Nilai log SPF dihitung dengan cara membagi jumlah seluruh area di bawah kurva (AUC) dengan selisih panjang gelombang terbesar dan terkecil kemudian dikalikan 2. Selanjutnya nilai log SPF diubah menjadi nilai SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bunga pukul empat hasil digesti memiliki nilai rata-rata SPF tertinggi pada 900 ppm, metode digesti, refluks dan sokletasi berturut turut sebesar 24,8; 25,5 dan 26,9. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L.) dapat digunakan sebagai tabir surya alami dan ada pengaruh antara metode ekstraksi digesti, refluks dan sokletasi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun bunga pukul empat dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (nilai signifikansi < 0,05). Kata Kunci: metoda ekstraksi, Mirabilis jalapa, nilai spf
EFEK SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN BERENUK (Crescentia cujete Linn) TERHADAP SEL MCF-7 Devi Nisa Hidayati; Fitriasih Fitriasih; Siti Mega Komariah; Nenni Pratiwi
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3315

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang mempunyai prevalensi tertinggi di Indonesia. Kegagalan dalam terapi kanker akibat resistensi sel telah mendorong usaha pengembangan obat anti kanker termasuk dari bahan alam. Daun berenuk terbukti memiliki aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun berenuk memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7. Ekstrak etanol daun berenuk (Crescentia cujete Linn.) diperoleh dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun berenuk (EEDB) konsentrasi 1000; 500; 250; 31,25; 15,625 μg/ml dilakukan uji sitotoksisitas dengan MTT assay. Analisis nilai IC50 menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan dengan ekstrak etanol daun berenuk memperlihatkan perubahan morfologi sel dibandingkan dengan kontrol sel. Nilai IC50 ekstrak etanol daun berenuk adalah 643 µg/mL. Kata kunci : daun (Crescentia cujete Linn.), Sitotoksik, MCF-7.
SEDIAAN KOSMETIK SHOOTING GEL KOMBINASI BUAH JAMBLANG (Syzgium cumini) DAN BUAH NAGA (Hylocereus undatus) SEBAGAI TABIR SURYA DAN INDEKS IRITASINYA Lilies Wahyu Ariani; Erna Prasetyaningrum; M.Ryan Radix
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3320

Abstract

Pengaruh paparan sinar ultraviolet yang berdampak buruk bagi kulit manusia mengakibatkan kulit terbakar, kekeringan, penuaan dini sampai terjadi kanker kulit. Shooting gel merupakan produk kosmetik yang baru trend dimasyarakat, mengandung bahan aktif dengan konsentrasi tinggi sehingga cocok digunakan sebagai tabir surya. Penelitian sebelumnya buah jamblang mempunyai aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan formula optimum yang stabil sediaan shooting gel buah jamblang dengan penentuan nilai SPF dan mengukur indeks iritasi. Shooting gel buah jamblang dibuat 3 konsentrasi (70%, 80% dan 90%) dan dievaluasi karakteristik fisik, penentuan nilai SPF, daya uji iritasi dan stabilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji tingkat kepercayaan 95% yang berbeda untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Hasil dari penelitian buah jamblang positif mengandung senyawa flavonoid, fenolik, polifenol, tanin, antosianin dan saponin. Pada penetapan kadar antosianin buah jamblang mengandung sebanyak 8,20 g/L. Evaluasi karakteristik fisik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi tidak mempengaruhi viskositas (p> 0,05) tetapi mempengaruhi pH, daya sebar dan daya lekat (p
KETAHANAN KOMPOSIT RESIN-AYAMAN KULIT ECENG GONDOK (eichhornia crassipes) PADA DIMENSI UJUNG PELURU YANG BERBEDA Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto; Kuat Hasan
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3316

