cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2024)" : 12 Documents clear
PENGARUH ZnCl2 TERHADAP PENURUNAN KADAR FREE FATTY ACID (FFA) SERTA PENGARUH KATALIS NAOH DAN CAO PADA HASIL BIODIESEL MELALUI PROSES TRANSESTERFIKASI MINYAK BRONDOLAN SAWIT Indah Prihatiningtyas D.S; Twinska Choirunissa; Evelin Putri Paonganan; Eko Heryadi; Retno Wulandari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12504

Abstract

Brondolan sawit merupakan buah sawit yang lepas dari tandan buah karena terlalu matangataupun yang jatuh saat proses pemanenan tandan buah segar. Minyak brondolan sawitumumnya memiliki kandungan free fatty acid (FFA)yang tinggi. Pada penelitian ini, minyakbrondolan sawit dikonversi menjadi biodisel dengan dua tahapan proses yaitu esterifikasidengan gliserol berkatalis ZnCl2 dilanjutkan dengan transesterifikasi menggunakan katalisCaO dan NaOH Pengaruh katalis ZnCl2 , NaOH dan CaO terhadap penurunan free fatty aciddan hasil biodiesel diinvestigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasidengan gliserol berkatalis ZnCl2 menurunkan nilai free fatty acid. Pada variasi konsentrasiZnCl2 sebanyak 0,15%, 0,20%, 0,25%, dan 0,35% menunjukkan bahwa konsentrasi optimalZnCl2 pada 0,35% dengan penurunan FFA sebesar 97% dari 37,40% ke 1,06%. Selanjutnyaproses transesterifikasi dilakukan dengan katalis NaOH sebesar 1% dan CaO sebesar 35%pada variasi perbandingan jumlah minyak dan metanol sebesar 1:10 ; 1:15 ; 1:20 ; 1:30.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah perbandingan minyak dan metanol yang optimaluntuk katalis NaOH adalah sebesar 1:30 karena menghasilkan jumlah biodiesel sebesar2,35% dengan nilai FFA sebesar 2,17% Sedangkan dengan kalatali CaO, perbandinganminyak dan metanol yang optimal adalah sebesar 1:30 dengan hasil biodiesel sebesar 2,60%dan nilai FFA sebesar 3,08% Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persen beratkatalis sangat mempengaruhi dalam penurunan kandungan FFA yang terdapat pada minyakCPO, dan perbandingan antara minyak:metanol mempengaruhi hasil yield biodiesel yangakan didapatkan.
BERAS ANALOG DARI LIMBAH RUMPUT LAUT TERFORTIFIKASI ISOLAT KEDELAI SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN PENDERITA DIABETES MELLITUS Dio Ajeng Oktavian; Qori Kurrota Aini; Miraekel January Ekfar Princessa; Dzaky Aqillah Fikriansyah; Miftachul Arif Pratama; Elvianto Dwi Daryono
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12505

Abstract

Beras analog merupakan salah satu diversifikasi pangan yang terbuat dari bahan panganalternatif pengganti beras. Beras sebagai makanan pokok di Indonesia dikonsumsi rata-rataper kapitanya mencapai 6,81 kg per bulan. Kadar glukosa beras tinggi yaitu 25,40 gram per100 gram beras dan ini menyebabkan jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia naiksetiap tahunnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaanrumput laut sebagai bahan baku beras analog pengganti beras padi untuk penderita DiabetesMellitus. Tahapan penelitian diawali dengan evakuasi rumput laut E. Cottonii menjadi tepung,pembuatan beras analog dan tahap analisis. Hasil penelitian mendapatkan beras analogrumput laut berwarna coklat dan berbentuk butiran. Hasil analisa dan perhitunganmendapatkan kadar air berkisar 7,65% - 10,40% yang memenuhi SNI 6128-2015, kadarprotein berkisar 6,13% - 19,26%, kadar karbohidrat 56,97%-78,66% dan kadar lemak 1,60%-12,02%. Kondisi optimum didapatkan pada penambahan konsentrasi rumput laut 3%dan waktu pengukusan 6 menit, dimana didapatkan kadar air terendah 7,65%, kadar proteintertinggi 19,26%, kadar karbohidrat terendah 56,97% dan kadar lemak tertinggi 12,02%. Kata kunci: beras analog, Diabetes Mellitus, glukosa, kadar karbohidrat, rumput laut
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KARAKTER FISIK, TOTAL PHENOLIC DAN FLAVONOID, DAN AKTIFITAS ANTIOKSIDAN BUNGA ROSELLA Hierro Azi Priawan; Alwani Hamad
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12509

