cover
Contact Name
Heri Hidayat
Contact Email
-
Phone
+6281321506147
Journal Mail Official
japra@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Program Studi PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. Soekarno-Hatta Kel. Cimincrang Kec. Gedebage
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JAPRA (Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal)
ISSN : 25274325     EISSN : 25807412     DOI : -
Core Subject : Education,
JAPRA adalah jurnal yang mengulas hasil penelitian, pengembangan keilmuan dan pengembangan karya inovatif yang relevan dengan disiplin Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD/PGRA). Jurnal ini diterbitkan oleh program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Hijaiyah dengan Media Papan Flanel pada Anak Usia 5-6 Tahun Siti Syarah Sholihat
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v2i2.9724

Abstract

Observasi awal yang dilakukan pada anak kelompok B RA Nurul Islam Bekasi menemukan bahwa perkembangan membaca huruf hijaiyah anak belum optimal. Hal ini terbukti adanya hambatan ketika didalam proses pembelajaran huruf hijaiyah yaitu kurangnya media dalam pembelajaran huruf hijaiyah. Penelitian ini dilatar belakangi pentingngnya meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah pada anak usia dini. Tujuannya yaitu agar anak RA Nurul Islam dapat membaca huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Adapun tindakan yang dapat dilakukan dalam peningkatan membaca huruf hijiyah yaitu dengan menggunkan media papan flanel. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, unjuk kerja, dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak, yang terdiri 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Permasalahan yang terjadi di RA Nurul Islam dalam kemampuan membaca huruf hijaiyah masih belum berkembang secara optimal seperti anak belum bisa membaca dan membedakan huruf hijaiyah yang berharokat fathah, kasroh, dlomah dan sukun serta anak juga belum bisa membaca dan membedakan huruf hijaiyah yang hampir sama bunyi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses membaca huruf hijaiyah anak sebelum menggunakan media papan flanel diperoleh nilai 39,17 dengan kategori kurang, sedangkan setelah diterapkan media papan flanel pada siklus I diperoleh nilai 53,66 dengan kategori kurang, siklus II diperoleh nilai 77,46 dengan kategori baik. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima, artinya media papan flanel dapat meningkat kemampuan membaca huruf hijaiyah.
Filsafat Perenialisme dalam Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Istidamah Nailal Afiyah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v3i2.8885

Abstract

Pendidikan perlu diberikan kepada seseorang sejak usia dini, melalui proses pendidikan ini memberikan kematangan pada generasi muda berupa kematangan dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan. Kematangan tersebut akan terbentuk melalui proses pendidikan yang berlangsung melalui lingkungan sosialnya yakni d alam keluarga (orang tua), sekolah (pendidik), dan lingkungan masyarakat (teman sebaya). Pendidikan yang diinginkan  menurut aliran perenialisme adalah berupa pendidikan yang mencakup dari berbagai aspek dan dimensi ilmu. Filsafat perenialisme merupakan salah satu pemikiran filsafat tentang bagaimana manusia mampu berhadapan dengan perubahan dunia yang begitu pesat sejak lama. Pada aliran filsafat perenialisme menekankan pada nilai baik yang ada pada dalam diri manusia, sehingga akan terbentuk manusia yang kritis dan rasional dalam memikirkan masa depannya karena manusia dilahirkan di dunia ini dalam keadaan fitrah. Filsafat perenialisme dalam kurikulum pendidikan anak usia dini yakni upaya membentuk karakter anak yang bermoral, menjunjung nilai-nilai luhur agama, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan diperlukan yang namanya pendidikan. Dalam sebuah pendidikan tentu saja diperlukan kurikulum yang dijadikan sebagai tolok ukur dalam sebuah pembelajaran karena hal tersebut sangatlah penting dan tidak bisa terpisahkan dalam sebuah pembelajaran
Membangun Karakter Anak Usia Dini melalui Budaya Sekolah di Raudhatul Athfal Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar Hisam Ahyani; Nur Hidayah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v4i1.10652