Abstract

Eceng gondok (eichhornia crassipes) merupakan tanaman sebagai gulma air yang pertumbuhannya sulit terkendali yang dapat hidup mengapung pada sungai, rawa, danau serta kolam.Salah satu alternatif yang mulai dilakukan adalah memanfaatkan serat alam sebagai pengganti serat sintetis yang telah banyak digunakan sebelumnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik fisik dan kekuatan tarik kulit eceng gondok serta pengaruh perbedaan bentuk ujung peluru terhadap dampak balistik pada komposit kulit eceng gondokyang dianyam dengan matrik resin.Komposit kulit eceng gondok untuk uji balistik dibuat dengan metode anyaman dengan fraksi volumeperbandingan 11% dari kulit eceng gondok dan 89% resin.Uji balistik menggunakan peluru berkaliber 4,5 mm dengan jenis peluru ujung lancip, peluru ujung bulat, peluru ujung berlubang dan peluru ujung datar.Dampak uji balistik dengan melakukan pengukuran pada radius retakan panel, deformasi peluru dan kedalaman kawah.Hasil pengujian menunjukkan bahwa radius retakan bagian depan panel komposit yang terbesar menggunakan jenis peluru dataradalah 3,48 mm sedangkan radius retakan bagian belakang yang terbesar menggunakan peluru lancipyaitu 18,09 mm. Hasil deformasi peluru yang terbesar pada peluru datar sebesar 73,44% dan kedalaman kawah panel komposit yang terdalam menggunakan peluru lancip yaitu 1,83 mm. Kata kunci: Eceng gondok, Komposit, Jenis peluru, Dampak balistik.
UJI POTENSI DAGING BUAH BLEWAH (Cucumis melo L.) SEBAGAI AGEN TABIR SURYA Dyan Wigati; Erna Prasetyaningrum
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3321

Abstract

Paparan sinar matahari terutama sinar UV-A dan UV-B dapat menyebabkan kerusakan pada kulit bahkan kanker kulit. Penggunaan tabir surya merupakan salah satu usaha untuk mencegah hal tersebut. Indonesia memiliki banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan dalam hal pengobatan diantara blewah. Kandungan antioksidan seperti beta karoten, likopen dan sitrulin dalam blewah dapat berpotensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daging buah blewah dalam kemampuannya sebagai tabir surya dilihat dari nilai Sun Protector Factor (SPF), persentase eritema dan persentase pigmentasinya. Metode pengujian dengan mengukur serapan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm dan 292,5 - 372,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai SPF konsentrasi 6 %, 7 % dan 8 % berturut-turut sebesar 8,697 ; 11,707 dan 14,064 yang semuanya masuk kategori proteksi maksimal. Nilai persentase eritema berturut – turut 0,481 ; 0,618 dan 0,605 serta persentase pigmentasi berturut-turut 0,136 ; 0,166 ; 0,220 yang semuanya masuk kategori sunblock.Dari hasil tersebut maka blewah berpotensi untuk dikembangkan menjadi bentuk sediaan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kata kunci :Blewah, Tabir surya, Spektrofotometer UV-Vis
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI PADI (Oryza sativa L.) SISTEM BUDIDAYA SECARA ORGANIK DAN ANORGANIK DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Siti Muzdalifah; Shofia Nur Awami; Suprapti Supardi
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3317

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat biaya produksi, penerimaan dan pendapatan petani padi antara sistem budidaya padi organik dengan sistem budidaya padi anorganik di Kecamatan Mijen Kota Semarang serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usatahatani padi tersebut. Metode dasar penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan daerah sampel ditentukan dengan sengaja (purposive sampling). Pemilihan responden ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 20. Hasil analisis data menunjukkan bahwa biaya produksi usahatani padi budidaya organik Rp 3.729.534/MT lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya anorganik Rp 3.224.507/MT. Penerimaan usahatani padi budidaya organik Rp 9.210.000/MT lebih tinggi dibandingkan dengan padi budidaya anorganik Rp 5.871.667/MT. Sedangkan pendapatan usahatani padi budidaya organik Rp 5.865.100/MT lebih tinggi daripada padi budidaya anorganik Rp3.045.002/MT. Faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi adalah variabel biaya tenaga kerja, hasil produksi, dan sistem budidaya. Kata kunci: Anorganik, Budidaya, Organik, Padi, Usahatani.
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER BATANG BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) Indah Sulistyarini; Diah Arum Sari; Tony Ardian Wicaksono
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3322

Abstract

Skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder batang buah naga pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa secara kualitatif kandungan dari batang buah naga, sehingga harapan selanjutnya adalah agar pemanfaatan dari limbah batang buah naga ini bisa lebih dikembangkan. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap 1 yaitu proses penyerbukan simplisia, dilanjutkan dengan proses ekstraksi dengan pelarut etanol 96%, dan dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut n- heksan, etil asetat dan air. Tahap keduanya adalah skrining fitokimia berupa uji reaksi warna, uji terbentuknya busa, dan uji reaksi pengendapan, baik pada serbuk, ekstrak maupun pada fraksi batang buah naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap beberapa golongan senyawa, diantaranya adalah flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan terpenoid. Skrining menunjukkan bahwa serbuk, ekstrak, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat mengandung flavonoid, steroid dan saponin. Sedangkan fraksi air mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Kata kunci: skrining fitokimia, metabolit sekunder, batang buah naga

Page 1 of 1 | Total Record : 10