Abstract

Bunga rosella dapat dikonsumsi sebagai minuman teh karena berpotensi menjadi sumber antioksidan alami. Akan tetapi setelah pemanenan bunga rosella sangat mudah membusuk dikarenakan tingginya kandungan air, sehingga diperlukan pengawetan. Pengeringan menjadi alternatif pengawetan bunga rosella yang sangat tergantung dari metode dan temperatur yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap karakter fisik, Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid content (TFC) serta aktifitas antioksidan bunga rosella. Metode penggeringan menggunakan metode cabinet drying padasuhu 30o C (CD30); 50oC (CD50); 70oC (CD70) dan sun drying (SD). Karakter fisik sample kering yang di amati adalah moisture content dan higrocopicity. Analisis kadar TPC dilakukan dengan menggunakan metode spectrofotometri dengan menggunakan reagen Folin dan TFC menggunakan komplek AlCl3. Analisis aktifitas antioksidan menggunakan dua metode yaitu penangkapan radikal bebas DPPH dan metode Feri Reduction Antioxidant Power (FRAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pengeringan memberikan perbedaan nyata (P<0,05) terhadap karakter fisik bunga rosela kering, kecuali sample CD30 yang tidak masuk dalam standar simplisia kering (SNI 01-7085-2005) karena moisture content yang masih tinggi(>10%). Kadar TPC sample CD50 (10,72± 0,06 mg GAE/g), lebih tinggi dari pada sample lain (p<0.05), akan tetapi kadar TFC tidak ada perbedaan (p>0.05). Sedangkan hasil penangkapan radikal bebas DPPH semua sampel rosella kering yang menggunakan cabinet drying lebih tinggi dibandingkan dengan pengeringan matahari (p<0.05), sedangkan hasil FRAP semua sampel rosella kering tidak ada perbedaan (p>0.05). Dari penelitian inidapat disimpulkan pengeringan menggunakan metode cabinet drying pada suhu 50oC memberikan kadar TPC dan aktifitas antioksidan metode radikal bebas DPPH yang lebih baik dibandingkan dengan metode lain.
PEMANFAATAN ABU TERBANG SEBAGAI GEOPOLIMER UNTUK ADSORPSI LOGAM BERAT Mn Aprilina Purbasari; Nita Aryanti; Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12510

Abstract

Geopolimer merupakan polimer anorganik yang tersusun dari ikatan Si-O-Al. Geopolimerdapat diperoleh dari material alumino-silikat seperti abu terbang yang direaksikan denganaktivator alkali. Pada penelitian ini, abu terbang yang merupakan limbah padat dari prosespembakaran batubara dimanfaatkan sebagai geopolimer dengan aktivator alkali campuranlarutan NaOH 10 N dan larutan natrium silikat. Geopolimer yang diperoleh digunakan untukmengadsorpsi logam berat mangan (Mn). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi,yaitu konsentrasi awal larutan logam berat Mn dan waktu kontak, dipelajari pada penelitianini selain dilakukan juga kajian isoterm dan kinetika adsorpsi. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi awal larutan logam berat Mn maka semakinrendah efisiensi adsorpsi yang diperoleh. Sementara itu proses adsorpsi logam berat Mn olehgeopolimer mencapai kesetimbangan setelah 120 menit. Berdasarkan kajian isoterm dankinetika adsorpsi yang telah dilakukan, adsorpsi logam berat Mn oleh geopolimer dari abuterbang mengikuti model isoterm Langmuir dan model kinetika order dua semu.
KARAKTERISTIK LIMBAH PADAT RUMPUT LAUT PADA INDUSTRI KARAGINAN Wahyu Tri Handoyo; Sang Kompiang Wirawan; Bakti Berlyanto Sedayu; Arif Rahman Hakim
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12511