Abstract

The importance of cultivating children's character from an early age through Bidaya school because this aims to create a young generation who is superior, intelligent, competent, quality, has responsibility and has good character in accordance with the ideals of the nation. For this reason, special methods / steps are needed in building character in early childhood in Raudhatul Athfal (RA) Al-Azhar Citangkolo, Banjar City. The research method used in this study is qualitative with 15 children as research subjects. Collecting data through interviews, and observations, and documentation. The results showed that in building children's character in Raudhatul Athfal (RA) Al-Azhar Citangkolo, Banjar City, West Java, it could be done by instilling habituation and exemplary by teachers, schools and parents at home to children including: 1) instilling honesty to children, 2) instill responsibility in children, 3) instill discipline in children, 4) instill cooperation
Hubungan antara Keterampilan Bermain Kartu Kata Bergambar dengan Kemampuan Kosa Kata pada Anak Usia Dini Evan Tripurnama
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v2i2.9728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas keterampilan bermain kartu kata bergambar, kosakata pada anak, dan hubungan antara keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak kelas A di RA Nurul Amal Kabupaten Bandung. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik korelasi Product Moment. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, dan pedoman lembar observasi. Hasil analisis data pada keterampilan bermain kartu kata bergambar berkategori cukup, ditunjukan oleh nilai rata-rata sebesar 2,83 termasuk kualifikasi berkembang sesuai harapan (BSH) karena berada pada interval 2,5–3,24. Realitas kemampuuan kosakata pada anak termasuk kategori cukup, diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,82 termasuk kualifikasi berkembang sesuai harapan (BSH)  karena berada pada interval 2,5–3,24. Hubungan antara keterampilan kartu kata bergambar dengan kemampuan kosa kata anak, ditunjukan oleh harga koefisien korelasi sebesar 0,74. Nilai ini terletak pada interval 0,60- 0,79 yang berarti korelasi kuat. Selanjutnya hasil uji hipotesis diketahui bahwa thitung > ttabel (3,98 > 2,16). Dapat disimpulkan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Artinya keterampilan bermain kartu kata bergambar dengan kemampuan kosakata pada anak memiliki hubungan yang signifikan.
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Mardi Fitri
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v3i2.8681

Abstract

Para pelajar selama ini kurang termotivasi dalam kegiatan pembelajaran, dikarenakan model yang diterapkan selama ini dianggap tidak menarik dan membosankan bagi para pelajar, khususnya di lembaga PAUD. Para guru kurang peka terhadap kebutuhan para pelajar nya, sehingga mereka tidak dapat menyuguhkan model pembelajaran yang tepat seperti yang diinginkan oleh para pelajar. Seharusnya model pembelajaran untuk anak usia dini itu dirancang sesuai dengan keperluannya, agar proses pembelajaran yang berlangsung menjadi lebih menyenangkan. Maka diperlukan nya suatu model pembelajaran yang sesuai juga menyenangkan bagi setiap anak. Salah satu contoh model pembelajaran yang dapat diterapkan di lembaga PAUD adalah model pembelajaran quantum learning. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana konsep penerapan model quantum learning pada pembelajaran anak usia dini (2) untuk mengetahui manfaat dalam penerapan model quantum learning pada pembelajaran anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi pustaka atau librabry research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran quantum tergantung pada kemampuan guru dalam memahami konsep dan mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran quantum dalam kegiatan pembelajarannya.
Hubungan antara Kegiatan Usap Abur dengan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Widi Nuryani
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v2i2.9730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan usap abur di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung, kemampuan motorik halus anak usia dini di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung, dan hubungan antara kegiatan usap abur dengan kemampuan motorik halus anak usia dini di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subyek penelitian ini adalah anak Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung yang berjumlah 17 orang. Hasil analisis pada kegiatan usap abur diperoleh nilai rata-rata sebesar 85 dengan kategori sangat baik. Sedangkan, kemampuan motorik halus anak usia dini diperoleh nilai rata-rata sebesar 79 dengan kategori baik. Hubungan antara kegiatan usap abur dengan kemampuan motorik halus anak usia dini diperoleh koefisien korelasi melalui rumus Spearman Rank sebesar 0,885 termasuk pada kategori sangat kuat. Hasil uji signifikansi diperoleh  = 7,356 ˃ harga  = 2.131. Artinya hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan kata lain, kegiatan usap abur memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan motorik halus anak usia dini di Kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung. Adapun kontribusi kegiatan usap abur terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini sebesar 78,32%. Hal ini menunjukkan terdapat 21,68% faktor lain yang mempengaruhi kemampuan motorik halus anak usia dini.
EPISTIMOLOGI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DALAM PANDANGAN JEAN PIAGET rizki faizah isnaeni; Maemonah Maenonah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v3i2.8892

Abstract

Piaget menjelaskan sejumlah gagasan untuk mendeskripsikan perubahan-perubahan dalam pemikiran yang  diamati pada anak-anak dan orang dewasa. Perkembangan kognitif dimulai dari proses-proses berpikir secara konkret. Dalam teorinya Piaget menjelaskan bahwa kemampuan kognitif terdiri atas empat tahapan dimulai dari manusia lahir hingga dewasa. Piaget percaya bahwa anak-anak memiliki ketertarikan terhadap dunia dan secara aktif mencari informasi yang dapat membantu mereka mengenali dunia tersebut. Sebagai seorang pakar yang banyak melakukan penelitian tentang tingkat perkembangan kemampuan kognitif manusia. Pemikiran Jean Piaget dalam filsafat pendidikan anak usia dini mengacu pada pandangan epistimologi, dikarenakan Jean Piaget menyebut sistem epistemologinya sebagai sebuah usaha untuk menjelaskan pengetahuan yang berdasarkan pada sejarah, asal usul sosial, dan terutama sisi psikologis dari pengertian-pengertian dan operasi-operasi yang mendasarinya.                 
Pentingnya Mengetahui Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Dan Stimulasinya Afifah Fatihakun Ni'mah Wahidah; Eva Latipah
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v4i1.10940

Abstract

Perkembangan anak di usia dini adalah penting bagi orang tua ataupun guru untuk memantau dan mendampingi setiap perkembangannya, khususnya di usia 0-6 tahun atau bias kita sebut dengan masa golden age. Masa ini akan mempengaruhi perkembangan anak hingga mereka dewasa nanti. Salah satunya yaitu perkembangan bahasa, bahasa anak berkembang mulai dari yang sederhana menuju suatu yang rumit dalam pola yang dapat dicirikan pada setiap pribadi anak. Artikel ini menggunakan jenis library research atau penelitian kepustakaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis data yang bersumber dari artikel, buku, majalah, dan koran, serta karya ilmiah lainnya. library research ini menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif. Berdasarkan hasil berbagai penelitian disajikan bahwa dengan berbahasa berarti menggunakan bahasa berdasarkan pengetahuan anak tentang kebiasaan dan sopan santun serta perilaku anak.Perkembangan bahasa anak merupakan gabungan dari kegiatan sosial anak, emosi anak, kemampuan berpikir atau kognitif anak, dan fisik dan motorik anak. Sehingga Perkembangan bahasa serta ciri-ciri maupun tahap-tahap dari perkembangan bahasa anak sangat penting untuk diperhatikan oleh para orang tua ataupun guru, karena bahasa anak merupakan alat komunikasi atau penghubung antara anggota masyarakat sekitar untuk menyatakan gagasan, ide-ide, dan perasaan, serta keiinginan anak.
Hubungan antara Aktivitas Melipat Kertas dengan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Elia Tarlina
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v2i2.9727

Abstract

Hasil studi pendahuluan di kelompok B2 RA Al-Wafi menunjukkan bahwa, terdapat beberapa permasalahan yang terkait dengan kemampuan motorik halus yang belum berkembang secara optimal seperti saat menggunting pola hasilnya belum rapi tidak mengikuti garis sesuai pola. Dalam kegiatan menggambar, anak masih kaku memegang krayon sehingga hasilnya masih keluar garis. Kondisi demikian merupakan masalah yang menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas aktivitas melipat kertas, realitas kemampuan motorik halus dan realitas hubungan antara aktivitas melipat kertas dan kemampuan motorik halus. Metode yang digunakan yakni kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui lembar observasi dan dokumentasi. Adapun hasil perhitungan pada variabel X diperoleh nilai rata-rata sebesar 72. Nilai tersebut berada pada interval 70-79 dengan kategori baik. Sedangkan, pada variabel Y diperoleh nilai rata-rata 78. Nilai tersebut berada pada interval 70-79 dengan kategori baik. Hubungan antara ativitas melipat kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,99. Angka koefisien korelasi ini termasuk pada kategori kuat/tinggi karena berada pada interval 0,800-1,000. Hasil uji signifikansi diperoleh harga thitung = 28,28 dan ttabel = 2,120. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas melipat kertas dengan kemampuan motorik halus anak usia dini. Adapun besarnya kontribusi/pengaruh aktivitas melipat kertas terhadap motorik halus anak usia dini sebanyak 86%. Hal ini menunjukkan bahwa 14% kemampuan motorik halus anak usia dini dipengaruhi oleh faktor lain.
ANALISIS ASPEK PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL DAN BAHASA DALAM PROGRAM MARKET DAY DI TK KHALIFAH CONDONGCATUR YOGYAKARTA Ririn Dwi Wiresti
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v3i2.8737

Abstract

Era distrupsi ini membuat kita harus bisa membekali berbagai ilmu pengetahuan, kemampuan, daya inovasi, kreatif terhadap anak usia dini sebab ketika mereka dewasa kelak zaman sudah semakin maju dari hari ini. Jika anak tidak dibekali dengan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang baik maka anak akan lemah untuk bersaing dalam memunculkan daya beda dengan temannya. Program market day merupakan sebuah program yang dirancang untuk menstimulus jiwa kewirausahaan anak. Dalam penerapannya penilaian anak usia dini dilihat dengan 6 aspek perkembangan yang meliputi seni, bahasa, nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Dalam penelitian ini peneliti ingin membedah secara detail capaian indikator apa saja yang tercapai dalam program market day dan seberapa besar peran program market day untuk meningkatkan perkembangan sosia-emosional dan bahasa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, pengambilan data dengan pengisian instrumen indikator ceklis, wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan di TK Khalifah Condongcatur Yogyakarta dengan sumber data kelas TK B. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung persentase pada instrumen indikator ceklis kemudian mendeskripsikannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program market day berperan sebesar 83,78% untuk perkembangan sosial-emosional yang artinya masuk dalam kategori sangat baik dan 62,96% untuk perkembangan bahasa yang artinya masuk dalam kategori cukup.