Abstract

Pada proses ekstraksi karaginan berbahan dasar rumput laut Euchumma cottonii hanyamenghasilkan produk sekitar 30% dan sisanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan.Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, limbah tersebut mengandung selulosa,hemiselulosa dan lignin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioetanol dan biokomposit.Namun dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa kandungan selulosa sangat bervariasikarena dipengaruhi oleh metode ekstraksi, perbedaan bahan baku dan teknik analisis yangdigunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan limbah padat rumput lautpada industri karaginan. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air, kadar selulosa,kadar abu, dan thermal gravimetry analysis (TGA). Hasil penelitian menunjukkan bahwalimbah padat memiliki kadar air, kadar selulosa, dan kadar abu berturut-turut yaitu 3 – 6%,65,28%, dan 83 – 85%. Selain itu hasil TGA menunjukkan sisa massa yang cukup besar yaitusekitar 86%. Hasil analisis menunjukkan bahwa limbah padat sisa industri karaginan memilikikandungan selulosa yang relatif tinggi, namun diduga terdapat tanah diatom yang tidak larutketika analisis.
PENGUJIAN KUALITAS MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana) YANG DIHASILKAN DARI PROSES RENDERING DAN PENGEPRESAN MEKANIK DARI PRODUSEN ‘MINYAK KEMIRI JERNIH’ Ni Made Widayanti; Gusti Ayu Dewi Lestari; Kadek Duwi Cahyadi; Ni Ketut Esati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12521

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian kemiri yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bagian biji yang digunakan untuk memproduksi minyak kemiri. Minyak kemiri diketahui memiliki berbagai manfaat, seperti menyuburkan rambut dan mengobati masalah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu dan kandungan asam lemak pada minyak kemiri yang dihasilkan melalui dua metode ekstraksi, yaitu dengan proses rendering dan proses pengepresan mekanik. Analisis mutu minyak kemiri dilakukan berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI 01-4462-1998) yang meliputi uji organoleptis, bobot jenis, indeks bias, kadar air, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan uji asam lemak bebas. Selain itu, dilakukan pula analisis terhadap komposisi asam lemak menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometry) untuk mengidentifikasi dan mengukur proporsi asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak kemiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kemiri yang diekstraksi melalui kedua metode tersebut memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh SNI. Minyak kemiri yang diekstraksi dengan metode pengepresan mekanik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode rendering, ditunjukkan oleh nilai bilangan asam dan kadar air yang lebih rendah. Kedua metode tersebut menghasilkan minyak kemiri dengan kandungan utama asam lemak tak jenuh namun memiliki kadar yang berbeda yaitu asam linoleat 29,76% untuk minyak kemiri dari proses rendering dan 50,92% untuk minyak kemiri dari proses pengepresan mekanik”
KINETIKA ADSORPSI METILEN BIRU MEMANFAATKAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI TERAKTIVASI ASAM SULFAT Anselmus Boy Baunsele; Erly G. Boelan; Aloisius M. Kopon; Maria A. U. Leba; Hildegardis Missa; Rahayu; Merpiseldin Nitsae; Dwi Siswanta
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12522

Abstract

Peningkatan kapasitas industri memberikan dampak positif bagi masyarakat namun meninggalkan jejak kerusakan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk membantu menangani limbah metilen biru yang sering menjadi bahan buangan dari aktivitas industri. Metilen biru menjadi salah satu masalah karena mencemari lingkungan. Berbagai penyakit misalnya kanker maupun perubahan genetik bisa terjadi karena bioakumulasi bahan ini. Penanganan masalah pencemaran lingkungan akibat metilen biru telah banyak dilakukan misalnya menggunakan metode adsorpsi, karena metode ini cukup sederhana dan mudah diterapkan. Berbagai bahan alam digunakan sebagai adsorben, salah satu contoh limbah yang bisa dijadikan sebagai adsorben yaitu serbuk gergaji kayu jati. Serbuk gergaji kayu jati pada penelitian ini diaktivasi menggunakan larutan asam sulfat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi menggunakan FTIR, SEM-EDX dan pHpzc. Setelah dikarakterisasi lalu dilakukan analisis adsorpsi metilen biru secara batch. Variabel penelitian yaitu variasi pH dan waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi 1,96 mg g-1 (99,3%) dan waktu kontak maksimum yaitu 30 menit dengan nilai Qe adalah 1,97-1mg g (99,7%).
UJI ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK GENJER (Limnocharis flava) DAN SABUN CUCI TANGAN DARI DAUN GENJER Viera Salsabiela Rachman; Ani Qomariyah; Ainun Najib
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12524

Abstract

Dalam menghadapi kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas, yang berasal dari faktor internal seperti reaksi kimia dalam tubuh, serta eksternal seperti polusi dan konsumsi makanan tidak sehat, antioksidan alami dapat menawarkan perlindungan dengan cara mengisi kembali elektron yang hilang pada radikal bebas tersebut. Salah satu sumber antioksidan yaitu pada tanaman genjer yang dikenal kaya akan vitamin C, E, fenol, dan flavonoid. Penelitian ini mengkaji efektivitas antioksidan dari tanaman Genjer dengan fokus pada bagian batang, daun, dan bunga. Tanaman Genjer, diuji untuk mengidentifikasi kandungan antioksidannya menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk menghindari kerusakan termal pada senyawa antioksidan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun Genjer memiliki kandungan flavonoid dan fenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian lainnya, yang menandakan potensi antioksidan yang kuat. Pengujian antioksidan dengan metode DPPH menghasilkan nilai IC50 sebesar 122 ppm untuk ekstrak daun, menunjukkan efektivitas sedang dalam menangkap radikal bebas. Selanjutnya, aplikasi ekstrak ini dalam pembuatan sabun cuci tangan juga diuji, namun menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 805 ppm, yang menunjukkan penurunan aktivitas antioksidan akibat interaksi dengan bahan kimia lain dalam formulasi sabun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan formulasi yang dapat meminimalkan pengurangan aktivitas antioksidan ketika diintegrasikan dengan bahan kimia lain.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK DEDAK PADI DENGAN KATALIS PADAT DARI LIMBAH PENGOLAHAN BAUKSIT (RED MUD) Arif Hidayat; Yosef Budiman; Maharani Fatimah Azzahra; Tsabita Yamna Putri R.
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12525

Abstract

Red mud, a solid waste from extraction process of bauxite mineral in Alumina Industry, was utilized as a solid catalyst for biodiesel production from rice bran oil. Red mud catalyst was prepared at calcination temperature of 800 °C and calcination time of 4 hours. The performance of this catalyst will be evaluated in terms of molar ratio of oil to methanol to, reaction temperature, and catalyst concentration. The results show that biodiesel yield is increasing by increasing molar ratio of methanol to oil, reaction temperature and catalyst concentration. The optimum reaction conditions were obtained at 65 C of reaction temperature, 1:12 of oil to methanol molar ratio, and 10% of catalyst amount. The highest biodiesel yield of 85% was obtained. Red mud catalyst has potential as an effective and economic viability as heterogeneous catalyst for biodiesel production, while offering a solution in the sustainable utilization of industrial waste.
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI Reni Sutri; Apsari Puspita Aini
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12526

Abstract

Industri pangan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan industri haruslah diiringi dengan pengelolaan limbah yang baik agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan. Pabrik cincau menghasilkan limbah padat dan cair.Limbah padat pabrik cincau dapat diolah menjadi pupuk, sementara limbah cair pabrik cincau belum ditemukan pemanfaatannya. Padahal jumlah limbah cair yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan limbah padat. Sehingga diperlukan penelitian untuk mengurangi kadar polutan dalam limbah cair cincau agar sesuai dengan standar baku mutu limbah dan tidak mencemari lingkungan. Salah.satu parameter baku mutu limbah yang dapat dianalisa adalah COD (chemical oxygen demand). Tingginya nilai COD menunjukkan banyaknya kandungan zat organik dalam limbah cair. Nilai COD dapat diturunkan dengan beberapa metode, diantara metode penambahan karbon aktif dan metode aerasi. Pada penelitian ini diamati pengaruh penambahan karbon aktif seberat 25, 50, 75 dan 100 gram pada limbah cair cincau, serta pengaruh lama aerasi selama 1, 1,5 dan 2 jam. Nilai COD terendah didapatkan pada perlakuan penambahan karbon aktif seberat 100 gram yaitu 20,16 mg/L dan pada perlakuan aerasi selama 2 jam yaitu 20,24 mg/L. Semakin banyak karbon aktif yang ditambahkan ke dalam limbah cair cincau, semakin berkurang nilai COD. Semakin lama waktu aerasi, nilai COD semakin turun. Penambahan 100 gram karbon aktif atau perlakuan aerasi selama 2 jam pada 500 ml limbah cair cincau dapat menurunkan nilai COD sebesar 80%.

Page 1 of 2 | Total Record : 12